NUSANTARAEXPRESS, BENGKALIS – Pada hari terakhir masa kampanye Calon Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis, Sabtu 5 Desember 2020, digunakan oleh pasangan nomor urut 2 Abi Bahrun – Herman (AMAN) untuk memperkokoh dan memperbesar barisan pendukung mulai dari pagi hingga malam hari.

Sejauh ini pasangan AMAN menjadi yang terdepan dengan jumlah titik kampanye terbanyak dari calon lainnya, sebagaimana rilis dari data Bawaslu Bengkalis pekan lalu.

Pantauan media ini kampanye pada hari terakhir dioptimalkan oleh pasangan AMAN, baik Calon Bupati Abi Bahrun maupun Herman, keduanya bergerak dari pagi hingga malam hari di lokasi yang berbeda, Abi Bahrun memperkuat barisan pendukung di kota Duri Kecamatan Mandau dan sekitarnya, sementara Herman memperbesar barisan di tanah kelahirannya Sungai Pakning Kecamatan Bukit Batu dan sekitarnya.

Mendekati hari H Pilkada Bengkalis 9 Desember 2020 berdasarkan pantauan di lapangan, dukungan kepada Paslon AMAN semakin kuat dan mengalir deras mulai dari perkotaan  hingga ke pelosok desa, selain dua figur ini dinilai sebagai paket komplit antara politisi islami dan birokrat berprestasi.

Pasangan ini juga diuntungkan dengan militansi pergerakan akar rumput Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menjadi kontestan pemenang pada Pileg Bengkalis 2020, sehingga berhasil merebut kursi ketua DPRD Bengkalis, dan dipercaya pula bakal kembali meraih kemenangan merebut kursi Bupati Bengkalis 2021 – 2024.

Di kota Duri, menjelang masa tenang Tim pemenangan paslon nomor urut 2 dipimpin oleh Calon Bupati Bengkalis Abi Bahrun menggelar kampanye flashmob di berbagai titik penjuru kota minyak itu dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid 19.

Agenda ini terbilang unik dan kreatif, karena sekaligus sebagai penutup dari kegiatan kampanye, maupun direct selling yang selama ini sudah dilakukan, disambut hangat oleh lapisan masyarakat.

Dalam pesan kegiatan flashmob tersebut Abi Bahrun juga mengajak warga sekitar agar tidak tergoda dengan politik uang, dan sama sama menjaga kondusifitas Bengkalis, serta jangan mau dipecah belah karena uang.

[nextpage title="next"]

“Mari menjemput kemenangan dengan cara – cara yang bermartabat dan diridhoi oleh Allah SWT. Insya Allah jika AMAN menang kita akan berupaya menjadikan Kabupaten Bengkalis ini sebagai negeri yang berkah dan baldatun toyyibatun warobbun ghofur,“ tutur Abi Bahrun di Duri.



Sementara di Sungai Pakning sebagai kota kelahiran Calon Wakil Bupati Bengkalis Herman, sambutan masyarakat tak kalah hangat dengan kota Duri, berbagai tokoh lintas agama, usia dan lintas suku memberikan dukungan penuh kepada Paslon AMAN, yang diyakini mampu membawa perubahan dan keberkahan bagi Kabupaten Bengkalis ke depan.

Herman bersama tim pemenangannya antara lain ketua umum Zona 3 Sanusi, ketua koalisi Bukit Batu Dedy Herwandi, dan tokoh masyarakat H. Muhammad Rafi, Ujang Effendi dan lainnya, pada hari terakhir masa kampanye, menggelar pertemuan dialogis dengan masyarakat, di antaranya Desa Pakning Asal dan Kelurahan Sungai Pakning.

Di Desa Pakning Asal pertemuan digelar di Jalan Jendral Sudirman GG. H. Abdul Aziz dan Jalan Sukajadi.

“Mari bersama – sama bergandeng tangan untuk memenangkan AMAN, Insya Allah kemenangan akan kita raih dengan berkah dan di ridhoi oleh Allah, Amin,“ tutur Herman di hadapan masyarakat Desa Pakning Asal dan diamini oleh para pendukung AMAN.**rls

NUSANTARAEXPRESS - Titik pemantauan JaDI Konsel 9 Desember 2020 perlu mengecek penerapan protokol kesehatan (prokes) dan kelengkapan sarana dan prasarana kesehatan bagi penyelenggara dan pemilih yang telah menjadi standar bagi penyelenggara, kemudian tingkat partisipasi pemilih dalam pemungutan suara dan telah berakhirnya tahapan Kampanye pada tanggal 5 Desember 2020, adalah memastikan distribusi logistik Pilkada khususnya surat suara dan APD (Alat Pelindung Diri) bagi Penyelenggara/Petugas KPPS telah sampai dan cukup, para petugas bebas dari Covid-19 dengan terlebih dahulu melakukan rapit test, Masa Tenang tidak ada lagi aktifitas kampanye yang dilakukan oleh Pasangan calon, Tim pemenangan maupun masyarakat, Praktik politik uang untuk mempengaruhi pilihan masyarakat, pemberian sembako dan sebagainya, mobilisasi dan Netralitas aparat pemeritah (ASN) dan aparat desa/kelurahan (Kepala Desa/Lurah)/perangkat lainnya, harus terjaga dan dipastikan tidak berpihak kepada Pasangan calon tertentu, adanya intimidasi, Pemungutan dan penghitungan suara serta rekapitulasi. Dan pelaporan dana kampanye (LPPDK) pasangan calon.

JaDI Konsel terus merawat dan mengawal proses demokratisasi lima tahunan agar seluruh pelaksanaan Pilkada berjalan dengan aman, tertib dan damai menuju demokrasi yang lebih baik dan berkualitas, dan seluruh pihak mentaati protokol kesehatan corona virus disease 2019 (Covid-19) menjelang pemungutan suara tanggal 9 Desember 2020.

Hak Konstitusi

Sebagaimana diketahui bahwa hak memilih merupakan hak konstitusi yang diatur dalam Pasal 1 Ayat (2), Pasal 6A Ayat (1), Pasal 19 Ayat (1), dan Pasal 220 Ayat (1) UUD NRI Tahun 1945.

Begitu pula, ketentuan hak untuk turut serta dalam pemerintahan diatur dalam Pasal 43 dan Pasal 44 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (UU HAM).

"Ketentuan itu menunjukkan jaminan yuridis yang melekat bagi setiap warga negara Indonesia untuk melaksanakan hak pilihnya," kata sutamin.

Sementara itu, hak atas kesehatan diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 1 Angka 1 disebutkan bahwa kesehatan adalah keadaan yang sehat, baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Kesehatan merupakan dasar diakuinya derajat.

Dalam UUD NRI Tahun 1945 Pasal 28A disebutkan bahwa semua orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. Selanjutnya, pada Pasal 28H Ayat (1) menyatakan bahwa setiap orang yang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia (HAM) adalah tanggung jawab negara, sebagaimana diatur dalam Pasal 28I Ayat (4).

"Penyelenggara pilkada sebagai pelaksana fiduciary dari hak konstitusional warga berkewajiban menjamin keterpenuhan HAM," kata Sutamin Rembasa, minggu (6/12).

Pantauan pada pilkada kali ini dalam situasi salus populi suprema lex esto (kesehatan masyarakat adalah hukum tertinggi) versus vox populi, vox dei (suara rakyat adalah suara Tuhan). Oleh karena itu, Amirudin memandang penting melaksanakan kewajiban 3M, yakni menghormati, melindungi, memenuhi hak atas kesehatan dan hak memilih.

Ditekankan pula bahwa kegiatan pemantauan mengikuti pelaksanaan pilkada yang melindungi dua hak konstitusi warga, yakni hak memilih dan hak sehat. Adapun tujuannya mencermati pencapaian target kepatuhan berdasar kriteria pemenuhan hak pilih dan hak atas kesehatan, mengidentifikasi dan mengantisipasi pemasalahan yang timbul dan yang akan timbul.

JaDI Konsel, sebagai  pemantau pilkasa konael  akan membuat laporan temuan pencapaian kepatuhan akan dua hak konstitusi tersebut. Selain itu, perlu pula memberikan rekomendasi temuan.

JaDI Konsel melakukan evaluasi pelaksanaan pilkada setelah pemungutan suara selesai dengan fokus pada kepatuhan ketentuan prokes serta kelengkapan sarana dan prasarana kesehatan bagi penyelenggara dan pemilih yang telah menjadi standar bagi penyelenggara. Selain itu, partisipasi pemilih dalam pemungutan suara.

"Kalau perlu, dibuat penilaian berdasarkan indeks kepatuhan pelaksanaan, misalnya 'pilkada terpatuh', 'pilkada cukup patuh', dan 'pilkada tidak patuh'," kata Sutamin.

NUSANTARAEXPRESS, LABUHANBATU - Sabtu 5 Desember 2020 pukul 21.00 selesai pelaksanaan apel malam piket fungsi jajaran satuan Polres Labuhanbatu yang dipimpin Pawas Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu, Padal IPDA Tito Alhafezt Kanit 2 Sat Narkoba dan IPDA Sumardi Kanit Patroli Sat Lantas membagikan vitamin untuk semua tahanan yang saat ini menjalani proses penahanan di Polres Labuhanbatu.



Sebanyak  267 tahanan yang saat ditahan di Polres Labuhanbatu menerima asupan vitamin C secara rutin, adapun jumlah tahanan tersebut ditempatkan di RTP Polres sebanyak 178 Orang di Sel Reskrim 31 Orang dan 58 Orang di Sel Narkoba.

Hal ini dilakukan sebagaimana instruksi Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan, S.I.K., M.H. supaya tetap memperhatikan kesehatan tahanan karena mereka juga adalah komunitas dari masyarakat yang harus dijaga dari pandemi virus corona covid-19 sehingga harapannya tidak ada yang terpapar. (Her)

NUSANTARAEXPRESS, KUBU - Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XII/Tanjungpura, Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe, S.Sos., menutup langsung kegiatan Pembekalan Penulisan Berita satuan jajaran Kodam XII/Tpr di Aula Makodam, Sungai Raya, Kubu Raya, Sabtu (5/12/20).

Pembekalan dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) para personel penerangan jajaran Kodam XII/Tpr ini telah dilaksanakan selama 3 hari, sejak tanggal 3 sampai dengan 5 Desember 2020. Diikuti sebanyak 34 peserta yang terdiri dari Penerangan Korem dan Kodim satuan jajaran Kodam XII/Tpr.

Dalam sambutannya, Kapendam XII/Tpr, Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe, S.Sos., menyampaikan kepada para peserta, setelah menerima pembekalan penulisan berita, dan sekembalinya ke kesatuan masing-masing harus segera mengapilkasikan pengetahuan dan keterampilan yang diterima selama pembekalan, selaku insan penerangan satuan harus mampu menyajikan berita - berita kegiatan satuan yang humanis dan bernilai positif.

"Yang dikatakan, berita yang disusun oleh insan penerangan merupakan informasi yang berdasarkan data dan fakta. Jadi bukan berita yang dibuat-buat atau memanipulasi data," tegas Kapendam.


 


[nextpage title="next"]

Kapendam XII/Tpr menyampaikan, insan penerangan harus kreatif, inovatif, inspiratif serta komunikatif. Dengan banyaknya kegiatan satuan merupakan peluang bagi insan penerangan untuk mengelola kegiatan menjadi pemberitaan. Selain dituntut kemampuan menyusun suatu berita, insan penerangan juga harus mampu menjalin hubungan dan kerja sama dengan media selaku mitra, sehingga berbagai kegiatan satuan dapat dipublikasikan baik pada media elektronik, media cetak dan media online.



"Insan penerangan juga harus mampu mengelola media sosial satuan, secara berkesinambungan diisi dengan konten-konten dan aktifitas satuan. Saya berharap selaku, insan penerangan kita harus punya tekad untuk selalu meningkatkan kinerja dan terus berkembang dengan ide-ide kreatif yang dapat memberikan sumbangsih terbaik untuk satuan dalam bidang dokumentasi dan publikasi. Oleh karena itu tetap mengasah diri dan terus belajar karena insan penerangan mempunyai peranan penting bagi satuan" harap Kapendam.

Selanjutnya Kapendam juga berharap, tetap pelihara hubungan dengan awak media di wilayah, dan tingkatkan komunukasi sesama insan penerangan, Pendam akan selalu menjadi solusi berbagai persoalan yang dihadapi insan penerangan jajaran Kodam XII/Tpr." tutup Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe. (Pendam XII/Tpr)

NUSANTARAEXPRESS, PAPUA - “Sejarah kelam masa lalu papua merupakan suatu proses dlm menuju kehidupan masyarakat papua yg lebih baik. Masa lalu merupakan merupakan suatu pengalaman yang berarti untuk menuju masa depan yg lebih baik”. Hal ini disampaikan Tokoh Masyarakat Papua, Yanto Khomlay Eluay yang merupakan Ondofolo Kampung Sereh Sentani.

Di Pendopo kediamannya di Sentani Jayapura pada acara Deklarasi “Pemuda Papua Bangkit” bersama Ormas Pemuda Pancasila (PP) dan Presidium Putra-Putri Pejuang Pepera (P5), Jumat (4/12/2020), Yanto menyampaikan pemikirannya tentang solusi sederhana penyelesaian masalah di tanah Papua, yaitu:

Pertama, kewajiban dan tanggungjawabnya sebagai Pimpinan Masyarakat Hukum Adat adalah wajib menyelamatkan dan melindungi masyarakat adat dari semua aspek termasuk mati dan hidupnya. Masyarakat papua jangan mati kelaparan, mati kekurangan gizi, mati karena kebodohan dan lebih khusus mati karena ideologi yang diyakininya.

Kedua, Masyarakat Papua sebagai umat beragama di "Tanah Injil", perlu untuk merevolusi iman dalam arti iman mengalahkan semua keinginan daging sebagai manusia biasa. Setiap masyarakat Papua wajib mewujudkan "Wajah Kristus" dalam perilaku hidup dan mendasari hidupnya dengan prinsip mengampuni secara total sebagai refleksi Hukum Tuhan yakni "Kasihilah Sesamu Manusia".

“Dua hal subyektif tersebut yang mendasari pergerakan dan perjuangan saya dalam menyikapi situasi dan kondisi Papua saat ini,” ungkap Putra mendiang Ketua Presidium Dewan Papua, Dortheys Hiyo Eluay dengan tegas.



[nextpage title="next"]

Selanjutnya Yanto memberikan refleksi dalam menyikapi manuver Saudara Benny Wenda dan rekan-rekannya di mana pun mereka berada yang masih mencari sensasi dengan mengorbankan rakyat Papua. Yanto melihat perbedaan ideologi dipupuk oleh perbedaan ras dan agama dalam konteks kita sebagai Warga Negara Indonesia.

“Ekspetasi ini ibarat benih yang terus ditaburkan, bertumbuh dan berbuah, seakan-akan tujuan kita hidup di dunia ini hanya untuk memperjuangkan kemerdekaan sebagai bangsa sendiri," ucapnya.



Yanto kemudian menyebutkan adanya keyakinan kelompok yang ingin memisahkan diri dari Indonesia yaitu mati dalam perjuangan adalah mati suci dan menyamakannya dengan perjalanan bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir. Hal ini menyebabkan banyak orang Papua mati dengan saling membenci, dendam dan marah terhadap sesama manusia yg berbeda ras dan agama. Semuanya dianggap sebagai kehendak Tuhan untuk mencapai kemerdekaan.

“Saya pernah berada dalam masa dimana saya berpikir seperti itu. Dalam perenungan hidup, mencari kebenaran sejarah Papua dan melihat masa lalu yang kelam, saya akhirnya mengambil keputusan memulai pergerakan untuk mengakhiri semua itu," kata Yanto.



Ketua P5 itu pun kemudian menghimbau “Kepada saudara-saudariku masyarakat Papua yg saya cintai, marilah kita akhiri semua itu. Sudah cukup kita berjalan dalam lembah kekelaman, penderitaan, tangisan dan airmata.  Biarlah ini menjadi catatan Sang Pencipta. Mari kita bangkit dari lembah kekelaman, berjalan dalam terang Kristus dan membangun Masyarakat Adat yang bermartabat, mempunyai jati diri, wibawa dan kehormatan di atas tanah Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

“Selamat menyambut kelahiran Sang Raja Damai saudara-saudaraku setanah Papua, Damai sejahtera untuk kita semua” kata Yanto menutup penjelasannya.

HU ONDOFOLO IGWAIGWA ONDIKELEUW HALEUFOITEUW Yanto Khomlay Eluay.(*)
Diberdayakan oleh Blogger.