NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA - Bidang Sosial dan Pemberdayaan Umat, Badan Pengelola Masjid Istialal (BPMI) menyelenggarakan Seminar Internasional melaui zoom meeting (11/12/2020) dengan tema "Perempuan sebagai Agen Pemberdayaan di Era New Normal". Women’s Mosque of Istiqlal merupakan visi besar Istiqlal untuk mengangkat isu-isu terkait relasi antara perempuan, masjid dan kebudayaan umat Islam dalam skala nasional dan internasional.

Seminar Internasional yang dipandu langsung oleh pengurus struktural BPMI, Rosita Tandos, MA, MComDev, Ph.D, ini menghadirkan keynote speech Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati, SE, M.Si dan Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Sedangkan narasumbernya adalah Tenaga Ahli Utama Presiden, Prof. Dr. Ruhaini Dzuhayatin; Staf Ahli Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Titi Eko Rahayu, SE, M.AP; Directur of GPS, Monash Univ Melbourne, Australia, Prof Jacqui True; dan Prof. Etin Anwar dari Hobart College & Reducate, Amerika. Turut hadir dalam acara ini Asdep Keseteraan Gender Bidang Ekonomi, Muhammad Ihsan, S.Ag, MA; Kepala Bidang Sosial dan Pemberdayaan Umat, Laksamana Pertama TNI (Purn) Dr. Asep Saepudin; dan pejabat struktural di lingkungan BPMI.

Menteri PPPA dalam paparannya menyampaikan pesan tentang pentingnya peran perempuan Indonesia dalam ketahanan kesehatan dan ekonomi di masa pandemi. ”Perempuan memiliki resilensi dan daya juang untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan orang-orang di sekitarnya,” demikian ungkapnya.

[nextpage title="Next"]

Lebih lanjut, beliau mengungkapkan data bahwa sebagian pelaku usaha mikro dan perintis UMKM di masa pandemi dan tingginya partisipasi para pekerja perempuan dan sebagai kunci peningkatan penghasilan serta sebagai pendorong kemajuan bangsa. “Untuk itu pemerintah menginisiasi pusat pembelajaran keluarga di seluruh Indonesia. Kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan masih menjadi masalah serius di Indonesia,” imbuh Menteri I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Di era digital, kekerasan melalui internet banyak terjadi, yang oleh karena itu perempuan perlu melek digital. “BPMI dengan jaringan nasional dan internasional diharap untuk ikut berperan dalam mengangkat isu anak dan perempuan.” ujar Menteri PPPA berharap.

Imam Besar Masjid Istiqlal memberikan perhatian serius terhadap meningkatnya kasus perceraian di keluarga Indonesia. Kasus ini banyak menimpa rumah tangga yang umurnya di bawah lima tahun dan sejak beberapa tahun terakhir grafiknya selalu menanjak. “Yang menjadi korban dari perceraian adalah perempuan dan anak. Ketika terjadi perceraian lahir orang miskin baru karena perempuan umumnya tidak mempunyai kepemilikan aset seperti sertfikat rumah dan sebagainya,” ungkap Prof. Nasaruddin Umar.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa anak dari korban perceraian, broken home, juga punya potensi yang tinggi dalam penyalahgunaan narkoba, menjadi anak jalanan dan tindakan kriminal. Itu semua terjadi karena egoisme para orang-tua. “Oleh karena itu, New Istiqlal berfungsi untuk pemberdayaan umat dan trend setter perubahan masjid di Indonesia” tegas Imam Besar Istiqlal itu.

Pada sesi berikutnya, pembicara lainnya, Prof. Dr. Ruhaini Dzuhayatin mengungkapkan bahwa perempuan harus menjadi center of excellent dari proses inseminasi pengembangan narasi-narasi Islam yang moderat progresif dan ramah terhadap perempuan. Permasalahan perempuan dan dinamikanya pasang surut sebagai realitas soial yang dinamis. Istiqlal dituntut untuk mengadakan penguatan wacana perempuan sebagai agen perubahan.

“Permasalahan terkait perempuan muncul dari lima akar masalah, yaitu: theological legitimacy, cultural validity, social qualifications of women, political engagement dan personal otonomy,” jelas Ruhaini.



Lebih lanjut beliau meminta agar status ulama perempuan mendapat pengakuan dalam social qualifications dan diakui legitimacy karena proses yang ditempuh perempuan dan laki-laki relatif sama.

[nextpage title="Next"]

Titi Eko Rahayu memaparkan tentang strategi Kementerian PPPA dalam pemberdayaan masa Covid-19 dengan pendekatan mainsteaming dan sinergi potensi. Salah satunya adalah program Desa Ramah Keluarga yang bekerjasama dengan Kementerian Desa. Menurutnya hal ini adalah upaya mewujudkan miniatur SDGs di tingkat desa. Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) atau pembangunan berkelanjutan adalah agenda 2030 yang merupakan kesepakatan pembangunan berkelanjutan berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan.

Adapun Prof. Jacqui True menyampaikan beberapa hasil data riset terkait perempuan dan kekerasan. Menurutnya peluang untuk perempuan direkrut menjadi anggota kelompok pemikiran ekstrem sama besarnya dengan kesempatan menjadi agen perubahan. Jacqui True menyayangkan banyaknya perempuan Indonesia yang menganggap isu perubahan perempuan sebagai agen deradikalisme sebagai sesuatu yang tidak penting. Menurutnya, partisipasi perempuan dalam pengarusutamaan gender menjadi penting agar tidak lagi banyak penafsiran yang bias gender.

Pembicara terakhir, Prof. Etin Anwar mengangkat masalah Womens Mosque in America terutam Masjid Indonesia di New York dalam tiga masalah. Deskriminasi di tengah covid, tantangan muslimah menghadapi peraturan masjid dan bagaimana lembaga perempuan menangani ketidaksetaraan gender dan memperjuangkan keadilan. Menurutnya, deskriminasi wanita muslim bukan hanya oleh non muslim tetapi juga dilakukan oleh laki-laki muslim.

Salah satu kasus adalah pelarangan wanita untuk mendatangi masjid di Dallas selama masa Covid 19 dengan alasan yang tidak bisa dilegitimasi. Peraturan ini menunjukkan steorotype bahwa perempuan adalah makhluk yang lemah. Selain itu Etin Anwar menyorot masalah pelibatan dan partisipasi perempuan pada kegiatan di masjid yang masih sangat terbatas (BU/ML)

NUSANTARAEXPRESS, PAPUA - Bertempat di Pos Kout KM 31, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad menggelar Komunikasi Sosial Kreatif kepada warga Kampung Yamua Distrik Arso Kabupaten Keerom dalam upaya mendukung Warga Papua lebih sukses dan maju di tunjang dengan pengetahuan dan keterampilan yang baik.

Demikian disampaikan Wakil Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Kapten Inf Hervin Rahadian Jannat dalam konfirmasinya di Pos Kout KM 31 Distrik Arso Kabupaten Keerom. Minggu (13/12).



Dijelaskan Wadansatgas, kegiatan yang digelar di Pos Kout KM 31 tersebut bertujuan untuk mendukung kemajuan warga Kampung Yamua Distrik Arso Kabupaten Keerom ditengah perkembangan ekonomi nasional yang semakin maju. "Kami menggelar berbagai kegiatan diantaranya pemberian materi bela negara, pembuatan pondok Natal bersama, pemberian baju layak pakai, pemberian buku bacaan dan pemutaran film Nasional. Kegiatan yang kami berikan tersebut semata-mata untuk membuka wawasan masyarakat agar lebih berkembang dan maju sehingga mampu menghadapi tantangan nasional bahkan global yang saat ini sangat maju." Ujar Hervin.

[nextpage title="Next"]

 



Diungkapkan salah satu peserta Komunikasi Sosial Kreatif yang juga menjabat sebagai Kepala Kampung Yamua Bapak Mathias Komba (50) bahwa kegiatan yang digelar Pos Kout KM 31 sangat positif dan bermanfaat bagi masyarakat nya. "Jika kegiatan ini terus dilakukan, saya sangat optimis masyarakat Kampung Yamua akan menjadi masyarakat yang maju, berwawasan luas dan Inovatif. Terimakasih atas perhatian dan kepedulian Satgas Yonif MR 413 Kostrad kepada masyarakat Kampung Yamua." Tandas Komba.

Di tempat terpisah, Mayor Inf Anggun Wuriyanto S.H., M.Han selaku Dansatgas Yonif MR 413 Kostrad memberikan apresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan Pos Kout KM 31. "Kegiatan ini perlu ditiru oleh Pos Jajaran lain sebagai upaya kita dalam membantu dan mendukung Warga Papua agar memiliki wawasan luas dan bisa lebih maju dari sebelumnya." Ucap Dansatgas. [Pensatgas 413]

NUSANTARAEXPRESS, BREBES - FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia) Pengurus Cabang (PC) 1113 Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggelar Rapat Pleno Diperluas di Aula Jenderal Soedirman, Kodim 0713 Brebes, yang dihadiri 17 rayon FKPPI se-17 kecamatan di Kabupaten Brebes. Minggu pagi (13/12/2020).

Membuka sambutan, Dandim 0713 Brebes, Letkol Mohamad Haikal Sofyan, selaku salah satu Pembina FKPPI PC Brebes, berharap agar rakor ini dijadikan ajang untuk mempererat silaturahmi antar rayon, karena FKPPI Brebes adalah satu wadah atau satu keluarga besar.

“Kita selaku Pembina berharap agar FKPPI Brebes lebih bijak dalam menyikapi perkembangan situasi saat ini, sehingga tidak mudah dipecah belah demi keutuhan NKRI,” ungkapnya.



[nextpage title="Next"]

Dandim berharap agar FKPPI Brebes solid dan semakin eksis dalam membantu TNI-Polri untuk menjaga Kamtibmas dan melakukan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk membantu penanganan bencana alam bersama pihak terkait dan para relawan lainnya.

Sementara itu Heri Sadewo, selaku Ketua Pengurus Daerah (PD) XI FKPPI Jawa Tengah yang hadir ke Brebes, juga mengajak keluarga besar FKPPI Brebes untuk menguatkan barisan, jangan sampai terpecah belah sehingga akan lebih solid dan militan untuk mengembankan tugas organisasi di masa pandemi dan di masa yang akan datang.

“Jika organisasi FKPPI solid maka akan menjadi cermin bagi generasi muda penerus bangsa, dimana pembinaannya merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa itu sendiri,” pintanya.

Dijelaskannya juga, rapat pleno juga membahas beberapa agenda penting kegiatan FKPPI PD Jateng di tahun 2021, termasuk membahas kepengurusan di tubuh PC Brebes sehingga diharapkan akan lebih terorganisir lagi. (Aan)

NUSANTARAEXPRESS, BREBES - Bencana alam tanah longsor terjadi di wilayah Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah di musim penghujan 2020 ini, yaitu tepatnya di Dukuh Ciruyu RT. 02 RW. 03, Desa Waru.

Dijelaskan Danramil 12 Bantarkawung, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi, bahwa tebing setinggi 5 meter longsor dan menimpa beberapa rumah di bawahnya.

“Tebing sepanjang 12 meter di atas rumah Pak Suyanto (60) longsor pada Sabtu malam (12/12), sekitar pukul 19.00 WIB,” terangnya, Minggu pagi (13/12/2020).

Lanjutnya, longsor dipicu curah hujan yang tinggi sehingga mengakibatkan tanah tebing menjadi labil.

Tidak ada korban jiwa dari bencana tersebut, namun kerugian material pemilik rumah ditaksir mencapai Rp. 60 juta.



Untuk BPBD Kabupaten Brebes dan para relawan segera mendatangi lokasi bencana alam untuk mendata dan memetakan semua titik yang berpotensi longsor susulan.

“Kita sedang berkoordinasi untuk melakukan gotong royong bersama masyarakat setempat untuk membersihkan material longsoran, dan juga upaya pencegahan longsor susulan dengan membuat tanggul darurat,” tandasnya.



[nextpage title="Next"]

Sementara di lokasi terpisah, yakni di Dukuh Pawangunan RT. 02 RW. 07, Desa Banjarsari, longsor memutus akses jalan antar dusun/dukuh sepanjang 10 meter di tebing setinggi 4 meter, yang mengancam 4 pemukiman warga setempat, yaitu Tarsun, (40), Taminah (50), Sarkim (55), dan Kusno (45).

Longsor yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB itu, juga dipicu curah hujan dengan intensitas berlebih dalam waktu yang cukup lama.

Sedangkan upaya penanganan sementara di lokasi ini adalah pemasangan terpal di atas longsoran untuk mengurangi longsor susulan bila terjadi hujan lebat lagi, dan juga akan segera dilakukan kerja bakti pembuatan tanggul darurat, termasuk membersihkan material longsoran.

“Kami juga menghimbau kepada warga setempat yang tinggal di atas maupun di bawah tebing yang berpotensi longsor untuk mengungsi ketempat yang lebih aman jika terjadi hujan deras dengan intensitas yang lama,” pungkas Nurhadi. (Aan)

NUSANTARAEXPRESS, BREBES - Abutmen jembatan Kali Karut di Dukuh Cigobang RT. 09 RW. 06, Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang pada akhir November 2020 lalu longsor akibat tergerus arus air, kini bertambah parah.

Tampak Sertu Aneko Priambodo, Babinsa Kedung Oleng bersama perangkat desa setempat sedang membetulkan kembali pembatas jalan darurat dari bambu dan kayu, sebagai tanda peringatan bagi para pengendara kendaraan bermotor yang akan melintas agar waspada dan memperhitungkan faktor keselamatan.



Dikemukakan Danramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes, Kapten Arhanud Suryadi, bahwa hujan deras telah mengguyur wilayah Kecamatan Paguyangan mulai pukul 15.00 WIB, sehingga menyebabkan aliran sungai menjadi deras sehingga menggerus pondasi jembatan. Minggu pagi (13/12/2020).

“Untuk aktivitas kendaraan roda empat jelas terganggu, terlebih jembatan ini adalah akses penghubung warga Dukuh Cigobang, Dukuh Cibeler, dan Dukuh Kedawung, desanya Kedung Oleng,” terangnya.



Panjang longsor di jembatan sepanjang 17 meter dengan lebar 5 meter itu mencapai 4 meter sehingga menyebabkan lubang menganga hampir mencapai separuh badan jalan.

[nextpage title="Next"]

“Sebelumnya pada akhir November 2020 lalu, kerusakan hanya mencapai sepertiga badan jalan, namun kini bertambah,” tandasnya.



Ditambahkannya, pihaknya juga menghimbau kepada perangkat desa untuk sementara melarang kendaraan roda empat yang akan lewat agar tidak memperparah kerusakan.

Sementara itu Kepala Desa Kedung Oleng, Tasir, S.Pd, menyatakan bahwa Dinas PU Kabupaten Brebes hari ini akan segera melakukan peninjauan untuk rencana penghitungan perbaikan jembatan secepatnya, karena jalan antar dusun di desanya itu merupakan jalan poros sehingga wewenangnya adalah dinas tersebut.

“Penanganan jembatan merupakan prioritas agar tidak ambruk,” ujarnya. (Aan)

NUSANTARAEXPRESS, LABUHANBATU - Bupati Labuhanbatu H.Andi Suhaimi Dalimunthe, ST.MT, merasakan nikmatnya suasana subuh bersama ratusan masyarakat dimasjid Baburrazaq jalan Sampurna Kecamatan Rantau Selatan, Sabtu (13/12/2020).

Suasana akrab dan sederhana terjalin antara pemimpin dengan masyarakatnya itu sesudah melaksanakan shalat subuh berjamaah yang dilanjutkan makan pagi bersama disalah satu rumah tokoh masyarakat.

Bupati menyebutkan sangat bahagia bisa berbaur setiap hari dengan mereka dalam suasana subuh yang cerah, " semoga subuh ini menjadi saksi kelak ibadah kita hari ini".



Saya sangat berharap disetiap harinya masyarakat umat muslim bisa meramaikan shalat subuh berjamaah, dengan demikian seluruh mesjid yang ada akan terasa hidup dan labuhanbatu terasa lebih religi.ucapnya.

Salah seorang warga sekitar turut menjadi jama'ah shalat subuh yang enggan disebutkan namanya merasa bangga memiliki Bupati yang dianggapnya sangat religius.



"Senang dan bangga rasanya memiliki Bupati seperti pak Andi, semoga dengan seperti ini daerah kita ini akan terhindar dari musibah dan bencana", ucapnya.

Agenda subuh keliling kali ini Bupati Labuhanbatu H.Andi Suhaimi Dalimunthe,ST.MT, didampingi beberapa ustadz dan tokoh masyarakat sekitar. [Rahmad]

NUSANTARAEXPRESS, SAMBAS - Menjelang Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infanteri (Yonif) 642/Kapuas terus meningkatkan kewaspadaan dengan melaksanakan kegiatan Sweeping di Jalan persimpangan Tugu Semut, Dusun Camar Bulan, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Sabtu (12/12/20).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Pos Camar Bulan dipimpin Sertu Susta bersama 5 anggota mengecek identitas dan barang bawaan setiap pelintas, baik dengan kendaraan roda empat maupun roda dua.

Dansatgas Pamtas Yonif 642/Kps, Letkol Inf Alim Mustofa dalam keterangannya di Pos Kotis Entikong, Sanggau mengatakan bahwa kegiatan sweeping merupakan salah satu tugas Satgas Pamtas Yonigf 642/Kps.

"Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021 ini untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, seluruh jajaran Satgas Yonif 642/Kps terus meningkatkan kewaspadaan, pengawasan serta pengamanan di perbatasan, tujuannya yaitu sebagai upaya mencegah terjadinya pelanggaran hukum yang terjadi di daerah perbatasan, seperti lintas ilegal baik itu orang maupun barang," ungkap Dansatgas.





[nextpage title="Next"]

Selanjutnya Dansatgas menjelaskan, jalur wilayah perbatasan memiliki banyak akses, bukan hanya jalan umum saja yang digunakan, namun jalan tikus yang kerap dijadikan para pelaku penyelundupan barang-barang ilegal dan Narkoba.

Dansatgas menambahkan bahwa Satgas Yonif 642/Kps akan terus meningkatkan kewaspadaan dengan terus melakukan kegiatan-kegiatan patroli maupun sweeping yang menjadi jalur terjadinya kegiatan ilegal maupun penyelundupan barang, seperti Narkoba.

"Kita akan menindak tegas para pelaku sesuai aturan yang berlaku serta selalu berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, Kepolisian maupun Instansi Perbatasan lainnya," jelas Dansatgas.



Letkol Inf Alim Mustofa berharap, dengan kegiatan sweeping yang rutin dilakukan dapat menutup dan mempersempit pergerakan pelaku peredaran Narkoba serta kegiatan ilegal lainnya di perbatasan.(Pen Satgas Yonif 642/Kps)

NUSANTARAEXPRESS, PAPUA - Bupati Jayapura Mathius Awoitauw menyambut baik Inpres percepatan Pembangunan di Papua dan Papua Barat dengan sejumlah agenda strategis. Salah satunya adalah penguatan kesejahteraan orang asli Papua dengan pendekatan pembangunan kampung adat di seluruh Kabupaten Jayapura.

Penguatan lokus pembangunan berbasis OAP ini meliputi penguatan distrik, kampung dan kampung adat yang sudah gencar kami lakukan di Kabupaten Jayapura," katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (11/12/2020).

Pendekatan kultural ini, juga tercermin dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Papua dan Papua Barat. Ia nilai sebagai terobosan penting Pemerintah Pusat dalam menghargai kearifan lokal, potensi sumber daya alam lokal dan karakteristik sosial budaya di setiap wilayah adat.

Menurutnya, paket kebijakan Inpres ini menekankan komitmen untuk percepatan bidang kesehatan dan pendidikan, pengembangan ekonomi lokal, infrastruktur dasar, infrastruktur digital dan konektivitas guna membuka isolasi wilayah, kelembagaan dan tata kelola pemerintahan serta mendorong pengembangan kawasan potensial.

"Dari Inpres ini, kami di Jayapura berharap bisa memperkuat koordinasi dan sinergisitas dengan Pusat dalam perencanaan dan pelaksanan kebijakan, program, kegiatan, proyek, lokasi dan output percepatan pembangunan kesejahteraan masyarakat," kata dia.



[nextpage title="Next"]

Bupati Mathius menjelaskan beberapa terobosan penting antara lain penerapan dan penguatan sekolah berpola asrama dan pengembangan pendidikan vokasi, pemberian kesempatan yang lebih luas untuk menempuh pendidikan menengah dan tinggi bagi putra-putri Orang Asli Papua, termasuk pelayanan kesehatan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi komunikasi terutama di daerah terisolir yang minim tenaga kesehatan.

Untuk mewujudkan hal itu, Bupati Mathius berencana menjadikan distrik sebagai pusat pelayanan publik sehingga setiap kampung bisa dilayani dengan lebih baik dan terjangkau.

Di Jayapura, dia menjelaskan, sudah mulai dirintis dan akan terus dioptimalisasi program Distrik Membangun yang akan dijadikan pusat pemberdayaan masyarakat adat, pusat pelayanan dasar, pusat inovasi dan kewirausahaan, pusat pertumbuhan ekonomi daerah, pusat sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta pusat data, informasi dan pengetahuan.

"Jadi dengan menjadikan distrik sebagai pusat pelayanan publik, masyarakat tidak perlu repot-repot ke kota, apalagi dengan kondisi geografis yang sulit seperti Papua. Mereka cukup sampai di distrik, semua kebutuhan mereka terlayani dengan baik," ujar Bupati Mathius.



Lanjut dikatakannya, pembangunan di Jayapura, harus menjadikan masyarakat adat sebagai titik tolak sekaligus sasaran akhir karena merekalah pemilik utama tanah, hutan, dan sumber daya alam yang ada.

"Program pembangunan yang hadir secara masif di Papua selama ini justru menyingkirkan masyarakat adat di lokasi pembangunan secara pelan tapi pasti," ungkapnya.

[nextpage title="Next"]

Masyarakat asli punya ikatan sejarah dengan tanah, lingkungan, sosial budaya, serta berbagai nilai dan norma yang lahir dan hidup bersama mereka. Pendekatan budaya atau wilayah adat seharusnya mempertimbangkan aspek relasi manusia dengan tanah, bukan hanya berbasis ekonomi politik saja. "Populasi OAP di lokasi-lokasi pembangunan harus diketahui dengan pasti,” tambahnya.

Karena itu, Bupati Mathius menyampaikan bahwa masyarakat adat di Kabupaten Jayapura, kini tengah memetakan wilayah untuk kepastian hukum terhadap kepemilikan tanah. Pemetaan itu dilakukan di Kemtuk dan Elseng, bekerja sama dengan Gugus Tugas Masyarakat Adat (GTMA), dan ditargetkan rampung tahun depan.

"Mereka menyiapkan masa depan di atas tanah mereka. Sehingga, hasil pemetaan tanah itu dapat didaftarkan ke negara untuk memastikan suatu bidang tanah jelas pemiliknya dan mereka sanggup melakukan perubahan untuk kemajuan daerahnya," jelas Mathius.



Menurut Bupati Mathius, pemetaan partisipatif merupakan awal dari upaya mewujudkan keinginan menghidupkan kembali kampung adat. Ini menjadi langkah awal bagi pengakuan terhadap kewarganegaraan bagi masyarakat adat sehingga mempunyai akses terhadap hak-hak kepemilikan dan pengelolaan sumber daya alam.

“Jadi beberapa hari ini saya melakukan road show ke beberapa kementerian dan lembaga terkait untuk menjelaskan pendekatan budaya ini. Intinya mereka merespon dengan baik apa yang kami lakukan di Kabupaten Jayapura, soal gugus tugas masyarakat adat, pemetaan wilayah adat yang sedang berlangsung, dan program Distrik Membangun,” pungkasnya.(*)

NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA - Badan Pembinaan Hukum TNI (Babinkum TNI) menyerahkan 1.000 eksemplar buku saku, terdiri dari 500 buku Hak Asasi Manusia (HAM) dan 500 buku Hukum Humaniter Internasional (HHI) kepada Komando Operasi Khusus TNI (Koopssus TNI).

Kababinkum TNI Laksda TNI Anwar Saadi, S.H. diwakili Kabidkuminterham Kolonel Laut (KH) Wensuslaus Kapo, S.H. menyerahkan 1.000 buku saku tersebut dan diterima langsung oleh Wadan Koopssus TNI Brigjen TNI (Mar) Widodo di kantor Koopssus TNI, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (11/12/2020).

Penyerahan bantuan buku saku tersebut dalam rangka meningkatkan pemahaman prajurit Koopssus TNI tentang Hak Asasi Manusia dan Hukum Humaniter Internasional guna mendukung pelaksanaan Tugas Pokok Koopssus TNI.

 

Autentikasi :

Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Aidil

NUSANTARAEXPRESS, MALUKU TENGAH - Semangat dan saling memotivasi antara satu sama yang lain, begitulah nampaknya situasi yang terlihat pada masing-masing Divisi A, B, dan C Taruna/i Tk.III angkatan ke-67 saat mengikuti lomba peran layar yang digagas oleh Komandan Satgas Operasi Bima Suci (OBS) Letkol Laut (P) Waluyo, S.H., M.Tr.Hanla. saat berlayar melintasi Laut Banda, Jumat (11/12/20).

Pada lomba peran layar antar Divisi ini, Tim penilai berada dibawah pimpinan Kadep Senbah Kapten Laut (P) Syaifuddin Riady, S.S.T.Han. dengan aturan pertandingan yang di tetapkan sebelumnya.

Komandan Satgas OBS 20 menyampaikan "Dilaksanakannya kompetisi peran layar antar Divisi ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kemampuan masing-masing Taruna/i mengenai tugas dan tanggung jawabnya dalam memegawaki tali-tali pada saat pelaksanaan peran kembang dan tutup layar di KRI Bima Suci yang memiliki karakterisitik tersendiri", Pungkas Letkol Waluyo-sapaan Komandan Satgas OBS.



[nextpage title="Next"]

Lebih lanjut beliau menyampaikan "penilaian pada lomba peran layar bagi Taruna/i ini adalah dari segi Ketangkasan, kecepatan, semangat Tim pada tiap-tiap Divisi dan Pengetahuan masing-masing tugas Taruna/i pada posisi tali-tali layar yang akan dikembangkan dan ditutup", imbuh Letkol Waluyo.

Pelaksanaan kompetisi ini adalah untuk meningkatkan kemampuan Taruna sebagai upaya membentuk prajurit profesional sesuai prioritas Kasal Laksamana TNI Yudo Margono tentang Pembangunan SDM TNI AL yang unggul dan penekanan Pangkoarmada II Laksda TNI I N.G. Sudihartawan, S.Pi., M.M. untuk memberikan pelatihan yang optimal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan", imbuh Dansatgas OBS. (KRI BSC)

NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA - Oknum penyidik Bareskrim Mabes Polri, AKBP Dr. Binsan Simorangkir, SH, MH diduga akhirnya digeser dari posisi sebagai penyidik tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Mabes Polri. Setidaknya, tugas yang bersangkutan sebagai penyidik pada kasus yang sedang ditanganinya selama ini, yang melibatkan pengusaha batu bata ringan (hebel) di Cikande, Serang, Banten, itu telah diambil alih penyidik Bareskrim lainnya.

Sangat mungkin hal tersebut terjadi sebagai dampak dari terbongkarnya perilaku buruk oknum penyidik Binsan Simorangkir tersebut, yakni melakukan pungli (baca: memalak) terhadap pengusaha di Cikande itu (1). Posisinya di kasus ini kini digantikan oleh AKBP Asri Effendi, SIK.

Dari sumber informasi terpercaya yang masuk ke redaksi media ini, sang oknum penyidik itu sempat mendatangi korban kriminalisasi berinisial LH yang ditanganinya, menyatakan menyesal sambil berurai air mata dengan apa yang telah terjadi. Oknum penyidik tersebut terlihat pasrah, di penghujung karirnya sebagai polisi, ia harus diberitakan secara massif tentang perilaku malak bermodus penanganan kasus dengan barang bukti ruko tiga pintu di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, awal desember 2020 lalu (2).

Merespon dampak pemberitaan yang menyajikan hasil investigasi Tim Cacing Tanah PPWI terhadap kebobrokan oknum penyidik Bareskrim Mabes Polri tersebut, Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, menyatakan sungguh prihatin dan merasa sedih atas nasib yang bersangkutan. “Kita semua pasti sudah bisa menduga akan akibat penyalahgunaan wewenang, apalagi hingga merugikan masyarakat. Tapi, saya merasa prihatin dan sedih juga, akibat pemberitaan yang berisi hasil investigasi lapangan tim kita terkait perilaku oknum tersebut, akhirnya Pak Binsan terkena sanksi di internalnya,” ungkap Alumni PPRA-48 Lemhannas tahun 2012 itu, Sabtu, 12 Desember 2020.



[nextpage title="Next"]

Sebagai wujud rasa simpatinya atas nasib AKBP Binsan Simorangkir itu, Wilson menyarankan agar sang oknum penyidik ini segera introspeksi diri dan memperbaiki pola pikir, sikap, dan perilakunya sebagai aparat polisi ke masa depan. “Walaupun masa kerja sebagai polisi mungkin sudah tidak berapa lama lagi, namun tidak ada kata terlambat untuk melakukan evaluasi diri dan memperbaiki hal-hal yang tidak pantas dan tidak patut di masa mendatang. Pak Binsan dapat menjadi contoh tauladan bagi para juniornya agar tidak terperosok pada jurang yang sama seperti dia. Lebih baik bekerja dengan tenang, jalankan tugas pokok dan fungsi sebagai aparat polisi yang benar,” jelas Wilson yang merupakan guru jurnalistik bagi ribuan anggota Polri, TNI, mahasiswa, guru, PNS, wartawan, ormas, dan berbagai elemen masyarakat lainnya itu.

Apalagi, lanjut Wilson, AKBP Binsan Simorangkir adalah juga seorang dosen Fakultas Hukum di sebuah universitas ternama di Jakarta. “Jadi, kesempatan untuk memberikan tauladan sebagai penegak keadilan, baik sebagai polisi, melalui praktek kepengacaraan, maupun sebagai pendidik, masih sangat terbuka lebar. Saya mendorong yang bersangkutan jangan putus asa, hadapi saja dengan hati yang tulus dan ikhlas, dan terpenting adalah melakukan perobahan dalam sikap serta perilaku ke depannya,” saran Wilson yang menyelesaikan program pasca sarjananya di bidang Global Ethics di Birmingham University, Inggris, belasan tahun silam itu.

Terkait perilaku pungli berkedok penanganan kasus di Bareskrim Polri yang dilakukan oknum tersebut, Wilson juga menitipkan saran agar yang bersangkutan tidak ragu mengungkapkan dugaan jaringan pungli berjamaah yang terjadi di sana, khususnya dalam kasus pengusaha batu hebel di Cikande, Banten ini. “Itu sudah menjadi rahasia umum, beliau ini sangat mungkin tidak kerja sendiri. Informasi yang masuk ke saya, Pak Binsan sering mengatakan bahwa beliau ditekan dari atas, dari pimpinan. Pertanyaannya, mengapa pimpinan menekan-nekan penyidik dalam kasus yang sebenarnya merupakan kasus perdata ini? Pertanyaan lanjutannya, kalau penyidik dapat ruko tiga pintu di Bogor, pimpinan yang menekan-nekan itu diduga dapat apa? Apalagi kita tahu, sipelapor dalam kasus ini, Mimiyetti Layani, adalah pemilik Perusahaan Kopi Kapal Api, yang kekayaannya berlimpah ruah. Jadi saran saya ke Pak Binsan, ungkap dong para ‘orang atas’ yang dapat diduga berbasah-basah di atas sana. Dugaan-dugaan ini sudah saya sampaikan juga ke Wadir Tipideksus, Kombes Whisnu, ketika kita diundang diskusi di kantornya beberapa waktu lalu (3),” ujar pria yang juga menjabat sebagai Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma) ini serius.

[nextpage title="Next"]

Lulusan pasca sarjana bidang Applied Ethics dari Utrecht University, Belanda, ini juga menyampaikan saran kepada para petinggi Polri, terutama di jajaran Bareskrim, agar mulailah berbenah diri, tinggalkan perilaku menyalahgunakan wewenang dan menyengsarakan rakyat melalui UUD (ujung-unjungya duit) dan KUHP (kasih uang habis perkara). “Ayolah, mulailah introspeksi diri dan perbaiki kinerja sesuai aturan yang sudah ditetapkan. Kita berusaha sekuat tenaga membangun kepercayaan publik terhadap institusi negara, terutama Polri sebagai garda terdepan dalam melayani, melindungi, dan mengayomi warga. Usaha itu tidak mungkin berhasil, bahkan kepercayaan masyarakat kepada Polri semakin hancur jika personil-personilnya, dari atas hingga di level paling bawah, tidak promoter,” pungkas Alumni Program Persahabatan Indonesia – Jepang Abad 21 itu penuh harap. (APL/Red)

Catatan:

(1) Pak Kapolri, Ada Oknum Penyidik di Bareskrim Nyambi Jadi Pemalak;

(2) Pak Kapolri, AKBP Binsan Simorangkir Palak Warga, Ini Hasilnya;

(3) PPWI Bertemu Pejabat Bareskrim, Wadirtipideksus: Binsan Simorangkir Akan Ditindak Tegas;

NUSANTARAEXPRESS, BENGKALIS – Pelaksanaan Pemungutan Suara (PSU) di TPS 03, Desa Balai Raja, Kecamatan Pinggir dan TPS 04 dan 05 Desa Simpang Padang Kecamatan Bhatin Solapan sudah berlangsung, Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Sabtu (12/12/20) pagi tadi.

Menurut Komisioner Bawaslu Kabupaten Bengkalis, Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga (HUBLA), Usman menyampaikan, bahwa sejauh pantauannya berjalan lancar, dan antusias masyarakat cukup tinggi.

“Ya berdasarkan pantauan kami, antusias warga untuk pemungutan ulang cukup tinggi sejak pagi sampai saat ini, warga terus berdatangan untuk memberikan hak pilihnya,“ kata Usman jelang siang ini.



Dijelaskan, untuk TPS 3. Desa Balai Raja, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 421 orang, dan di DPTb 54 pemilih.

Sementara itu, di TPS 4 dan 5, Desa Simpang Padang, Kecamatan Bhatin Solapan, dengan jarak tempuh sekitar 500 meter, dipantau oleh anggota Bawaslu Kabupaten Bengkalis Budi Kurnialis, dengan situasi yang aman dan kondusif.

“Meskipun yang punya hak suara itu yang datang satu persatu, akan tetapi dalam pelaksanaan pemungutan suara tetap berjalan lancar hingga pukul 11.00 WIB jelang siang ini,“ terang Budi kepada wartawan.



[nextpage title="Next"]

Menurutnya, jadwal pemilihan sama dengan tanggal 9 Desember kemarin, yakni dari pukul 07:30 WIB sampai pukul 13:00 WIB. Dan langsung dilanjukan dengan penghitungan suara.

“Jumlah DPT di TPS 4, ada 462 pemilih dan DPTb ada 22 pemilih. Sementara di TPS 5, terdapat 458 pemilih dan DPTb 48 pemilih,“ terangnya lagi.



Disisi lain, Ketua Bawaslu Kabupaten Bengkalis, Muhklasin mengatakan di lokasi, bahwa dalam pelaksanan PSU di dua kecamatan, yakni Pinggir dan Bhatin Solapan itu, pihak Kepolisian, TNI dan Satpol-PP, ikut serta dalam memantau jalannya pemungutan suara ulang tersebut.

“Untuk pelaksanaan PSU di tiga TPS berada di Kecamatan Pinggir dan Bhatin Solapan itu, tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) dengan menjalankan 3M, yakni  memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak, “ujar Muhklasin.**
Diberdayakan oleh Blogger.