NUSANTARAEXPRESS, PESSEL - Dalam rangka memperingati hari juang TNI-AD tahun 2020 Kodim 0311/Pessel gelar doa bersama dan kegiatan kreatif yaitu sosialisasi perektrutan prajurit TNI dan nonton bareng film-film perjuangan, pada Senin (15/12/2020).

Dengan mempedomani protokol kesehatan masa pandemi covid-1 kegiatan dihadiri Dandim 0311/Pessel Letkol Inf Gamma Arthadilla Sakti beserta ketua persit cabang LXV dim 0311 pessel dan empat puluh orang siswa dan siswi SMKN 1 Painan dan SMAN 2 Painan, SMAN 1 Painan dan masing-masing peserta diwajibkan memakai masker dan menjaga jarak.



Dalam arahanya, Dandim 0311/Pessel Letkol Inf Gamma Arthadilla Sakti mengungkapkan doa bersama dan kegiatan kreatif ini merupakan agenda dalam rangka memperingati hari juang TNI-AD tahun 2020 yang diperingati hari ini.

"Selamat datang dan terima kasih kami ucapkan atas kehadiran adik-adik sekalian dalam acara ini yang merupakan salah satu agenda dalam rangka memperingati hari juang TNI-AD yang dilaksanakan secara serentak diseluruh indonesia," ucap Dandim.



[nextpage title="Next"]

Dandim berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan pesan moral kepada seluruh peserta maupun masyarakat.

"Bahwasanya TNI akan selalu berada ditengah-tengah masyarakat, meliputi aspek darat yang berhubungan langsung dengan tugas pokok Kodim 0311/Pessel," tambah Dandim.



Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dilaksanakan di mesjid Taqwa Kodim 0311/Pessel serelah sholat zhuhur berjamaah. (Pendim 0311/Pessel)

NUSANTARAEXPRESS, BREBES - Di wilayah kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bencana alam tanah longsor telah terjadi di tiga lokasi yang berbeda dalam hari yang sama, yaitu pada Senin petang (14/12).

Dibeberkan Danramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Iskandar, longsor terjadi di Dukuh Kantung RT. 04 RW. 03, Desa Banjaran, kemudian di Dukuh Brak RT. 03 RW. 05, Desa Salem, dan juga di Desa Citimbang RT. 04 RW. 01.

“Longsor dipicu oleh labilnya tanah setelah diguyur hujan lebat yang cukup lama mulai pukul 14.00 WIB,” terangnya.



Untuk kejadian longsor di masing-masing lokasi tersebut yaitu pada pukul 16.00 WIB di tebing setinggi 5 meter dengan panjang 20 meter, kemudian pukul 17.00 WIB di tebing setinggi 5 meter dengan panjang 10 meter, dan juga pada pukul 17.30 WIB di tebing setinggi 5 meter dengan panjang 15 meter.



“Material longsor di ketiaga dusun tersebut mengakibatkan dinding bangunan mengalami kerusakan atau jebol.

Dijelaskannya lanjut, adapun pemilik rumah di Dukuh Kantung yang terdampak dan terancam meliputi Kisro (37), kerusakan dinding dapur dan kamar serta material longsor masuk ke dalam rumah. Selanjutnya rumah milik Saryanto (55), yang mengalami kerusakan pada bagian pondasi rumah, kemudian Subarnes (40), kerusakan bagian pondasi kamar mandi.

[nextpage title="Next"]

Untuk di Dukuh Brak, material longsor menerjang bangunan rumah milik Rustono (50). Sementara di Desa Citimbang meliputi rumah milik Raswa yang mengalami kerusakan pada bagian dinding dapur. Untuk bangunan yang terancam milik keluarga Sule dan Carsini.



Tidak ada korban jiwa namun kerugian dari masing-masing pemilik rumah bervariasi mulai dari Rp. 2-5 juta.

“Bersama seluruh pihak terkait, relawan, Ormas, pihak desa dan masyarakat setempat, sedang melaksanakan koordinasi untuk kerja bakti membersihkan material longsor secepatnya,” tandasnya.

Tak lupa petugas juga menghimbau kepada warga setempat khususnya yang terdampak dan terancam longsor susulan, agar mengungsi ke tempat yang lebih aman jika hujan kembali datang dengan intensitasnya yang lama dan lebat. (Aan)

NUSANTARAEXPRESS, BREBES - Bencana alam tanah longsor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dimana kali ini terjadi di wilayah Kecamatan Bantarkawung.

Dijelaskan Danramil 12 Bantarkawung, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi, bahwa talud penahan tebing di pemukiman warga di Dukuh Secang RT. 07 RW. 02, Desa Terlaya, Kecamatan Bantarkawung, yang disebabkan tanah labil akibat diguyur hujan dengan intensitas yang tinggi dan dalam waktu yang cukup lama.

“Talud setinggi 5 meter dengan panjang 10 meter longsor Senin malam (14/12) sekitar pukul 20.45 WIB, akibat hujan yang mulai terjadi pukul 14.00 WIB,” terangnya, Selasa (15/12/2020).



Tidak ada korban jiwa atas musibah ini. Adapun rumah yang terkena material longsor yaitu milik Karno (47) dan Raswad (56). Sedangkan rumah yang terancam meliputi milik Slamet Riadi (45).

[nextpage title="Next"]

“Pihak desa dan masyarakat setempat bersama petugas penanggulangan bencana alam Kecamatan Kersana, melakukan upaya pencegahan longsor susulan apabila terjadi hujan lebat lagi, dengan memasang terpal di atas longsoran,” tandasnya.



Ditambahkannya, selain merencanakan kerja bakti pembersihan material longsor jika hujan reda, juga dilakukan himbauan kepada warga setempat yang berada di jalur longsoran agar mengungsi ke tempat yang lebih aman jika hujan datang cukup lebat ditambah intensitasnya lama. (Aan)

NUSANTARAEXPRESS, BREBES - Bencana alam tanah longsor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dimana kali ini terjadi di wilayah Kecamatan Bantarkawung.

Dijelaskan Danramil 12 Bantarkawung, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi, bahwa talud penahan tebing di pemukiman warga di Dukuh Secang RT. 07 RW. 02, Desa Terlaya, Kecamatan Bantarkawung, yang disebabkan tanah labil akibat diguyur hujan dengan intensitas yang tinggi dan dalam waktu yang cukup lama.

“Talud setinggi 5 meter dengan panjang 10 meter longsor Senin malam (14/12) sekitar pukul 20.45 WIB, akibat hujan yang mulai terjadi pukul 14.00 WIB,” terangnya, Selasa (15/12/2020).



Tidak ada korban jiwa atas musibah ini. Adapun rumah yang terkena material longsor yaitu milik Karno (47) dan Raswad (56). Sedangkan rumah yang terancam meliputi milik Slamet Riadi (45).

[nextpage title="Next"]

“Pihak desa dan masyarakat setempat bersama petugas penanggulangan bencana alam Kecamatan Kersana, melakukan upaya pencegahan longsor susulan apabila terjadi hujan lebat lagi, dengan memasang terpal di atas longsoran,” tandasnya.



Ditambahkannya, selain merencanakan kerja bakti pembersihan material longsor jika hujan reda, juga dilakukan himbauan kepada warga setempat yang berada di jalur longsoran agar mengungsi ke tempat yang lebih aman jika hujan datang cukup lebat ditambah intensitasnya lama. (Aan)

NUSANTARAEXPRESS, LABUHANBATU - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Labuhanbatu memanfaatkan lahan kosong disekitar Pusat Daur Ulang Sampah (PDU) Kabupaten Labuhanbatu di Kelurahan Ujung Bandar Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu dengan menanam tanaman holtikultura seperti terong, uni kayu dan tanaman lainnya.

Saat dikonfirmasi wartawan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kabupaten Supardi Sitohang,SE pada Senin (14/12/2020) menyampaikan bahwa di lingkungan seputaran Pusat Daur Ulang Sampah (PDU) masih ada lahan yang kosong.

Supaya lahan kosong ini kelihatan asri dan bermanfaat kami dari Dinas Lingkungan Hidup memanfaatkan tanah ini dengan menanam tanaman sayur – sayuran seperti terong, ubi kayu dan lainnya, jelas Supardi Sitohang.

Menurut Supardi dengan memanfaatkan lahan kosong ini selain bermanfaat dan dapat menikmati hasilnya juga lingkungan ini akan terlihat asri, sebutnya.

Supardi juga menambahkan, untuk menanam dan merawat tanaman ini kami dari DLH Labuhanbatu akan melakukan gotong royong pada saat pekerjaan. [Rahmad]

NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA - Beredar khabar melalui media sosial bahwa wartawan senior Edy Mulyadi bakal diperiksa polisi. Informasi yang marak di media platform twitter itu menyertakan foto surat panggilan bernomor: S.Pgl/2792/XII/2020/Dit Tipidum (1).

Postingan yang telah menyebar dan menjadi perbincangan publik di dunia maya itupun telah dirilis beberapa media massa, baik nasional maupun lokal, terutama media berbasis online/internet. Seperti layaknya pemberitaan di media, informasi yang disajikan lebih detail serta dilengkapi konfirmasi dari pihak berkompeten.

“Iya, yang bersangkutan sebagai saksi dalam kasus laporan penyerangan petugas di toll Jakarta-Cikampek 50," ujar Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Kombes Pol John Weynart Hutagalung sebagaimana dilansir Antaranews.Com, Senin, 14 Desember 2020 (2).

Lebih lanjut dijelaskan John Weynart bahwa pemanggilan wartawan dari Forum News Network (FNN), Edy Mulyadi, adalah karena yang bersangkutan dinilai memiliki informasi terkait peristiwa di tempat kejadian perkara atau TKP. "Karena ada saksi di TKP rest area yang bertemu dengan yang bersangkutan," kata John menjelaskan maksud utama pembanggilan Edy tersebut.

Namun demikian, Edy Mulyadi tidak dapat memenuhi permintaan penyidik untuk hadir ke Bareskrim Polri yang sedianya dijadwalkan berlangsung pukul 13.00 wib hari ini, Senin, 14 Desember 2020. Edy meminta penjadwalan ulang pemeriksaan dirinya (3).

[nextpage title="Next"]

Terlepas dari proses pemanggilan, pemeriksaan, dan hasilnya nanti, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga (PPWI, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA meminta agar dalam pemanggilan dan pemeriksaan Edy Mulyadi, Polri tetap berpedoman kepada ketentuan perundang-undangan yang terkait dengan kerja-kerja jurnalisme. “Apapun niat baik polisi dalam memanggil dan memeriksa Pak Edy Mulyadi, saya meminta Polri memperhatikan Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers yang melindungi wartawan dalam melakukan tugas-tugas jurnalistiknya. Dalam konteks investigasi lapangan yang dilakukan Edy Mulyadi sehubungan dengan tewasnya 6 anggota FPI di jalur toll Jakapek 50 itu, pada hakekatnya dia melakukan tugas yang diembankan kepadanya oleh UU Pers, sama halnya dengan polisi melaksanakan tugas yang diembankan UU Kepolisian,” tulis alumni PPRA-48 Lemhannas tahun 2012 ini yang dikirimkan kepada redaksi melalui saluran WhatsApp-nya, Senin, 14 Desember 2020.

Hal tersebut penting disampaikan kepada Polri, tambah Wilson, mengingat pengalaman selama ini banyak sekali pemanggilan wartawan oleh polisi yang berakhir kepada penetapan terpanggil sebagai tersangka. “Dari banyak kasus pemanggilan oleh polisi di berbagai tempat, wartawan yang dipanggil dengan status sebagai saksi, pada akhirnya digiring untuk menjadi tersangka. Padahal, wartawan ini dipanggil karena pemberitaan yang memang menjadi tugas pokoknya sesuai penugasan Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers,” imbuh pria yang sudah melatih ribuan anggota Polri, TNI, mahasiswa, guru, dosen, karyawan, jurnalis, dan berbagai elemen masyarakat itu.

Dalam kasus pemanggilan Edy Mulyadi ini misalnya, kata Wilson lagi, bisa saja yang bersangkutan dituduh berbohong dan menebar fitnah hanya karena tidak mau membuka identitas narasumbernya. Dengan tuduhan itu, status Edy Mulyadi bisa saja berubah dari saksi menjadi tersangka. “Padahal, wartawan memiliki hak tolak yang dijamin oleh Pasal 1 ayat (10) UU No. 40 tahun 1999. Hak Tolak adalah hak wartawan karena profesinya, untuk menolak mengungkapkan nama dan atau identitas lainnya dari sumber berita yang harus dirahasiakannya (4),” ulas tokoh jurnalis nasional yang getol membela wartawan di seantero nusantara ini.

Oleh karena itu, Wilson meminta kepada seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia, khususnya yang menangani kasus yang dinilai banyak pihak sebagai tragedi kemanusiaan ini, agar bergandengan tangan bekerjasama saling sinergi dengan para wartawan. “Harapan saya kepada Polri, ayolah jalin kerjasama yang sinergis dengan para wartawan dalam mengungkap kebenaran berdasarkan fakta lapangan, dan menyelesaikannya secara elegan, beradab, dan bermartabat. Mari selesaikan kasus tewasnya 6 warga anak bangsa ini dengan prinsip penghormatan kepada kehidupan dan kemanusiaan. Janganlah kiranya wartawan yang memberikan informasi yang mungkin dipandang tidak sesuai selera penyidik atau pelapor, akhirnya dikriminalisasi dan dijadikan pesakitan,” ujar lulusan pasca sarjana bidang Global Ethics dari Birmingham University, Inggris itu penuh harap. (APL/Red)

Catatan:

(1) Foto surat tersebut juga dikirimkan ke Ketua Umum PPWI melalui pesan WhatsApp disertai permintaan komentar atau tanggapan atas surat pemanggilan itu.

(2) Bareskrim periksa wartawan Edy Mulyadi jadi saksi penembakan laskar; https://www.antaranews.com/berita/1894028/bareskrim-periksa-wartawan-edy-mulyadi-jadi-saksi-penembakan-laskar.

(3) Wartawan Edy Mulyadi Absen Panggilan Polisi soal Penembakan 6 Laskar FPI; https://news.detik.com/berita/d-5295004/wartawan-edy-mulyadi-absen-panggilan-polisi-soal-penembakan-6-laskar-fpi.

(4) Lihat Pasal 1 ayat (10) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

NUSANTARAEXPRESS, KEEROM - Besar harapan melalui kegiatan Bimbingan belajar yang dilaksanakan ditenah suasana Natal bulan Desember, sehingga membuat Satgas Yonif Raider 100/PS Pos Sawiyatami semangat memberikan pelajaran tambahan yang dapat bermanfaat bagi anak anak yang dekat dengan Pos Sawiyatami tepatnya di Kampung Sawiyatami, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua ini. Senin,(14/12/2020).

Hal tersebut disampaikan Wadansatgas Yonif Raider 100/PS Kapten Inf M. Nurdin mengatakan bahwa kegiatan ini juga sangat bagus untuk membentuk karakter pendidikan serta memotivasi anak anak untuk tetap semangat dalam meraih cita-citanya dan juga untuk mendoktrin sejak dini bahwa betapa pentingnya menuntut ilmu ditengah zaman yang serba maju.

"Tentunya hal ini sangat positif dan kegiatan belajar tambahan ini menggambarkan betapa tingginya kepedulian dan ketulusan dari personel anggota Pos Sawiyatami Satgas Yonif Raider 100/PS terhadap anak anak perbatasan RI-PNG yang ada di sekitar daerah binaannya, kami menginginkan mereka memiliki ilmu yang mumpuni nantinya sehingga mereka akan berhasil karena di pundak anak anak inilah masa depan bangsa ini, sehingga kita harus terus memotivasi mereka untuk lebih giat belajar lagi," pungkasnya.


 

[nextpage title="Next"]
Dalam kegiatan tersebut personil Pos Sawiyatami dengan tenaga pengajarnya dipimpin oleh Sertu Aking Gurning selaku Wadanpos Sawiyatami beserta 7 anggotanya memberikan pelajaran mulai dari Berhitung,menulis dan membaca serta membantu anak anak tersebut mengerjakan tugas yang diberikan sekolah.

Hal senada juga disampaikan Letda Inf Juniur Simanjorang selaku Komandan Pos Sawiyatami bahwa kegiatan bimbingan belajar yang ditujukan untuk anak-anak diperbatasan dapat mencerdaskan serta melalui kegiatan ini dapat bermanfaat dan meningkatkan prestasi mereka disekolah, "Semoga di nuansa Natal kita Satgas Yonif Raider 100/PS Pos Sawiyatami selalu memberikan yang yerbaik untuk generasi penerus bangsa," ucapnya. *

NUSANTARAEXPRESS, BOGOR - Danrem 061/Sk Brigjen TNI Achmad Fauzi, S.IP., M.M beserta Ibu Ketua Persit KCK Rem 061, melaksanakan kunjungan kerja ke Kodim 0606/Kota Bogor, dengan sekaligus memperkenalkan diri sebagai Danrem 061/SK. Senin (14/12).

Setibanya di Makodim, Danrem 061/Sk di sambut langsung oleh Dandim 0606/Kota Bogor. Kapolresta Bogor dan Kajari kota Bogor, dan juga Walikota Bogor sebelum memberikan pengarahan kepada seluruh anggota Kodim diadakan penanaman pohon secara simbolis yg di dampingi oleh Muspida Kota Bogor

Dalam suasana kekeluargaan Danrem memperkenalkan diri beserta keluarga kepada seluruh anggota Makodim 0606/KB.

Lebih lanjut Danrem menyampaikan kepada seluruh prajurit terkait perkembangan situasi dan kondisi saat ini seperti halnya terkait berita hoax yang banyak tersebar melalui Sosial media secara terstruktur, lalu tentang paham Radikalisme yang saat ini mulai bermunculan , dan juga tentang NKRI.

Danrem berpesan, agar semua anggota termasuk istri untuk tidak terpengaruh dengan berita yang belum valid kebenarannya, dan juga tidak ikut - ikutan menyebar berita hoax.



[nextpage title="Next"]

Dan terhadap Babinsa Danrem 061/Sk memberikan apresiasi atas kinerjanya selama ini yang telah membantu dalam mengatasi berbagai hal dilapangan. " Babinsa merupakan ujung tombak di wilayahnya untuk menyelesaikan segala permasalahan dengan cara yg humanis, dan ingat bahwa TNI adalah utusan dari Negara untuk tetap menjaga keutuhan NKRI agar masyarakat tetap tenang dan damai." Ujarnya.

Di akhir sambutannya Danrem berpesan, agar selama pandemi Covid 19 ini masih terus mewabah, para anggota harus melaksanakan adaptasi kebiasaan baru dengan menerapkan 3M, Mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak.
Selain itu Danrem juga berkesempatan untuk temu muka dengan anggota Saka wira Kartika Kodim Kota Bogor, yang mana dalam pertemuan kali ini Danrem meminta kepada adik - adik Pramuka untuk selalu disiplin dalam segala hal, baik dari melaksanakan tugas sekolah, dirumah, maupun di organisasi. Selain itu juga harus menanamkan jiwa semangat nasionalisme cinta tanah air, hal tersebut tentunya agar generasi penerus bangsa ini bisa diandalkan oleh bangsa dan negara kedepannya.

Danrem tidak lupa mengingatkan, agar semua anggota saka Wira Kartika sebagai generasi penerus bangsa tidak mudah terprovokasi oleh berita hoax, dan tidak terpengaruh oleh pergaulan yang salah.

Dalam kunjungan tersebut Danrem 061/Sk di dampingi oleh Kasi Log Rem 061/Sk Kolonel Inf Mochamad Nanang Nazmudin, S.E., M.M, Kasi Pers Rem 061/Sk Kolonel Arm Erdi Ekawidjajanto Arif, S.I.P. serta Kapenrem 061/Sk Mayor Inf Ermansyah, S.H., M.H. (Penrem 061/Sk)
Diberdayakan oleh Blogger.