NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA usai bertemu Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, YM Dr. Ouadia Benabdellah di Gedung Kedubes Maroko, Jl. Denpasar No. 1, Jakarta Selatan, Selasa, (22/12/2020).

Hal ini sesuai dengan pernyataan Perwakilan Tetap Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Duta Besar Kelly Craft, telah secara resmi menyurati Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Sekretaris Jenderal PBB, memberitahukan tentang isi Pernyataan yang dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump yang mengakui kedaulatan penuh Kerajaan Maroko atas seluruh wilayah Sahara Barat. Sesuai dengan berita yang dilansir oleh Nusantaraexpress hari ini 14 jam yang lalu.



"Dalam pertemuan itu, atas nama PPWI, saya menyerahkan Pernyataan Resmi PPWI, berisi ucapan selamat atas hasil perjuangan Pemerintah Maroko untuk mendapatkan pengakuan terhadap wilayah teritorialnya di Moroccan Sahara". Jelasnya melalui pesan Whats App kepada Nusantaraexpress.



Berita Terkait:

Amerika Berikan Pengakuan Kedaulatan Maroko Atas Wilayah Sahara Barat


 

"Pada kesempatan itu, Dubes menyampaikan berkenan untuk memberikan penghargaan kepada semua media yang telah membantu publikasi berita terkait pengakuan Amerika Serikat atas kedaulatan Maroko di wilayah Moroccan Sahara. Penghargaan akan disampaikan pada awal January 2021 mendatang. Terima kasih". Pungkas Ketua Umum PPWI. [Red]

NUSANTARAEXPRESS, KONGO - Satuan Tugas (Satgas)  TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-B Rapid Deployable Battalion (RDB)/Mission de l'Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (MONUSCO) kembali berhasil menyelamatkan enam korban sandera lainnya usai menyelamatkan empat warga sipil dari perampok bersenjata. Upaya penyelamatan sandera tersebut berada di desa Kitupa merupakan wilayah tanggung jawab Combat Operation Base (COB) Bendera dari Satgas Indo RDB, Kongo, Senin (21/12/2020).


Penyelamatan enam sandera warga sipil lainnya diawali dari berhasilnya penyelamatan empat warga sipil bermotor oleh tim patroli COB Bendera Satgas Indo RDB. Saat itu telah diketahui identitas pelaku perampok bersenjata yaitu berasal dari kelompok Aigle Alelluya.


Setelah Tim Patroli Satgas Indo RDB kembali ke COB Bendera, baru diketahui masih ada warga yang belum kembali dan menjadi korban perampokan juga. Setelah berita ini tersiar di Desa Crispin, warga desa setempat melaporkan lagi kepada Satgas Indo RDB yang berada di COB Bendera bahwa masih ada rekannya yang diculik oleh perampok bersenjata.




[nextpage title="Next"]

Menindaklanjuti laporan warga tersebut, Komandan Kompi (Danki) COB Bendera Mayor Inf Ismail Taruna Vijaya mendapat perintah langsung dari Komandan Satgas (Dansatgas) Indo RDB Kolonel Inf Daniel Lumbanraja untuk mempimpin tim patroli yang berjumlah 40 orang. Patroli ini bermaksud untuk melaksanakan pencarian secara intensif tentang keberadaan enam warga yang diculik.


Dalam waktu kurang dari 24 jam, tim patroli mendapatkan informasi dari kepala Desa Kitupa bahwa pelaku perampokan tersebut adalah dari kelompok yang sama yaitu Aigle Alelluya di bawah pimpinan Mr. Kalinde Takataka. Tim patroli pun berhasil mengetahui kontak Kalinde Takataka.



Dengan dibantu oleh eks milisi dari kelompok yang sama, proses negosiasi dimulai dengan permintaan uang tebusan sebagai jaminan dilepaskannya enam sandera tersebut. Namun Dantim Patroli Mayor Inf Vijaya berusaha memberikan pengertian dan pemahaman bahwa hal yang dilakukan oleh para penyandera tersebut adalah tidaklah benar.


Mayor Inf Vijaya menawarkan pilihan untuk bekerjasama dengan baik,  maka MONUSCO dalam hal ini Satgas Indo RDB akan memfasilitasi salah satu program PBB yaitu memberikan lapangan pekerjaan seperti para eks milisi yang sudah menyerahkan diri dan bergabung menjadi masyarakat sipil.


Upaya negosiasi yang alot dan panjang membuahkan hasil yang baik. Dantim Patroli dapat menyadarkan para penyandera dan menunjukkan keberadaan warga sipil yang di sandera. Dengan sigap, tim patroli bergerak menuju lokasi yang telah disebutkan, kemudian melakukan pembebasan para sandera dengan aman dan selamat. Selanjutnya keenam warga sipil tersebut diserahkan kembali kepada keluarganya yang berada di desa Crispin.



Autentikasi :


Papen Satgas TNI Konga XXXIX-/RDB MOnusco, Lettu Laut (KH/W) Lilia Budiyanti

NUSANTARAEXPRESS, PAPUA - Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Yetti melakukan 'aksi' membagikan bahan pokok makanan di bulan yang penuh Kasih kepada masyarakat Kampung Yetti Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto S.H., M.Han dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura. Senin (21/12).

Disampaikan Dansatgas bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Pos Yetti pimpinan Lettu Inf Bagus Dwi Hartanto merupakan wujud kasih dan kebersamaan Satgas kepada masyarakat Papua dalam menyambut hari besar Natal. "Di Bulan Desember yang penuh kasih ini, saya perintahkan seluruh Jajaran Pos Satgas termasuk Pos Yetti untuk menggelar kegiatan Bhakti Sosial kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya Prajurit wajib menggunakan topi Sinterklas sebagai simbol bahwa kita juga turut menyambut kebahagiaan di bulan kasih ini." Ungkap Anggun.



[nextpage title="Next"]

Lettu Inf Bagus Dwi Hartanto yang langsung memimpin kegiatan pembagian bahan pokok mengutarakan tentang bahan pokok makanan yang ia berikan kepada masyarakat. "Bahan pokok ini merupakan bahan pokok yang sama kita makan, namun karena berlebih, kami dan anggota sepakat untuk membagikannya kepada masyarakat Kampung Yetti. Puji syukur mereka menerima paket yang kami berikan dengan senang hati." Ucap Bagus.

Raut wajah kebahagiaan warga Kampung Yetti pun tidak dapat disembunyikan lagi. Mereka sangat senang dengan adanya bantuan dari Pos Yetti Satgas Yonif MR 413 Kostrad. "Kami tidak melihat dari seberapa banyak yang diberikan, tapi kami merasakan seberapa tulus mereka memberikan kepada kami, terima kasih kami ucapkan kepada Satgas Yonif MR 413 Kostrad." Beber Yanes (37), Salah satu warga Kampung Yetti. [Pensatgas 413]

NUSANTARAEXPRESS, NEW YORK - Perwakilan Tetap Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Duta Besar Kelly Craft, telah secara resmi menyurati Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Sekretaris Jenderal PBB, memberitahukan tentang isi Pernyataan yang dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump yang mengakui kedaulatan penuh Kerajaan Maroko atas seluruh wilayah Sahara Barat.

Dalam surat tertanggal 15 Desember 2020 yang ditujukan kepada Presiden Dewan Keamanan, yang salinannya juga dikirim ke Sekjen PBB, Duta Besar AS menegaskan bahwa Pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Presiden Trump mengakui "bahwa seluruh wilayah Sahara Barat adalah bagian dari Kerajaan Maroko".

Dalam surat yang akan diedarkan sebagai dokumen resmi Dewan Keamanan ini, Craft mengatakan bahwa Pernyataan AS itu juga menegaskan bahwa proposal otonomi Maroko adalah "satu-satunya dasar untuk solusi yang adil dan langgeng atas sengketa di Wilayah Sahara Barat". Salinan Pernyataan Presiden Donald Trump tentang Sahara Maroko dilampirkan pada surat Craft kepada Dewan Keamanan dan Sekretaris Jenderal PBB.



Pernyataan ini dengan demikian menegaskan kembali dukungan AS untuk proposal otonomi Maroko yang serius, kredibel, dan realistis sebagai satu-satunya dasar untuk solusi yang adil dan langgeng bagi penyelesaian sengketa atas wilayah Sahara Barat. "Amerika Serikat percaya bahwa Negara Sahrawi yang merdeka bukanlah pilihan yang realistis untuk menyelesaikan konflik dan bahwa otonomi asli di bawah kedaulatan Maroko adalah satu-satunya solusi yang layak," demikian terbaca pada dokumen bersejarah itu.

Craft dalam suratnya mendesak agar program otonomi Maroko segera diimplementasikan di wilayah Sahara Barat. "Kami mendesak para pihak untuk terlibat dalam diskusi tanpa penundaan, menggunakan rencana otonomi Maroko sebagai satu-satunya kerangka kerja untuk menegosiasikan solusi yang dapat diterima bersama," kata Craft. (PERSISMA/Red)
Diberdayakan oleh Blogger.