Pasca Larangan Mudik, Walikota Kota Surabaya Ery Cahyadi Pantau Langsung Penyekatan di Suramadu

Pasca Larangan Mudik, Walikota Kota Surabaya Ery Cahyadi Pantau Langsung Penyekatan di Suramadu

Minggu, 23 Mei 2021,

Surabaya, Aktual News Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya memantu pos penyekatan pasca larangan mudik di Suramadu, Sabtu (22/5/2021). Dia sempat berbincang dengan sejumlah petugas gabungan di lokasi. Kepada Eri mereka sampaikan, ada dua orang pengendara dari 34 orang yang dites secara acak dinyatakan reaktif hasil swab antigen.

Kepada wartawan Eri pun memastikan bahwa dua dari 34 pengendara yang dinyatakan reaktif itu datang dari Madura. “Selanjutnya mereka dibawa ke Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Eri.

Seperti diketahui, pasca larangan mudik, petugas masih memberlakukan tahap pengetatan di titik penyekatan termasuk di titik pemeriksaan Suramadu. Masa pengetatan ini akan berlangsung sampai Senin (24/5/2021) lusa.

Selain pengecekan kelengkapan surat ijin keluar masuk bagi para pengemudi kendaraan selain plat L dan W, terhadap para pengendara itu juga diterapkan tes usap antigen secara acak. Eri bilang, Pemkot Surabaya menyediakan sekitar seribu alat swab antigen di pos penyekatan Suramadu.

Setiap harinya, kata dia, petugas gabungan di pos penyekatan itu akan melakukan tes swab antigen secara acak terhadap pengendara. Wali Kota Surabaya itu juga bilang, ini merupakan bentuk pencegahan dan upaya Pemkot supaya Kota Pahlawan bisa segera menjadi zona hijau atau risiko rendah penularan Covid-19.

Mengenai penerapan penyekatan di masa pengetatan pascalarangan mudik lebaran, Eri bilang dirinya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinas Perhubungan Kota Surabaya dan Pemprov Jatim, meskipun sesuai instruksi Mendagri penyekatan itu hanya berlangsung sampai Senin besok.

Penyekatan kendaraan di Suramadu itu, kata Eri, juga merupakan bentuk sosialisasi kepada masyarakat dari luar Surabaya. Ketika masyarakat ini hendak masuk ke Surabaya mereka harus melengkapi diri sesuai syarat yang ada. Salah satunya surat keterangan negatif hasil rapid antigen. [Red/Akt-21/Redho]

 

Aktual News

 

TerPopuler