NUSANTARAEXPRESS, PAPUA - Otsus adalah kewenangan khusus yang diakui dan diberikan kepada Provinsi Papua untuk mangatur dan mengurus kepentingan masyarakat serta menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi dan hak-hak dasar masyarakat Papua.

Manfaat yang diberikan oleh pemerintah melalui Otsus kepada masyarakat Papua antara lain perbaikan pendidikan, kesehatan, serta pertumbuhan pembangunan untuk kemajuan masyarakat Papua.

Sejalan dengan hal itu, hampir semua tokoh di Papua yang mendukung jika Otsus tetap dilanjutkan, karena manfaatnya sudah sangat dirasakan oleh masyarakat mulai dari yang di kota hingga ke pelosok kampung. Seperti yang dirasakan masyarakat Kampung Sawanawa, Distrik Arso, Kabupaten Keerom.

Melalui Kepala Suku Sawanawa, Donatus Wake yang mengklaim masyarakat di kampungnya telah merasakan manfaat dari adanya Otsus.



"Masyarakat Kampung Sawanawa sangat merasakan manfaat Otsus jadi kami minta tetap lanjut," pintanya, Jumat (22/01) kemaren.

[nextpage title="Next"]

"Kami sadar Papua itu luas jadi untuk pemerataan pembangunan pastinya Pemerintah juga punya kesulitannya sendiri, tetapi dibangunnya jalan di Kampung Sawanawa ini sudah merupakan wujud dari berjalannya Otsus," sambungnya.



Donatus menegaskan, masyarakat di kampungnyya tidak butuh Merdeka, melainkan Otsus yang harus lanjut

"Kami tidakk butuh merdeka, yang kami butuhkan itu Otsus lanjut untuk kesejahteraan masyarakat Papua," tegasnya.

Donatus mengaku, banyak masyarakat Papua yang mengkambinghitamkan Otsus dan menganggap itu sebagai belenggu masyarakat Papua, padahal kenyataannya dengan adanya Otsus Papua kini semakin maju dan terus berkembang. [*]

NUSANTARAEXPRESS, LABUHANBATU - Bupati Labuhanbatu, H.Andi Suhaimi Dalimunthe,ST.MT, didampingi Direktur RSUD Rantauprapat Dr. Syafril M. Harahap, S.Pb, dan Kepala Dinas Perpustakaan Leo S.Marpaung meresmikan Pojok Baca Digital (POCADI) di gedung D RSUD Rantauprapat jalan KH. Dewantara Senin (25/1/2021).

Bupati Labuhanbatu, H.Andi Suhaimi Dalimunthe, ST. MT, dalam bimbingan dan arahannya menyebutkan, tujuan didirikanya pojok baca digital adalah untuk meningkatkan minat baca masyarakat labuhanbatu dan juga menghindari kerumunan ditempat ramai.

"Hingga hari ini bisa kita lihat, minat baca masyarakat sangatlah minim, dari itu pojok baca ini didirikan untuk meningkatkan minat baca masyarakat dan menghindari kerumunan di tempat ramai".



Disebutkan Bupati, pojok baca digital ini di buka untuk umum dihari jam kerja, " siapapun boleh membaca disini, termasuk pegawai yang ada di rumah sakit ini" ujar Bupati.

Atas kinerja ini, saya ucapkan terimakasih dan apresiasi sebesar-besarnya, karena telah membuat inovasi-inovasi yang sangat bermanfaat bagi kita semua, "sekecil apapun inovasi -inovasi yang bermanfaat buat masyarakat harus kita lakukan, agar peran kita bisa dirasakan oleh mereka, dan mampu meningkatkan SDM Labuhanbatu". tegas H.Andi.

[nextpage title="Next"]



Direktur RSUD Rantauprapat Dr.Syafril M.Harahap,S.Pb, dikesempatan itu menyampaikan, Didirikannya POCADI di RSUD ini sebagai upaya pencegahan kumpulan dikeramaian, dan mengisi waktu luang para keluarga pasien bahkan untuk para pegawai RSUD.

Diharapkan dengan pojok baca digital, Para tenaga medis meluangkan waktunya untuk mengabgret pengetahuanya dengan buku buku yang disajikan di pojok baca ini.ujarnya.

Disamping itu, Kepala Dinas Perpustakaan Leo S, Marpaung menyebutkan, pendirian POCADI merupakan apresiasi dari perpustakaan nasional untuk kabupaten labuhanbatu, atas upaya yang dilakukan pemerintah kabupaten labuhanbatu membudayakan membaca kepada masyarakat.

Disebutkan Leo, selain sebagai upaya mengurangi kumpul- kumpul diharapkan POCADI dapat eksis di RSUD, dan menjadi tujuan mengisi waktu luang.menurut Leo, POCADI sendiri
di edukasikan di tempat-tempat keramaian, seperti Stasiun,terminal, dan rumah sakit.ucapnya.

Usai memberikan arahan, Bupati Andi melakukan pemotongan pita tanda diresmikannya POCADI, dan meninjau ruangan POCADI, dilanjutkan dengan menyapa para pasien yang ada di RSUD Rantauprapat. [Rahmad]

NUSANTARAEXPRESS, BREBES - Pencuri bawang merah ditangkap warga masyarakat Desa Tegalgandu, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, saat masih menjalankan aksinya. Senin (25/1/2021).

Danramil 03 Wanasari Kodim 0713 Brebes melalui Babinsa setempat, Serda Toni, pencurian dilakukan pada pukul 04.30 WIB di tempat penjemuran bawang merah milik Mustofa (42) perangkat desa dan Somari (50) petani, di sepanjang jalan desa tersebut.

“Pelaku tidak membawa identitas, termasuk melepas plat nomor sepeda motornya,” terangnya.



Dijelaskannya lebih mendetail, adapun identitas pelaku adalah laki-laki berumur sekitar 35 tahun yang mengaku sebagai warga Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal.

Adapun barang bukti yakni SPM Honda Beat tanpa Nopol, kantong penyesak, dan juga 75 kilogram bawang merah hasil curian termasuk yang dimasukkan ke dalam jok sepeda motor.

Dari keterangan Fatkhulloh (46) petani, saksi mata yang juga merupakan tetangga kedua korban pencurian, dirinya melihat orang dengan gerak-gerik mencurigakan sedang mengambil bawang merah sekitar pukul 04.20 WIB.

[nextpage title="Next"]

“Saksi, yaitu saudara Faktkhulloh berteriak maling bawang sehingga pemiliknya yaitu Pak Mustofa dan Pak Somari keluar. Akhirnya ketiganya berhasil menangkap pelaku yang tanpa perlawanan,” tandasnya.



Mustofa langsung melaporkan kejadian itu kepada piket Polsek Wanasari dan Koramil 03 Wanasari, sehingga kemudian pelaku diamankan di Polsek Wanasari guna pengusutan lebih lanjut.

Dari pengakuan awal, pelaku terpaksa mencuri karena faktor ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. (Aan)

NUSANTARAEXPRESS, LABUHANBATU - Satres Narkoba Polres Labuhanbatu pada Sabtu (16/1/2021) pukul 02.00 dinihari berhasil menangkap 5 orang saat hendak pesta narkoba jenis sabu di Desa Kuala Beringin, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut.

Ke 5 orang yang diamankan yaitu RP (19), DS (22), ARA (25), BS (22), dan IIPM (28). Pesta ini dilakukan di rumah pengedearnya, namun, saat penggerebekan itu, pemilik rumah berhasil kabur saat mengetahui kedatangan petugas.

Tepat seminggu pelarian tersangka JS (38) warga Dusun VI Hidup Baru Desa Kuala Beringin Labura berhasil ditangkap Sat Narkoba Polres Labuhanbatu dipimpin Kasat AKP Martualesi Sitepu dan Kanit 2 IPDA Tito Al Afhezt pada Sabtu (23/1/2021) sekira Pukul 20.30 Wib saat tersangka berada di Jln Stasiun Kereta Api KelurahanAek Kanopan.



Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan, S.I.K., M.H. melalui Kasat Narkoba AKP Martualesi menyebutkan bahwa dugaan tersangka hendak kabur ke luar kota.

"Berkat kerjasama dari warga dan tokoh masyarakat Desa Kualuh Beringin yang telah datang berkunjung ke kantor kami pada hari senin kemarin mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih mereka atas penangkapan pesta narkoba di rumah pengedarnya JS, dimana masyarakat memberikan informasi atas pelariannya yang kemudian telah berhasil kita tangkap," sebutnya.



Saat ini, sambut Kasat, JS harus mempertanggung jawabkan barang bukti yang telah berhasil disita sebelumnya dari ke 5 tersangka yang telah diamankan lebih dahulu berupa 6 (enama) Bungkus Plastik Klip Berisikan Sabu Bruto 1,21 Gram,1 (satu) buah Kaca Pirek Bruto 0,65 Gram,1 (satu) buah bong dan 1 buah sekop terbuat dari pipet.

"Terhadap JS masih dilakukan pemeriksaan secara intensif untuk mengetahui jaringannya, sekaligus menunjukkan komitmen kita tidak ada pengkondisian dimana yang sebelumnya hanya 5 orang yang tertangkap dan saat ini sudah ditahan, murni penegakan hukum dan kami mengajak masyarakat mari bekerja sama dalam pemberantasan narkoba," jelas Kasat. (Her)

NUSANTARAEXPRESS, BENGKALIS - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkalis, kini sedang menggodok usulan pemekaran Kecamatan, Kelurah dan Desa, yang juga masuk usulan prioritas di tahun 2021 ini.





Demikian yang disampaikan Ketua DPRD Bengkalis H. Khairul Umam, Lc., MSy, bahwa pembahasan rencana peraturan daerah (Ranperda) pemekaran kecamatan, kelurahan dan desa menjadi hal mendesak yang harus segera dibahas.





"Oleh karena itu, dalam waktu dekat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Bengkalis akan segera membentuk Pansus (Panitia Khusus. Karena Ranperda Lemekaran ini telah menjadi usulan prioritas dari masyarakat, "terangnya kepada wartawan, Minggu (24/01/21).





"Jika Ranperda Pemekaran ini nantinya sudah disahkan menjadi Perda, maka percepatan pembangunaan akan lebih merata. Karena bisa mempersempit wilayah Kelurahan, Desa dan Kecamatan masih begitu luas, "jelas Kader PKS ini.





Kecamatan yang diusulkan masyarakat untuk bisa dimekarnya, yang saat ini sudah sampai di meja DPRD Bengkalis, yakni seperti Kecamatan Bengkalis, Bantan dan Mandau.





"Sedangkan usulan pemekaran Kelurahan dan Desa seperti di wilayah Kecamatan Bandar Laksamana, Bantan, Rupat, Rupat Utara, Kecamatan Pinggir, dan Siak Kecil, "ujar dia lagi.**





Editor: Tirawati

NUSANTARAEXPRESS, BREBES - Operasi yustisi penegakan Protokol Kesehatan (Prokes) terus dilakukan tim gabungan gugus tugas penanggulangan covid-19 Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, di wilayahnya.

Tim yang terdiri dari unsur Forkompimcam Brebes itu didampingi oleh Lurah Pasarbatang, Kades Kedunguter, dan juga Kades Randusanga Kulon beserta masing-masing perangkat desa.

Untuk hari Minggu ini sasarannya yaitu di sepanjang Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) Brebes dan arena latihan burung dara Desa Pasarbatang.

Kapolsek Brebes, AKP Wagito, SH menyatakan, upaya ini guna memutus mata rantai penyebaran virus corona, dengan mendisiplinkan masyarakat agar tidak berkerumun dan agar memakai masker saat keluar rumah.



 

[nextpage title="Next"]

Senada disampaikan Danramil 01 Brebes, Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Zaenal Abidin, operasi gabungan adalah untuk menegakkan Perbup Brebes No. 64 tahun 2020, tanggal 24 Agustus 2019, tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian coronavirus disease, di wilayah Kabupaten Brebes.

“Dengan humanis, kami bubarkan kerumunan dan menghimbau masyarakat agar tidak keluar rumah jika tidak mendesak,” tegasnya.



Untuk sasaran di Jalingkut, petugas gabungan tersebut juga menutup atau membubarkan warga yang berjualan secara liar di pinggir jalan, termasuk memberikan teguran lisan kepada para pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan masker.

Selain Kapolsek dan juga Danramil Brebes, hadir juga Camat Brebes Asif Fauzan, SH, S.I.P. (Aan)

NUSANTARAEXPRESS, SANGGAU, KALBAR - Untuk kesekian kalinya, Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas berhasil menggagalkan penyelundupan ratusan botol Minuman Keras (Miras) berbagai merk di jalan tikus perbatasan Indonesia-Malaysia sektor Pos Segumun dan Pos Guna Banir, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalbar.

Penggagalan penyelundupan Miras di jalur tikus perbatasan Indonesia-Malaysia terjadi pada Kamis dini hari (21/1/2021) pukul 01.30 WIB, saat personel Pos Segumun melaksanakan patroli wilayah di Dusun Segumun, Kec. Sekayam, Kab. Sanggau, bertemu dengan 1 orang warga yang tidak diketahui identitasnya.

Ketika didekati, orang tersebut melarikan diri masuk ke wilayah Malaysia, dan meninggalkan bawaannya berupa dua buah karung, yang setelah diperiksa berisi 12 botol Miras merk Vodka, dan 72 botol Miras merk Gin Tanduk.

Penggagalan penyelundupan Miras lainnya dilakukan di jalur tikus perbatasan Indonesia-Malaysia pada Kamis pagi pukul 05.30 WIB di saat personel Pos Guna Banir melaksanakan patroli wilayah di Dusun Guna Banir, Kec. Sekayam, Kab. Sanggau, menemukan dua buah karung mencurigakan di dekat sebuah gubuk. Ketika diperiksa karung tersebut berisi total 60 botol Miras merk Vodka dan Gin Tanduk.

[nextpage title="Next"]

 


Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 642/Kapuas, Letkol Inf Alim Mustofa di Pos Kotis Entikong, Sanggau, usai menerima laporan dari Danpos Segumun, Letda Inf R A Sagala, dan Danpos Guna Banir, Letda Inf Supi'i, Kamis (21/1/2021).

“Kali ini kami (satgas) kembali berhasil menggagalkan penyelundupan total 144 botol Miras masuk ke Indonesia. Seluruh minuman keras tersebut langsung diserahkan kepada pihak Bea Cukai Entikong,” tambahnya.



Dansatgas menghimbau kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama memerangi peredaran Miras ilegal di wilayah perbatasan RI-Malaysia dengan cara tidak memperjual belikan dan mengkonsumsi Miras, karena hal tersebut dapat menyebabkan dampak yang negatif.

“Kita akan terus gencar melaksanakan upaya-upaya untuk mencegah penyelundupan Miras ilegal maupun barang ilegal lainnya dengan melakukan patroli dan pemeriksaan yang lebih intensif di wilayah-wilayah yang berpotensi terjadinya kegiatan penyelundupan,” kata Dansatgas. (Pen Satgas Yonif 642).

NUSANTARAEXPRESS, BREBES - Upaya mitigasi terjadinya bencana alam banjir besar dilakukan ratusan orang di Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dengan mempertebal tanggul Kali Pemali dengan karung pasir. Minggu (24/1/2021).

Kapten Armed Zaenal Abidin, Danramil 01 Brebes, Kodim 0713 Brebes menjelaskan, gotong-royong itu dilakukan di belakang Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Abror, yang sebelumnya terkikis dan longsor akibat meluapnya sungai besar itu akibat tidak mampu menampung besarnya debit air kiriman dari hulu atau wilayah Kabupaten Brebes selatan.



“Kerja bakti selama 4 jam ini untuk menghindarkan jebolnya tanggul Kali Pemali sehingga dikhawatirkan akan menyebabkan banjir bandang di Brebes kota dan sekitarnya, karena ini merupakan sungai yang sangat besar,” terangnya.



[nextpage title="Next"]

Dari hitungannya, sekitar 300 orang bahu membahu. Untuk efektifitas kerja, pembagian tugas dilakukan, dimana ada yang bertugas mengisi karung dengan pasir/tanah, bagian langsir material itu secara manual estafet, menata karung, dan juga memasang patok kayu dan bambu.

Hadir juga dalam bakti sosial ini antara lain Camat Brebes Asip fauzan, SH, S.I.P, Kapolsek Brebes AKP Wagito, SH, Kepala Kelurahan Pasarbatang Kusuma Edi, S.I.P, Kades Randusanga Kulon, Kades Pagejugan, masing-masing Babinsa dan Bhabinkamtibmas, KOKAM, GP Ansor, dan juga Pemuda Pancasila. (Aan)
Diberdayakan oleh Blogger.