NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA -- Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) bersama Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop-UKM) sedang menyiapkan program pemberdayaan ekonomi umat. Rencana itu akan diimplementasikan melalui pembinaan dan pengembangan Koperasi dan UMKM berbasis masjid.

Menindaklanjuti hal tersebut, BPMI bersama Kemenkop-UKM mengadakan Rapat Pemantapan Arah Program Kerjasama yang akan dijalankan oleh keduanya, pada Jumat (28/1/2021). Penanggungjawab program kerjasama BPMI-Kemenkop UKM, Mulyono Lodji, M.Si. didampingi Kepala Subbid untuk masyarakat khusus dan pemberdayaan perempuan, Rosita Tandos, PhD dalam rapat tersebut memaparkan tujuh program strategis sebagai prioritas program tahun 2021.



[nextpage title="Next"]

Adapun tujuh program tersebut adalah:
- Pembinaan dan Pengembangan Koperasi berbasis Masjid;
- Pengembangan Startup Millenial;
- Pemberdayaan Perempuan;
- Pembinaan UMKM berbasis Masjid;
- Inkubasi bisnis syariah dan produk halal;
- Event reguler nasional dan global; dan
- UMKM Corner sebagai sentra promosi.

“Semua program prioritas yang kami paparkan itu merupakan kebutuhan aktual dalam merespon _New_ Istiqlal dan itu _breakdown_ dari spirit arahan Pak Menteri saat berkunjung ke Istiqlal,” papar Mulyono selaku Kepala Subbid Pemberdayaan Ekonomi Umat, Bidang Sosial Pemberdayaan Umat (Bidsosdaum), BPMI.

Rapat dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Ir. Eddy Satria, M.M., didampingi Asiten Deputi Pendampingan Usaha, F. Rinaldi. Turut hadir dalam rapat ini, perwakilan Direksi Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM), Smesco, dan beberapa staf lainnya. Edi Satria menegaskan bahwa Kementerian Koperasi dan UKM menyiapkan program khusus untuk kerjasama BPMI.

“Sesuai arahan Bapak Menteri untuk terus menyiapkan dan mengkoordinasikan program kerjasama khusus dengan Masjid Istiqlal dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui UMKM, kerjasama ini akan melibatkan semua kedeputian, juga LLP dan LPDB UMKM,” tegas Satria yang sudah mengelilingi dan melihat langsung gerai usaha dan potensi pengembangan UMKM di Masjid Istiqlal. (MLJ/Red)

Editor: NJK

NUSANTARAEXPRESS, LABURA  - 5 warga Labura Ditangkap Tekab Polsekta Kotapinang dan satu senjata soft gun diamankan dari tersangka, Minggu (31/1/2021).

Kelima tersebut yakni AR alias Iwan (29) warga Dusun Bulu Tilang Desa Aek Tapa Kecamatan Marbau, HS alias Hendi (30) warga Dusun Berangir Desa Sei Raja Kecamatan NA IX-X, APR alias Tia (31) warga Dusun VII Desa Pulo Jantan Kecamatan NA IX-X, DPB alias Doli (28) warga Desa Simpang Marbau Kecamatan NA IX-X dan ST alias Sahat (37) warga Pekan Pajak Kelurahan Bandar Durian Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu Utara.



Dari tersangka AR petugas mengamankan barang bukti 1 buah plastik klip transparan berisi Narkotika jenis Sabu seberat 48,58 gram ( bruto), 1 buah plastik yg bertuliskan Softies, 1 unit Handphone merk Samsung warna putih dan 1 unit Handphone android merk OPPO warna Gold.

Kemudian dari APR disita 1 unit SPM RX KING warna hijau BK 3941 YJ, 1 buah Handphone android merk Xiaomi warna putih- gold dan 1 handphone merk Nokia warna biru. Dari DPB 1 handphone Nokia warna hitam, 1 unit SPM Honda Supra warna hitam -merah BK 4154 TAT.

Selanjutnya dari ST diamankan 1 timbangan elektrik warna silver, senjata jenis Soft Gun warna hitam dan buku Expedisi catatan mengenai Narkoba.

Kapolsekta Kotapinang, AKP Bambang G Hutabarat membenarkan penangkapan terebut. "Benar bang kemarin tim menangkap warga Labura pemilik narkoba saat patroli", Ujarnya.

Kata AKP Bambang G Hutabarat, kronologis kejadian bermula hari Jumat (29/1/2021) sekira pukul 01.00 WIB, Tekab Polsekta Kotapinang dipimpin Panit 1 Reskrim Iptu Gunawan Sinurat melaksanakan patroli pada jam-jam rawan untuk antisipasi kejahatan jalanan yang terjadi di wilayah Polsekta Iotapinang.

Selanjutnya tim sampai di lokasi SPBU titi kembar Jalinsum Kampung Bedage Kota Pinang, di lokasi SPBU itu tim melihat ada seorang laki-laki dewasa yang sepertinya kebingungan dan menunjukkan gelagat mencurigakan dan patut diduga sebagai pelaku kejahatan karena mondar-mandir di seputaran SPBU itu, lalu tim menghampirinya, namun beliau berusaha melarikan diri dan tim berhasil mengamankannya.

Kemudian tim melakukan interogasi kepada lelaki itu dan ianya mengaku bahwa ketinggalan bus saat ke toilet berangkat dari Bagan batu menuju Simpang Merbau Labura, lalu tim menggeledah badannya dan menemukan di saku celananya ada plastik bungkusan hijau, setelah diambil dan dibuka ternyata bungkusan yang dibalut plastik warna hijau berisikan narkotika jenis sabu seberat 48,58 gram.

Selanjutnya tim menanyakan identitasnya dan Ia menerangkan bernama AR, ia juga mengatakan hanya menjemput dari seorang laki-laki yang tidak dikenal di Bagan Batu atas suruhan seseorang yang bernama DPB penduduk Kecamatan Marbau.

Tim mengembangkan pelaku yang terlibat dalam peredaran jaringan narkoba ini dan akhirnya melalui hubungan HP tersangka AR berhubungan dengan DPB dan DPB pun menyuruh ARP dan HS menjemput AR dilokasi SPBU dan tim berhasil mengamankan kedua orang yang akan menjemput sabu-sabu ditangan AR.

Lebih lanjut, AKP Bambang G Hutabarat pimpin pengembangan ke Marbau Labura bersama Panit 1 Reskrim Iptu Gunawan Sinurat dan Panit 2 Ipda Francis Saragih menangkap DPB, dan tim berhasil mengungkap jaringan Narkoba ini dan menangkap DPB di Merbau dan ST di Bandar Durian Aek Natas, dan tim berhasil menyita satu senjata jenis soft gun. (Her)
Diberdayakan oleh Blogger.