NUSANTARAEXPRESS, KOTAPINANG - Operasi antik 2021, Tekab Polsekta Kotapinang tangkap pengedar narkotika di Jalan Simpang IV Karangsari, Desa Sisumut, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Sabtu (13/2/2021), sekira pukul 00.30 WIB.

Adapun tersangka pengedar narkotika yang ditangkap bernama Muhammad Isya Rambe (45), warga Jalan Simpang IV Karangsari, Desa Sisumut, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan

Dari tersangka petugas mengamankan barang bukti, 1 bungkus paket plastik klip transparan yang berisikan narkotika jenis sabu, 1 uniit HP merek samsung nomor kartu Sim : 082377904675 dan 1 buah plastik asoy warna hitam.



Kapolsekta Kotapinang, AKP Bambang G Hutabarat membenarkan penangkapan tersebut. "Benar, dini hari tadi tim Tekab Unit Reskrim menangkap pengedar narkotika", Ujarnya kepada wartawan.

Kata AKP Bambang G Hutabarat, penangkapan bermula saat Panit 1 Reskrim Polsekta Kotapinang, Iptu Gunawan Sinurat mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada seorang laki-laki sering mengedarkan sabu-sabu di rumahnya beralamat di Jalan. Simpang IV Karang Sari, Desa Sisumut.

Selanjutnya tim melakukan pemantauan dengan ciri-ciri yang disebut, maka dilakukan penangkapan terhadap pelaku serta melakukan penggeledahan terhadap tersangka Muhammad Isya Rambe dan ditemukan 1 bungkus plastik klip yang berisikan sabu dibalut plastik asoi warna hitam yang berada diselokan air kamar mandi rumahnya, yang dibuang oleh tersangka karena melihat kedatangan polisi.

Hasil introgasi di lapangan tersangka menerangkan memperoleh sabu dari seorang laki-laki yang bernama Ijul, warga Desa Aek Raso, Kecamatan Torgamba, tim langsung melakukan pengembangan menuju ke kediaman Ijul, tetapi Ijul tidak berada di tempat. Kemudian pelaku dan barang bukti diamankan ke Polsekta Kota Pinang untuk dilakukan proses hukum.(Her)

NUSANTARAEXPRESS, PAPUA - Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Koya Koso bersama masyarakat melaksanakan karya bhakti pembangunan asrama pondok pesantren Hafidz Hidayatullah di Kampung Koya Koso Distrik Abepura Kota Jayapura, (13/2/2021).

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto S.H., M.Han dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura. Jumat (12/02).

Disebutkan Dansatgas bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Pos Koya Koso pimpinan Serka Hendri Niko merupakan bukti kemanunggalan TNI khususnya Satgas Yonif MR 413 Kostrad Bersama rakyat di wilayah Perbatasan RI-PNG. "Kegiatan gotong royong yang dilakukan oleh Pos Koya Koso merupakan kegiatan Kemanunggalan TNI-Rakyat yang dapat memperkokoh hubungan baik antara Satgas Yonif MR 413 Kostrad Bersama masyarakat setempat." Ungkap Anggun.



Sementara itu Serka Hendri Niko menjelaskan bahwa pembangunan asrama pondok pesantren Hafidz Hidayatullah baru dimulai pada tahap awal. "Pembangunan asrama ini diperkirakan membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar tiga bulan lama nya, selama dua minggu kedepan kita fokuskan membangun pondasi asrama terlebih dahulu." Jelas Niko.

Masyarakat yang berada di sekitar Ponpes juga nampak turut membantu dalam pembangunan tersebut. "Puji Syukur, warga secara bergantian juga mau datang untuk membantu pembangunan asrama Ponpes ini, semoga menjadi berkah dan kebaikan untuk para warga yang tergabung dalam karya bhakti ini." Tambah Niko.

Selaku pengurus Ponpes Hafidz Hidayatullah, Ust. Indra Rizky (36) mengucapkan terimakasih kepada Satgas Yonif MR 413 Kostrad dan para warga Kampung Koya Koso yang turut membantu dalam proses pembangunan asramanya. "Alhamdulillah pembangunan asrama ini mendapatkan dukungan dan bantuan dari Satgas dan masyarakat sehingga meringankan kami dalam pembiayaan tukung, kami beserta para santri akan senantiasa mendoakan bapak-bapak sekalian yang turut membantu dan mendukung kami dalam pembangunan asrama pondok pesantren ini." Ucap Senang Ust. Indra. [Pensatgas 413]

NUSANTARAEXPRESS, LABUHANBATU - "Insha Allah Kabupaten Labuhanbatu akan selalu diberkahi Allah SWT, karena ramainya umat Islam yang shalat subuh", Demikian di ucapkan Bupati Labuhanbatu H. Andi Suhaimi Dalimunthe, ST.MT seusai ibadah Shalat Subuh keliling (SULING) atau Gerakan Shalat Subuh Berjamaah (GSBB) di Masjid Nurul Huda Jl. Nenas Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Rantau Utara, Sabtu (13/2/2021).

Menurut Bupati, Dirinya beserta jajarannya akan selalu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat Labuhanbatu dengan melakukan pembinaan demi pembinaan melalui program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.



Melalui program subuh keliling ini misalnya, menurut saya disinilah awal segala sesuatunya dimulai, Allah membukakan pintu rezky dan pintu kebaikan yang lainya, selain itu dengan bangun subuh badan kita berasa lebih sehat.ucap Bupati.

Alhamdulillah, hari ini saya dapati jama'ah shalat subuh di jalan nenas ini sangat ramai seperti yang selalu saya harapkan, ramai seperti shalat Jum'at dan shalat Maghrib, ini menandakan masyarakat disini adalah masyarakat yang mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.ujar Bupati Andi.

Disamping itu H.Andi menginformasikan bahwa segera mungkin UINSU dilabuhanbatu akan berdiri, dikatakannya ini terlihat dari keseriusan rektor UINSU Prof.DR.Syahrin yang datang berkunjung meninjau langsung lahan Eks Islamic Center yang akan segera dihibahkan ke UINSU.



Ditempat yang sama, BKM Nurul Huda, H.Nasrullah, SH.M.A.P, menyebutkan sangat mengapresiasi program keumatan yang dilakukan pemerintah kabupaten Labuhanbatu dibawah pimpinan H.Andi Suhaimi," saya atas nama pribadi sangat bangga memiliki Bupati seperti H.Andi, yang memberikan contoh terbaik bagi masyarakatnya melalui program keumatanya, saya yakin dibawah pimpinan beliau Labuhanbatu akan lebih baik dari yang sebelumnya".

Apa lagi disekelilingnya selalu ada ustadz yang mendampingi, sudah pastinya para pemuka sgama ini akan selalu mengarahkan beliau kearah yang lebih baik dan lebih dekat dengan Tuhan,semoga Dibawah pimpinannya pemerintah kabupaten Labuhanbatu lebih semangat membangun peradaban umat yang baik.ujarnya.

Turut hadir Plt. Kepala Dinas Pertanahan H.M.Ikhsan Harahap, ST., Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Supriono, S.Sos, Plt. Kaban Litbang H. Zuhri, SE.,M.Si, Camat Rantau Utara H. Turing Ritonga, ST., BKM Masjid Nurul Huda, para Asatidz, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Jamaah Shalat Subuh. [Rahmad]





NUSANTARAEXPRESS, PAPUA - Niat pamit kembali dari Tugas Operasi kepada warga Perbatasan, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad justru dikejutkan dengan pemberian pucuk senjata organik jenis CR BSAC9 SHT 1918 L.E III secara sukarela oleh *LS* yang merupakan salah satu tokoh masyarakat Kampung Kufu, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom.


Menjelang purna Tugas Operasi Pengamanan Perbatasan RI-PNG di Sektor Utara Provinsi Papua, Pos Skofro Baru Satgas Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro Kostrad bersama warga Kampung Kufu Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom menggelar acara syukuran sekaligus perpisahan warga dengan Satgas Yonif 413.


Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Jumat (12/02/2021).


"Puji syukur saat ini kami sudah berada di penghujung Tugas Operasi dan menginjak di bulan kedelapan masa penugasan. Dengan demikian maka Satuan kami tidak lama lagi akan kembali ke homebase dan meninggalkan banyak kisah kebersamaan dengan masyarakat Perbatasan RI-PNG," ujar Dansatgas.


Mayor Anggun mengungkapkan pada Hari Kamis (11/02/2022) bertempat di Kampung Kufu, Pos Skofro Baru menggelar acara perpisahan bersama warga Kampung yang memang sangat berat untuk dilakukan karena banyaknya suka duka yang telah mereka lalui bersama.


Dansatgas yang kala itu menerima undangan acara perpisahan tersebut, tidak dapat menghadirinya dikarenakan ada kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan. "Saya mendapat undangan tersebut, namun dengan berat hati saya tidak bisa menghadiri undangan dari warga Kampung Kufu karena memang di hari yang sama ada kegiatan yang tidak bisa saya tinggalkan, sehingga saya perintahkan Wadansatgas Kapten Inf Hervin Rahadian Jannat beserta beberapa staf untuk hadir dalam acara pmenginjak Satgas di Kampung Kufu," tambahnya.


Pada acara berlangsung dalam suasana begitu haru. Awali proses acara, Kapten Hervin yang datang mewakili Dansatgas memberikan sambutannya kepada warga Kufu. "Saya mewakili Dansatgas dan atas nama pribadi mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada warga Kufu yang telah menerima Satgas Yonif MR 413 Kostrad dengan tangan terbuka dan menganggap kami seperti keluarga menjadi bagian dari Kampung ini," katanya.


"Perpisahan ini bukan akhir dari kebersamaan dan persaudaraan yang telah kita bangun, kita masih bisa berkomunikasi melalui telepon. Dan yang pasti warga Kufu akan selalu di hati kami," ucap Hervin dalam sambutannya.


Sementara itu, terlihat seluruh warga Kufu yang hadir tertunduk sedih seolah tidak merelakan kepergian Satgas Yonif MR 413 Kostrad. Dengan suara lirih, *LS*, salah satu tokoh masyarakat setempat berdiri dihadapan warga yang hadir dalam acara itu.


"Saya tidak bisa berkata banyak, saya hanya meminta anak-anak Pos Skofro Baru tetap tinggal disini tapi tidak mungkin. Kalian merupakan utusan Tuhan yang mau menginjakkan kaki di Kampung kami serta berhasil membangun Gereja suci yang sudah lama diimpikan oleh warga Kufu. Hanya itu saja, saya tidak mau terlalu banyak bicara," tutur *LS* sambil meneteskan air matanya.


Kebersamaan Kampung Kufu dengan Pos Skofro Baru memang sulit untuk dipisahkan. Sejak pertemuan pertama mereka di awal bulan September 2020 lalu, sudah banyak kebersamaan dan kekeluargaan yang terjalin. Pembangunan Gereja, pengobatan keliling, dan jalinan tali silaturahmi merupakan saksi bisu dari eratnya hubungan yang mereka bina, telah meninggalkan kesan yang sangat mendalam.


Bahkan salah satu tokoh pemuda Kampung Kufu bernama Niko (34) mengungkapkan rasa haru dan syukurnya. "Puji Tuhan, Tuhan telah mengirimkan Satgas Yonif MR 413 Kostrad di wilayah kami sehingga cita-cita kami selama ini untuk memiliki Gereja bisa terwujud. Selama ini saya sudah berusaha bersuara ke Distrik bahkan Kabupaten, namun tidak pernah suara kami didengar," ucapnya.


"Mungkin ini jawaban Tuhan atas doa kami, mengirimkan Satgas Yonif MR 413 Kostrad Pos Skofro Baru hadir di tengah-tengah kami. Terimakasih Tuhan, terimakasih Satgas Yonif MR 413 Kostrad," jelas Niko.


Sesaat sebelum acara berakhir, seluruh warga dan prajurit yang hadir dalam acara perpisahan tersebut dikejutkan oleh *LS*, Kepala Suku Kampung Kufu yang memberikan Pucuk Senjata yang telah lama ia simpan kepada Wadansatgas Yonif MR 413 Kostrad. "Sebelum kalian kembali, saya berikan senjata ini kepada Satgas Yonif MR 413 Kostrad. Kami sudah tidak membutuhkan lagi senjata ini, karena peperangan antar Kampung sudah lama selesai. Untuk itu, barang ini saya serahkan secara sukarela kepada Negara melalui kalian Satgas Yonif MR 413 Kostrad," ungkap *LS*.


Rupanya senjata yang diberikan oleh *LS* merupakan senjata organik jenis CR BSAC9 SHT 1918 L.E III yang dulu ia gunakan saat situasi keamanan di wilayah Kampung Kufu tidak terkendali. Saat itu Kampung Kufu ingin menjadi Kampung yang berdiri sendiri, terpisah dari Kampung Sangke yang berada sekitar 8 KM jaraknya. "Kami ingin menjadi Kampung tersendiri yang diakui oleh Pemerintah secara administrasi, saat ini kami sudah terpisah dari Kampung Sangke dan sedang dalam proses pembentukan Kampung Kufu secara administrasi di Distrik Arso Timur," tambah *LS*.


Kapten Hervin yang menerima spontan senjata itu dari *LS* mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. "Terima kasih Bapak, kami akan serahkan senjata ini kepada Pimpinan TNI melalui Kolakopsrem 172/PWY," ujarnya.


"Semoga tidak ada lagi peperangan di Kampung ini yang sampai menyebabkan pertumpahan darah, karena sejatinya kita semua adalah saudara. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak kepada warga Kampung Kufu khususnya kepada Bapak *LS*," harap Kapten Hervin.


Acara perpisahan pun berakhir dengan tangis haru, para prajurit Bremoro harus tegar menyembunyikan kesedihannya meninggalkan saudara mereka warga Kampung Kufu, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom. Pelukan hangat antara Prajurit dan warga Kampung Kufu setidaknya menjadi sejarah bagi keduanya yang pernah menjalin ikatan persaudaraan satu sama lain yang tidak akan pernah lekang oleh waktu.


Autentikasi : Pen Satgas Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro




NUNSANTARAEXPRESS, LABUHANBATU - Akibat melawan petugas, 2 pencuri mobil ditembak polisi. Kedua pelaku yakni FTM alias Mitong (42), Perumahan Raja Habib, Kelurahan Sioldengan dan H alias Tono (31), warga Jalan Chairul Anwar, Kelurahan Sioldengan, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu. Jumat (12/2/2021).

Dasar penangkapan LP / 84 / I / 2021 / SPKT - LBH PELAPOR An. MUKHSIN HASIBUAN dan SPT / 02 / II / RES 1.24 / 2021 / RESKRIM."Benar bang semalam Tim Resum menangkap pencuri mobil", Ujar Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Parikesit kepada wartawan.

Kata AKP Parikesit, kronologis kejadian bermuka hari Jumat (27/11/2020) sekira pukul 05.00 WIB, pelapor yang bangun untuk melaksanakan sholat subuh kaget melihat pintu pagar besi rumah telah terbuka dan kunci gembok pagar telah di rusak dengan cara di potong.

Kemudian korban mengecek seputaran rumah dan mendapati 1 unit Mobil barang merek Mitsubisi warna hitam dengan Nopol BK 8611 YE yang sebelumnya terparkir di halaman rumah beralamat di Jalan Kh dewantara No. 132, Kelurahan Sioldengan, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu sudah tidak ada lagi.

Atas kejadian tersebut korban datang ke Polres Labuhanbatu untuk melaporkan apa yang sedang di alaminya.. dan akibat dari kejadian tersebut korban mengalami kerugian kurang lebih Rp. 75.000.000.

Selanjutnya, kata AKP Parikesit, kronologis penangkapan hari Kamis (11/2/2021) sekira pukul 04.00 WIB, Kanit Resum Iptu SM Lumbangaol bersama Tim Tekab berhasil mengamankan FTM alias Mitong, kepada petugas tersangka mengakui melakukan perbuatan nya bersama H alias Tono, Tim melakukan pengejaran dan berhasil mengamankannya di sebuah warnet di Jalan Aek Tapa, Kelurahan Ujung Bandar, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu.

Kemudian Tim melakukan pengejaran barang bukti yang sudah dijual pelaku kepada warga Kabupaten Rohil, Provinsi Riau dan berhasil mengamankannya.

Namun, dalam perjalanan menuju Mapolres Labuhanbatu, kedua tersangka dalam keadaan diborgol melawan petugas dan menghiraukan tembakan peringatan, maka petugas memberikan tindakan tegas dan terukur kepada kedua tersangka.

Selanjutnya, tim membawa kedua tersangka ke RSUD Rantauprapat untuk mendapatkan perawatan medis. Lalu kedua tersangka beserta barang bukti dibawa 1 unit mobil barang merek Mitsubishi warna hitam No Pol sudah diganti, 1 pasang sendal pelaku, 1 buah topi, 1 buah tas samping, 1 buah kunci inggris, 1 buah kunci roda, 1 buah kunci pas ukuran 10 dan 1 buah mancis ke Polres Labuhanbatu guna peroses hukum lebih lanjut. (Her)
Diberdayakan oleh Blogger.