NUSANTARAEXPRESS, KUBU RAYA - Dalam rangka penyegaran dan pembinaan karier di lingkungan TNI AD khususnya di Kodam XII/Tanjungpura, Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad memimpin serah terima jabatan (Sertijab) Danrindam XII/Tpr dan Katopdam XII/Tpr bertempat di Aula Sudirman, Makodam XII/Tpr, Kubu Raya, Senin (8/3/21).

Jabatan Danrindam XII/Tpr diserahterimakan dari Kolonel Inf Agus Widodo kepada Kolonel Inf Washington Simanjuntak, yang sebelumnya menjabat sebagai Pamen Ahli Bid. Jemen Sishamneg Kopassus. Selanjutnya, Kolonel Inf Agus Widodo akan menempati jabatan baru sebagai Wadanpuslatpur Kodiklatad.

Sedangkan jabatan Katopdam XII/Tpr diserahterimakan dari Kolonel Ctp Ir. Y.F. Dicky Harsono, MDA., kepada Kolonel Ctp Supriyadi Amperanto, S.Si., sebelumnya menjabat sebagai Kasubditbinsurdatatop Dittopad. Sedangkan Kolonel Ctp Ir. Y.F. Dicky Harsono, MDA., akan menduduki jabatan Danpusdiktop Kodiklatad.



Sertijab diawali dengan Tradisi Penerimaan, kemudian Penyerahan Tongkat Komando dan Penanggalan serta Penyematan Tanda Jabatan, dilanjutkan dengan Penyerahan Pataka dan Tongkat Komando dari Pangdam XII/Tpr serta penandatanganan berita acara sertijab. Selama acara berlangsung tetap mengutamakan protokol kesehatan.

Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad dalam acara menyampaikan, pergantian pejabat merupakan bagian dari mekanisme pembinaan organisasi dan personel sekaligus proses regenerasi kepemimpinan, sehingga dapat mendorong semangat pembaharuan dan pola pikir dalam rangka penyegaran, peningkatan kinerja organisasi serta upaya pengembangan karier guna memperoleh pengalaman tugas dan wawasan yang lebih luas.

"Selain itu juga memiliki makna penting dan strategis untuk meningkatkan kualitas satuan agar lebih efektif dalam melaksanakan tugas satuan sehingga mampu menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks kedepan," ujar Pangdam.



Kepada para pejabat baru, Pangdam XII/Tpr mengucapkan selamat atas kepercayaan dan kehormatan yang diberikan pimpinan TNI AD untuk melanjutkan pengabdian di Kodam XI/Tpr. Diharapkanya, melalui serah terima jabatan ini dapat meningkatkan
produktivitas para Perwira dalam membangun sistem kerja yang lebih efektif dan efisien serta berguna bagi kemajuan TNI Angkatan Darat, pada umummya dan Kodam XII/Tpr
khususnya.

Sedangkan kepada para pejabat lama dan keluarganya, Pangdam XIlTpr atas nama pribadi dan Komando mengucapkan terima kasih atas segala pengabdian dan dedikasinya menjalankan tugas jabatannya selama ini. Semua karya dan bhakti para pejabat tersebut dinilai telah membawa manfaat yang besar bagi kemajuan Kodam XIl/Tpr.

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu sekalian, yang dengan tulus, ikhlas dan setia mendampingi suami selama melaksanakan tugas di Kodam XII/Tpr, serta berbagai upaya peran aktif dan sumbangsihnya kemajuan organisasi Persit. Selamat bertugas di tempat yang baru, semoga keberhasilan senantiasa menyertai saudara dan keluarga," ucap Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad. (Pendam XII/Tpr)

NUSANTARAEXPRESS, ACEH SELATAN - Satuan Tugas (Satgas) TMMD Reguler ke 110 Kodim 0107/Aceh Selatan secara bergotong royong bersama masyarakat terus pacu pengerjaan pada sasaran fisik pembuatan talud di Desa Krueng Kluet Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan.

Tidak hanya itu, Satgas juga memaksimalkan pengerjaan penimbunan badan jalan dengan mengerahkan satu unit alat berat dan beberapa unit kenderaan roda empat sebagai pengangkut material pasir dan batu.

Komandan Kodim 0107/Aceh Selatan selaku Dansatgas TMMD Letnan Kolonel Inf M. Yusuf, S.I.Kom melalui Koordinator Lapangan Kapten Inf Amri Umari mengatakan, semua kekuatan dikerahkan pada tahapan penyelesaian fisik ini, baik itu pembuatan talud maupun penimbunan badan jalan.



"Kita terus kerja total dengan segala kemampuan yang ada untuk segera merampungkan semua pengerjaan ini, baik itu pembuatan talud maupun penimbunan badan jalan, sehingga saran dan terget yang telah di tentukan dapat tercapai dengan hasil maksimal."ujar Kapten Inf Amri.

Selain pengerahan personil, segala kebetuhan meterial terus di droping agar tidak ada hambatan pada tahapan pengerjaan tersebut.

"Alhmdulillah, dengan semangat dan dan kecekatan personil satgas serta masyarakat setempat, hari ini pembuatan talud mencapai 250 Meter."tutup Kapten Amri. [Husni]

NUSANTARAEXPRESS, LABURA - Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan, SIK.,MH melalui Kasatres Narkoba AKP Martualesi Sitepu, SH.,MH menerangkan tentang keberhasilan Sat Narkoba Polres Labuhanbatu menangkap satu tersangka pengedar Narkoba jenis sabu berinisial SH alias Salu (29) yang berprofesi sebagai juragan bakso Warga Dusun X Kampung Selamat Desa Padang Maninjau Kecamatan Aek Kuo Labuhanbatu Utara, Minggu (7/3/2021).

Tersangka berhasil ditangkap saat berjualan bakso di Kampung Pajak Kota Raja Desa Kampung Pajak Kecamatan NA IX-X setelah personil Sat Narkoba Unit 1 dipimpin Kanit IPDA Sarwedi Manurung bersama anggota melakukan penyelidikan dengan cara under coverbuy paket sabu Rp.200.000 dengan tersangka dan saat tersangka memberikan satu paket sabu tersangka berhasil ditangkap dan dari tangan tersangka disita dua paket plastik klip berisi narkotika sabu berat 0,6 Netto.



Selanjutnya terhadap tersangka dilakukan pengembangan kepada jaringan diatasnya berinisial R warga Kota Batu namun diduga saat penangkapan tersangka sudah bocor dan R tidak berhasil ditemukan dan saat ini masih dalam penyelidikan.

"Dari keterangan Tersangka yang sehari-hari berjualan bakso saat diinterogasi mengakui dia menyambi jualan sabu disamping berjualan bakso ayah dari 2(dua) orang anak ini mengakui mendapatkan keuntungan sebanyak 300 ribu dari setiap gram sabu yang dijualnya," ujar Kasat.

Dilanjutkannya, tersangka juga menerangkan bahwa bisnis haramnya ini dilakukan untuk menutupi kebutuhan dia sebagai pemakai sabu sehingga penghasilan dia berjualan bakso tidak berkurang,tersangka menerangkan baru 5(lima) terlibat dalam transaksi narkoba dan menyesali perbuatannya.

"Terhadap tersangka dipersangkakan melanggar pasal 114 Sub 112 UU RI no.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," jelasnya. (Her)








NUSANTARAEXPRESS, PAPUA - Wakil Ketua DPR Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Azis Syamsuddin mendukung wacana meredefinisi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Wacana tersebut meredefinisi KKB Papua sebagai organisasi terorisme internasional.


Wacana tersebut mengacu pada pasal 1 ayat 2 dalam UU Nomor 5 Tahun 2018. Terorisme didefinisikan sebagai perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas. Kemudian, dapat menimbulkan korban yang bersifat massal.


"Karena statusnya akan definitif dan payung hukumnya pun akan lebih kokoh dari pada status kelompok kriminal biasa," kata Aziz kepada wartawan, pekan kemarin.


Sepanjang tahun 2020 telah terjadi 46 aksi kekerasan oleh OPM di Papua, 9 orang diantaranya meninggal dunia, terdiri dari 5 warga sipil dan 4 aparat keamanan. Belakangan, aksi penembakan kembali marak dengan korban jiwa dari aparat keamanan.


Polri menyebut mereka sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Istilah tersebut mendefinisikan masalah keamanan di Papua disebabkan adanya organisasi yang melanggar hukum pidana (kriminal) dengan memiliki dan menggunakan senjata secara ilegal.


Artinya anggota OPM disamakan dengan preman pasar, begal motor, perampok bank, dan penjahat lain yang memakai senjata tajam dan senjata api dalam melakukan aksinya.


Menurut Aziz, penyelesaian OPM sebaiknya dilakukan komprehensif. Secara taktis-operasional, TNI dan Polri segera menghancurkan dan menetralisasi para penyerang. Mereka yang tertangkap dipidanakan dengan perbuatan makar. Pemerintah juga perlu mendefinisikan OPM sebagai organisasi teroris sesuai UU Nomor 5/2018 dan UU Nomor 15/2003 tentang Terorisme.


"Dalam kerangka ini, meredefinisi identitas kelompok kriminal bersenjata Papua menjadi kelompok teroris, akan secara otomatis mengunci kemungkinan lahirnya dukungan masyarakat internasional atas gerakan mereka," katanya.


"Pemerintah dan masyarakat dapat membedakan secara definitif antara tuntutan objektif yang murni berasal dari aspirasi masyarakat Papua, dengan gerakan kriminal yang berkedok aspirasi politik masyarakat," imbuhnya.


Di samping itu, penetapannya sebagai korporasi teroris akan membantu ikhtiar Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sesuai UU Nomor 8/2013 tentang Pendanaan Terorisme. PPATK dapat bekerja sama denganbadan intelijen finansial luar negeri untuk melacak aliran dana dan pencucian uang terkait terorisme, termasuk pencegahannya. Bagaimanapun, aliran dana adalah oksigen OPM dan sejenisnya, selain publikasi di media massa dan media sosial.


Sepanjang tahun 2019,  sudah puluhan prajurit TNI yang gugur di Papua, di bunuh oleh gerombolan bersenjata tersebut. Sedangkan, pada Desember 2018 OPM membantai 31 pekerja pembangunan jalan Trans Papua. OPM juga menembaki pesawat pengangkut personel Brimob dan warga sipil.


Beberapa pekerja Trans-Papua dan personel aparat keamanan juga diserang sepanjang tahun 2016-2017. Bahkan, tahun 2017, seribu orang lebih di Kampung Kimbely dan Banti, Mimika, pernah disandera, kemudian dibebaskan aparat TNI dan Polri. OPM juga membunuh tukang ojek, petugas kesehatan, bahkan memperkosa guru.


Selain itu, OPM kerap menganiaya membunuh warga asli Papua yang tidak mendukung aksinya serta mengintimidasi pejabat Pemda dan memaksa mendukung aksinya bahkan mewajibkan menyerahkan dana desa.


Sementara itu, pengamat intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta mengatakan, KKB Papua secara gamblang telah melawan negara dengan kekuatan bersenjata. Oleh karena itu, negara harus melawan dan menindak tegas.

"Kelompok separatis ini perlu ditindak tegas, diburu, apalagi mereka dengan melawan negara, menakuti masyarakat dengan senjata api," katanya kepada wartawan.


Menurutnya, apapun label untuk KKB Papua, baik itu organisasi teroris maupun kelompok separatis, aparat keamanan harus memburu mereka karena telah melawan negara.


"Itu tindakan terorisme namanya, apapun yang penting harus dilawan, negara jangan takut. Ketika mereka melawan negara dengan menggunakan senjata, yaudalah harus dicari, diburu, Jangan sampai mereka dibiarkan di tengah masyarakat, memprovokasi masyarakat, menakuti masyarakat," pungkasnya. (***)












NUSANTARAEXPRESS, MAROKO - Kerajaan Yordania membuka Kantor Konsulat Jenderalnya di Laayoune, sebuah kota besar di selatan Kerajaan Maroko, pada Kamis 04 Maret 2021. Pembukaan konsulat jenderal Yordania tersebut menambah jumlah negara asing menjadi 11 negara yang meresmikan perwakilan diplomatik di Maroko hanya dalam waktu setahun.

Upacara pembukaan Kantor Konsulat Yordania ini dipimpin oleh Menteri Luar Negeri, Kerjasama Afrika dan Maroko di Luar Negeri Kerajaan Maroko, Nasser Bourita, dan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Yordania, Ayman Al-Safadi.

Yordania menjadi negara ke-11 yang telah meresmikan konsulat di Laayoune, setelah Uni Emirat Arab, Bahrain, Pantai Gading, Kepulauan Komoro, Gabon, Sao Tomé dan Principe, Republik Afrika Tengah, Burundi, Eswatini dan Zambia.

 

Sumber: persisma.org

NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA - Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) menyelenggarakan Webinar Nasional dalam rangka peluncuran (launching) program Wakaf Energi Istiqlal dengan tema Smart & Green Mosque: Energi Bersih untuk Kemaslahatan Umat. Kegiatan yang dilangsungkan di Ruang VVIP Masjid Istiqlal secara daring ini disiarkan langsung melalui Channel YouTube Masjid Istiqlal TV, Kamis (04-03-2021).

Hadir sebagai pembicara Menteri Agama RI, KH. Yaqut Cholil Qoumas; Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA; CEO Nasaruddin Umar Office (NUO), H. M. Faried Saenong, MA, M.Sc, Ph.D; Founder & CEO Kitabisa, Alfatih Timur; Guru Besar UIN Jakarta, Prof. Sri Mulyati, Ph.D; Direktur Utama WIKA Energi, Andi Nugraha; dan Influencer Indonesia, Rinaldi Ibrahim. Selain itu, terlihat juga hadir Risti Hendradi dan Tim Xenergy Indonesia yang berperan aktif dalam sesi launching preparation dengan materi penguatan awareness masyarakat tentang energi bersih untuk lingkungan dengan menyiapakan dan mempresentasikan kampanye wakaf energi dalam format video, flayer dan sebagainya.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengkampanyekan wakaf energi dan mempromosikan gerakan cinta lingkungan ke masyarakat luas. "Dengan adanya kampanye Wakaf Energi bersama Masjid Istiqlal ini, diharapkan nantinya Masjid Istiqlal juga akan menjadi trend setter bagi seluruh masjid dan rumah ibadah lainnya di Indonesia, serta di banyak negara lainnya,” ujar Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, dalam sambutannya pada Launching Wakaf Energi Istiqlal.

Senada dengan Imam Besar, Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, mengapresiasi Masjid Istiqlal karena menjadi rumah ibadah yang mengusung konsep Smart and Green Mosque. “Mengkampanyekan Wakaf Energi merupakan langkah yang strategis dalam mengajak masyarakat untuk berkontribusi mengembangkan konsep tersebut. Dengan adanya Wakaf Energi inilah kita semua diajak untuk memberikan kontribusi dalam memelihara masjid kebanggaan masyarakat Indonesia,” jelas Menteri Yaqut.

Dalam merealisasikan program tersebut, BPMI bekerjasama dengan beberapa instansi dan lembaga, diantaranya NUO, Wika Energi, Kitabisa, dan Xenergy yang akan memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di lingkungan Masjid Istiqlal. Dipilihnya Masjid Istiqlal sebagai lokasi pemasangan PLTS, dikarenakan Masjid Istiqlal merupakan ikon kebanggaan bangsa Indonesia.

Guru Besar UIN Jakarta yang juga Wakil Bidang Sosial dan Pemberdayaan Umat BPMI, Prof. Sri Mulyati, Ph.D, mengatakan bahwa pemanfaatan energi terbarukan dari alam sekitar, seperti matahari, angin, atau air ini sangat menguntungkan, karena di Indonesia, jumlah energi tersebut melimpah dan gratis. Selanjutnya, Wakaf Energi Istiqlal ini punya beberapa keistimewaan, diantaranya dapat menjaga keindahan dan kebersihan di lingkungan masjid, menghemat penggunaan listrik, dan air dalam konsep Smart and Green Mosque.

"Wakaf ini juga bisa menjadi sarana ibadah yang pahalanya berkesinambungan. Wakaf Energi dalam Islam ini, terlebih wakaf itu merupakan bentuk amal, sangat diapresiasi oleh Allah," jelas Prof. Sri.

Prosesi Launching dan kampanye Wakaf Energi ini, juga ditujukan agar masyarakat lebih terbiasa dalam menjaga lingkungan tetap lestari, dan berwakaf sebagai bagian dari hal yang sangat bermanfaat bagi umat muslim karena menjadi amal jariyah. Hal serupa juga dikemukakan oleh CEO Kitabisa bahwa Wakaf Energi ini bisa menjadi bagian dari amal jariyah yang keberkahannya akan mengalir terus. "Sebagaimana donatur muda, dalam keterangan komentar setelah berwakaf, mereka katakan bahwa wakafnya diniatkan untuk orang yang dituju, wakafnya saya niatkan untuk orang tua saya, jadi ini insya Allah bisa jadi amal jariyah untuk keluarga dari wakif, tergantung niat dan akadnya tadi," ucap Alfatih Timur.

Selain itu, CEO NUO, H. M. Faried Saenong, MA, M.Sc, PhD, menegaskan bahwa NUO menginisiasi banyak program di Indonesia, salah satunya adalah program wakaf energi. “Karena sejak awal sudah dapat informasi bahwa Istiqlal membayar listrik sangat tinggi setiap bulan sehingga kami membantu berpikir untuk mencari jalan keluarnya. Setelah bertemu dengan beberapa lembaga, mereka dapat membantu dengan kapasitasnya masing-masing. Pada masa yang akan datang, Istiqlal juga bisa memanfaatkan energi lain, diantaranya pengolahan sampah. Istiqlal sudah mulai berpikir untuk memanfaatkan sampah yang bisa diubah menjadi gas, yang kemudian akan diubah menjadi energi bagi Istiqlal,” ungkap Faried yang juga dosen dan peneliti di beberapa perguruan tinggi di luar negeri.

Direktur Utama WIKA Energi, Andi Nugraha, menyampaikan bahwa Wakaf Energi Istiqlal adalah sebuah langkah awal dalam menumbuhkan kepedulian lingkungan melalui pengadaan energi bersih. Tahapan ini, diharapakan menjadi langkah awal dan pembuka dari rangkaian pengadaan energi bersih untuk institusi lainnya. “Program pemerintah adalah mendorong pemanfaatan energi terbarukan di dalam bauran energi nasional sampai ke angka 23 persen di tahun 2025. Mudah-mudahan dengan dukungan rumah ibadah, khususnya di Masjid Istiqlal ini, program itu bisa lebih cepat ketercapaiannya," papar Andi.

Sebagai influencer, Rinaldi Ibrahim, juga ingin menjadi tokoh dalam menyampaikan kebaikan, salah satunya ialah Wakaf Energi. "Saya ingin menjadi tokoh yang tidak hanya membagikan ilmu, tetapi menjadi aktor di balik kebaikan, salah satunya, ikut andil dalam melindungi lingkungan kita, di negara tercinta Indonesia, dengan kita aktif untuk memberikan wakaf kita, yaitu wakaf energi di istiqlal ini," kata Rinaldi.

Acara Webinar Nasional dan Launching yang dipandu langsung oleh Mulyono Lodji, M.Si, salah satu pengurus Badan Pengelola Masjid Istiqlal, ditutup dengan penandatanganan bersama piagam peluncuran Wakaf Energi Istiqlal. (MLJ/Red)

NUSANTARAEXPRESS, PAPUA - Kapen Kogabwilhan III Kol Czi IGN Suriastawa mengklarifikasi bahwa korban kontak tembak (6/3/2021) di Kp Pesiga distrik Sugapa Kab Intan Jaya adalah KSB. Dari aksinya dalam kontak tembak dan barang bukti yang didapat, dipastikan bahwa korban adalah KSB. "Wajah, ciri dan atribut korban (gelang dan cincin) sama dengan foto-foto yang ada di telepon genggamnya dan itu menjadi bukti kuat bahwa yang bersangkutan adalah KSB," imbuh Suriastawa.

Terkait klaim pihak tertentu di medsos yang menyebutkan korban adalah warga sipil, Suriastawa mengatakan itu memang cara mereka untuk membentuk opini dan menyudutkan aparat TNI/Polri dan pemerintah Indonesia terkait Papua.

Masih menurutnya, walaupun di internal mereka terdapat banyak faksi dan saling berebut kepentingan, namun secara garis besar kelompok yang menamakan dirinya OPM ini terdiri dari 3 sayap gerakan, yaitu sayap politik, klandestin dan bersenjata. 3 sayap gerakan ini memanfaatkan medsos untuk saling berkomunikasi, merencanakan aksi dan menyebarkan berita bohong untuk membentuk opini buruk tentang pemerintah Indonesia (termasuk TNI/Polri) terkait masalah Papua melalui berbagai platform medsos. "Jadi yang dihadapi bukan hanya Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) yang ada di gunung-gunung saja, tetapi juga politik (dalam dan luar negeri) dan kelompok klandestin yang bisa berprofesi apapun," tambahnya.

"Grup mereka di medsos sering memberitakan bahwa mereka berhasil menembak mati puluhan TNI/Polri dengan menyebut waktu dan tempat tertentu agar seolah-olah benar terjadi, padahal berita tersebut bohong," tambah Kapen Kogabwilhan III ini.

Padahal untuk mengetahui kebenaran jatuhnya korban dari TNI/Polri sangatlah mudah, karena TNI/Polri adalah alat negara resmi yang tertib adminstrasinya. "1 saja personel gugur, pasti akan diikuti dengan proses administrasi yang jelas, dari mulai evakuasi korban, pemakaman sampai dengan pemenuhan hak-hak korban dan ahli warisnya," ujarnya.

Menurutnya, penyebaran berita bohong dari KSB bertujuan untuk memprovokasi, mengintimidasi sekaligus membentuk opini bahwa gerakan sayap bersenjata mereka selalu unggul. Dan sebaliknya, setiap korban yang jatuh akibat kontak tembak dan aksi penindakan dari TNI/Polri, semaksimal mungkin diklaim sebagai warga sipil. Tujuannya untuk membentuk opini dunia dengan menyudutkan TNI/Polri dan pemerintah Indonesia.

Untuk sayap gerakan bersenjata (KSB), mereka bergerilya dalam kelompok-kelompok kecil dan tidak semuanya membawa senjata saat melancarkan aksinya. "Jangan dibayangkan seperti foto mereka di medsos yang bergerombol puluhan/ratusan orang dan semuanya bersenjata. Dalam aksi gerilyanya, dari 5-7 orang hanya 1 atau 2 yang bersenjata dan bila terjadi kontak, orang yang selamat bertugas membawa kabur senjata. Kemudian diposting di medsos mereka bahwa korban adalah warga sipil karena tidak bersenjata,” pungkas Suriastawa. [*]
Diberdayakan oleh Blogger.