NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA - Komisaris PT. Pratama Prima Bajatama (PPB), bernama Deddy Setiawan Tan, diduga kuat telah melakukan tindak pidana penganiayaan dan penyekapan terhadap orang lain sebagaimana diatur dalam Pasal 351 KUHP dan Pasal 333 KUHP. Penganiayaan dan penyekapan itu dilakukan Bos Deddy, sebut saja demikian, terhadap karyawannya sendiri bernama Rico Pujianto, pada 10 hingga 12 Oktober 2020 lalu, di kantor perusahaan besi baja itu di Jl. Raya Narogong km 13 Pangkalan Tiga, Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

Akibat penganiayaan dan penyekapan tersebut, korban mengalami memar-memar dan trauma serta terlihat selalu ketakutan dan letih sepanjang hari. Kasus penganiayaan dan penyekapan bos terhadap karyawannya ini telah dilaporkan ke Polisi [1].

“Bos Deddy membentak, meninju, menampar dan memukuli saya berkali-kali di depan istrinya, Ibu Ing, dan kawan-kawan saya. Bahkan Bos Deddy sempat masuk ke ruangan kantornya yang hanya berjarak 8 meter dari tempat saya duduk, dan berteriak keras sambil mencari samurainya, ‘mana samurai gua, biar gua matiin sekalian’. Rupanya, samurai tersebut sudah disembunyikan istri Bos Deddy, takut terjadi hal-hal yang fatal. Jika ketemu samurai itu, mungkin saya sudah mati,” ungkap Rico menceritakan peristiwa mengerikan yang dialaminya itu kepada Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, saat mengadukan nasibnya, di Sekretariat PPWI, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.



Korban juga menjelaskan bahwa Bos Deddy memerintahkan kawan-kawannya agar tidak melihat ke arahnya yang sedang disiksa dan dipukuli, sehingga mereka hanya menunduk takut, tidak berani melihat kejadian mengenaskan yang sedang berlangsung di depan mata mereka. Bahkan, kata Rico, Bos Deddy menyuruh salah satu karyawan, Dindon, untuk mematikan CCTV agar kejadian penganiayaan yang sedang berlangsung tidak terekam kamera pengawas.

Kemarahan Bos Deddy, menurut penuturan korban yang merupakan warga Semarang, Jawa Tengah ini, bermula dari kecurigaan sang Bos yang menuduh pemuda lajang berusia 33 tahun itu telah menilap uang hasil penjualan besi wiremesh. Sebagai informasi, Rico Pujianto bersama 5 orang rekannya merupakan sales wiremesh yang diproduksi oleh PT. PPB. Rico ditugaskan untuk memasarkan wiremesh (besi rangkaian yang digunakan untuk konstruksi jalan beton) di wilayah Jawa Tengah. Rico telah bekerja di perusahaan ini selama 2,5 tahun.

Dalam proses penjualan wiremesh itu, kata Rico, pada periode bulan-bulan menjelang dia dianiaya dan disekap, sekitar 30 persen produk wiremesh dari PT. PPB ditolak oleh pelanggan karena berkarat, tidak memenuhi standar kualitas yang diinginkan. Barang tolakan tersebut dititipkan Rico di sebuah bengkel las milik temannya, Slamet Riyadi, di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang, Purwokerjo, Jawa Tengah. Rico menitipkan barang tersebut karena ketiadaan biaya angkut kembali ke gudang PT. PPB di Bantar Gebang, Bekasi, yang mencapai puluhan juta rupiah.

Atas kekurangan setoran hasil penjualan, karena sebagian barang (wiremesh) ditolak pelanggan, itulah kemudian Bos Deddy menuduh Rico telah menggelapkan uangnya sehingga sang Bos gelap mata dan penuh emosi melakukan kekerasan fisik dan non-fisik terhadap karyawannya, Rico Pujianto. Akibat pemukulan yang dialami korban, disamping mentalnya yang terluka, wajahnya juga memar dan luka di sana-sini. Ancaman pembunuhan dengan samurai juga membuatnya penuh ketakutan dan trauma.

“Saya dituduh melakukan penggelapan dan penipuan uang perusahaan. Tanpa mau mendengarkan penjelasan saya, Bos Deddy memukul dan menampar berulang kali, disaksikan istri Bos Deddy yang bernama Ibu Ing dan teman-teman. Pak Deddy melarang teman-teman untuk melihat peristiwa pemukulan, sehingga teman-teman saya semuanya menunduk takut dan tidak berani melihat. Teman saya bernama Riki Kusnadi berada di sebelah kiri, tidak ada seorangpun yang berani menyaksikan peristiwa penganiyaan dan pemukulan itu,” urai Rico yang menemui Wilson Lalengke bersama ayahnya, Alex, pada Senin, 22 Maret 2021 lalu.

Penganiayaan yang dimulai sejak pukul 13.00 wib kemudian terhenti setelah Direktur kepercayaan Bos Deddy bernama Winoto, SH mendekati Bos berusia 55 tahun itu untuk menenangkannya. Winoto yang merupakan mantan anggota DPRD Bekasi itu akhirnya tergerak untuk mendekati bos-nya ini setelah melihat gelagat yang kurang baik saat sang bos mencari samurai yang menurut Bos Deddy akan digunakan untuk membunuh Rico. Winoto berhasil menenangkan Deddy, dan berhentilah penganiayaan atas Rico hari itu.

Penganiaan berhenti, namun berlanjut dengan proses penyekapan atau perampasan kemerdekaan Rico. Handphone-nya disita. Dia tidak diizinkan menghubungi bapak dan ibunya serta anggota keluarga lainnya. Teman-teman kerjanya dilarang meminjamkan handphone kepada Rico walau sekedar untuk menghubungi keluarganya. Bahkan, seorang satpam bernama Azis diperintahkan untuk menjaga dan mengawasi Rico. Kemanapun korban beranjak, semisal saat minta izin untuk ke toilet, sang satpam mengikuti dan menungguinya di depan toilet. Jika lalai, Azis terancam dipecat si Bos Deddy.

Malamnya, cerita Rico melanjutkan, sekitar pukul 20.30 wib, Rico bersama beberapa karyawan ditugaskan ke Purwokerto untuk melihat besi wiremesh karatan yang oleh Rico dititipkan di sebuah bengkel temannya. Rico, masih dengan pengawasan ketat sang satpam Azis, ditempatkan di bak mobil fuso selama perjalanan ke Purwokerto. “Semula, Bos Deddy menginstruksikan ke satpam agar selama dalam perjalanan, saya ditempatkan di bak mobil fuso belakang dan diikat dengan tali. Namun, karena merasa kasihan, satpam tidak mengikat saya,” ujar Rico sedih.

Setiba di Purwokerto pada esok harinya, Minggu subuh, 11 Oktober 2020, team yang terdiri atas 3 mobil fuso dan mobil pribadi, dengan dikawal oleh Bos Deddy langsung menuju bengkel las penitipan barang tolakan. Karena hari masih gelap-gulita, sekira pukul 04.00 wib, keadaan bengkel masih sepi, orang tua Slamet Riyadi yang menunggui bengkel masih tidur, pagar tertutup rapat. Tidak ingin menunggu lama, pintu pagar yang terkunci dibuka paksa gemboknya menggunakan gunting besar oleh Galuh, salah satu karyawan yang ikut rombongan, atas perintah Winoto dan Bos Deddy. Besi wiremesh rongsokan yang ditimbun di bengkel itupun dimuat ke dalam mobil-mobil fuso dan dibawa kembali ke gudang di Bekasi.

Kasus penganiayaan dan penyekapan ini telah dilaporkan ke Polres Bekasi [2]. Saat ini, berkas laporan telah diambil alih penanganannya oleh Polda Metro Jaya. Ayah korban, Alex, sangat berharap agar Bos PT. Pratama Prima Bajatama, Deddy Setiawan Tan dan para cecunguknya itu segera ditangkap dan diproses hukum. “Saya meminta PPWI untuk membantu kami agar kasus yang dialami anak saya ini bisa segera diproses. Para pihak yang terlibat dalam penganiayaan dan penyekapan anak saya, Rico Pujianto segera ditindak sesuai hukum yang berlaku,” pinta Alex.

Merespon kasus tersebut, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, menyatakan bahwa pihaknya sangat prihatin dan menyayangkan atas perilaku brutal oknum komisaris perusahaan terhadap karyawannya yang sudah memberi dia keuntungan dalam bisnisnya. “Saya heran, terbuat dari apa hati manusia, si pemilik PT Pratama Prima Bajatama itu yaa? Tanpa kerja keras karyawan, Anda tidak mungkin mendapatkan keuntungan dalam usaha dan bisnis. Semestinya Anda hargai dan sayangi karyawan supaya usahanya lebih berkah, lebih memberi manfaat bagi Anda dan orang lain. Bukan malah menyiksa karyawan,” kata Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini menyesalkan perilaku hewani oknum Deddy Setiawan Tan itu.

Untuk itu, lanjut Lalengke, PPWI mendesak Polri untuk mengusut kasus ini secepat-cepatnya. Jangan biarkan manusia yang diduga bermental rakus, kasar dan suka menyiksa sesamanya itu berkeliaran di luar. “Jangan karena dia banyak uang, polisi aji mumpung memanfaatkan situasi dan menjadikannya ATM sebagaimana kebiasaan oknum polisi selama ini [3], yang akhirnya keadilan bagi korban dikorbankan. Harus ditangkap segera orang ini, pasal pidananya jelas, penganiayaan, intimidasi, ancaman pembunuhan, dan penyekapan serta perampasan kemerdekaan seseorang,” tegas lulusan pasca sarjana bidang Applied Ethics dari Utrecht University, Belanda, dan Linkoping University, Swedia itu.

Berdasarkan data yang didapatkan di lapangan, kata Lalengke lagi, perusahaan itu diduga keras melakukan penggelapan pajak, praktek leasing kendaraan bermotor, dan beberapa pelanggaran perundangan lainnya [4]. “Dari data dan informasi yang kita dapatkan, bos PT. Pratama Prima Bajatama itu terindikasi kuat telah melakukan penggelapan pajak dengan nilai miliaran rupiah. Modusnya adalah menjual produk dengan 2 kategori: produk ber-PPN dan barang tidak ber-PPN. Pembayaran barang ber-PPN dilakukan melalui transfer rekening antar bank, sementara pembayaran barang non-PPN dilakukan secara tunai. Merugikan negara ini orang, harus diusut semua dugaan tindak kejahatannya,” pungkas Lalengke yang merupakan trainer bagi ribuan anggota TNI, Polri, guru, dosen, mahasiswa, wartawan, LSM, ormas dan masyarakat umum di bidang jurnalistik itu. (APL/Red)

Catatan:

[1] Pekerja Pabrik Disekap Bos di Bekasi, Ketahuan Setelah Keluarga Mencari; https://gobekasi.id/pekerja-pabrik-disekap-bos-di-bekasi-ketahuan-setelah-keluarga-mencari/

[2] BOS PERUSAHAAN BESI BAJA DI BEKASI DIDUGA SIKSA KARYAWAN; https://www.youtube.com/watch?v=fREmwDmFQSY

[3] Pak Kapolri, Ada Oknum Penyidik di Bareskrim Nyambi Jadi Pemalak; https://pewarta-indonesia.com/2020/11/pak-kapolri-ada-oknum-penyidik-di-bareskrim-nyambi-jadi-pemalak/

[4] Rekaman permintaan konfirmasi kepada Winoto terkait praktek leasing yang dilakukan PT Pratama Prima Bajatama ada pada redaksi.

NUSANTARAEXPRESS, ACEH SELATAN - Program TMMD ke 110 Kodim 0107/Aceh Selatan di Desa Krueng Kluet Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan tinggal beberapa hari lagi akan di tutup pelaksanaan kegiatannya.

Segala terget sasaran fisik dalam program TMMD tersebut pun hampir semua sempurna selesai di kerjakan, baik itu pembukaan jalan, pembangunan jembatan, Rehap Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Talud Jalan.
Begitu juga dengan pembuatan Box saluran Air.

Koordinator lapangan TMMD ke 110 Kodim 0107/Aceh Selatan Kapten Inf Amri Umari mengatakan, hari ini personil Satgas merampungkan pengerjaan pada box saluran air.



"Di H-2 ini, semua yang menjadi target sasaran fisik dalam program TMMD ini hampir semua selesai di kerjaakan. Hari ini kita akan rampungkan pada pengerjaan box saluran air."ucap Kapten Amri Umari, Senin (29/03/2021).

Ia berharap, semua karya Satgas dalam program TMMD itu benar-benar bermanfaat bagi masyarakat khususnya warga Desa Krueng Kluet.

"Semoga, program TMMD di desa krueng kluet dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat desa krueng kluet dan sekitarnya."tutup Kapten Amri. [Husni]

NUSANTARAEXPRESS, PAPUA - Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Brs Pos Muara Tami berhasil menangkap pelaku yang membawa paket ganja kering saat melaksanakan kegiatan sweeping di Jalan Poros Koya Tengah, Skouw Sae Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Minggu (28/3/2021).

Paket ganja kering dalam  kemasan plastik didapat dari 3 (tiga) tersangka yang mengendarai mobil Avanza Putih dari arah perbatasan menuju Jayapura. Plastik yang dibawa oleh para tersangka berisi 5 (lima) paket ganja kering seberat 130 gram yang siap untuk dijual.



Bungkusan berisi ganja tersebut disembunyikan oleh para tersangka dengan rapi di bawah jok supir kendaraan yang mereka tumpangi.

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Brs, Letkol Inf Muhammad Erfani S.H.,M.Tr (Han) dalam rilis tertulisnya membenarkan bahwa anggotanya dari Pos Muara Tami berhasil menggagalkan kegiatan peredaran ganja melalui kegiatan sweeping.

“Kegiatan ini rutin kami lakukan tidak hanya di jalan raya tapi juga di jalan-jalan tikus yang sering menjadi jalur perlintasan ganja, minuman keras dan barang ilegal lainnya,” ungkapnya.

Hal ini bertujuan dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan mencegah semua bentuk kegiatan ilegal di wilayah perbatasan. “Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diserahkan kepada pihak kepolisian Polsek Muara Tami untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Dansatgas.  (Pen Satgas Yonif 131/Brs).



Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT Kilang Pertamina Internasional, anak usaha PT Pertamina (Persero), menegaskan soal keamanan pasokan bahan bakar minyak (BBM) setelah terjadi readyviewedkebakaran yang melanda kilang Pertamina Balongan di Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3/2021).

Kebakaran terjadi sejak pukul 00.45 dini hari. Namun perseroan menegaskan pasokan BBM masih aman.


"Jadi di area Balongan terdapat fasilitas terminal BBM, jadi kami pastikan memiliki tanki-tanki stok BBM yang akan disalurkan di beberapa lokasi, dan masyarakat tidak perlu panik, dan Pertamina punya mekanisme RA, regulatery alternative emergencey, dan nanti pasokan akan dipasok dari fasilitas pemasok BBM sekitarnya," kata Ifki.




Dia mengatakan saat ini tidak ada korban jiwa dalam ledakan tersebut, hanya korban luka bakar ringan dari orang yang melintas di sekitar lokasi kilang tersebut.

Dia menyatakan, hingga saat ini upaya pemadaman masih terus dilakukan. Api belum juga padam sepenuhnya.

"Upaya pemadaman masih fokus dilakukan, lama karena adanya isi material ... yang terbakar adalah tangki produk."

Sementara itu dalam rilis yang didapat CNBC Indonesia, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Namun pada saat kejadian sedang turun hujan deras disertai petir.

Saat ini juga tengah dilakukan normal shutdown untuk pengendalian arus minyak. Termasuk mencegah perluasan kebakaran.

"Pertamina telah menyiapkan tempat untuk evakuasi dan pengungsian sementara bagi warga sekitar di GOR Perumahan Bumi Patra dan Pendomo Kabupaten Indramayu," tulis perusahaan.



"Pertamina meminta warga sekitar untuk tetap tenang, dan menjauh dari lokasi kebakaran."


(tas/tas)





Sumber : cnbcindonesia.com




 

 





NUSANTARAEXPRESS, BREBES - Tiga atlet tinju binaan Pertina Brebes, telah mengharumkan nama Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dengan berhasil menggondol 3 medali di ajang tinju Walikota Cup Tasikmalaya, Jawa Barat yang berlangsung di GOR Sukapura dari tanggal 24-28 Maret 2021.
Dikemukakan Johan SS, pelatih Persatuan Tinju Amatir Nasional (Pertina) Brebes, ketiga atlet adalah Meyrisa Dwiyanti medali perak di kelas 60 kg kategori elit women, Angling Kusuma medali perunggu di kelas 46 kg kategori mans, dan Faiza Fitra Nurwahid kelas 69 kg kategori elit mans.

“Ketiga adalah atlet binaan Pertina Brebes dibawah naungan Koni Brebes, dimana dua di antaranya adalah pelajar dari SMK Nurul Islam Larangan, yakni Meyrisa Dwiyanti dan Angling Kusuma,” bebernya, Senin pagi (29/3/2021).



Lanjut Johan, pihaknya merasa bangga dan bersyukur karena ketiga atletnya berhasil memboyong ketiga medali di event yang diikuti 27 sasana tinju Jabar dan Jateng, dimana Brebes dan Banyumas mewakili Jateng di ajang itu.

Setidaknya ada 131 atlet yang bertanding di 5 Kelas, yaitu kelas Mini Boy 8 tahun hingga Elite Man 30 tahun, dengan berat badan 26-81 kilogram.

“Ketiga atlet kami seharusnya bertanding di kategori junior dan youth karena mereka masih anak-anak, namun oleh panitia dimasukan kategori elit mens dan elit womens. Tapi tak masalah, untuk pengalaman mental bertanding sehingga mereka bisa lebih baik lagi kedepannya,” sambungnya.



Dari 3 petinju binaannya itu, hanya Faiza, adalah yang sering mengikuti pertandingan di berbagai daerah. Sementara bagi Meyrisa, ia baru satu kali mengikuti pertandingan, sedangkan bagi Angling Kusuma, ini adalah kali pertama adu jotos di event resmi.

“Untuk Meyrisa dan Angling Kusuma, akan kita persiapkan mengikuti ajang Popda dan seleksi nasional, sedangkan Faiza untuk persiapan kualifikasi Pra Porprov Jateng,” tandasnya.

Ditambahkannya, untuk pelaksanaan Popda dan Pra Porprov Jateng, masih menunggu kabar karena diundur terkait pandemi covid-19.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas doa dan dukungan dari semua warga Kabupaten Brebes, sehingga mereka berhasil mengharumkan nama Brebes di luar daerah,” pungkasnya. (Aan)

NUSANTARAEXPRESS, LABUHANBATU - Menindaklanjuti Putusan PHPU Mahkamah Konstitusi secara online, melalui video confrence tentang pemilihan ulang Pilkada serentak tahun 2020, bersama Dirjend Bina Keuangan daerah kementrian dalam negeri republik indonesia, Forkopimda Labuhanbatu melaksanakan kordinasi waktu pelaksanaan (Pemilihan Suara Ulang (PSU) diruang rapat Bupati Labuhanbatu jalan SM.Raja Rantauprapat Kecamatan Rantau Selatan Senin 29 Maret 2021.

Masuk dalam pembahasan rencana PSU yaitu 9 TPS yang tersebar di empat Kecamatan, Sembilan TPS yang diperintahkan PSU adalah TPS 005, TPS 007, TPS 009, TPS 010, dan TPS 013 Kelurahan Bakaran Batu Kecamatan Rantau Selatan. Kemudian TPS 009 dan TPS 017 Kelurahan Siringo-ringo Kecamatan Rantau Utara, dan TPS 003 Kecamatan Pangkatan, dan TPS 014 Kecamatan Bilah Hilir.



Mengawali agenda, Ketua KPU Labuhanbatu Wahyudi S.Sos, menjelaskan, Mulai hari ini pembentukan PPK dan PPS segera dimulai, untuk persiapan PSU pada tanggal 24 April 2021, saya berharap kepada Pemda labuhanbatu untuk kiranya KPU dibantu dan di fasilitasi agar ditanggal 24 April mendatang bisa melaksanakan PSU dengan baik.

Disebutkan Wahyudi, KPU dan Bawaslu akan memastikan dengan cermat data pemilih sesuai data rekam jejak KPU di seluruh TPS yang ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi untuk digelar PSU, agar tidak ada yang namanya data tumpang tindih nantinya yang mengakibatkan rawan konflik.

Dikesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Makmur SE, menyampaikan siap mensukseskan PSU dengan segala persiapan yang terbaik, baik dari segi pendanaan dan pengaktifan Gakumdu.

PLH Bupati Labuhanbatu Ir.Muhammad Yusuf Siagian, MMA dalam bimbingan dan arahannya memerintahkan dinas terkait untuk mempersiapkan segala sesuatunya yang diperlukan untuk pelaksanaan PSU pada 24 April mendatang, baik dana hingga sekretariat KPU.

Semoga PSU nantinya tidak menemui kendala dan dilancarkan Allah SWT,saya berharap kepada polres Labuhanbatu untuk memberikan pengamanan dan penindakan menjelang dan tibanya PSU nanti, ucapnya.

PLH Bupati juga menekankan kepada seluruh ASN Pemkab Labuhanbatu untuk bersikap netral pada PSU esok, karena bisa berpotensi pada pidana, tegasnya.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan SIK, MH, menyebutkan konflik pada PSU nanti saya perhitungkan sangat besar, dari itu, bersama kodim kami siap memberikan pengamanan di lokasi yang dijadikan PSU, kami akan berikan tindakan tegas terhadap kelompok-kelompok yang nantinya menjadi pemicu terjadinya keributan, dan terlebih kepada oknum ASN saya berhara netralitas saudara tetap terjaga, saya juga tidak akan segan-segan menindak saudara yang berlaku politik praktis.ujar AKBP Deni Kurniawan SIK, MH.

Dari rapat tersebut diperoleh keputusan, bahwa PSU pilkada kabupaten labuhanbatu ditetapkan pada tanggal 24 April 2021 mendatang.dengan pengawalan ketat dari Satbrimob Polda Sumatera Utara, Polres Labuhanbatu dan Kodim 0209/lb.

Rapat kordinasi yang di gelar lebih kurang dua jam ini diikuti PLH Bupati Labuhanbatu Ir.Muhammad Yusuf Siagian, MMA, Staf Ahli Bupati, Para Kepala OPD, Kaban BAPPEDA, Kabag Hukum,Kabag Protokoler, Camat Rantau Utara,Camat Rantau Selatan, Camat Pangkatan, Camat Bilahilir,OPS Dandim 0209/lb, KaPolres Labuhanbatu, Kajari rantauprapat, Ketua DPRD Labuhanbatu, Ketua Bawaslu dan Ketua KPU Labuhanbatu. [Rahmad]





NUSANTARAEPRESS, MAKASAR - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bersama Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. terjun langsung meninjau lokasi bom bunuh diri di Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel) yang terjadi pagi tadi, Minggu  (28/03/2021) pukul 10.28 Wita.


Tiba di Lanud Hassanudin pada pukul 19.53 Wita, Panglima TNI dan Kapolri langsung bergegas menuju lokasi TKP Gereja Katedral Makassar yang sedang digelar olah TKP.


Tiba di lokasi, Panglima TNI dan Kapolri langsung berdialog dengan pejabat TNI Polri setempat.




Dalam kegiatan ini, Panglima TNI menegaskan bahwa TNI siap mendukung Polri dalam menindak tegas seluruh aktor dan kelompok yang bertanggung jawab terhadap aksi ini.


Kemudian Panglima TNI dan Kapolri menuju RS Bhayangkara Makassar untuk menemui dan berdialog dengan para korban serta menyampaikan simpatik yang mendalam.


Autentikasi :

Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Laut (KH) Dr. Drs. Edys Riyanto, M.Si.




Diberdayakan oleh Blogger.