Tangerang Selatan, Aktual News Dewan Pimpinan Nasional Perkumpulan Pengacara Islam Dan Penasehat Hukum Islam Indonesia (DPN – PPIPHII) mengadakan kegiatan buka puasa bersama dengan anak-anak yatim piatu dan Bagi-bagi Takjil di Yayasan Ikhlasul Amal Umat, Jalan Bhayangkara 1, Ruko Duta Bintaro Blok AB 1/9, Kelurahan Paku Jaya – Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (08/05/2021).

Puluhan anak yatim piatu beserta DPP – PPIPHII mengikuti anjuran untuk menerapkan Protokol Kesehatan Covid -19 dengan menyediakan hand sanitizer, masker, tempat mencuci tangan dan menjaga jarak dalam menggelar kegiatan tersebut.

Muhamad Anwar, SH selaku Sekjen Dewan Pimpinan Nasional Perkumpulan Pengacara Islam Dan Penasehat Hukum Islam Indonesia (DPN – PPIPHII) mengatakan akan menjadi donatur tetap Yayasan Ikhlasul Amal Umat (Yayasan Yatim Piatu dan Dhuafa).

” Insyallah akan menjadi suatu donatur tetap setiap per tiga bulan sekali, dan kami dari DPN PPIPHII menginginkan adik adik dari Yayasan ini yang semangat belajar nya, anak yatim harus selalu semangat, tidak boleh kecil hati karena kita semua mempunyai derajat yang sama tinggi di mata Allah Swt, dan anggaplah kami semua disini sebagai orang tua kalian, ” Ujar Muhamad Anwar, SH selaku Sekjen DPN – PPIPHII.

Senada dikatakan Ibnu Nurdin Shambuana SH Selaku Ketua Bidang Kerja Sama Antar Lembaga dan Universitas Se Indonesia mengatakan kepada anak – yatim untuk tidak berkecil hati, anggaplah kami sebagai orang tua, karena kita semua mempunyai derajat yang sama tinggi di mata Allah SWT.

” Anak yatim harus selalu semangat, tidak boleh kecil hati karena kita semua mempunyai derajat yang sama tinggi di mata Allah Swt, dan anggaplah kami semua disini sebagai orang tua kalian,” tutup Ibnu

Sementara, pengurus Yayasan Ikhlasul Amal Umat (Yatim Piatu dan Dhuafa), Hamdan mengucapkan terhadap DPN PPIPHII atas kunjungannya ke yayasan Yatim dan Dhuafa, dan sudah berbagi terhadap anak – anak yatim.

” Alhamdulillah terima kasih atas Kunjungan dan bersilaturahmi Dewan Pimpinan Nasional Perkumpulan Pengacara Islam Dan Penasehat Hukum Islam Indonesia (DPN – PPIPHII) dalam acara Berbagi Takjil dan Bukber (Buka Bersama) Puasa dalam Bulan suci ramadhan ini, bulan penuh berkah. Yayasan kami bergerak juga selain bidang pendidikan, ada juga pendidikan bela diri, dan lain-lain, ” tutur Pak Hamdan selaku Pengurus dari Yayasan Ikhlasul Amal Umat (Yatim Piatu dan Dhuafa)

Puluhan anak yatim piatu dari Yayasan Ikhlasul Amal Umat (Yatim Piatu dan Dhuafa), nampak senang mengikuti kegiatan buka puasa bersama Organisasi Advokat Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perkumpulan Pengacara Islam Dan Penasehat Hukum Islam Indonesia (PPIPHII)

Para Pengurus DPN PPIPHII yang hadir Muhammad Anwar, SH, Selaku Sekjen, Rachman Joko Purnomo, SH, Muhammad Djien Sanjuan, SH, Ibnu Nurdin Shambuana, SH, Muhammad Indra Gunawan, SH, Emardani, SH. [Red/Akt-44/A. Suryani]

 

Aktual News

NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI), Ir. H. AA La Nyalla Mahmud Mattalitti atau yang akrab disapa La Nyalla Mattalitti, berkenan menerima kunjungan silahturahmi Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN-PPWI) di Rumah Dinas Ketua DPD-RI, Jl. Denpasar Raya No. 21 Kuningan Jakarta Selatan, Kamis, 6 Mei 2021. Hadir pada pertemuan itu, Ketua DPD-RI La Nyalla Mattaliti, didampingi Ketua Komite I DPD-RI, Fachrul Razi, SIP, MIP.

Sementara dari pihak PPWI, acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Umumnya, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA. Selain Lalengke, hadir juga sekitar 30-an pengurus dan anggota PPWI se-Jabodetabek dan Kabupaten Karawang. Di antara para anggota PPWI yang hadir dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan kekeluargaan itu, terlihat penceramah Ustad Anton Susanto atau yang akrab disapa UAS Betawi, dan Iriyanto, SH, MH yang sehari-hari bertugas di Kantor Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

Dalam pengantarnya, Ketua Komite I Fachrul Razi, yang adalah juga Sekretaris Jenderal PPWI, memperkenalkan sosok Ketua DPD-RI La Nyalla Mattalitti kepada para peserta. Fachrul juga memperkenalkan satu-per-satu peserta yang hadir kepada Ketua DPD-RI kelahiran Jakarta, 10 Mei 1959 itu. “Pak Ketua yang saya hormati, teman-teman yang hadir di sini umumnya adalah para pimpinan redaksi dan pengelola media. Karena situasi pandemi Covid-19, maka yang bisa hadir ini hanya sebagian kecil saja. Anggota PPWI di seluruh Indonesia sudah lebih dari 4000 orang saat ini, dan tidak kurang dari 300 media berada di jaringan kita,” ungkap Fachrul sambil ‘mengabsen’ satu-per-satu peserta yang sempat hadir dan nama medianya masing-masing.



Wilson Lalengke, yang berkesempatan melanjutkan pembicaraan dari Sekjen PPWI menambahkan penjelasan secara singkat tentang organisasi yang dipimpinnya. Lalengke mengungkapkan maksud kunjungan audiensi ini seraya menyampaikan rasa terima kasih atas penerimaan yang hangat dan penuh kekeluargaan dari Ketua DPD-RI dan Ketua Komite I. Sebagai organisasi masyarakat yang bergerak di bidang pers, kata Lalengke, PPWI ingin mengakomodir kegiatan-kegiatan DPD-RI dalam bentuk pemberitaan, sebab sejauh ini pihaknya menilai kerja DPD-RI perlu lebih diekspos secara luas.

"PPWI ini berbasis citizen journalism atau pewarta warga, yang mewadahi setiap warga masyarakat tanpa kecuali untuk melakukan fungsi-fungsi jurnalistik, yakni mengumpulkan informasi, menyimpan, mengolah dan mempublikasikan informasi, aspirasi, maupun gagasannya melalui media massa. Dengan 300-an media yang ada di dalam PPWI, kita siap mempublikasikan program, agenda kegiatan, pikiran, gagasan dan visi-misi Ketua DPD-RI," kata Lalengke yang saat itu duduk bersebelahan di sebelah kanan Ketua DPD-RI La Nyalla Mattalitti.

Terkait dengan program re-branding lembaga dan sosok Ketua DPD-RI di waktu-waktu mendatang, tambah Lalengke, pihaknya mengusulkan agar Ketua DPD-RI berkenan untuk tampil sebagai sosok pemimpin yang menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat melalui berbagai bentuk kebijakan lembaga DPD-RI. “Rakyat akan mencintai pemimpin yang dianggap mampu memberikan solusi dari persoalan yang mereka hadapi. Sekali rakyat mendapatkan bantuan dari seorang pemimpin dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya, maka ia akan jatuh cinta dan bersedia berkorban untuk membela pemimpinnya itu,” beber tokoh pers nasional ini penuh semangat.

Ketua DPD-RI, Ir. AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, saat memberikan sambutan dan arahannya pada pertemuan tersebut memanfaatkan kesempatan ini untuk memberikan motivasi kepada para peserta silahturahmi sekaligus menyampaikan komitmennya dalam membangun bangsa Indonesia. Untuk itu, pria yang dibesarkan di Surabaya ini menceritakan sejarah hidupnya yang penuh lika-liku perjuangan dengan dinamika yang tergolong ‘keras’.

“Saya dilahirkan di Jakarta pada tahun 1959. Karena ayah saya seorang dosen, yang pada saat saya masih kecil pindah ke Surabaya, maka saya ikut orang tua pindah ke Surabaya, dan bersekolah di sana,” kata La Nyalla Mattalitti memulai kisah hidupnya.

Saat masih sekolah itu, lanjutnya, dirinya sudah minta izin ke orang tua untuk tinggal di luar rumah dengan maksud ingin melatih diri dengan kehidupan yang sulit bersama dinamika kerasnya kehidupan Kota Surabaya. La Nyalla ingin melatih diri menghadapi dan mengatasi sendiri segala tantangan dan rintangan hidup tanpa harus menggantungkan diri kepada orang tuanya.

“Termasuk untuk biaya sekolah, saya cari sendiri. Saya berjualan buku sepulang sekolah, terutama buku-buku agama, saya beli dan jual di dekat masjid kepada orang-orang yang keluar masuk masjid. Dari situlah saya belajar mencari uang dan membiayai sekolah dan hidup saya,” ungkap mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur 2 periode itu. Hidup mandiri ini dijalaninya hingga menyelesaikan studi di SMA Negeri 3 Surabaya.

Setamat SMA, La Nyalla melanjutkan study non gelar ke Australia. Hal yang sama juga dilakoninya, yakni berusaha menghidupi diri sendiri dan membiayai kuliahnya dari usahanya sendiri. Ia hanya diberikan tiket ke Australia dan modal uang saku sebesar 500 USD. Di pesawat, dia pun berkenalan dan menjalin hubungan komunikasi dengan sesama penumpang pesawat seraya menceritakan tujuannya ke Negeri Kangguru tersebut.

Di Australia, mantan Ketua Umum PSSI itu bekerja sebagai tukang cuci piring. “Sepulang kuliah, saya bekerja sebagai tukang cuci piring. Saya manfaatkan waktu untuk bekerja mencari uang agar bisa bertahan hidup dan membiayai kuliah saya tanpa meminta uang dari orang tua,” ujar La Nyalla Mattalitti.

Sepulang dari Australia, kembali dia berusaha hidup mandiri. La Nyalla muda ini bekerja sebagai sopir angkot sambil kuliah di Universitas Brawijaya. “Saya tidak ingin terlihat sebagai anak yang gagal, apapun pekerjaan halal saya kerjakan. Saya jadi sopir angkutan kota untuk mendapatkan uang guna membiayai hidup dan ongkos kuliah saya,” katanya. Ia kemudian tamat kuliah dari Unbraw pada tahun 1984 dengan gelar Insinyur Tehnik Sipil.

Pada episode hidup selanjutnya, cerita Senator dari Jawa Timur ini, dia kemudian merintis karir sebagai pengusaha di bidang penyelenggaraan pameran. Event pameran pertamanya gagal total. Pameran itu tidak memberikan keuntungan, justru malah membebaninya dengan hutang sebesar 180 juta rupiah di tahun 1989. Ia kemudian harus membayar utang itu dengan mencicil.

Walau demikian, La Nyalla tidak putus asah. Ia kemudian meminjam dana lagi kepada sponsor (Maspion – red) sebesar 5 juta rupiah untuk menyelenggarakan pameran. Kali ini, pria murah senyum itu mempersiapkan pelaksanaan pameran dengan sebaik-baiknya. “Sponsor saya heran, saya rugi 180 juta dari kegiatan pameran, tapi mau pinjam dana lagi untuk melakukan usaha yang sama, menyelenggarakan pameran lagi,” ungkapnya mengenang sejarah perjuangannya itu.

Bersyukur, penyelenggaraan pameran kedua atas dukungan dana 5 juta dari PT. Maspion berhasil dengan sukses. Dari kegiatan ini, La Nyalla mendapatkan keuntungan besar yang digunakannya untuk membayar hutang-hutangnya, sisanya untuk membeli mobil dan kebutuhan hidup lainnya.

Keberhasilan La Nyalla Mattalitti pada pelaksanaan pameran kedua itu berdampak positif dan menjadi awal melejitnya sosok putra dari Mahmud Mattalitti itu sebagai pengusaha muda Jawa Timur. Bagaimana tidak, sejak keberhasilannya tersebut ia digandeng oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menyelenggarakan pameran tahunan bernama “Surabaya Expo” yang dimulai sejak tahun 1990 hingga 2001.

Selain menjadi pengusaha dengan jabatan sebagai Manajer PT Airlanggatama Nusantara Sakti, Komisaris PT Airlangga Media Cakra Nusantara, dan Komisaris PT Pelabuhan Jatim Satu, La Nyalla juga aktif di berbagai organisasi sosial kemasyarakatan dan bisnis. “Saya aktif dan terpilih sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Timur. Pada 1993, saya terpilih sebagai Ketua Pemuda Pancasila (PP) Jawa Timur. Dan saya juga pernah menjabat sebagai Ketua KONI Jawa Timur,” tutur La Nyalla Mattalitti.

Di dunia politik, La Nyalla Mattalitti, memulai karirnya dengan menjadi Ketua DPW Partai Patriot Pancasila Jawa Timur pada tahun 2003. Ia kemudian melanjutkan jabatan kepemimpinan di partai yang didirikan oleh para tokoh Pemuda Pancasila itu sebagai Ketua DPW Partai Patriot untuk periode 2008-2013.

Kiprahnya di tingkat nasional dimulai sejak La Nyalla, yang merupakan keponakan mantan Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali itu, terpilih menjadi Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) atas prakarsa Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) pada tahun 2011. “Saya kemudian terpilih lagi menjadi Ketua Umum PSSI dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Surabaya pada tanggal 18 April 2015,” imbuh La Nyalla Mattaliti.

Pada bagian terakhir cerita hidupnya, lelaki berbadan tinggi besar ini, menuturkan tentang terpaan prahara yang menimpanya. Media dimana-mana gencar memberitakan tentang kasus dugaan korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur sebesar 5,3 miliyar yang melibatkan nama La Nyalla. Tidak hanya itu, pria yang pernah didapuk menjadi Anggota Kehormatan Partai Bulan Bintang ini juga disangkutkan dengan dugaan korupsi di tubuh PSSI.

Dengan suara sedikit tergetar, La Nyalla menceritakan bahwa itulah masa-masa tersulit dalam hidupnya. Ia harus menanggung beban berat, terutama secara psikologis, sebagai putra yang lahir dari keluarga saudagar kaya terhormat di Sulawesi Selatan dan ayahnya sebagai dosen yang pernah menjabat sebagai salah satu pimpinan di Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya.

“Tapi saya harus tegar menghadapi segala tuduhan itu. Alhamdulillah, semuanya bisa saya tepis, delapan kali saya dikasuskan, dan semuanya saya menangkan, termasuk gugatan praperadilan yang saya ajukan sebanyak 2 kali, saya menangkan keduanya. Akhirnya saya dinyatakan bebas murni dari seluruh tuduhan dan tuntutan hukum yang ditimpakan kepada saya,” beber La Nyalla Mattalitti.

Sebagaimana diketahui bersama, pada pemilu 2019 lalu La Nyalla Mattalitti terpilih menjadi Anggota DPD-RI dari daerah pemilihan Provinsi Jawa Timur dengan nomor urut 2. Ia kemudian menjadi Ketua DPD-RI masa jabatan 2019-2024. "Saya ingin berjuang membuat DPD-RI lebih kuat dan lebih bermanfaat bagi daerah. Saya membutuhkan rekan-rekan PPWI untuk membantu kerja-kerja kami di lembaga DPR-RI agar masyarakat tahu dan mendukung bersama peningkatan kinerja lembaga parlemen kita itu bagi kepentingan semua daerah,” pungkas La Nyalla Mattalitti berpesan.

Acara temu silahturahmi PPWI dengan Ketua DPD-RI itu kemudian diakhiri dengan foto bersama. Sebelum foto bersama dimaksud, Ketua Umum PPWI didaulat untuk menyematkan Uniform (baju seragam) PPWI kepada senator yang terkenal rajin menjalankan ibadah Puasa Daud, sholat dhuha dan tahajud ini. La Nyalla Mattalitti kemudian menyatakan berkenan menjadi salah satu Dewan Penasehat PPWI Nasional. (APL/Red)

NUSANTARAEXPRESS, PAPUA - Kejahatan Kelompok teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM) dinilai sudah dikenal sejak lama. Mulai dari membunuh guru, membantai warga, hingga membakar sekolah tempat anak-anak Papua belajar merajut masa depan, sudah lama menjadi berita.

"Ibaratnya sebuah keluarga, para pimpinan teroris Papua itu tak lebih dari jenis orang yang tega menipu anggota keluarga sendiri,” kata Ketua Aliansi Mahasiswa dan Milenial Indonesia (AMMI), Nurkhasanah, Jumat (7/5/2021).

Nurkhasanah menunjuk kisah Tenius Tebuni, seorang eks anggota teroris OPM yang bertahun-tahun mengikuti kelompok teror itu melakukan petualangan kriminalnya meneror warga Papua.

Untunglah, kata Nurkhasanah, Tenius Tebuni yang menjadi anggota Kelompok Teroris OPM dari kelompok teroris Rambo Lokbere pimpinan teroris Egianus Kogoya itu akhirnya sadar. Tebuni kini kembali ke pangkuan NKRI dan menyatakan tobat.

“Dia bilang, selama bertahun-tahun menyaksikan kekejaman kelompoknya, hatinya menjerit tiap kali menyaksikan penyiksaan dan kekejian yang dilakukan kelompoknya terhadap warga. Bukan hanya warga Papua yang berasal dari pendatang, tapi juga warga asli," kata dia.

Menurutnya, orang-orang asli Papua yang direkrut kelompok teroris OPM seperti Tenius Tebuni, bukan jenis orang yang punya kehendak macam-macam. Mereka orang-orang sederhana yang urusannya pun tak lebih dari hal-hal primer semata.

“Tenius bilang, mereka direkrut teroris OPM dengan janji cukup makan, rokok dan uang. Namun seiring berjalannya waktu, janji tersebut tak satu pun pernah terwujud," jelas Nurkhasanah.

Dia berharap, akan lebih banyak lagi Tebuni-Tebuni lain yang sadar bahwa apa yang mereka lakukan hanya menggapai fatamorgana sembari terus menumpuk dosa. Sejatinya memang kian banyak anggota Teroris OPM yang sadar dan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Selasa (5/5) lalu, misalnya. Menurut berita yang dibagikan Instagram resmi Divisi Humas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), sekelompok eks teroris OPM yang dikepalai Gubernur Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) Alex Hamberi beserta 17 orang anggota kelompoknya kembali memeluk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Alex turun gunung membawa anggotanya ke Kampung Sima, Distrik Your, Kabupaten Nabire, Papua, untuk menandatangani pernyataan sikap ikrar setia ke NKRI. Selain orang-orang tersebut, lima anggota lainnya berhalangan hadir, namun mengikuti langkah rekan-rekan mereka untuk kembali ke pangkuan NKRI.

Nurkhasanah mengatakan, penyerahan diri sejumlah anggota NRFPB itu tak lepas dari usaha aparat keamanan yang tak jemu mendekati dan penggalangan. Dengan begitu, lama-lama kelompok tersebut dengan sepenuh hati dan tanpa tekanan maupun paksaan menyatakan berhenti dari petualangan mereka, keluar dari aktivitas terror kelompok teroris OPM.

“Jadi wajar bila AMMI menyatakan penghargaan dan rasa hormat untuk semua kiprah kebaikan yang terus berkesinambungan dilakukan aparat Polri dan TNI di Papua. Mereka itu orang-orang khusus dengan hati tulus, karena mampu bertahan untuk memberi kebaikan sekali pun di dalam negeri kurang diapresiasi," pungkasnya. (**)

NUSANTARAEXPRESS, ACEH SELATAN - Babinsa jajaran Kodim 0107/Aceh Selatan terus aktif menghimbau warga Desa binaannya untuk terus disiplin dalam menerapkan anjuran Protokol Kesehatan.

Seperti yang di lakukan Babinsa Koramil 08/Bakongan Koptu Nafeti Menrofa di Desa Keude Bakongan Kecamatan Bakongan Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu (08/05/2021).

Disebutkan Koptu Menrofa, melalui kegiatan Komsos, ia terus mengedukasi warganya untuk disiplin menerapkan anjuran Protkes tersebut. Hal itu di lakukan sebagai langkah dan upayanya meminimalisir dan memutuskan penyebaran Covid-19 di wilayah Desa binaannya.

Dalam kegiatan ini, Koptu Menrofa juga membagi-bagi masker kepada masyarakat Desa binaannnya.



"Hal ini akan terus kami lakukan demi meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengubah pola hidup tentang kedisiplinan dalam menerapkan anjuran protokol kesehatan di kehidupan sehari-hari."ucap Koptu Menrofa.

Menurut Koptu Menrofa, di tengah pandemi Covid-19 kedisiplinan dan kepatuhan anjuran Protokol Kesehatan (Protkes) harus benar-benar di terapkan dalam kehidupan sehari-hari guna melindungi diri dari tertularnya dari Virus Corana tersebut.

"Kita ketahui juga, saat ini peningkatan penyebaran covid-19 ini termasuk di aceh selatan sedang naik. Oleh karena itu. Kami harapkan kepada warga untuk tidak lelah dan lengah terhadap kepatuhan menerapkan anjuran protokol kesehatan.

Karena salah satu langkah nyata kita untuk menghambat penyebaran covid-19 ini yakni dengan terus aktif menerapkan anjuran protkes dalam kehidupan sehari-hari serta di barengi dengan menjaga pola hidup sehat dan meningkatkan imun tubuh."tutupnya. [Husni]

NUSANTARAEXPRESS, LABUHANBATU - Netralitas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Labuhanbatu di Pertanyakan dalam Pilkada Bupati-Wakil Bupati Labuhanbatu, Pasalnya baru 2 menit surat pemberitahuan di terima kuasa Hukum Paslon ASRI Nomor urut 03 H. Andi Suhaimi Dalimunthe, ST.,MT dan Faizal Amri Siregar, Nasir Wadiansan Harahap di Kantor Bawaslu Labuhanbatu sudah beredar di Media Sosial. Anehnya yang memposting surat tersebut diduga orang-orang dari Paslon 02 Era, Jum'at (7/5/2021).

Informasi yang diperoleh awak media ini dari kuasa hukum ASRI Nasir Wadiansan Harahap pertama kali yang memposting foto salinan surat pemberitahuan tersebut akun facebook Bersama Era Kita Bisa dikolom komentar postingan akun Facebook Sugianto, Kata Nasir di Rantauprapat.

Nasir Wadiansan Harahap kepada awak media ini menuturkan, "Jadi saya sekitar pukul 22:03 wib, ditelepon salah seorang petugas di Bawaslu bernama Fahmi, kata beliau ada surat yang mau disampaikan. Kemudian dipukul 22:14 Wib kita bertemu, dan suratnya kita terima, lalu saya teken surat tanda terima dokumen, terus kita berfoto sekitar pukul 22:20 Wib.

Setelahnya pihak Bawaslu yang bernama saudara Pahmi dan rekannya itu keluar pulang, Kemudian saya lihat lah isinya ternyata ada surat dari Bawaslu untuk tim kuasa hukum ASRI itu bentuknya permohonan penyelesaian sengketa pemilihan Bupati ditolak." Sambungnya

Alangkah terkejutnya saya ketika teman saya bernama Sugianto melihat ada surat yang baru saya lihat, suratnya itu sudah di posting di Facebook oleh akun yang bernama Bersama Era Kita Bisa dikolom komentar postingannya, jadi Sugianto mengirim sama saya surat yang barusan saya terima tadi yang sudah di posting di Facebook melalui pesan Whastapp, terang Nasir

Katanya lagi, Pada saat menerima surat itu saya bersama teman saudara Azhar Harahap, dia yang ikut dan memfoto waktu serah terima dokumen tersebut, dan Saya tunjukkan surat yang dikirim sama Sugianto ini dengan surat yang saya terima itu sama isinya, kemungkinan sebelum surat ini saya terima sudah ada yang memfoto dokumen ini dan sudah beredar di facebook.

Lebih lanjut Nasir mengatakan, "Terkait postingan tersebut, sangat merugikan ASRI dan ini kita mempertanyakan netralitasnya Bawaslu kenapa ini bisa bocor dan kenapa kok Bawaslu teledor padahal ini dokumen resmi."

Atas kejadian tersebut, Kita akan membahas ini bersama tim kuasa hukum ASRI dan kita akan menempuh jalur hukum karena menurut kita pihak ASRI dirugikan dengan kebocoran dokumen itu, Tegas Nasir.

Terpisah terkait dokumen resmi Bawaslu yang bocor dan beredar di media sosial Facebook awak media ini mengkonfirmasi Ketua Bawaslu Kabupaten Labuhanbatu, Makmur Munthe melalui pesan Whastappnya mengatakan, "Ijin ketua. Saya lagi dimedan...coba konfirmasi ke Kordiv Sengketa...Zuliandi Simatupang..ini kukirim no hp nya," Sebut Makmur Munthe.

Menindak lanjuti arahan Ketua Bawaslu Makmur Munthe, selanjutnya awak media ini mengkonfirmasi Andi Simatupang selaku Kordiv Sengketa lewat pesan Whastapp. Hingga berita ini diterbitkan redaksi Andi Simatupang belum memberikan jawaban atas pertanyaan awak media walau terlihat tanda centang biru sudah dibaca yang bersangkutan. [Rahmad]

Labuhanbatu, Aktual News-Netralitas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Labuhanbatu di Pertanyakan dalam Pilkada Bupati-Wakil Bupati Labuhanbatu, Pasalnya baru 2 menit surat pemberitahuan di terima kuasa Hukum Paslon ASRI Nomor urut 03 H. Andi Suhaimi Dalimunthe, ST.,MT dan Faizal Amri Siregar, Nasir Wadiansan Harahap di Kantor Bawaslu Labuhanbatu sudah beredar di Media Sosial. Anehnya yang memposting surat tersebut diduga orang-orang dari Paslon 02 Era, Jum’at (7/5/2021).

Informasi yang diperoleh awak media ini dari kuasa hukum ASRI Nasir Wadiansan Harahap pertama kali yang memposting foto salinan surat pemberitahuan tersebut akun facebook Bersama Era Kita Bisa dikolom komentar postingan akun Facebook Sugianto, Kata Nasir di Rantauprapat.

Nasir Wadiansan Harahap kepada awak media ini menuturkan, “Jadi saya sekitar pukul 22:03 wib, ditelepon salah seorang petugas di Bawaslu bernama Fahmi, kata beliau ada surat yang mau disampaikan. Kemudian dipukul 22:14 Wib kita bertemu, dan suratnya kita terima, lalu saya teken surat tanda terima dokumen, terus kita berfoto sekitar pukul 22:20 Wib.

“Setelahnya pihak Bawaslu yang bernama saudara Pahmi dan rekannya itu keluar pulang, Kemudian saya lihat lah isinya ternyata ada surat dari Bawaslu untuk tim kuasa hukum ASRI itu bentuknya permohonan penyelesaian sengketa pemilihan Bupati ditolak.” Sambungnya.

Alangkah terkejutnya saya ketika teman saya bernama Sugianto melihat ada surat yang baru saya lihat, suratnya itu sudah di posting di Facebook oleh akun yang bernama Bersama Era Kita Bisa dikolom komentar postingannya, jadi Sugianto mengirim sama saya surat yang barusan saya terima tadi yang sudah di posting di Facebook melalui pesan Whastapp, terang Nasir.

Katanya lagi, Pada saat menerima surat itu saya bersama teman saudara Azhar Harahap, dia yang ikut dan memfoto waktu serah terima dokumen tersebut, dan Saya tunjukkan surat yang dikirim sama Sugianto ini dengan surat yang saya terima itu sama isinya, kemungkinan sebelum surat ini saya terima sudah ada yang memfoto dokumen ini dan sudah beredar di facebook.

Lebih lanjut Nasir mengatakan, “Terkait postingan tersebut, sangat merugikan ASRI dan ini kita mempertanyakan netralitasnya Bawaslu kenapa ini bisa bocor dan kenapa kok Bawaslu teledor padahal ini dokumen resmi.”

Atas kejadian tersebut, Kita akan membahas ini bersama tim kuasa hukum ASRI dan kita akan menempuh jalur hukum karena menurut kita pihak ASRI dirugikan dengan kebocoran dokumen itu, Tegas Nasir.

Terpisah terkait dokumen resmi Bawaslu yang bocor dan beredar di media sosial Facebook awak media ini mengkonfirmasi Ketua Bawaslu Kabupaten Labuhanbatu, Makmur Munthe melalui pesan Whastappnya mengatakan, “Ijin ketua. Saya lagi dimedan…coba konfirmasi ke Kordiv Sengketa…Zuliandi Simatupang..ini kukirim no hp nya,” Sebut Makmur Munthe.

Menindak lanjuti arahan Ketua Bawaslu Makmur Munthe, selanjutnya awak media ini mengkonfirmasi Andi Simatupang selaku Kordiv Sengketa lewat pesan Whastapp. Hingga berita ini diterbitkan redaksi Andi Simatupang belum memberikan jawaban atas pertanyaan awak media walau terlihat tanda centang biru sudah dibaca yang bersangkutan. [ Red/Akt-01 ]

 

 

Aktual News

NUSANTARAEXPRESS, PAPUA - Kelompok Teroris OPM kembali melakukan terornya dengan menembaki Polsek dan membakar rumah penduduk.

Dari informasi yang diterima pada Jumat (7/5) sekitar pukul 19.01 WIT telah terdengar 2 kali tembakan dari Kampung Kimak dan PT Unggul yang diarahkan ke kantor Polsek dan diduga dilakukan oleh Kelompok Teroris Parengen anak buah Kelompok Teroris Lerrymayu, dan termonitor oleh drone bahwa kelompok Teroris OPM telah membakar satu rumah penduduk,namun tidak ada korban dari masyarakat.

Hal ini dibenarkan Humas Kasatgas Ops Nemangkawi Kombes, Pol M. Iqbal Alqudusy, dan dengan tegas Iqbal menyatakan bahwa hasil croscek akhir kelompok Teroris OPM telah membakar rumah kayu milik Yorin Tabuni (OAP) yang berada di Kampung Kimak Distrik Ilaga.

Yorin Tabuni sendiri bekerja sebagai pegawai Dinas Sosial Kabupaten Puncak, dan pada saat ini berada di Timika untuk mengurus beras dinas sosial.

Sedangkan akibat aksi dari Kelompok Teroris OPM ini tidak ada korban dari masyarakat bahkan masyarakat yang mengungsi juga tidak ada. (**)

NUSANTARAEXPRESS, LABUHANBATU - Jumat 07 Mei 2021 Polres Labuhanbatu bergabung dengan Kodim 0209/LB bertempat di Jalinsum Kota Pinang Labusel tepatnya di depan Lapangan SBBK melakukan penyekatan antisipasi pemudik jelang lebaran dan melakukan tes Urin kepada awak kenderaan umum yang melintas.

Sebanyak 41 Personil gabungan diturunkan Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan,SIK.,MH terdiri dari 12 Personil Sat Narkoba,Lantas,Intel dan URKES masing-masing masing 4 Personil,12 Personil Polsek Kota Pinang dan 4 Personil Kodim yang dipimpin Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu,MH.



Sebanyak 50 Orang Awak Kenderaan yang melintas dilakukan tes Urin dengan hasil sebanyak 4 Orang positif Urin nya mengandung zat methafetamine yaitu berinisial AJS Lk 31 Th,NNP Lk 19 Th,FS Lk 36 Th dan KP Lk 27 Th yang saat ini masih diambil keterangannya dalam berita acara interogasi untuk diketahui dari mana sumber narkoba yang mereka pergunakan.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan,SIK.,MH didampingi Dandim 0209/LB Letkol Asrul Kurniawan Harahap.,SE.,M.Tr.Han bersama Unsur Muspida Labusel memantau pelaksanaan kegiatan penyekatan dan tes Urin tersebut.

Oleh Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan merupakan tindak lanjut dari himbauan pemerintah yang melarang warga mudik dalam perayaan Idul Fitri Tahun ini mengantisipasi terjadi kluster Virus Corona,Kita harus belajar dari peristiwa yang terjadi di India adanya lonjakan penyebaran CORONA setelah perayaan keagamaan di sungai Gangga,kami menghimbau warga Selabuhanbatu Raya mari rayakan Idul Fitri di rumah masing masing dan kita tunda mudik untuk kesehatan dan keselamatan.

Sekira pukul 15.00 WIB kegiatan Tes Urin selesai selanjutnya Rombongan Kapolres, Dandim dan Muspida Labusel meninjau Pos PAM di Perbatasan Sumut-Riau. [Rahmad]

Serang, Aktual News– Berawal dari masalah insprastruktur pekerjaan Proyek Jalan Desa Rabat Beton di kampung Kondang Desa Bandung Kecamatan Bandung Kabupaten Serang Provinsi Banten, Pengerjaan jalan tersebut menjadi pemicu permasalahan Warga dan pihak Desa Bandung.

Tujuh warga kampung kondang yang bekerja selama 3 hari berturut turut di berikan upah tidak sesuai Oleh Kosim selaku Stap Desa bagian ke uangan yang bertanggung jawab dalam Pengerjaan rabat beton tersebut.

awal mulanya warga kampung kondang ditawarkan pekerjaan pengecoran perbaikan jalan Oleh RT 04 Sakam untuk mengerjakan Perbaikan jalan, pada saat musyawarah awal Masyarakat dengan pimpinan pelaksana menyepakati dengan pemborongan insprastruk yang di karyakan pada pemuda setempat dengan sistem borong dengan nominal upah 5 juta tetapi masyarakat menolak dan lanjut bernegosiasi akhirnya ada titik temu pengerjaan menjadi harian perhari 700 ribu untuk 8 Pekerja pada saat pengerjaan berjalan dan pekerja diberikan upah yang sesuai kesepakatan 700 ribu akan tetapi yang seharusnya 700 ribu dipotong 200 ribu dengan alasan Potongan mandor 100 ribu, potongan tukang 100 ribu, dan masyarakat mempertanyakan Mandor dan tukang tersebut karna saat bekerja mandor dan tukang itu tidak ada dan uang 200 ribu tersebut kemana.
Rabu, (5/5/2021).

Setelah tiga hari berjalan dengan adanya perubahan pembayaran masyarakat dan pimpinan proyek kembali bermusyawarah dengan pelaksana dari Stap Desa Bandung bagian keuangan yaitu Kosim, karna merasa tidak sesuai masyarakat mundur, Pengerjaan pun dilanjutkan oleh masyarakat luar tapi masih Desa Bandung dan beda kampung.

Warga kampung Kondang yang diwakilkan oleh Abdul menjelaskan pada awak media ” awalnya masalah pekerjaan RT 04 Sakam konfirmasi ke Abdul bahwa jalan Desa kampung kondang akan diperbaiki dan Masyarakat sekitar menjawab pekerjanya masyarakat sekitar bukan dari luar.

Pelaksana kerja dari stap Desa bandung Kosim menawarkan upah kerja pada masyarakat dengan upah 700 ribu, sudah dikerjakan tiga hari pembayaran nya robah lagi kata Kosim sama masyarakat ” udah jangan harian borongan aja waktu awal minta lima juta sama saya sudah dikerjakan harian malah robah lagi malah diturunkan 3,5 juta sama Kosim dan masyarakat mundur dari pekerjaan nya.

Upah harian 700 ribu yang harusnya masyarakat yang bekerja disitu dengan jumlah 8 Orang dipotong 200 oleh Kosim dengan alasan potongan Mandor 100 ribu dan tukang 100 ribu akan tetapi mandor dan tukangnya kami tidak tahu karna saat kami bekerja orang orang itu tidak ada ditempat.

Abdul menanyakan pada Kosim mandor dan tukangnya mana, Kosim menjawab pada abdul udah itu mah urusan saya, masyarakat mah gak usah tahu urusan saya itu mah “, Ucap Abdul.

Stap Desa Bandung Kosim selaku pelaksana Proyek infrastruktur jalan Desa rabat beton mengatakan ” menyikapi aduan tersebut dari warga kampung Kondang terkait pembayaran ada tidak yang tidak menerima honor selama 3 hari 5 orang, 3 hari 5 Orang perharinya 100 ribu sama dengan 1500 ribu.

terkait dengan RAB yang membuat RAB itu pihak Desa konsultasi dengan PJTI luar biasa itu dari bulan Januari sampai dengan bulan Maret “, Tegas Kosim.

Pada saat awak media memberikan himbauan Pada Camat Bandung Subur dengan melihat beberapa Warga yang tidak menggunakan masker, awak media meminta pada camat Bandung agar warga tersebut diberikan masker karna Masa pademi Covid-19, menghindari Adanya Virus Corona dan Camat Bandung Kab.Serang memanggil awak media dengan nada kesal karna awak media meminta meminta dan menghimbau warganya yang tidak menggunakan masker, Camat Bandung Subur Berkata dengan nada kesal ” Jangan tunjuk tunjuk tepuguh Ente” kata Subur. [ Red/Akt-26/Har ]

 

 

Aktual News

Tigaraksa, Aktual News
Situmeang, penasehat Media Online Indonesia ( MOI ) Kabupaten Tangerang bersama Muttaqien Rachman Ketua Umum ( Ketum ) Perkumpulan Pedagang keliling Banten ( PPKB ) Kabupaten Tangerang Jum’at 07/05/2021,16:30 WIB berbagai santunan kepada anak yatim acara tersebut berlangsung di kantor sekretariat MOI, perum PWS Tigaraksa Blok AI, IE 04/26 Rt 001/003.Ds Margasari Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang.

Dalam sambutannya panesehat DPC MOI Bpk Situmeang yang mewakilkan direktur LBH Andri Situmeang SH,MH dihari yang penuh keberkahan bersama perkumpulan pedagang keliling Banten, mengatakan pedagang kaki lima adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan, artinya dengan adanya wadah seperti perkumpulan pedagang keliling Banten di bulan ramadhan ini dan menjelang hari raya idul fitri 1 Syawal 1442 H, Muttaqien ketua umum PPKB yang di dampingi oleh bendahara dan humas PPKB, mengadakan santunan kepada anak yatim dan berbagi takjil setelah acara santunan selesai selanjutnya acara dilanjutkan pembagian masker kepada masyarakat dan warga perum PWS Tigaraksa.

Muttaqien juga mengatakan kepada awak media AktualNews acara santunan dan berbagi takjil kedepannya akan menjadi agenda tersendiri bagi perkumpulan pedagang keliling Banten, Muttaqien juga mengatakan semoga pandemi covid-19 ini segera berakhir agar masyarakat bisa beraktivitas normal kembali ujarnya.
[ Red/Akt-26/Har ]

 

Aktual News

 

NUSANTARAEXPRESS, LABUSEL - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Labuhanbatu Selatan, melaksanakan rapat penetapan pasangan calon Bupati dan wakil Bupati di Ruangan Rapat Kantor DPRD, Jum'at (7/05/2021).

Rapat Paripurna dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Labuhanbatu selatan H. Zainal, Hrp, PJ. Bupati yang dalam hal ini diwakili PJ. Sekdakab Drs. Fuadi M,Ap, ketua Bawaslu H. Hajiddin Hrp ketua KPUD Efendi Pasaribu, Kapolres Labuhan Batu AKBP Deni Kurniawan. Sik.MH, Kapolsekta Kota pinang AKP Bambang G Hutabarat, SH. MH, Danramil 11 kota pinang Mayor Inf Tamrin, Hsb, Muhammad Alinafiah Saragih SH dan sejumlah Anggota DPRD kabupaten Labuhanbatu Selatan, serta OPD di lingkungan Pemkab Labuhanbatu Selatan dan keluarga Bupati-wakil Bupati terpilih.



Rapat Paripurna pengumuman Penetapan Bupati dan wakil Bupati terpilih yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Labusel H. Zainal, Hrp dari Fraksi PDI Perjuangan.

Pantauan NusantaraExpress, rapat tersebut tidak dihadiri sejumlah Fraksi yang antara lain dari Fraksi Patai Amanat Nasional (PAN) dan partai Gerindra, namun acara tetap berjalan lancar.

Rapat paripurna tersebut dihadiri 19 Anggota dari 35 Anggota DPRD Labuhanbatu Selatan.



Dalam kesempatannya PJ. Bupati Labuhanbatu Selatan Alfi Syahriza.ST. M.Sc dalam hal ini diwakil PJ. Sekdakab Labuhanbatu Selatan Drs. Fuadi. M.Ap dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh penyelenggara Pilkada.

"Terimakasih kepada KPUD, Bawaslu dan TNI - Polri yang telah mensukseskan Pilkada sampai tahapan PSU pada tanggal 24 April 2021 kemaren".

Rapat Paripurna ditutup oleh Wakil Ketua DPRD Labuhanbatu Selatan H. Zainal, Hrp dan diakhiri acara pengambilan foto bersama untuk dokumentasi. [Irvan]
Diberdayakan oleh Blogger.