Siantar,Aktual News Dalam rangka perpanjangan Idul Fitri 1442 H dimasa pandemi covid -19 tahun 2021 , Polres Pematangsiantar bersama Intansi terkait kota Pematangsiantar gelar Rapat Kordinasi yang dipimpin oleh Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar S.I.K. bertempat di Aula Widya Satya Brata Polres Pematangsiantar , Senin 17/5/2021.

Kegiatan tersebut di hadiri Oleh Wakil Wali Kota Tigor Sitorus, SE, Kasdim 0207/SML Mayor Infantri F Sidauruk, Dandenpom 1/I BB Mayor CPM Binson Simbolon SH,MH .waka Polres Pematangsiantar , Sekretaris Gugus Tugas Covid 19 Pematangsiantar Drs.DANIEL SIREGAR ,kadis Kesehatan ,Para Direktur Rumah Sakit se Kota Pematangsiantar ,Para kabag,Kasat dan Kapolsek jajaran dinasperhubungan , Kota Pematangsiantar.

Kapolres Pematangsiantar AKBP BoySutan Binanga Siregar S.I.K. menyampaikan dalam rangka pelaksanaan Rapat Koordinasi dalam rangka perpanjangan Pengamanan Hari raya Idul Fitri 1442 H tahun 2021 di masa Pandemi Covid-19 th 2021 di Wilayah Hukum Polres Pematangsiantar yang nantinya dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Perpanjangan Operasi “KETUPAT TOBA-2021” bertujuan untuk mengantisipasi masuk dan keluarnya masyarakat untuk perjalanan mudik yang berpotensi terjadinya penyebaran Covid-19 di Wilayah Kota Pematangsiantar yang dilaksanakan secara terpadu antar fungsi dengan melibatkan Stakeholder terkait untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19.

Pada Kesempatan ini Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar S.I.K menyebutkan Angka Pasien Covid 19 di Kota Pematangsiantar sudah 201 orang dengan 21 pasien yang telah meninggal dunia maka mari kita bersama sama untuk melakukan pencegahan Covid 19,dimohon kepada satgas Covid 19 dan Kadis Kesehatan agar menambah tenaga kesehatan dan memberikan dukungan alat Swab Antigen di Pos-pos Penyakatan secara maksimal dan melakukan Tes secara acak kepada masyarakat yang melintas untuk mengetahui transmisi penyebaran Covid-19,dan menambah tempat tidur di ruangan untuk pasien Covid 19.

Tugas Pencegahan Covid-19 di titik beratkan kepada satgas Covid-19 dan Dinas Kesehatan untuk Polri dan TNI melakukan Back Up dan membantu penuh Satgas dan Dinas Kesehatan dan menanggulangi Covid-19 di Kota Pematangsiantar, Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kita dalam melanjutkan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan Negara. [ Red/Akt-35/Ansary ]

 

 

Aktual News

Jakarta, Aktual News – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendesak agar kekosongan jabatan Wakil Wali Kota Padang segera diisi. Menurut LaNyalla, pemerintahan tidak boleh pincang akibat kondisi tersebut.

Jabatan Wakil Wali Kota Padang kosong setelah Wakil Wali Kota sebelumnya, Hendri Septa, dilantik sebagai Wali Kota Padang definitif, menggantikan Mahyeldi Ansarullah. Sementara Mahyeldi Ansarullah ditetapkan menjadi Gubernur Sumatera Barat 2021-2024.

“Kekosongan ini sebaiknya segera diisi agar tidak mengganggu pelayanan publik. Jalannya pemerintahan pun tidak boleh terganggu,” tutur LaNyalla, Senin (17/5/2021).

Mengenai siapa yang seharusnya mengisi posisi tersebut, LaNyalla menyerahkan pada mekanisme yang berlaku.

“Pemilihan wakil wali kota harus berdasarkan mekanisme dan aturan yang ada. Namun, sebaiknya dilakukan secara transparan kepada publik,” katanya.

Namun, LaNyalla mengingatkan kepada siapa pun yang menjabat agar berperan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Peningkatan kesejahteraan masyarakat harus menjadi perhatian utama. Selain itu, kepala daerah beserta wakilnya harus bisa meningkatkan indeks sumber daya manusia serta mendukung pemulihan ekonomi,” terangnya.

Senator asal Jawa Timur itu mengatakan, permasalahan kesejahteraan merupakan yang terpenting untuk diselesaikan agar pemerintahan stabil. [ Red/Akt-01 ]

 

 

Aktual News

Bogor, Aktual News-Masih dalam suasana memperingati hari raya Idul Fitri 1442 H yang tepatnya pada tgl 13 dan 14 Mei 2021, Forkopimda Kota Bogor mengadakan pertemuan dan Silaturahmi dengan Para Alim Ulama se Wilayah Kota Bogor, Senin (17/5).

Bertempat diruang rapat Paseban Sribima Balaikota Bogor Jl.Ir.Djuanda No.10 Kel.Pabaton Kec.Bogor Tengah Kota Bogor, Kegiatan Pertemuan dan Silaturahmi antara Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kota Bogor bersama Para Alim Ulama Kota Bogor dihadiri oleh kurang lebih 35 orang, yang diantaranya yaitu Dr.Bima Arya Sugiarto selaku Walikota Bogor, kemudian Brigjen TNI Achmad Fauzie, S.I.P,,M.M (Danrem 061/SK), H.Atang Trisnanto, Hut.,M.Si (Ketua DPRD Kota Bogor), Drs.Dedi A.Rachim (Wakil Walkil kota Bogor), Kol.Inf Roby Bulan (Dandim 0606/Kt Bogor), Kombes Pol Susatyo Condro SIK( Kapolresta Bogor), Letkol Cpm Sutrisno (Dandenpom III/I), Kh.Mustofa Abdulah Bin Nuh (Ketua MUI Kota Bogor), Kh.Fuad Fitri Fathurozi (PCNU Kota Bogor/Pimp Ponpes Assalam Bojong Menteng Bobar), dan lain sebagainya.

Dalam sambutannya, Bima Arya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut yaitu untuk menjalin silaturahmi setelah selesai melaksanakan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan yakni dalam rangka memperpanjang ukhuawah Islamiyah antara unsur Forkopimda Kota Bogor dengan para Ulama.
” Terimaksih kepada seluruh unsur Forkopimda, serta unsur – unsur lainnya, yang telah bersama – sama berjuang dalam penanganan Covid-9. Bulan Ramadhan tahun ini tentunya tidak sama dengan masa masa sebelum adanya covid, saat ini kita berjuang berupaya dalam penanganan Covid 19. Dalam kebijakan membuat aturan dimassa pandemi pada saat bulan Puasa banyak rintangan dan hambatan, bukan artinya kita melarang ibadah atau pun yang lainnya, itu semua demi kebaikan agar Penyebaran covid 19 bisa di tekan, sehingga masyarakat khususnya Kota Bogor aman dan sehat tidak terpapar penularan covid 19.” Ungkap Bima.

Brigjen TNI Achmad Fauzi selaku Danrem 061/SK usai menghadiri kegiatan tersebut ketika diminta tanggapannya oleh awak media terkait silaturahmi Forkopimda bersama alim ulama tersebut mengatakan, bahwa Ia tentunya sangat mendukung segala bentuk kegiatan Forkopimda ataupun alim ulama, termasuk kegiatan silaturahmi Selama kegiatan yang dilakukannya positif, tentunya kami sangat mendukung. Terlebih lagi kegiatan ini juga termasuk kegiatan silaturahmi yang sangat dianjurrkan oleh agama manapun dalam menunjang kinerja masing masing umat maupun organisasi .” Ujar Danrem.

Dan selain itu Danrem juga menjelaskan bahwa perayaan hari raya Idul Fitri kali ini tentunya sangat berbeda dengan perayaan dua tahun yang lalu, dimana saat ini pemerintah terpaksa menghimbau warga masyarakat untuk tidak mudik, dikarenakan pandemi global covid-19 sampai saat ini masih terus mewabah.
” Pemerintah tidak mungkin membuat kebijakan yang dapat merugikan masyarakat, setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tentunya sudah ada perhitungannya, dan justru semua kebijakan tersebut demi kebaikan bersama, dengan harapan himbauan jangan mudik dapat memutus penyebaran covid 19. bahkan saya menghimbau agar Kodim kodim selalu bersinergi dengan POLRI maupun instansi lain, Ungkapnya lagi.

” Saya selaku Danrem 061/SK meminta kepada seluruh Forkopimda dan elemen masyarakat termasuk alim ulama untuk terus mendukung program Pemerintah dalam berupaya berjuang untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19. ” Tentunya perlu kesabaran dan keikhlasan dalam penangan covid 19, karena walaupun tim satgas covid-19 termasuk TNI/Polri wilayah Korem 061/SK sudah melakukan berbagai upaya demi menekan angka penyebaran covid-19, namun masih saja ada warga masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan.” Himbaunya.

” Sama dengan apa yang diharapkan oleh Forkopimda dan para alim ulama, bahwa dengan adanya silaturahmi ini ini semoga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa.
Mari kita bersama sama untuk terus memberikan edukasi ataupun himbauan kepada generasi muda serta masyarakat pada umumnya untuk selalu mencintai dan menjaga keutuhan NKRI, menjalankan falsafah Pancasila sebagai pedoman hidup dalam berbangsa dan bernegara.” Pungkasnya. [ Red/Akt-01 ]

 

 

Aktual News

Sumber: Penrem 061/SK

NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA- Untuk mengantisipasi dan memantau arus balik warga yang mudik dari kampung, maka Direktur Bimbingan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Metro Jaya Kombespol Badya Wijaya, SH, MH mengunjungi Kampung Tangguh Jaya di wilayah hukum Jakarta Pusat, serta memberikan bantuan berupa masker dari Kapolda masing-masing 10 kotak pada hari Minggu, (16/05/2021).

Kampung Tangguh Jaya yang dikunjungi kali ini yaitu Kampung Tangguh Jaya Rw 05 Kelurahan Paseban, dan Rw 01 Kelurahan Rawasari, Jakarta Pusat.

Pada kunjungan kali ini, Badya Wijaya, SH, MH, menghimbau dan memberikan pemahaman kepada warga sekitar untuk tetap waspada dan tetap menjalankan protokol kesehatan, melakukan swab antigen bagi warga yang kembali dari mudik, memberlakukan lockdown lokal apabila ada yang positif dalam satu Rw serta dilakukan juga pengecekan minimarket murah, budidaya ikan lele, dan budidaya sayur sehat.

Turut hadir dalam kegiatan kali ini yaitu Ketua Rw 05 H.Jahya Bone, Ketua Rw 01 Ibu Aisumirah, Iptu Winarto, Iptu Supriyono, Bhabinkamtibmas Kelurahan Paseban yaitu Brigadir Faisal, Bhabinkamtibmas Kelurahan Rawasari Aipda Roni, Babinsa Serda Ginanjar, pengurus kantor Rw, Satpol PP Kelurahan Paseban, FKDM Bpk Triyono serta pengawas Protokol Kesehatan Rw. 01 dan Rw. 05.

Adapun kegiatan yang dilakukan ini berjalan aman, tertib dan lancar dengan menerapkan protokol kesehatan dan physical distancing. (JSY)

Pematang Siantar, Aktual NewsRatusan ekor ternak lembu/sapi yang di angon bebas di areal kebun Mayang, sepertinya akan menjadi masalah serius dan menjadi ancaman bagi masa depan perusahaan PT. Perkebunan Nusantara IV.

Dari hasil liputan wartawan, di lokasi kebun Mayang, setiap harinya telah menjadi tempat pengangonan ternak lembu. Bahkan ratusan ternak lembu tampak bebas masuk ke lokasi tanaman sawit milik negara itu.

Bebasnya ternak lembu memasuki kawan HGU kebun Mayang sepertinya tidak ada hambatan apapun. Bahkan Pemilik ternak tampak dengan leluasa memasukkan lembunya untuk di angon di areal HGU kebun Mayang itu. Sejak kita memasuki areal kebun Mayang, dari arah Perdagangan, ternak ternak lembu sudah mulai terlihat bebas merumput di areal kebun Mayang. Pemandangan ini terlihat setiap hari dan bahkan seolah tidak ada hambatan apapun bagi pemilik ternak.

Dari penjelasan yang diperoleh, bebasnya ternak lembu masuk ke areal kebun Mayang sudah berlangsung sejak lama. Sudah bertahun pak kata sumber saat ditanya sejak kapan ternak bebas masuk areal tanaman kebun Mayang. Tidak hanya si daerah tertentu saja bahkan gerombolan ternak lembu tersebut telah memasuki kawasan Pabrik Kelapa Sawit kebun Mayang. Amatan wartawan, ternak lembu itu bebas memasuki areal sawit yang ada di seputaran PKS kebun mayang dimana tanaman sawit di areal tersebut masih kecil.

Sebut Covid Mewabah Di PTPN IV

Asisten SDM/Umum kebun Mayang yang ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu menyebut kalau pihaknya tidak menerima tamu. Covid telah mewabah di PTPN IV, dan ada yang mati kata ASS SDM kebun Mayang tersebut seraya berulangkali menyebut pihaknya tidak menerima tamu.
Lalu benarkah virus Covid 19 telah mewabah di PTPN IV dan bagaimana dampaknya terhadap kelangsungan operasional PTPN IV tim wartawan masih berupaya mengkonfirmasi kantor pusat PTPN IV. [ Red/Akt-35/Ansary/Tim ]

 

 

Aktual News

Jayanti,Aktual News-Satuan Polisi Pamong praja Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang tampak sigap melaksanakan perintah dari Camat Jayanti Yandri Permana S.Stp yang menindak lanjuti Surat edaran Bupati Kabupaten Tangerang Nomer 4432/1919-Bag.Um/2021 pada beberapa tempat wisata yang ada di wilayah Kecamatan Jayanti pada Minggu pagi (16/05/2021).

Pantauan awak Media AktualNews di lokasi rekreasi kolam renang yang berada di desa Dangdeur Jayanti banyak Pedagang dan pengunjung yang merasa kecewa atas penutupan lokasi oleh Satpol PP Kecamatan Jayanti, terutama para pedagang yang mengeluhkan kerugian atas dagangan nya jika lokasi wisata hari itu di tutup ” Seharusnya dari kemaren di kasih tahu nya jadi kami gak belanja dagangan untuk hari ini ” kata nya kepada Media.

Setelah memantau di lokasi wisata di desa Dangdeur Media pun menelusuri ke arah desa Sumur Bandung tepat nya di kampung Saradan dan ternyata lokasi wisata kampung Saradan pun masih di penuhi pengunjung, menurut Yandri Permana S.Stp pihak nya segera perintahkan Satpol PP untuk meninjau ke lokasi.

Sementara itu di lokasi wisata yang berbeda yang berada di wilayah Kecamatan Balaraja berlokasi di bantaran sungai Gembong – Megu tampak di penuhi pengunjung, ketika Media mengkompirmasi pemilik area wisata nya di duga si pemilik belum mengetahui surat edaran dari Gubernur dan Bupati yang memerintahkan untuk tutup sementara dari tgl 15 hingga 30 Mei tahun 2021 ” Saya belum tahu Pak ” katanya singkat sambil berlalu.

Kapolsek Balaraja Kompol I Gede Adi ketika mengetahui ada tempat wisata yang masih buka untuk pengunjung langsung memberi kabar ke awak media ” Kami akan menindak lanjuti nya pagi ini juga ” katanya Via WhatsApp.[ Red/Akt-15/Mulyadi ]

 

Aktual News

NUSANTARAEXPRESS, PAPUA - Tiga teroris OPM berinisial YAW (34), MM (17) dan OM (41) dari kelompok teroris Lekagak Telenggen menyerahkan diri kepada aparat TNI Satgas Yonif 715/Mtl saat melaksanakan patroli keamanan di Kampung Tanah Merah. Sabtu (15/5).

Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suristiawa saat dikonfirmasi pada Minggu (16/5) siang melalui telepon membenarkan penyerahan diri ketiga teroris tersebut. “Benar, tiga orang yang menyerahkan diri itu merupakan anggota kelompok teroris Lekagak Telenggen,” ucap Suriastawa.



Berdasarkan pengakuan dari ketiga teroris yang menyerahkan diri ini, diketahui mereka memiliki tugas yang berbeda-beda. YAW yang juga terlibat perang di Tembagapura tahun 2017-2019, bertugas sebagai pemantau aparat keamanan yang akan masuk ke Kampung Tigilobak. MM sebagai pencari logistik dan dana dari masyarakat, sedangkan OM sebagai pendamping saat YAW dan MM melaksanakan tugasnya.

Selain menyerahkan diri, ketiganya juga menyerahkan senjata berupa senapan angin, golok, anak panah, munisi SS2 dan sofgun, beberapa dokumen dan perlengkapan lainnya, seperti ransel, HP, dan lain-lain.

“Saat ini, ketiga teroris dan barang bukti sudah diserahkan kepada Satgas Nemangkawi Polri untuk pemeriksaan dan proses lebih lanjut,” jelas Suriastawa mengakhiri sambungan teleponnya. (*)

NUSANTARAEXPRESS, THAILAND - Manusia seolah-olah sudah lali dengan perkara-perkara yang sering mereka temui setiap hari. Apabila manusia pertama kali mendengar sesuatu berita tentang kekejaman yang berlaku, mereka menjadi begitu prihatin. Namun demikian, keprihatinan mereka itu hanya menjadi suatu perkara rutin tidak berapa lama kemudian.

Peperangan dan konflik yang berlaku di dalam dunia ada yang viral dan menyaksi, ada yang sedang kita diami ini adalah kasus yang paling jelas dan nyata. Apabila sesebuah negara dijajah dan kemudian proses penyembelihan dan genosid bermula, kita akan dapat melihat banyak protes-protes anti-kekejaman yang diadakan di seluruh dunia pada sekarang sebagai contoh, mari kita membuka mata terhadap konflik dan krisis kemanusiaan yang dilanda tercetusnya di Palestin dan Patani kedua negara dan bangsa yang versi jejak tertindas dan perjuangan bersama.



Atas dasar rasa kemanusiaan, mari kita sadarkan dan buka mata dunia, agar tidak ada lagi yang terus berpura-pura. Sahabat pencinta kedmaian dan kebebasan jangan biarkan hati kita ikut tuli, buta, dan bungkam atas semua penderitaan kaum tertindas.

Patani dan Palestin, Perang Akhir Zaman Menggelar Syahid Palestina terletak di timur tengah di bumi Syam yang barakat bumi para nabi dan rasul penduduknya kuam Arab .Patani terletak di Asia Tenggara di Semenanjung Tanah Melayu bumi kononnya barakat dan bumi kelahiran para ulama dan cendekiawan.

Palestina dijajah dan dirampas oleh rezim Israel zionis pada tahun 1948, Patani juga dijajah oleh kerajaan Siam atau Thailand pada tahun 1785. Rakyat kedua-dua negara ini selalu dikepung, dibantai, ditahan, dipenjara juga dibunuh dengan kejam oleh rezim penjajah Israel dan Siam.

Pembangunan pemukiman orang Yahudi di tanah orang Palestin demikian juga Siam membangun “NIKOM” orang Siam di daerah-daerah Patani, rakyat Palestin bangkit gerakan perjuangan menentang Israel, di Patani juga bagi perjuangan kemerdekaan dari penjajah Siam mereka dituduh dan dilebelkan sebagai teroris dan mereka sama-sama mendapat syahid.

Buta dan Mandulnya Dunia

Negara Palestin dikelilingi oleh lebih dari 450 juta orang bangsa Arab 14 ribu juta umat Islam sedunia berada dibawah anggotan Liga Arab dan OIC. Manakala Patani pula dikelilingi oleh lebih dari 27.8 juta orang bangsa Melayu lebih 250 juta umat Islam di rantau ini berada dibawah keanggotaan ASEAN Asian kedua-keduanya masing-masing tidak diambil berat tentang konflik dan hak asasi manusia.

Penyatuan tanpa memandang sejarah kawasan, budaya, dan asimilasi yang bersangkutan menjadi penyebab timbulnya masalah konflik bersenjata di tengah kondisi Islam di Asia Tenggara dan Palestin yang damai tanpa hiruk-pikuk peperangan ataupun kekerasan.

Agresi serangan militer dan pembantaian yang durjana Patani dan Palestin tersebut terus-menerus dilakukan, banyak warga umum menjadi mangsa kekejaman. Bahkan wanita menjadi korban penjajah tersebut. Lebih sadis lagi, anak-anak pun menjadi korban kebiadaban mereka.

Melihat keadaan biadab yang dilakukan militer Thailand, dan militer Yahudi Zio.nis Israel itu dunia international diam seribu bahasa. Di mana PBB, di mana OIC, di mana organisasi-orgnisasi HAM? Mengapa organisasi-oraganisasi besar itu tak bernyali? Mengapa? Atau jangan-jangan organisasi-organisasi besar itu sengaja di’ciptakan’ untuk memenuhi kepentingan segelintir orang?

Penulis : TUNAS MEDIA

Tanggal : 16 Mei 2021

Jakarta, Aktual News-Momentum halal bi halal yang dikemas terbatas dan sederhana, tak mengurangi bobot pembicaraan. Itulah yang terjadi ketika Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno bertemu dengan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, yang juga Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Jawa Timur.

Halal bi halal yang dihadiri sejumlah pengurus Pemuda Pancasila itu berlangsung di Mako Cafe, di bilangan Mampang Prapatan Jakarta Selatan, milik pengurus Pemuda Pancasila Muhammad Ali Umar, atau yang akrab disapa Tambul, Minggu (16/5/2021) malam.

Tampak hadir pula anggota Dewan Pertimbangan Presiden yang juga anggota Majelis Pertimbangan Organisasi Pemuda Pancasila (MPO PP) HR Agung Laksono serta jajaran pengurus MPO lainnya, Erwan Sukardja (ketua) dan Bona Tobing (wakil ketua). Hadir juga Ketua DPD Golkar Aceh, yang juga mantan Sekjend MPN PP TM Nurlif.

Obrolan gayeng itu diwarnai dengan diskusi serius seputar latar belakang lahirnya ormas Pemuda Pancasila, yang tak bisa dilepaskan dari peristiwa bersejarah Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Dimana hal itu menjadi momentum kesadaran nasional bahwa sistem pemerintahan presidensil adalah yang terbaik bagi bangsa ini.

“Saya tadi menyinggung soal itu, karena hari ini kita mengaku masih menjalankan sistem pemerintahan presidensil, tetapi dengan kekuasaan parlemen yang juga heavy. Ini menarik sebagai bahan diskusi internal kita, sesama kader Pemuda Pancasila,” tukas LaNyalla.

Ditambahkan LaNyalla, Pemuda Pancasila selama ini terbukti ormas yang aktif bersama elemen bangsa lain untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan dan cita-cita luhur pendiri bangsa ini.

“Karena itu, setiap kali kami bertemu, yang kita bicarakan persoalan-persoalan bangsa yang fundamental. Persoalan yang ada di hulu. Bukan di hilir. Sebab, pondasi dan arah bangsa ini ada di hulu. Ada di konstitusi kita, yang hingga hari ini telah mengalami empat kali amandemen,” tandas Senator asal Jatim itu.

Sebab, lanjut LaNyalla, jika kita sibuk berbicara persoalan yang di hilir sementara melupakan persoalan yang di hulu, hasilnya hanya kuratif dan karitatif. “Tidak menyentuh akar persoalan. Malah yang terjadi kita berdebat kusir dan ribut sendiri. Dan itu yang diinginkan bangsa dan negara lain,” imbuhnya.

Diskusi yang berlangsung hingga dua jam itu makin aktif dengan kehadiran sejumlah pengurus MPN dan kader PP lainnya, seperti Ajib Shah, M. Lutfi Ismail, Anto Rahman, Togar M. Nero, Sangkar dan Piala Simanjuntak serta Sekjend MPN PP Arif Rahman. [ Red/Akt-01 ]

 

 

Aktual News

Jakarta, Aktual News– Produksi nasional pakaian jadi, terutama berbentuk seragam, mengalami peningkatan. Hal ini terjadi seiring naiknya permintaan pasar domestik. Bagi Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, kondisi ini sangat bagus untuk produsen. Namun, ia juga menginginkan agar pasar ekspor tetap dibidik.

“Berdasarkan info yang masuk ke saya, permintaan pakaian jadi secara nasional naik secara signifikan. Ini karena momen Lebaran dan rencana akan dibukanya kembali perkantoran dan sekolah secara normal. Tentu saja ini potensi dan peluang bagus yang harus dimanfaatkan para produsen,” kata LaNyalla, Minggu (16/5/2021).

Salah satu produsen yang kebanjiran order adalah PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL). Emiten penyedia kain, seragam, dan fashion itu tengah mengalami kenaikan permintaan dan pemesanan seragam untuk berbagai institusi pemerintahan maupun swasta, seperti bank, rumah sakit, maskapai penerbangan, dan sebagainya.

“Semoga dibukanya kembali sekolah dan institusi memicu potensi pergerakan roda ekonomi dan sekaligus akan menggerakkan sektor lainnya. Ini pertumbuhan yang positif dan diharapkan produk-produk lokal akan mampu memenuhi kebutuhan pasar nasional,” ujar LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu meminta produsen lainnya mengikuti langkah BELL dalam menyediakan kebutuhan kain berkualitas baik sehingga pasar nasional mampu bersaing dengan serbuan kain impor.

“Meski permintaan lokal naik, tapi saya ingatkan supaya pasar ekspor tetap digenjot. Dalam rangka mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional,” jelasnya.

LaNyalla juga meminta pemerintah untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif meskipun masih kondisi pandemi. Perlu juga diberikan kemudahan dalam perizinan usaha.

“Pemerintah harus ambil langkah strategis dalam industri tekstil dan produk tekstil (TPT) ini. Misalnya mendorong perluasan akses pasar, restrukturisasi mesin dan peralatan. Juga ketersediaan bahan baku dan pasokan energi,” sebutnya.

Terakhir LaNyalla mengingatkan supaya pemerintah segera menyelesaikan aturan perlindungan (safeguard) untuk proteksi industri nasional dari serbuan produk tekstil impor.

“Produk tekstil yang berasal dari luar negeri harus dikenakan bea masuk tinggi,” jelasnya. [ Red/Akt-01 ]

 

Aktual News

NUSANTARAEXPRESS, PAPUA - Satgas Operasi Nemangkawi TNI-Polri terlibat baku tembak dengan Kelompok Teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM) di jembatan Mayuberi, Ilaga Puncak Papua pada Minggu (16/5).

Menurut pernyataan resmi Humas Nemangkawi, pada pukul 04.12 WIT, TNI-Polri berhasil menembak tiga teroris anggota kelompok teroris Lekagak Talenggen. Dalam aksi tersebut, dua orang meninggal dan satu orang melarikan diri dengan kondisi tertembak.

Setelah berhasil menguasai markas teroris OPM, tim gabungan TNI-Polri terus mengejar kelompok teroris yang selama ini meresahkan warga masyarakat di distrik Ilaga dan sekitarnya.



Tim Cakra dari komando operasi Pinang Sirih TNI yang tergabung dalam operasi penindakan Nemangkawi di distrik Ilaga melaksanakan penyergapan terhadap pos tinjau kelompok teroris OPM di kampung Mayuberi distrik Ilaga.

Dalam penyergapan tersebut 2 orang dari kelompok teroris OPM tewas (belum diketahui identitasnya) dan 1 orang melarikan diri dalam kondisi terluka.

Adapun barang bukti yang disita adalah 1 pucuk senjata Mouser kaliber 7.62, 25 butir munisi kaliber 5.56 mm, 16 butir munisi kaliber 7.62 mm, 5 butir munisi AK47, 17 butir selongsong 5.56 mm, 4 butir munisi hampa kal 5.56 mm, 4 butir selongsong 7.62 mm, 2 magazen Mouser, 2 handy talky, 1 teropong, 3 Hand phone merek Nokia, 1 Hand phone merek Samsung, 1 Headset Samsung, 1 sangkur, 1 pisau dapur, dompet, uang tunai 14.460.000, 1 buku tabungan Bank Papua atas nama Hosea Laene, Kartu Papua sehat, 3 KTP atas nama Hosea Laene, Martinus Murib, Nolli Hangeal, 1 kartu Gereja dan 1 bendera OPM.

Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Iqbal mengatakan saat ini TNI Polri masih melakukan penyisiran di sekitar TKP kontak tembak.

"Hari ini Satgas Gakkum Nemangkawi akan melakukan olah TKP di Mayuberi," katanya.

"Camp Mayuberi dikuasai TNI-Polri, kami akan terus mengejar dan melakukan penegakan hukum kelompok teroris yang saat ini berada pada zona Mini (Mimika, Intanjaya, Nduga dan Ilaga/Puncak)," imbuh Humas Satgas Nemangkawi dalam pernyataan resminya.

Senada, Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suristiawa mengatakan bahwa pihak TNI akan selalu membantu dan bekerjasama dengan pihak Kepolisian dalam melakukan tindakan tegas terhadap kelompok teroris OPM yang selama ini selalu membuat teror di Papua.

“TNI-Polri akan bertindak tegas kepada mereka (kelompok teroris OPM) untuk menegakkan hukum dan melindungi masyarakat dari aksi-aksi teror yang selama ini mereka lakukan,” tegas Suriastawa.

Situasi di kota Ilaga saat ini sangat kondusif. Aktivitas warga seperti biasa, baik kegiatan ibadah gereja maupun kios-kios di pasar ramai penjual dan pembeli. (**)
Diberdayakan oleh Blogger.