Samarinda, Aktual News-Memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2021, Selasa 01 Juni 2021 Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda bersama seluruh jajarannya mengikuti kegiatan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar melalui media Live Streaming dari Aula Lapas Kelas IIA Samarinda dan rumah masing-masing Pegawai dengan mengenakan pakaian adat.

Hadir secara langsung sebagai Pembina Upacara Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, dalam amanatnya Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa untuk berstu padu dan bergerak aktif dalam memperkokoh nilai-nilai Pancasila dalam mewujudkan Indonesia maju yang tentunya sama-sama telah kita cita-citakan.

Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda, M. Ilham Agung Setyawan juga menyatakan bahwa hari lahir Pancasila ini harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Saya berharap agar spirit hari lahir Pancasila ini bisa menjadi pemicu semangat seluruh petugas Lapas Kelas IIA Samarinda untuk terus meningkatkan kinerja sehingga apa yang sudah di programkan dapat terlaksana secara maksimal” tandasnya mengakhiri.[ Red/Akt-01 ]

 

Aktual News

Solear, Aktual NewsBeberapa hari yang lalu tepatnya sabtu 29/05/2021, media AktualNews.co.id memberitakan pekerjaan pembangunan paving blok di Kp Cisalak Rt 004/002, Desa Cirendeu Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang dengan judul berita “Proyek Paving Blok di Desa Cirendeu Solear Dipertanyakan” dari keterangan rekan media AktualNews.co.id saat itu bersama dengan, H Ade Kusbandia ketua dan Farida bendahara Dewan Pimpinan Cabang ( DPC ) Persatuan Pewarta Warga Indonesia ( PPWI ), Kabupaten Tangerang menuju kantor desa Cirendeu guna memintai konfirmasi terkait pekerjaan paving blok di Kp Cisalak Rt 004/002, Desa Cirendeu Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang yang diduga dikerjakan asal jadi namun saat itu Pepen Supandi sedang tidak ada ditempat, sekedar informasi pekerjaan paving blok tersebut menelan anggaran sebesar Rp 19.817.000,- ( Sembilan belas juta delapan ratus tujuh belas ribu rupiah ), dengan volume pekerjaan p= 71M X 1M, dianggarkan dari DDS TA 2021.

Pepen Supandi kades Cireunde diduga tidak terima dengan pemberitaan media online AktualNews.co.id yang memberitakan pekerjaan paving blok tersebut sehingga kades Cireunde membuat berita tandingan di salah satu media online dengan judul berita
” Jalan Paving Block Terealisasi, Warga Cisalak Ucapkan Terimakasih Kepada Pemdes Cireundeu”, kades Cirendeu Pepen di media tersebut mengatakan terkait adanya pemberitaan di salah satu media online yang menyebutkan kalau dirinya dan sekdes susah untuk ditemui, ia ( Pepen-Red ), selaku kades menyangkal perlu diketahui.H Ade ketua DPC PPWI Kabupaten Tangerang bersama Farida bendahara PPWI dan mulyadi wartawan AktualNews tanggal 27/05/2021, mendatangi kantor desa Cirendeu guna konfirmasi ke kades Cirendeu namun yang bersangkutan sedang tidak ada di tempat, hal yang wajar jika kades susah untuk ditemui.

Untuk diketahui pembangunan paving blok tersebut dididuga dibangun di tanah warga untuk itu awak media AktualNews.co.id bersama rekan media lainnya akan mengkonfirmasi ke kades Cirendeu terkait mekanisme lahan warga yang di paving blok, hal tersebut berdasarkan anggaran yang di guna untuk pembangunan paving blok di anggarkan dari DDS dan jalan tersebut bukan jalan desa, dimana mekanisme jalan yang bukan jalan Desa jika akan di buat jalan harus ada persetujuan dari warga setempat dan pernyataan hibahnya sehingga dikemudian hari tidak ada klaim sepihak
[ Red/Akt-26/Har ]

 

Aktual News

 

Tangerang, Aktual News-Kanit Binmas Polsek Cisoka Iptu Rawi di dampingi anggota nya pada selasa (01/06/2021) lakukan kunjungan ke para Calon Kades yang ada di wilayah Kecamatan Jayanti guna menciptakan Pilkades serentak Kabupaten Tangerang 2021 khusus nya wilayah kecamatan Jayanti aman dan terkendali.

Ketika berkunjung ke kediaman Calon Kades Pangkat no urut 2 Siti Apikah Kanit Bhinmas Iptu Rawi berpesan agar team dari Siti Apikah bisa menciptakan situasi yang sejuk dan hindari hal hal yang nanti nya menimbulkan gesekan dengan Team calon Kades lain nya ” Ciptakan suasana yang sejuk dan hindari hal – hal yang tidak penting yang justru akan menimbulkan perpecahan warga karna beda pilihan ” kata Iptu Rawi di sela sela perbincangannya.

Lebih jauh Kanit Binmas pun berharap dengan adanya gelaran Pilkades serentak di Kecamatan Jayanti khususnya agar masyarakat lebih dewasa dalam berpolitik dan menggunakan hak suara nya tanpa ada paksaan di luar dari kehendak hati nuraninya yang justru akan di sesalinya di kemudian hari.

Kanit Binmas yang siang itu didampingi juga oleh Binamas desa Pangkat akan melanjutkan kunjungan ke semua Calon Kades lain nya termasuk Calon Kades H.Agus Sutaryo.SE di Desa Dangdeur Jayanti pada hari yang sama dan juga di lanjutkan ke semua Calon Kades lainnya di wilayah Kecamatan Jayanti.[Red/Akt-15/Mulyadi]

 

Aktual News

NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA - Kelompok teroris OPM melalui juru bicaranya Sebby Sambom menyatakan tidak bersedia jika dialog atau diplomasi hanya dilakukan dua pihak yakni pemerintah Indonesia dan pihaknya, serta mendesak agar melibatkan pihak ketiga yaitu Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pengamat intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta menilai bahwa penolakan dan desakan itu merupakan upaya kelompok teroris OPM untuk melakukan internasionalisasi masalah Papua.

“Itu gaya mereka (kelompok teroris OPM) yang mau melakukan internasionalisasi masalah Papua. Indonesia harus tegas,” ucap Stanislaus, Senin (31/5).

Langkah tegas yang dimaksud oleh Stanislaus adalah dengan melakukan tindakan tegas jika kelompok teroris OPM di Papua tidak bisa diajak untuk berdialog. Hal ini penting untuk menunjukkan wibawa sebuah negara.

“Jika mereka tidak bisa diajak dialog dan malah melakukan perlawanan bersenjata maka aksi tegas sebagai tindakan hukum harus dilakukan,” ucapnya.

Lebih lanjut, pengamat intelijen dan keamanan ini menyampaikan selain berupaya melakukan upaya internasionalisasi masalah Papua, kelompok teroris OPM ini juga melancarkan propaganda dengan kembali menantang perang aparat TNI-Polri dan menetapkan lokasi perang yaitu di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

“Tantangan itu langkah propaganda mereka agar dilihat sebagai kelompok yang eksis dan kuat,” ujarnya.

Diungkapkannya bahwa langkah propaganda yang dilakukan kelompok teroris ini, hanya bertujuan untuk menebar ancaman. Padahal, tanpa melakukan tindakan ini pun mereka tetap menjadi target aparat keamanan.

“Tanpa mereka tantang jika memang mereka pelaku aksi kekerasan pasti akan diburu oleh aparat keamanan,” pungkasnya. (red)

Bogor, Aktual NewsPendidikan dan Latihan (Diklat) Paralegal yang tergabung dalam Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pendekar di Lido Cigombong Kabupaten Bogor selama 3 hari Jumat hingga Minggu, 28 hingga 30 Mei 2021, berjalan sukses dengan meluluskan 52 Paralegal dari peserta Diklat.

Para peserta Diklat yang Lulus mendapat Sertifikat dan resmi menjadi Paralegal di LBH Pendekar tersebut adalah Tata S., Sapta HKP, Asmari, M Zainudin, Hilarius M Laka, Imam Bachtiar, Enduh Saputra, Emang, Budi Sudirman, Dirman, Anwar, Zulkifli MZ, Fitra Arfansyah, Riyan Agus, M Istikal, E. Anang S, M Yunus, Dwi Pebriadi R., Karsoni, Supriyadi, Irwan, Indrawan, Rizal, Anggari Bahtiar dan Asep Samsul A.

Selanjutnya adalah Hendra Masduki, Awang, Deri Iskandar, Ramli, H Subhan, Munajat, Lilis Suryani, Rusdi, Mardiansyah FM., Endriyal T., Farhan H., Ahmad M., Jamalulail, Andri H., Dodi Zainudin, Rudi MP, Andy Raffi, Hady laksono, Arpandi, Agung, Beben Haizar, Arie P., A Deni S., Aang SB., Firmansyah, Iwan S MNC. dan Ustad Azis.

Dalam kesempatan tersebut, selain 52 orang tersebut di atas, juga dinobatkan sebagai Paralegal karena aktif dalam mengikuti Diklat dari awal hingga ahir acara adalah Panitia Diklat.

Berikut adalah Daftar Panitia yang diantaranya mengikuti Diklat dan mendapatkan Sertifikat Paralegal, yaitu Abah Kurniawan sebagai Pembina LBH, Hendra Sudrajat sebagai Direktur Utama, Agus Muslim, SH, MKn sebagai Wakil Direktur Utama, Agus Juwarno, SKom sebagai Direktur Supervisi, Dodi Mulyadi sebagai Wakil Direktur Supervisi, Agus Susanto sebagai Direktur Keuangan, Yosep Rodibillah Maulana Yusuf, SHI sebagai Wakil Direktur Keuangan, Ir Dadang Salahudin, SH sebagai Direktur Litigasi, Ramon Masmir, SH sebagai Wakil Direktur Litigasi, Asep Ahmad Hadian, SPdi dan Ahmad Ubaidillah sebagai Direktur dan Wakil Direktur Non Litigasi, Drs Riza Yudawirya SH, SPdi sebagai Divisi SDM, Rizal Philliang SH sebagai Divisi Advokasi, Lutpi Cahyadi sebagai Ketua Divisi Penelitian, dan Didi sukardi, SE sebagai Divisi Jaringan & Dokumentasi. [ Red/Akt-01 ]

 

Aktual News

NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA - Ketua Komite I DPD-RI, Fachrul Razi, MIP, menyatakan mendukung Mamuju untuk dijadikan Ibukota Provinsi Sulawesi Barat. Sebagaimana diketahui bahwa hingga saat ini, provinsi hasil pemekaran dari provinsi induk Sulawesi Selatan itu hingga hari ini belum memiliki ibukota yang berstatus sebagai Kota. Sampai saat ini, Mamuju yang selama ini diposisikan sebagai ibukota Provinsi Sulawesi Barat masih berstatus sebagai wilayah kabupaten yang dikepalai oleh seorang Bupati.

Terkait dengan hal tersebut, Fachrul Razi mendesak Kementerian Dalam Negeri untuk sesegera mungkin memproses Kabupaten Mamuju beralih status menjadi Kota Mamuju. Segala persyaratan administratif segera disiapkan agar proses penyiapan peraturan perundangannya dapat secepat mungkin dibahas oleh Senayan. “Provinsi ini sudah berusia 15 tahun sejak dimekarkan, semestinya ibukota provinsinya sudah harus dipersiapkan sejak awal. Khan aneh jika ada provinsi tidak punya ibukota, yang ada ibukabupaten. Sampai kapan kondisi ini dibiarkan?” ujar Senator DPD-RI dari Aceh itu dengan nada tanya.

Hal ini diungkapkan Fachrul Razi dalam kunjungan kerjanya bersama Ketua DPD-RI, LaNyalla Mattalitti ke Sulawesi Barat, Minggu, 30 Mei 2021. Fachrul bersama beberapa Senator berada di Sulawesi Barat dalam rangkaian kunjungan kerja DPD-RI ke beberapa daerah provinsi di Indonesia.

“Saya meminta kepada Menteri Dalam Negeri agar sesegera mungkin memproses dan menyiapkan segala perangkat yang diperlukan untuk transformasi Kabupaten Mamuju menjadi Kota Mamuju. Bisa saja satu wilayah kabupaten menjadi satu kota atau dimekarkan menjadi dua wilayah otonom, Kabupaten Mamuju dan Kota Mamuju. Tinggal lihat keterpenuhan persyaratannya sebagai suatu daerah kabupaten/kota,” kata Senator jebolan master dari Fakultas Ilmu Politik Universitas Indonesia itu.

Sementara itu, dari penelusuran media ini, pada akhir 2019 lalu, Komite I DPD RI telah mengupayakan ke Kementerian Dalam Negeri terkait penyiapan Kabupaten Mamuju menjadi Kota Mamuju dalam hubungannya dengan penetapan Ibukota Provinsi Sulawesi Barat secara definitif. Kendala utama yang dihadapi untuk perobahan status kabupaten menjadi kota saat itu adalah belum rampungnya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kabupaten ini. (APL/Red)

Bogor, Aktual NewsSIMTHUDDURAR FARM, Yayasan majelis dzikir dan Sholawat simthuddurar, Pusat penjualan hewan Qurban dan Aqiqah’ merupakan program kemaslahatan umat menuju Idul Adha.

Yang berlokasi Dibogor barat Cemplang dalam di Jl. Kh. Abdul Hamid Km 07. Kampung kawakilan
2 RT 001 RW 003 Desa Pasarean Kecamatan Pamijahan kabupaten Bogor

Simthuddurar merupakan lembaga Pesantren Ternak Ponpes Annuriyah di Bogor Barat yang gandrung akan aksi dhuafa dan anak yatim.

Pada program Simthudduror Farm ini, aneka ragam penjualan hewan qurban dan aqiqah dengan berbagai variasi bagi masyarakat manapun yang ingin membeli hewan qurban sekaligus bersedekah disinilah tempatnya. Selain itu, Simthuddurar farm juga memberikan wujud hasil penjualan tersebut untuk peduli terhadap kemaslahatan umat.

Hari ini (1/6), Tim Simthuddurar farm memantau sapi dan domba yang akan dijadikan hewan qurban oleh pembeli dan investor.

Ketua Simthuddurar Farm, Baban Subandi mengatakan, bagi para pembeli maupun inves, datang lah ke Simthudduror farm dan bisa bertanya disimthudduror office terkait aneka beragam jenis hewan qurban yang kami tawarkan.

”Jenis sapi yang kami tawarkanpun sapi madura yang memiliki tekstur daging padat dan tidak terlalu berlemak. Seperti sapi limosin, perah, domba dan kambing jawa lainnya. Meski setiap jenis sapi punya kekurangan dan kelebihannya masing-masing,” Ucap Baban Sa, Selasa (1/6).

Lebih lanjut, Baban menyampaikan Hasil dari penjualan inipun akan digunakan untuk kemaslahatan umat, membantu para santri yang tinggal dipesantren kita, terutama santunan bagi kaum dhuafa dan yatim.

“Selain untuk kepentingan pesantren, artinya untuk perjuangan umat dan perjuangan dakwah,” tutupnya.

Kalian juga bisa menebar kebahagiaan dengan membantu Simthuddurar Farm dalam menyebar kebermanfaatan untuk masyarakat dengan acara memposting Flyer dibawah ini.

 

Aktual News

 

 

Menanti Keputusan dari (Bukan) Tuhan


Oleh: Wilson Lalengke

Jakarta - Hari-hari ini merupakan saat yang paling mendebarkan bagi sahabat saya Leo Handoko. Minggu ini, tepatnya pada Kamis, 3 Juni 2021 mendantang, dia akan menjalani persidangan terakhir yang mengagendakan sidang mendengarkan putusan hakim di PN Serang, Banten. Saya tidak bisa menduga-duga seberapa tinggi peningkatan jumlah detak jantungnya belakangan ini mendekati detik-detik persidangan terakhir itu. Yang bisa saya rasakan adalah kegetiran hidup di negeri dagelan, di negara yang bermeterai hukum, namun aturan hukumnya hanyalah asesoris permainan belaka.

Kasus yang melilit Leo Handoko adalah potret kehidupan rakyat Indonesia di negara hukum yang sedang belajar berhukum. Ibarat sekolah, pembelajaran berhukum kita masih di tingkat kelas TK Nol Kecil. Di level pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) ini, segala sesuatunya adalah permaian. Ada bak pasir tempat bermain, ada meja-kursi tempat bermain, ada ayunan, tangga, rumah-rumahan, miniatur binatang dan pohon, semuanya hanya untuk bermain. Pun jika ada papan tulis, bukan semata untuk belajar menulis, tapi hakekatnya adalah untuk alat bermain.

Permainan hukum di kasus Leo Handoko, yang menjadi pesakitan di PN Serang sebagai imbas dari perselisihan antara Dewan Direksi PT. Kahayan Karyacon (KK) dengan Dewan Komisaris perusahaan itu, akhirnya menyeret hakim yang menyidangkan perkara ini pada situasi yang sangat sulit dan dilematis. Betapa tidak, para majelis hakim kasus Leo Handoko itu harus memutuskan suatu perkara hasil utak-utik hukum sejak di tahap penyelidikan dan penyidikan kasus oleh Bareskrim Mabes Polri [1].

Untuk mendapatkan gambaran utuh dari kasus ini, pembaca perlu membuka tautan berita-berita tentang kisruh Dewan Diresksi dan Dewan Komisaris PT. KK. Salah satu deskripsi yang cukup lengkap tentang kasus tersebut adalah tulisan saya berjudul “Nasib Direksi Kahayan Karyacon: Dari Rekayasa Kasus, Dakwaan Ngibul, Hingga Tuntutan Ngawur” [2].

Untuk memutus kasus pidana Leo Handoko yang nyata-nyata merupakan kasus perdata yang direkayasa sedemikian rupa oleh oknum penyidik Tipideksus Bareskrim Polri atas nama Dr. Binsan Simorangkir, SH, MH [3], tentu saja bukan perkara mudah. Apalagi, di dalam persidangan-persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Serang dan Kejagung tidak mampu menghadirkan fakta-fakta dan saksi fakta yang diperlukan. JPU bukan tidak paham bahwa sangkaan pidana terhadap Leo Handoko itu tidak didukung alat bukti yang cukup dan sah untuk diajukan ke pengadilan, namun karena kasus ini terindikasi sebagai pesanan para pemain hukum di beberapa lini, maka dengan terpaksa JPU harus ikut bermain dengan menyusun dakwaan ngawur [4].

Leo masih cukup beruntung. Sebagai anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), kasusnya ini menjadi konsern cukup besar dari kawan-kawannya sesama jurnalis di Serang dan seluruh Banten. Dari awal-awal persidangan, tidak kurang dari 20-an wartawan selalu hadir memadati ruang sidang untuk memonitor setiap pergerakan persidangan dari waktu ke waktu. Para jurnalis itupun menyajikan beritanya di ratusan media yang tergabung dalam jaringan PPWI Media Group setiap usai persidangan.

Jika tidak demikian, sangat terbuka kemungkinan rekayasa peradilan terjadi juga di persidangan-persidangan Leo Handoko. Pun, sangat mungkin berbagai dokumen aspal (asli tapi palsu – red) sebagai alat bukti tersaji di depan majelis hakim untuk memperkuat posisi tawar para pengatur dan/atau bandar permainan hukum ala kelas TK itu. Sebuah fenomena permainan hukum yang sudah jadi rahasia umum di berbagai pengadilan di seantero negeri ini [5].

Tertinggallah kini bola permainan di tangan para majelis hakim yang oleh beberapa fans-club hukum diberi embel-embel ‘Wakil Tuhan’. Setelah melihat berbagai fakta dan kesaksian di persidangan [6], mampukah para majelis hakim merumuskan kebenaran faktual dari perkara yang menjerat Leo Handoko, untuk kemudian menghadirkan keputusan yang adil dalam perkara itu? Apakah para Majelis Hakim PN Serang, yang diketuai oleh Erwantoni, SH, MH, memiliki kompetensi, keahlian, kearifan, dan kebijaksanaan yang cukup memadai untuk menghadirkan Keadilan Tuhan di persidangan kasus tersebut?

Apapun keputusan majelis hakim atas kasus Leo Handoko nanti, saya akan mencatatnya sebagai sebuah jawaban atas dilemma hukum yang dihadapi para Majelis yang sekaligus menjadi ukuran terhadap tingkat kehadiran Tuhan versus iblis (duit, keangkuhan, kekuasaan, ketakutan, dan sebagainya) di Pengadilan Negeri Serang, Banten. Bagi Leo, Kamis depan ini akan menjadi momentum penentuan sejarah kehidupan selanjutnya. (WIL/Red)

*Catatan:*

[1] Terkait Kisruh PT Kahayan, Oknum Bareskrim Polri Terindikasi Berkolusi dengan Komisaris Penjarakan Direksi; https://pewarta-indonesia.com/2021/03/terkait-kisruh-pt-kahayan-oknum-bareskrim-polri-terindikasi-berkolusi-dengan-komisaris-penjarakan-direksi/

[2] Nasib Direksi Kahayan Karyacon: Dari Rekayasa Kasus, Dakwaan Ngibul, Hingga Tuntutan Ngawur; https://pewarta-indonesia.com/2021/04/nasib-direksi-kahayan-karyacon-dari-rekayasa-kasus-dakwaan-ngibul-hingga-tuntutan-ngawur/

[3] Kunjungi Sekretariat PPWI, Binsan Simorangkir Diberi Kuliah Moralitas Polisi; https://pewarta-indonesia.com/2021/04/kunjungi-sekretariat-ppwi-binsan-simorangkir-diberi-kuliah-moralitas-polisi/

[4] Kebobrokan Oknum Penyidik Bareskrim Hasilkan Dakwaan Ngibul di Kejari Serang; https://pewarta-indonesia.com/2021/01/kebobrokan-oknum-penyidik-bareskrim-hasilkan-dakwaan-ngibul-di-kejari-serang/

[5] Pengacara: Belum Ada Satu Kesaksian Pun yang Bisa Membuktikan Perbuatan Terdakwa; https://pewarta-indonesia.com/2021/03/pengacara-belum-ada-satu-kesaksian-pun-yang-bisa-membuktikan-perbuatan-terdakwa/

[6] Oknum Pengacara Gunakan Dokumen Palsu, Alumni Lemhannas Sesalkan Hakim Tidak Teliti; https://pewarta-indonesia.com/2021/05/oknum-pengacara-gunakan-dokumen-palsu-alumni-lemhannas-sesalkan-hakim-tidak-teliti/

Solear, Aktual News – Pembangunan paving blok Kampung Cisalak Rt.02/03 desa Cirendeu Kec Solear Kabupaten Tangerang dari Dinas Perumahan Pemukiman dan Pemakaman (Perkim), Kabupaten Tangerang Nomor kontrak Spk : 639/SPK.PL.PERKIM/DPPP/2021, dengan volume pekerjaan L = 2M P = 85M dengan biaya sebesar Rp 64.350.000-,( Enam puluh empat juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah ), pelaksana CV Bani Adna Pratama yang beralamat Kampung Banoga Rt 003/006, Desa Cibugel Kecamatan Cisoka, kuat dugaan pembangunan paving blok tersebut dibangun di lahan warga.

Selasa 01/06/2021.12:16 WIB awak media AktualNews.co.id bersama rekan dari media lainnya mendatangi lokasi pekerjaan paving blok tersebut terlihat dengan jelas dimana pekerjaan paving blok tersebut dibangun di atas lahan warga, yang menjadi pertanyaan besar apakah sebelum dibangun paving blok lahan tersebut telah melalui melalui Musrenbang di tingkat desa maupun di kecamatan.

Apa lagi ini sangat jelas pembangunan paving blok tersebut dibangun tepat di depan rumah petak atau rumah kontrakan dan tidak ada jalan desa sebelumnya, dan pertanyaannya lahan tersebut apakah sudah ada kesepakatan dengan perjanjian hibah bahwa lahan tersebut akan dijadikan jalan desa/umum sehingga nantinya tidak ada klaim sepihak, dalam hal ini awak media AktualNews dan rekan dari media lainnya akan memintai konfirmasi ke pihak Dinas Perkim, diharapkan pihak inspektorat kabupaten Tangerang memeriksa pembangunan paving blok tersebut yang diduga telah menabrak peraturan
[ Red/Akt-26/Har ]

 

Aktual News

 

Solear, Aktual News-Pembangunan Infrastruktur banyak bertebaran yang mengatas namakan Aspirasi Dewan, seperti pembangunan tempat penahan tanah (TPT) di Perumahan Batara tidak ada papan anggarannya menurut salah satu pekerja pekerjaan tersebut dari dewan yang menjadi pertanyaan dimana dewan menyalurkan anggaran aspirasinya kesegala sektor infrastruktur dengan modus atau kerja sama dengan dinas DBMSDA dan dinas Perkim Kab, Tangerang yang menjadi tempat penyaluran pos anggaran aspirasinya.

Hal tersebut juga menjadi pertanyaan besar dan diduga kuat ada kepentingan dan main mata dalam pengelolaan anggaran aspirasi dewan dengan Dinas terkait dari penelusuran awak media AktualNews dan rekan dari media lainnya selama ini banyak ditemui pekerjaan Betonisasi, SAB, Paving Blok.

Jika ditanyakan pekerja atau warga sekitar selalu menjawab bahwa pekerjaan tersebut dari dewan seperti salah satu contoh pembangunan atau pekerjaan paving blok di perumahan taman kirana surya diduga semuanya dari aspirasi dewan dan tanpa volume pekerjaan yang tertera di papan proyek.

Secara tupoksi dewan adalah pengawas pejabat pengguna anggaran untuk pembangunan di daerah kerja masing-masing.

Ervin Suryono ketua Aliansi Sadar Pembangunan Tangerang ( Aspeta ) dalam waktu dekat ini akan membuat surat audensi ke ketua DPRD Kabupaten Tangerang guna konfirmasi terkait tupoksi, tugas dan tanggung jawab anggota dewan
[ Red/Akt-26/Har ]

 

Aktual News

Cibinong, Aktual NewsHari ini Selasa 1 Juni 2021 seluruh bangsa Indonesia merayakan Hari kelahiran Pancasila yang lahir tepat pada tanggal 1 Juni 1945.

Pancasila adalah Pilar ideologis negara Indonesia, Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia, Pancasila juga sebagai jiwa bangsa Indonesia yang menjadi nilai-nilai kehidupan dalam bermasyarakat. Dan karena Pancasila lahir bersamaan dengan lahirnya bangsa Indonesia maka Pancasila telah menjadi ciri khas kepribadian bangsa Indonesia, hal tersebut disampaikan oleh Danrem 061/Sk Brigjen TNI Ahmad Fauzi S.I.P.,M.M. Usai melaksanakan upacara bendera secara Virtual yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo, Selasa (1/6).

Kemudian Danrem menambahkan bahwa Pancasila adalah sebagai cerminan kepribadian bangsa Indonesia yang merupakan bentuk peran dalam menunjukkan adanya kepribadian bangsa Indonesia, yang dapat dibedakan dengan bangsa lain yaitu dari sikap tingkah laku dan perilaku rakyat Indonesia. ungkap orang nomor satu dijajaran Korem 061 Suryakancana, Oleh karena itulah maka dengan dibawah landasan dasar negara Pancasila, mari Perkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, tegas Danrem.

Danrem berharap kepada seluruh masyarakat khususnya diwilayah jajaran Korem 061/SK untuk selalu mengaktualisasi nilai nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan Bernegara, sebagai bukti bahwa sebagai warga negara yang mencintai bangsanya yang memegang teguh amanat para pahlawan bangsa untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dibawah landasan dasar negara Pancasila. Ujarnya Tegas.

” Kelahiran Pancasila sebagai tonggak sejarah dalam perjuangan Bangsa Indonesia, Pancasila selalu fleksibel dengan perkembangan jaman dan selalu bisa beradaptasi. Pancasila digagas dan dirumuskan oleh para tokoh bangsa, yang menurut Sukarno bahwa diatas kelima dasar Pancasila itulah Indonesia didirikan dengan harapan akan kekal dan abadi.
Pancasila menjamin Masa Depan Indonesia yang lebih baik dan Mencapai Indonesia Emas, semoga kedepannya bangsa ini menjadi lebih baik lagi.” Pungkasnya.

Bertempat di ruang Setda 1 Komplek Pemda Kel. Tengah Kec. Cibinong Kab. Bogor Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2021 selain dihadiri oleh Brigjen TNI Achmad Fauzi juga dihadiri oleh Hj. Ade Yasin Munawaroh SH.MH ( Bupati.Bogor), Masrma TNI Fahrizet E.Sos (Danlanus ATS), Letkol.inf Sukur Hermanto (Dandim 0621 Kab.Bogor) Akbp Harun Sik.Sh (Kapolres Bogor), perwakilan dari Pengadilan Negeri Cibinong, perwakilan Dinas pendidikan, Dinas Sosial, Setda Kab.Bogor dan juga yang mewakili Kasatpol PP. [ Red/Akt-01 ]

 

Aktual News

 

Bogor, Aktual News-Presiden Joko Widodo bertindak selaku inspektur upacara pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 1 Juni 2021. Dalam upacara peringatan kali ini, Kepala Negara tampak mengenakan pakaian adat khas Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Upacara peringatan dipusatkan di Halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, dengan sejumlah Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia, tenaga kesehatan, serta pelajar turut serta bertindak selaku bagian dari pasukan upacara dengan menerapkan protokol kesehatan.

Rangkaian upacara dimulai pada pukul 07.45 WIB di mana pasukan upacara bersama komandan upacara memasuki lapangan upacara. Bertindak selaku komandan upacara ialah Kolonel Inf Muhammad Imam Gogor. Pria kelahiran Kediri, 16 Februari 1977, tersebut merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1998. Saat ini yang bersangkutan memegang jabatan sebagai Asisten Operasi Pasukan Pengamanan Presiden.

Sementara itu, Brigjen TNI Novi Helmy Prasetya yang merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1993 bertindak sebagai perwira upacara. Saat ini ia bertugas sebagai Kepala Staf Komando Garnisun Tetap I/Jakarta.

Tepat pukul 08.00, Presiden Joko Widodo selaku inspektur upacara memasuki tempat upacara secara virtual dan diikuti laporan komandan upacara. Selanjutnya, Kepala Negara juga memimpin prosesi mengheningkan cipta.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua MPR Bambang Soesatyo membacakan teks Pancasila sementara Ketua DPR Puan Maharani tampak membacakan teks pembukaan UUD 1945. Adapun Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memimpin pembacaan doa selepas amanat yang disampaikan oleh inspektur upacara. Ketiganya juga menjalankan tugas secara virtual dari lokasi masing-masing.

Dalam unggahan di akun Twitter pribadi, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa bangsa Indonesia yang besar ini telah melayari berbagai zaman dengan berpedoman kepada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Berpegangan pada nilai-nilai itu pula, kini bangsa Indonesia tengah berupaya melewati masa-masa sulit di tengah pandemi.

“Berpegangan pada nilai-nilai itu, dengan persatuan dan gotong royong, kita akan kembali melewati masa-masa sulit ini dan keluar sebagai pemenangnya,” ucapnya pada cuitan yang diunggah pada Selasa, 1 Juni 2021.

Untuk diketahui, acara peringatan tersebut turut dihadiri secara virtual oleh para pimpinan lembaga negara, menteri Kabinet Indonesia Maju, pimpinan lembaga pemerintah nonkementerian, hingga sejumlah kepala daerah. [ Red/Akt-01 ]

 

Aktual News

Pers Realees Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

NUSANTARAEXPRESS, MATARAM – Pentas seni yang diselenggarakan oleh Komunitas Mahasiswa Papua Lombok (Kompak) dengan mengusung tema "Merajut Seni yang Menyejukkan, Menyemai Perdamaian dan Persatuan Bangsa"
di Taman Budaya Kota Mataram, Senin (31/5) mendapat apresiasi dari Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., yang hadir bersama Forkopimda NTB yang lainnya.

Menurut Danrem 162/WB, di tengah pendemi Covid-19 yang sedang dihadapi bersama, mahasiswa yang tergabung dalam Kompak masih bisa menyelenggarakan pentas seni dalam rangka peringatan hari lahir Pancasila dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19.



“Ini sangat luar biasa dan ini baru pertama kali dilakukan di Lombok oleh adik-adik mahasiswa Papua di NTB,” ungkapnya.



Dijelaskannya, Indonesia terdiri dari beribu-ribu pulau, berbagai suku dan agama, etnis, adat istiadat, warna kulit, rambut dan lainnya mampu hidup berdampingan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Ditambahkan, Bangsa Indonesia berdiri di atas keberagaman, namun tidak menjadikannya sebagai hambatan ataupun rintangan untuk bersatu padu, bahkan keberagaman dan perbedaan dijadikan sebagai kekuatan untuk membangun Indonesia Emas yang maju dan solid serta hidup menjunjung tinggi toleransi serta saling menghormati dan menghargai satu sama lain, sehingga tidak sedikit bangsa-bangsa di Eropa dan Amerika yg ingin belajar di Indonesia untuk mempersatukan perbedaan yang mereka miliki.

"Alhamdulillah kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik berkat sinergitas TNI Polri dalam membina adik- adik mahasiswa di NTB khususnya mahasiswa Papua, selain itu juga menunjukkan kepada publik nasional dan internasional bahwa secara umum masyarakat Papua cinta damai dan tetap setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yg berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang mampu merekatkan persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia dari Sabang sampai Marauke dan dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote, " ujarnya.



Jenderal Bintang Satu itu juga meminta kepada para mahasiswa di NTB untuk lebih meningkatkan silaturahmi dlm bentuk kegiatan kegiatan positif dengan TNI, Polri dan Pemda NTB, karena Indonesia akan kuat apabila kita seluruh komponen Masyarakat bersatu padu membangun bangsa dengan hal-hal yang positif. Ditambah lagi dengan tercipta hubungan komunikasi yang harmonis dan kompak dalam bingkai Persatuan dan Kesatuan Bangsa,” tutupnya penuh semangat.

Sedangkan Ketua Karateker Kompak Ervin Yanpiet Aiebekop dalam sambutan singkatnya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta undangan yang hadir mendukung acara pentas seni dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila.

“Pentas seni ini sebagai ajang silaturahmi untuk lebih mempererat persatuan dan kesatuan bangsa ke depan,” pungkasnya.

Acara dilanjutkan dengan penampilan seni Tari Siarmale Sumbawa, Tari Gandrung Sasak dan tarian perdamaian Papua, berikut foto dan tarian bersama sebagai soft launching Komunitas Mahasiswa Papua Lombok (Kompak).



Di akhir acara Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani menyerahkan bingkisan secara simbolis kepada perwakilan anggota Kompak NTB sebagai wujud silaturahmi keluarga besar Korem 162/WB dengan Kompak.

Acara ini juga dihadiri Kapolda NTB Irjen Pol M. Iqbal, S.I.K., Kabankesbangpol NTB Lalu Abdul Wahid, Kasi Intel Kasrem 162/WB Kolonel Inf Setiya Asmara bersama Dirintel Polda NTB Kombes Pol Sutrisno HR, Dirnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Rauf, Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi S.I.K., serta perwakilan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Mataram. (Dispenad)

NUSANTARAEXPRESS, PAPUA - Aksi kelompok teroris OPM di Papua sudah sangat meresahkan. Mereka tak hanya menyerang aparat kepolisian-TNI, namun juga warga sipil. Warga Papua turut membantu upaya menghentikan aksi kelompok teroris tersebut.

Seperti yang dilakukan warga Distrik Oksamol, Papua. Mereka mengecam kekejaman kelompok teroris OPM yang telah melakukanpenyerangan terhadap Pos Polisi Oksamol dan menewaskan Briptu Mario Sanoi, Jumat (28/5) lalu.

Ansel yang merupakan Danton Linmas Distrik Oksamol, menegaskan warga menyatakan penolakan kelompok teroris OPM masuk ke wilayahnya, dan juga mengancam melawan kelompok teroris OPM menggunakan senjata tradisional bila memaksa masuk ke lingkungannya.



"Kami masyarakat distrik Oksamol marah atas kejadian tersebut, sehingga kami berkumpul lalu dengan menggunakan senjata tradisional, kami mengejar pelaku pembunuh yang masih berada tidak jauh dari kampung kami,” ujarnya.

"Kami sempat ditembaki oleh mereka namun kami tetap maju untuk mengejar mereka," lanjut Ansel dalam keterangannya, Senin (31/5).

Ansel menyebut, warga Distrik Oksamol juga bukan kali ini saja menolak keberadaan kelompok teroris OPM dan menegaskan warga Distrik Oksamul tak ada yang terlibat dan menjadi anggota kelompok teroris OPM.

"Saya yakin para pelaku adalah kelompok teroris wilayah Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo. Mereka ini bukan masyarakat asli Oksamol melainkan mereka adalah masyarakat dari luar Oksamol yang masuk untuk mengacaukan kami di Distrik Oksamol,” ucapnya.

Bukan hanya itu, Ansel juga menyebutkan keberanian warga Distrik Oksamol pernah mereka tunjukkan saat menolak kehadiran organisasi Papua New Guinea (PNG). “Kami pernah perang suku dengan masyarakat negara tetangga kami yaitu PNG yang mana mereka mengklaim bahwa wilayah tempat tinggal kami adalah bagian dari negara PNG,” pungkas Ansel (red).
Diberdayakan oleh Blogger.