NUSANTARAEXPRESS, KENDARI - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. mendampingi Presiden RI Ir. Joko Widodo melaksanakan kunjungan kerja (kunker), guna meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Kota Kendari.



Presiden Joko Widodo bersama rombongan bertolak menuju Provinsi Sulawesi Tenggara dengan menggunakan pesawat Boeing 737-500 TNI AU pada pukul 07.15 WIB dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (30/6/2021).

Setibanya di Pangkalan TNI AU Haluoleo, Kabupaten Konawe Selatan pada pukul 10.45 WITA, Presiden disambut oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, Kapolda Sulawesi Tenggara Irjen Pol. Yan Sultra Indrajaya, dan Danrem 143/Haluoleo Brigjen TNI Jannie Aldrin Siahaan.

Kunjungan kerja Bapak Presiden ke Kendari kali ini untuk memastikan pemerintah daerah, baik Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan Pemerintah Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara ini aktif dalam penanganan Covid-19 serta memberikan pengarahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Sulawesi Tenggara di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara.

 

Autentikasi :

Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Laut (KH) Dr. Drs. Edys Riyanto, M.Si.

Medan, Aktual News-Ketika Satuan Brimob Poldasu terus berperan aktif dalam pencegahan penyebaran Covid-19 telah melaksanakan Penyemprotan Skala Besar.

Tempat di Jalan Bukit Barisan Lapangan Merdeka Medan, Rabu(30/6/21) personil gabungan melaksanakan apel pemberangkatan yang dipimpin oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, S.H.,S.I.K.,M.Si.

Namun Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Pol Suheru, S.I.K.,M.H. mengungkapkan Penyemprotan Disinfektan secara Skala Besar merupakan salah satu upaya Brimob dalam all out mendukung pemerintah dalam pencegahan Virus Corona.

“Disamping itu, dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara Ke-75 kita berikan pelayanan prima kepada masyarakat melalui penyemprotan disinfektan dan memberikan imbauan prokes”, ucapnya.

Ditempat terpisah, Kabag Ops Sat Brimob Polda Sumut Kompol Heriyono menjelaskan ada 3 rayonisasi pembagian lokasi dalam kegiatan hari ini, untuk unit KBR melaksanakan penyemprotan manual di Pasar MMTC Pancing dan Pasar Inatex Simpang Limun sedangkan Kendaraan AWC melakukan penyemprotan di Pasar Sunggal.

“Tapi untuk 1 Rayonisasi lagi, personil kita melaksanakan penyemprotan dan imbauan prokes di Pasar Sambu dengan menggunakan Kendaraan penyemprotan yang dimodifikasi”, sebut Kompol Heriyono. [ Red/Akt-35/Ansary ]

 

Aktual News

Bogor, Aktual News-Rabu 30 Juni 2021 bertempat di kebun Percobaan Muara Jl. Kapten Yusuf No.12 Rt 01/Rw 13 Kel Pasir Jaya Kec. Bogor Barat Kota Bogor Danrem 061/SK Brigjen TNI Achmad Fauzi S.I.P.,M.M pimpin Apel Sinergitas 3 Pilar dan kegiatan Polisi Rw yang diikuti oleh lebih kurang 50 peserta.

Turut hadir dalam giat tersebut antara lain Kasi Ops Korem 061/SK (Kol Inf Dr.Sigit Purwanto ,S.I.P), Kapolsek Bogor Barat (Kompol Sahroni,MH), Danramil Bogor Barat (Kapten Inf Uki Dasuki), Camat Bogor Barat (Drs Abdul Rahman), Kanit Binmas Polsek Bogor Barat (Ipda Masyanto), Kanit Sabhara Polsek Bogor Barat (Ipda Riyanta), Kanit Lantas Polsek Bogor Barat (Ipda B.Jaya) serta Lurah Pasir Jaya (Ibu Susan).

Sedangkan unsur yang mengikuti kegiatan apel tersebut antara lain Polresta Bogor Kota, Koramil Bogor Barat, Polsek Bogor Barat, Satpol PP Kota Bogor, Ketua Rt & Rw Kec.Bogor Barat, Satgas Covid 19 Bogor Barat dan juga Polmas Bogor Barat.

Dalam arahannya, Pimpinan apel menyampaikan bahwa
Saat ini kegiatan apel sinergitas 3 pilar yang dilaksanakan di wilayah kota Bogor adalah kegiatan yang ke 23 kali. Namun kegiatan tersebut akan terus dilakukan, dan tiga pilar bersama satgas covid-19 tidak pernah lelah berjuang untuk menekan jumlah penularan Covid 19 di kota Bogor.

” Kita akan tetap melaksanakan operasi PPKM Mikro dan jam malam maupun operasi yustisi sebagai penerapan kebijakan dari Forkopimda guna memutus mata rantai penyebaran Covid 19. Dan Kita harus mendukung program Presiden Jokowi dalam rangka penanganan Covid 19 dengan ikut mensukseskan Vaksinasi massal yang di targetkan mencapai 1 juta per hari.” Hal itu disampaikan oleh Danrem.

” Yang paling utama adalah mari kita sama-sama melaksakanan penegakan Protkes, kami sebagai aparat baik TNI/Polri dan satgas Covid bertanggung jawab untuk mengembalikan Kota Bogor menjadi ke zona hijau.” Pungkasnya.

Usai melaksanakan Apel Sinergitas 3 Pilar dan Polisi RW kemudian Danrem melanjutkan dengan memberikan 50 paket sembako secara simbolis dan menyambangi warga yang sedang melakukan isolasi mandiri. [ Red/Akt-01 ]

 

Aktual News

Sumber: Penrem 061/SK

 

NUSANTARAEXPRESS, ACEH BESAR - Dalam rangka mendorong peningkatan pendataan, perlindungan, dan pelayanan publik untuk mewujudkan hak bagi anak, Tim pengerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) berkolaborasi bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Aceh Besar menyerahkan secara simbolis 66 keping Kartu Identitas Anak (KIA) dari jumlah 3.670 yang sudah memegang KIA, di UDKP kantor camat Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, (28/6/2021).

Ketua PKK Aceh Besar, Rahmah Abdullah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kartu Identitas Anak merupakan upaya Pemerintah untuk memenuhi kewajibannya dalam memberikan identitas kependudukan kepada seluruh penduduk warga negara Indonesia yang berlaku secara nasional sebagai upaya perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara.

"Kartu Identitas Anak diperuntukan bagi anak berusia 0 - 17 tahun. KIA merupakan identitas penduduk yang berlaku secara nasional dan terintegrasi dengan Sistem Informasi dan Administrasi Kependudukan," kata Rahmah Abdullah.

Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa hal ini juga merupakan salah satu program untuk mendukung pendataan angka stunting di Kabupaten Aceh Besar.

Selain itu, dia menyampaikan apresiasi atas kesuksesan program kolaborasi ini. "Terima kasih, kepada petugas PRG, pengurus PKK baik di tingkat Kecamatan maupun gampong serta kepada seluruh kader posyandu yang telah mengambil andil dalam menyukseskan kegiatan ini," papar Rahmah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Besar Rahmat Sentosa, S.Sos, mengucapkan terima kasih kepada TP PKK Kabupaten Aceh Besar dan semua pihak yang telah membantu atas terselenggaranya program ini.

"Kita sangat menyambut baik pelaksanaan kegiatan seperti ini. Yang tentunya turut mengambil andil dalam memudahkan masyarakat mengurus dan mendapatkan dokumen, khususnya idenditas anak, guna pemenuhan hak konstitusional anak. Karena tanpa dokumen atau identitas tersebut anak akan terkendala dalam memperoleh layananan lainnya," ujar Rahmah menambahkan.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua DWP Kabupaten Aceh Besar, Danramil, Kapolsek dan petugas PRG wilayah Kecamatan Indrapuri. (KH/Red)

Solear, Aktual News- Kecamatan Solear selasa 29/06/2021. 09:22 WIB, melakukan vaksinasi gratis di aula kantor urusan agama ( KUA ), kecamatan Solear kabupaten Tangerang, namum sayang dengan di adakannya vaksinasi gratis tersebut diduga menimbulkan kerumunan.

Saat awak media AktualNews.co.id ingin menemui pejabat atau kepala Puskesmas Cikuya untuk konfirmasi terkait program vaksinasi gratis untuk warga sekecamatan Solear atau seperti apa, namun sayang pejabat atau kepala Puskesmas Cikuya tidak ada di lokasi, menurut salah satu petugas Puskesmas Cikuya pejabat atau kepala puskesmas Cikuya ada di ruangan vaksinasi namun setelah awak media AktualNews.co.id menuju keruangan vaksinasi yang berada di salah satu ruangan aula KUA kecamatan Solear.

Kepala Puskesmas Cikuya tidak dapat dijumpai untuk di wawancarai atau dimintai Konfirmasi terkait adanya kerumunan warga yang mengantri untuk melakukan vaksinasi, apa lagi pandemi covid-19 saat ini semakin ganas.

Secara himbauan untuk menjaga jarak tidak terlihat di lokasi vaksinasi gratis
[ Red/Akt-26/Har ]

 

Ð

Tangerang, Aktual News-Portal data Visualisasi, dan informasi mengenai Covid-19 di kabupaten Tangerang.dari Update terakhir senin 28/06/2021pukul09:24 WIB hingga selasa 29/06/2021.pukul 03:02 Wib, data kasus covid-19 tidak ada perubahan dan di duga kuat ada yang janggal mengenai informasi sebaran data Covid-19, di kecamatan Solear kabupaten Tangerang, hal tersebut terlihat di portal data Visualisasi dan informasi mengenai Covid-19 di kabupaten Tangerang dengan angka kejadian pandemi Covid-19 di kecamatan Solear kabupaten Tangerang, dari Update terakhir seperti di sebutkan di atas untuk, kasus Suspek dirawat jumlah : 0
Kasus konfirmasi isolasi jumlah : 0 Kasus konfirmasi total jumlah 156 ( Seratus lima puluh enam ), Kasus konfirmasi Sembuh jumlah 155 ( Seratus lima puluh lima ), Kasus konfirmasi meninggal jumlah kasus 1 ( Satu ), yang artinya dimana jika melihat dari data Update terakhir angka kejadian di kecamatan Solear nihil, yang menjadi pertanyaan besar pihak Dinas Kesehatan (Dinkes), kab, Tangerang mendapatkan titik lokasi acak ( Random by system ), seperti apa dan bagaimana bentuk laporannya.

Dari hasil penelusuran awak media AktualNews.co.id yang terkonfirmasi atau positif Covid-19 di desa Pasanggrahan terutama warga perumahan Taman Kirana Surya cukup banyak dan menghawatirkan belum lagi yang menjalankan isolasi mandiri ( Isoman ), seperti penuturan salah satu ketua Rt di perumahan Taman Kirana Surya yang cukup aktif dan peduli terhadap warganya terutama kepada warga yang positif Covid-19, bahkan ketua Rt tersebut cukup kewalahan hampir setiap hari warganya yang positif Covid-19, masih menurut beliau demi rasa kemanusiaan dirinya pun mengabaikan keselamatan dirinya sendiri dan keluarga di rumah, bersama-sama dengan warga di lingkungannya untuk bergotong royong saling berbagi tugas walau dengan protokol kesehatan (Prokes), seadanya.

Masih menurut ketua Rt yang tidak ingin disebutkan namanya hampir setiap hari warganya yang sakit belum lagi yang meninggal terlepas warga tersebut sakit atau meninggal karena positif Covid-19 dirinya tidak berani menyimpulkan, walau memang beberapa hari yang lalu warganya ada yang positif Covid-19, dan meninggal tetapi warga yang meninggal tersebut dinyatakan negatif oleh salah satu Rumah Sakit( RS), yang sebelumnya warga tersebut dinyatakan positif oleh salah satu klinik makanya warga yang positif Covid-19, dirujuk ke RS dan meninggal, ujarnya.

Sangat disayangkan fakta di lapangan banyak warga perumahan taman Kirana Surya yang positif Covid-19, namun di portal data Visualisasi dan informasi mengenai Covid-19 di kabupaten Tangerang, seakan-akan tidak ada kejadian yang luar biasa hal tersebut patut menjadi pertanyaan besar dan kuat dugaan ada apa…?!, untuk apa,..?

Secara Kasus pandemi Covid-19, ini adalah bencana nasional dan harus di tanggulangi bersama-sama dengan stakeholder yang ada, kasus pandemi Covid-19 jangan di anggap sepele kasus ini kasus kemanusiaan dan nyawa taruhannya.
[ Red/Akt-26/Har ]

 

Aktual News

 

Jakarta, Aktual News– Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) telah menerbitkan surat rekomendasi tertanggal 4 Juni 2021, Nomor: R-996/KASN/6/2021, perihal pengembalian pendemosian Drs. I Komang Wiasa, M.Si. dari Guru ke Jabatan Staf Ahli Bupati. Surat rekomendasi tersebut diserahkan langsung Asisten Komisioner JPT 1 Bidang Medlin (Mediasi dan Perlindungan), Agung Endrawan, kepada Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, di Kantor KASN Jalan Letjen M.T. Haryono No. Kav. 52-53, RT. 3/RW.4, Cikoko, Kecamatan Pancoran, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Kepada awak media, Agung Endrawan mengucapkan terima kasih kepada Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, yang telah melaksanakan amanat dalam surat rekomendasi tersebut. “Hal tersebut sesuai dengan UU No. 30 Tahun 2014 Pasal 5 tentang Administrasi Pemerintahan yang menyebutkan penyelenggaraan pemerintahan harus berasaskan perlindungan HAM, dan ditegaskan dalam UU No. 5 Tahun 2014 Pasal 3 huruf f tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menyebutkan prinsip ASN adalah mendapatkan jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugasnya,” terang I Gusti Ngurah Agung Yuliata Endrawan, S.H., M.H. atau yang akrab disapa Agung Endrawan, Minggu (27/6/21).

Surat rekomendasi tersebut dikeluarkan, lanjut Yuliata Endrawan, berdasarkan hasil pengawasan dengan melakukan klarifikasi satu sama lain di lapangan sesuai fakta-fakta yang telah diperoleh.

Setelah menerima surat rekomendasi, Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, segera melantik dan mengambil sumpah jabatan I Komang Wiasa sebagai Pejabat Tinggi Pratama Staf Ahli Bupati Jembrana, yang sebelumnya sempat dimutasi menjadi guru. Acara pelantikan berlangsung di Aula Lantai 2 Jimbarwana, Jumat (25/6/21).

Pejabat asal Desa Baluk, Kecamatan Negara, ini dilantik dan diambil sumpah dan janjinya berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jembrana No. 295/BKPSDM/2021, tertanggal 24 Juni 2021 tentang Pengembalian PNS dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Staf Ahli Bupati Jembrana Bidang Kemasyarakatan dan SDM.

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), I Made Budiarsa, mengaku bahwa I Komang Wiasa sebelumnya menjabat sebagai Guru Madya pada SMP Negeri 4 Negara. Sesuai Surat Keputusan Bupati Jembrana No. 295/BKPSDM/2021, I Komang Wiasa diangkat untuk menduduki jabatan baru sebagai Pejabat Tinggi Pratama Staf Ahli Bupati Jembrana.

“Jabatan Pejabat Tinggi Pratama Staf Ahli Bupati bagi I Komang Wiasa merupakan pengembalian jabatan PNS dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, yang sebelumnya sempat menduduki jabatan sebagai guru,” jelas Budiasa.

Budiasa menegaskan, pengangkatan I Komang Wiasa berdasarkan surat rekomendasi dari KASN atas pengaduan dugaan pelanggaran terkait Pendemosian Jabatan Staf Ahli Bupati menjadi guru. Maka perlu dilakukan pengembalian PNS atas nama I Komang Wiasa ke dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Staf Ahli Bupati. “Hal ini sudah sesuai surat rekomendasi dari KASN, maka perlu mengembalikan pendemosian Saudara I Komang Wiasa,” jelasnya.

Pada saat Surat Keputusan Bupati Jembrana No. 295/BKPSDM/2021 ini berlaku, maka Surat Keputusan Bupati No. 821/070/KEPEG/2011 tentang Pembebasan PNS dari Jabatan Struktural dan Pengangkatan kembali ke Dalam Jabatan Fungsional Guru SMP di lingkungan Pemkab Jembrana dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Sementara itu, Bupati Tamba berharap agar Pejabat Tinggi Pratama Staf Ahli Bupati yang dilantik agar bekerja dengan baik. “Karena yang bersangkutan berjuang sendiri dan sudah berdasarkan aturan perundang-undangan yang berlaku maka kita support, dengan harapan setelah dilantik dapat bekerja dengan sungguh-sungguh demi kemajuan pembangunan di Kabupaten Jembrana,” tutur Tamba.

Secara terpisah, I Komang Wiasa menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena melalui Bupati Jembrana dan KASN, jabatannya sebagai Staf Ahli Bupati telah dikembalikan. “Tentu saya sangat bersyukur ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa atas pengembalian pendemosian jabatan saya, lewat Bapak Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, dan Wabup Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna,” ujar Wiasa.

Awal mula didemosi, jelas Wiasa mengenang, adalah saat Pj Bupati Jembrana, Sunendra, memutasi dirinya dari Jabatan Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo menjadi Staf Ahli Bupati Tahun 2010. Setelah menjabat Staf Ahli Bupati, tidak lama kemudian Bupati Putu Artha terpilih sebagai Bupati Jembrana definitif. Saat itulah Komang Wiasa dimutasi menjadi Guru oleh Putu Artha.

Hal tersebut dikarenakan adanya pengaduan dari Kabag Hukum, I Made Sudiada, S.H., bahwa Wiasa tidak hadir pada saat pelantikan Staf Ahli Bupati, padahal faktanya tidak seperti itu. “Kabag Hukum, I Made Sudiada melaporkan ke Bupati Jembrana, Putu Artha, bahwa saya tidak hadir pada saat pelantikan, dan beliau tidak mengecek fakta di lapangan bahwa saya hadir, maka saya pun dimutasi menjadi Guru SMPN 4 Negara,” ungkap Wiasa.

Usai pelantikannya itu, Wiasa mengatakan bahwa dirinya akan berupaya agar kehadirannya sebagai Staf Ahli Bupati akan membawa warna baru bagi program pelayanan masyarakat di Kabupaten Jembrana. “Saya akan berupaya keras agar kehadiran saya di sini sedikitnya akan memberikan warna, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat menuju masyarakat Jembrana yang bahagia,” pungkas I komang Wiasa. [ Red/Akt-01/AM/NJK ]

 

 

Aktual News

 

NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA - Peran aktif kalangan etnis Tionghoa dalam perjuangan bangsa Indonesia sejak dahulu kala merupakan suatu keniscayaan yang tidak bisa dihapus dari catatan sejarah perjalanan bangsa ini. Bahkan, kemunculan kelompok-kelompok masyarakat yang kemudian dikenal sebagai bangsa Indonesia di nusantara diyakini para sejarahwan dimulai dari adanya migrasi kelompok manusia dari Yunan, sebuah daerah di bagian Cina Selatan. Kedatangan mereka ke nusantara tentunya membawa seluruh kebudayaan dan peradaban hidup mereka ke tanah air ribuan tahun lampau [1].

Kehidupan keseharian masyarakat dari Cina daratan di berbagai pulau di nusantara membaur menyatu dengan masyarakat lokal dari dahulu kala hingga hari-hari ini. Tidak hanya di bidang budaya, seni, dan cara hidup bermasyarakat, sejarah menuturkan bahwa hampir semua agama di Indonesia tersebar dengan lancar, cepat dan aman, tidak lepas dari peran kaum etnis Tionghoa. Sebut saja agama Budha, Konghucu, dan Islam, peran tokoh-tokoh agama dari etnis China sangat kental [2]. Seni budaya Tionghoa, baik berbentuk seni gerak, seni musik, seni suara, dan seni ukir/bangunan dapat kita lihat di berbagai bentuk kesenian, budaya dan bangunan dari Sabang hingga Merauke [3].

Keterlibatan secara aktif warga Hindia Belanda –nama Indonesia sebelum kemerdekaan– dari etnis Tionghoa juga cukup banyak dijumpai dalam dinamika gerak perjuangan memajukan bangsa, pun dalam merebut kemerdekaan dan mempertahankannya. Salah satu peran nyata kalangan etnis ini di masa lalu adalah keikutsertaan tiga tokoh Tionghoa dalam pendirian perguruan tinggi yang kini kita kenal sebagai Institut Teknologi Bandung atau ITB. Ketiga tokoh pejuang bangsa itu adalah Nio Hoey Oen, Phoa Keng Hek, dan H.H. Kan [4].

Sebagaimana sering sekali kita lihat bahwa dalam suatu kegiatan pembangunan yang membutuhkan dana besar di dalam masyarakat, keterlibatan para pihak yang memiliki banyak harta, baik berupa tanah, bangunan, maupun berbentuk uang sangat penting. Kehadiran tiga tokoh bangsa dari etnis Tionghoa dalam Tim Komite Finansial untuk pembangunan Sekolah Teknik Tinggi atau disebut juga Tim-15 –semacam panitia pembangunan– untuk persiapan pembangunan ITB amat menentukan keberhasilan pendirian kampus yang fokus menghasilkan para insinyur teknik itu [5]. Ketiganya memiliki peran yang sangat besar dalam pengumpulan dana 500 ribu gulden, atau setara setara Rp. 38,5 miliar, bagi pembangunan gedung Kampus ITB.

Artikel sejarah awal berdirinya ITB yang ditulis seorang alumni ITB, Dr. Ong Han Ling, yang mengungkapkan peran aktif tiga tokoh Indonesia dari etnis Tionghoa beberapa waktu lalu dinilai sebagai sesuatu yang perlu diapresiasi. Catatan Dr. Ong Han Ling tersebut merupakan nukilan sejarah yang sangat penting dalam rangka pengembangan pengetahuan sejarah bangsa, baik bagi alumni ITB sebagai warga yang pernah bersentuhan langsung dengan kampus tersebut maupun bagi masyarakat luas.

Hal itu menarik perhatian seorang alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA. Pria yang lebih dikenal sebagai Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) itu mengatakan bahwa selama ini publik hanya mengenal ITB sebagai kampus yang dibangun Pemerintah Hindia Belanda.

“Rupanya, keterlibatan para pengusaha ternama Tionghoa masa itu dalam pembangunan ITB amat besar. Saya sangat menghargai dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dr. Ong Han Ling yang sudah berkenan berbagi pengetahuan sejarah lahirnya ITB,” ungkap Wilson Lalengke, Selasa, 29 Juni 2021 kepada media ini.

Jika Dr. Ong Han Ling, lanjut Lalengke, tidak menuliskan dan membagi informasi kepada kita, bagaimana mungkin publik tahu bahwa pembangunan ITB yang semula bernama de Techniche Hoogeschool te Bandoeng (TH Bandoeng) bisa kita ketahui? “Dari penuturan Dr. Ong Han Ling kita mendapatkan gambaran bahwa seluruh komponen bangsa dari berbagai suku dan etnis bersatu-padu sejak dahulu dalam setiap tahapan perjalanan sejarah kita. Oleh karena itu, kita patut bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Ong,” ulas lulusan pasca sarjana bidang Global Ethics dari Birmingham University, England, ini.

Selanjutnya, Lalengke menyampaikan harapannya semoga Dr. Ong Han Ling dapat memberikan lebih banyak catatan sejarah yang beliau miliki terkait keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia di masa lalu. “Jika Pak Ong Han Ling masih memiliki catatan sejarah yang perlu diketahui generasi berikutnya, saya berharap tokoh Tionghoa yang kini berusia 85 tahun itu berkenan berbagi cerita lagi kepada kita semua,” kata Wilson Lalengke berharap.

Sebagaimana pemberitaan terdahulu, pendirian ITB di awal Juli 1920 turut melibatkan tiga tokoh bangsa dari etnis Tionghoa. Mereka bertiga masuk dalam Tim-15 yang ditugaskan untuk mempersiapkan dan melaksanakan pendirian sebuah lembaga pendidikan tinggi di bidang teknik dalam rangka mengatasi kelangkaan ketersediaan tenaga teknik saat itu akibat Perang Dunia I.

Secara lengkap, Tim Komite Finansial untuk pembangunan Sekolah Teknik Tinggi (Tim-15) tersebut terdiri dari:

1. H. Rijfsnijder, Residen Batavia – Ketua
2. Nio Hoey Oen, Kapten Tionghoa di Batavia
3. Phoa Keng Hek, Ketua Perhimpunan Sekolah Tionghoa (Tiong Hwa Hwee Kwan)
4. H.H. Kan, Tuan Tanah, Anggota Dewan Daerah Batavia
5. Mr. I. Hen, mantan sekretaris kotapraja Batavia – Sekretaris
6. E.A. Zeilinga AZN, Presiden Javasche Bank
7. C. Canne, Ketua Dewan Kotapraja Batavia
8. F.H.K. Zaalberg, Pemimpin Redaksi Bataviaasch Handelsblad
9. G.P.N. Elenbaas, Ahli bangunan
10. R.M. Ario Dhipokoesoemo, Regent Batang
11. Raden Bati Djajanegara, Jaksa Kepala Batavia
12. Dr. J. Noordhoek Hegt, Direktur S.T.O.V.I.A.
13. Dr. Ingr. P.N. Degens, guru
14. K.W.SMr. F.J.H. Cowan, Sekretaris Departemen Kehakiman
15. Mr. Dr. W.M.G. Schumann, Pegawai Dinas Kesehatan Penduduk

Kelima-belas orang inilah yang telah bekerja keras selama beberapa tahun mempersiapkan dan melaksanakan pendirian de Techniche Hoogeschool te Bandoeng (TH Bandoeng). Perguruan tinggi Teknik ini awalnya hanya memiliki satu fakultas dengan satu jurusan, yakni de Faculteit van Technische Wetenschap (Fakultas Ilmu Teknik) dan jurusan de afdeeling der We gen Waterbouw (Departemen Teknik Hidrolik Jalan).

Dirgahayu Institut Teknologi Bandung, 3 Juli 1920 – 3 Juli 2021. Semoga di usiamu yang ke-101 tahun ini, ITB semakin jaya dalam melanjutkan perjuangan para pahlawan bangsa mengisi kemerdekaan Indonesia menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. (APL/Red)

Catatan/Referensi:

[1] Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia: Mengenal Teori Yunan; https://kumparan.com/berita-update/asal-usul-nenek-moyang-bangsa-indonesia-mengenal-teori-yunan-1uvllHHxz3Y/full

[2] Islam, Sumbangsih Terbesar Etnis Tionghoa; https://www.indonesia.go.id/ragam/budaya/sosial/islam-sumbangsi…

Aceh Besar, Aktual News– Dalam rangka mendorong peningkatan pendataan, perlindungan, dan pelayanan publik untuk mewujudkan hak bagi anak, Tim pengerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) berkolaborasi bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Aceh Besar menyerahkan secara simbolis 66 keping Kartu Identitas Anak (KIA) dari jumlah 3.670 yang sudah memegang KIA, di UDKP kantor camat Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, (28/6/2021).

Ketua PKK Aceh Besar, Rahmah Abdullah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kartu Identitas Anak merupakan upaya Pemerintah untuk memenuhi kewajibannya dalam memberikan identitas kependudukan kepada seluruh penduduk warga negara Indonesia yang berlaku secara nasional sebagai upaya perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara.

“Kartu Identitas Anak diperuntukan bagi anak berusia 0 – 17 tahun. KIA merupakan identitas penduduk yang berlaku secara nasional dan terintegrasi dengan Sistem Informasi dan Administrasi Kependudukan,” kata Rahmah Abdullah.

Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa hal ini juga merupakan salah satu program untuk mendukung pendataan angka stunting di Kabupaten Aceh Besar.

Selain itu, dia menyampaikan apresiasi atas kesuksesan program kolaborasi ini. “Terima kasih, kepada petugas PRG, pengurus PKK baik di tingkat Kecamatan maupun gampong serta kepada seluruh kader posyandu yang telah mengambil andil dalam menyukseskan kegiatan ini,” papar Rahmah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Besar Rahmat Sentosa, S.Sos, mengucapkan terima kasih kepada TP PKK Kabupaten Aceh Besar dan semua pihak yang telah membantu atas terselenggaranya program ini.

“Kita sangat menyambut baik pelaksanaan kegiatan seperti ini. Yang tentunya turut mengambil andil dalam memudahkan masyarakat mengurus dan mendapatkan dokumen, khususnya idenditas anak, guna pemenuhan hak konstitusional anak. Karena tanpa dokumen atau identitas tersebut anak akan terkendala dalam memperoleh layananan lainnya,” ujar Rahmah menambahkan.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua DWP Kabupaten Aceh Besar, Danramil, Kapolsek dan petugas PRG wilayah Kecamatan Indrapuri. [ Red/Akt-01/KH ]

 

Aktual News

NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA - Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) telah menerbitkan surat rekomendasi tertanggal 4 Juni 2021, Nomor: R-996/KASN/6/2021, perihal pengembalian pendemosian Drs. I Komang Wiasa, M.Si. dari Guru ke Jabatan Staf Ahli Bupati. Surat rekomendasi tersebut diserahkan langsung Asisten Komisioner JPT 1 Bidang Medlin (Mediasi dan Perlindungan), Agung Endrawan, kepada Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, di Kantor KASN Jalan Letjen M.T. Haryono No. Kav. 52-53, RT. 3/RW.4, Cikoko, Kecamatan Pancoran, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Kepada awak media, Agung Endrawan mengucapkan terima kasih kepada Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, yang telah melaksanakan amanat dalam surat rekomendasi tersebut. "Hal tersebut sesuai dengan UU No. 30 Tahun 2014 Pasal 5 tentang Administrasi Pemerintahan yang menyebutkan penyelenggaraan pemerintahan harus berasaskan perlindungan HAM, dan ditegaskan dalam UU No. 5 Tahun 2014 Pasal 3 huruf f tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menyebutkan prinsip ASN adalah mendapatkan jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugasnya," terang I Gusti Ngurah Agung Yuliata Endrawan, S.H., M.H. atau yang akrab disapa Agung Endrawan, Minggu (27/6/21).

Surat rekomendasi tersebut dikeluarkan, lanjut Yuliata Endrawan, berdasarkan hasil pengawasan dengan melakukan klarifikasi satu sama lain di lapangan sesuai fakta-fakta yang telah diperoleh.

Setelah menerima surat rekomendasi, Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, segera melantik dan mengambil sumpah jabatan I Komang Wiasa sebagai Pejabat Tinggi Pratama Staf Ahli Bupati Jembrana, yang sebelumnya sempat dimutasi menjadi guru. Acara pelantikan berlangsung di Aula Lantai 2 Jimbarwana, Jumat (25/6/21).

Pejabat asal Desa Baluk, Kecamatan Negara, ini dilantik dan diambil sumpah dan janjinya berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jembrana No. 295/BKPSDM/2021, tertanggal 24 Juni 2021 tentang Pengembalian PNS dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Staf Ahli Bupati Jembrana Bidang Kemasyarakatan dan SDM.

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), I Made Budiarsa, mengaku bahwa I Komang Wiasa sebelumnya menjabat sebagai Guru Madya pada SMP Negeri 4 Negara. Sesuai Surat Keputusan Bupati Jembrana No. 295/BKPSDM/2021, I Komang Wiasa diangkat untuk menduduki jabatan baru sebagai Pejabat Tinggi Pratama Staf Ahli Bupati Jembrana.

"Jabatan Pejabat Tinggi Pratama Staf Ahli Bupati bagi I Komang Wiasa merupakan pengembalian jabatan PNS dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, yang sebelumnya sempat menduduki jabatan sebagai guru," jelas Budiasa.

Budiasa menegaskan, pengangkatan I Komang Wiasa berdasarkan surat rekomendasi dari KASN atas pengaduan dugaan pelanggaran terkait Pendemosian Jabatan Staf Ahli Bupati menjadi guru. Maka perlu dilakukan pengembalian PNS atas nama I Komang Wiasa ke dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Staf Ahli Bupati. "Hal ini sudah sesuai surat rekomendasi dari KASN, maka perlu mengembalikan pendemosian Saudara I Komang Wiasa," jelasnya.

Pada saat Surat Keputusan Bupati Jembrana No. 295/BKPSDM/2021 ini berlaku, maka Surat Keputusan Bupati No. 821/070/KEPEG/2011 tentang Pembebasan PNS dari Jabatan Struktural dan Pengangkatan kembali ke Dalam Jabatan Fungsional Guru SMP di lingkungan Pemkab Jembrana dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Sementara itu, Bupati Tamba berharap agar Pejabat Tinggi Pratama Staf Ahli Bupati yang dilantik agar bekerja dengan baik. "Karena yang bersangkutan berjuang sendiri dan sudah berdasarkan aturan perundang-undangan yang berlaku maka kita support, dengan harapan setelah dilantik dapat bekerja dengan sungguh-sungguh demi kemajuan pembangunan di Kabupaten Jembrana," tutur Tamba.

Secara terpisah, I Komang Wiasa menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena melalui Bupati Jembrana dan KASN, jabatannya sebagai Staf Ahli Bupati telah dikembalikan. "Tentu saya sangat bersyukur ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa atas pengembalian pendemosian jabatan saya, lewat Bapak Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, dan Wabup Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna," ujar Wiasa.

Awal mula didemosi, jelas Wiasa mengenang, adalah saat Pj Bupati Jembrana, Sunendra, memutasi dirinya dari Jabatan Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo menjadi Staf Ahli Bupati Tahun 2010. Setelah menjabat Staf Ahli Bupati, tidak lama kemudian Bupati Putu Artha terpilih sebagai Bupati Jembrana definitif. Saat itulah Komang Wiasa dimutasi menjadi Guru oleh Putu Artha.

Hal tersebut dikarenakan adanya pengaduan dari Kabag Hukum, I Made Sudiada, S.H., bahwa Wiasa tidak hadir pada saat pelantikan Staf Ahli Bupati, padahal faktanya tidak seperti itu. "Kabag Hukum, I Made Sudiada melaporkan ke Bupati Jembrana, Putu Artha, bahwa saya tidak hadir pada saat pelantikan, dan beliau tidak mengecek fakta di lapangan bahwa saya hadir, maka saya pun dimutasi menjadi Guru SMPN 4 Negara," ungkap Wiasa.

Usai pelantikannya itu, Wiasa mengatakan bahwa dirinya akan berupaya agar kehadirannya sebagai Staf Ahli Bupati akan membawa warna baru bagi program pelayanan masyarakat di Kabupaten Jembrana. “Saya akan berupaya keras agar kehadiran saya di sini sedikitnya akan memberikan warna, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat menuju masyarakat Jembrana yang bahagia," pungkas I komang Wiasa. (AM/Red)

Editor: NJK

NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Laporan Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan (LHPLK) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) TA 2020.

LHPLK diserahkan langsung oleh Anggota I BPK RI Bidang Polhukam, Hendra Susanto kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (29/6/2021).

Dengan demikian selamat delapan tahun berturut-turut sejak 2013 sampai 2020, Polri berhasil meraih WTP dari BPK.




Kapolri menyampaikan bahwa Korps Bhayangkara selalu berkomitmen untuk mengelola dan mempertanggungjawabkan uang negara dengan sebaik-baiknya.

“Capaian tersebut harus dipertahankan dan terus ditingkatkan guna mewujudkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan negara,” kata Sigit dalam keterangan tertulis, Selasa (29/6/2021).

Sementara itu, Hendra Susanto mengatakan, WTP yang diberikan bukanlah hadiah dari BPK, melainkan kepatuhan Polri dalam mengelola dan menjunjung tinggi akuntabilitas. “Opini ini bukan hadiah dari BPK tetapi sebagai kepatuhan Polri dalam mengelola keuangan negara,” kata Hendra.

BPK, kata dia, tidak menemukan permasalahan signifikan yang berdampak pada kewajaran penyajian laporan keuangan. Pemeriksaan terdiri atas pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu.

Tujuan utama pemeriksaan laporan keuangan adalah untuk memberikan opini yang merupakan pendapat profesional pemeriksa atas kewajaran informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dengan sejumlah kriteria. [AYH]
Diberdayakan oleh Blogger.