Solear, Aktual NewsDengan wajah yang terlihat lelah namun sebagai ketua tim gugus tugas penanggulangan pandemi Covid-19, kecamatan Solear dan tanggung jawab sebagai Camat Solear, H Soni Karsan.S.Sos.MM.Kp, Minggu 03/07/2021 sekitar pukul15:56 Wib dirinya bersama Bpk Komarudin langsung mengunjungi keluarga Bpk Arbain.

Dalam kunjungan tersebut H Soni Karsan mengatakan ada seseorang atau warga yang melaporkan kepada Bupati kabupaten Tangerang melalui ajudan Bupati kabupaten Tangerang Via pesan WhatsApp ( WA), dalam pesan tersebut dilanjutkan kepada ajudan Bupati kabupaten Tangerang. A Zaki Iskandar, dalam pesan WhatsApp di sebutkan ada masyarakat yang positif Covid-19, yang melakukan isolasi mandiri namun belum ada tindakan atau bantuan pada saat isolasi mandiri dari pemerintah.H Soni Karsan selaku ketua Tim Covid-19 kecamatan Solear menjelaskan selain dirinya sebagai ketua tim Covid-19 dirinya juga didampingi wakil dari Kapolsek Cisoka dan Danramil sebagai Tim Covid-19, sekedar catatan kata H Soni Karsan jika ada warga yang positif Covid-19 segera melaporkan kepada pihak desa dalam hal ini kepala Desa Pasanggrahan.

Tim Covid-19 kecamatan Solear tidak akan tahu jika ada warga Kirana yang positif Covid-19 tanpa adanya laporan dari pihak Desa setempat.

H Soni Karsan juga berharap jika ada warga yang positif Covid-19 jangan langsung lapor ke Bupati, lapor dulu ke Desa dari Desa baru ke Camat sehingga Tim Covid-19 kecamatan Solear segera mengambil tindakan dan menghubungi tenaga kesehatan Puskesmas Cikuya agar masyarakat mendapatkan penanganan yang serius, hal ini menurut Camat Solear H Soni Karsan dengan adanya kejadian seperti ini dirinya tahu sejauh mana warga terpapar Covid-19.

Ditempat yang sama Bpk Arbain sangat berterimakasih kepada Camat Solear yang begitu perhatian dan peduli terhadap warganya dengan tidak mengenal waktu apa lagi saat melihat Camat Solear yang datang berjalan tertatih dengan tongkat akibat luka operasi di kakinya, ” ujar bpk Arbani.

Dalam kunjungan tersebut ada hal yang menarik yang mana disaat yang bersamaan ada Cakades Nomor Urut 01, Desa Pasanggrahan Bpk Sutarlan langsung Camat Solear H Soni Karsan meminta kepada bpk Sutarlan untuk memantau Warganya yang positif Covid-19.

Dan dihimbau segera laporkan kepada ketua tim Covid-19 kecamatan Solear, selanjutnya dihadapan warga kirana Rt 006/009. mengatakan di saat seperti ini masyarakat harus pandai memilih pemimpin atau Cakades yang peduli terhadap warganya, pilihlah pemimpin yang bermasyarakat seperti ini sambil menunjuk kepada Bpk Sutarlan Cakades nomor urut 01, sebagai contoh sosok pemimpin yang ideal ujarnya, untuk apa memilih pemimpin yang jika sudah terpilih menjadi Kepala Desa Pasanggrahan kecamatan Solear lupa dengan tanggung jawab dan kewajibannya sebagai Kepala Desa. jangankan peduli dengan warga yang sakit atau kematian melihat yang sakit aja boro-boro kata Camat Solear H Soni Karsan.

“Saya berbicara ini bukan sedang kampanye atau mendukung Cakades nomor urut 01, tetapi paling tidak sosok seperti Sutarlanlah yang dalam pandangan Camat Solear, H Soni Karsan yang peduli dengan ke adaan saat warga membutuhkan solusi, ” pungkasnya.
[ Red/Akt-26/Har ]

 

Aktual News

Boyolali, Aktual News Perusahaan penyedia layanan internet dan solusi bisnis IT untuk korporasi, D-Net menggelar aksi berbagai di Ponpes Miftahul Jannah, Negmpak, Boyolali, Minggu (4/7/2021). Kegiatan dengan balutan silaturahmi itu juga diikuti berbagai unsur ormas Islam seperti Laskar Umat Islam Surakarta (Luis), Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK), hingga tokoh masyarakat setempat dengan menerapkan protokol kesehatan.

Total ada 50 paket sembako yang diberikan D-Net. Paket itu berisi beras, minyak goreng, gula, kopi, teh, hingga mie instan. “Terima kasih untuk tim dari D-Net atas bantuan yang telah diberikan. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ungkap Pengasuh Ponpes Miftahul Jannah, Edi Lukito.

Edi menjelaskan, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyaknya keberagaman maupun perbedaan. Masyarakat Indonesia terdiri atas berbagai latar belakang yang berbeda, seperti perbedaan agama, suku, ras, bahasa, budaya, adat istiadat dan antar golongan.

Salah satu cara untuk menjaga perbedaan yang beragam tersebut adalah dengan membentengi diri dan memahami benar hakikat Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Hal tersebutlah yang dijadikan semboyan dan pedoman bagi kehidupan, sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia.

“Dengan saling menghargai satu sama lainnya sehingga terbangun keutuhan dan kebersamaan dalam membangun negara kesatuan dan bangsa,” paparnya.

Dia menambahkan, di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, gotong-royong dan kerukunan harus semakin dipupuk. Terlebih dalam hal membantu sesama dalam kondisi sulit saat ini.

“Dengan demikian tujuan dari keharmonisan, hidup bertoleransi dan tercipta kedamaian benar-benar terwujud adanya,” ujar dia.

Dalam tausiyah tentang nilai-nilai Pancasila yang disampaikan oleh menciptakan manusia dengan perbedaan, baik suku, agama, ras, adat dan bahasa, agar manusia dapat saling mengenal dan berbuat kebaikan di muka bumi.

Sementara itu, Pimpinan Humas D-Net, Winmas mengaku bersyukur pihaknya bisa berbagi di tengah pandemi Covid-19. “Kita mengajak kerjasama dengan ormas untuk bebersamaan dari segala elemen masyarakat. Ini sebagai bentuk gotong royong kepada sesama,” papar Winmas. [ Red/Akt-01/GTR ]

 

Aktual News

NUSANTARAEXPRESS, MEDAN  - Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia atau disingkat PPHRI, Rizky Djamaludin, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen akan mempersatukan semua pengusaha hotel dan restoran seluruh Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri rapat antar pengurus di Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat, 2 Juli 2021. Rapat tersebut dilakukan dalam rangka koordinasi dan konsolidasi sehubungan dengan penerbitan dan pengesahan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM perihal kekuatan hukum organisasi PPHRI.

"PPHRI masih solid. Diam bukan berarti tak bekerja atau tidak melakukan sesuatu, tidak ada permasalahan luar biasa terjadi. Dampak pandemi Covid-19 memang sangat berpengaruh, tetapi PPHRI tetap berkomitmen mempertemukan dan mempersatukan para pengusaha hotel dan restoran di Indonesia dalam satu wadah yang lebih segar yang nantinya diharapkan beranggotakan orang-orang luar biasa kreatif dan bermartabat," jelas Rizky.

Rapat kepengurusan PPHRI diselenggarakan di Sekretariat PPHRI di Hotel Grand Kanaya yang berada di jalan Darussalam No. 12 Sei Sekambing D Medan Petisah, dihadiri sejumlah pengurus yang datang dengan berbagai program, pemikiran dan ide-ide cemerlang dan kreatif untuk kemajuan PPHRI di masa mendatang. PPHRI membuka jalinan kerja sama seluas-luasnya untuk semua lintas sektor, tak hanya perhotelan dan pariwisata tetapi juga pendidikan, dan ekonomi kreatif.

Sebagai organisasi kepariwisataan nasional yang baru terbentuk, PPHRI menyadari sepenuhnya bahwa seperti tidak mudah mewujudkan visi dan misi PPHRI dengan AD/ART yang diperbaharui berdasarkan keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-0000872.AH.01.08.Tahun 2021. Dibutuhkan waktu yang cukup panjang, namun setidaknya publik menjadi tahu bahwa PPHRI ada dan dapat menjadi wadah baru bagi seluruh pengusaha hotel dan restoran Indonesia dengan latar belakang berbeda-beda yang secara sadar menginginkan suatu perubahan yang tak didominasi tanpa harus merasa bersaing.

"PPHRI bukan pesaing bagi siapapun atau organisasi manapun tapi adalah mitra buat siapapun dan merangkul siapapun dan siap menjadi wadah inspirasi dan aspirasi bagi pengusaha hotel dan restoran apapun atau yang mewakilinya karena keberadaan PPHRI di tanah air sudah sah sesuai keputusan dari Kemenkumham Republik Indonesia," terang M Ahmad Syafii Nasution, pengusaha dan salah seorang pendiri PPHRI yang juga berprofesi seorang pengacara.

PPHRI akan bertindak extra untuk membuat penyegaran dan perubahan serta tampil berbeda dengan bergiat dan bekerja bersama Pemerintah Pusat dan daerah serta organisasi pariwisata dan umum lainnya yang telah lebih dulu lahir dalam berkontribusi untuk kemajuan pariwisata nasional yang berkelanjutan dan berkesinambungan yang bermartabat di era digital.

"Saat ini sudah ada beberapa provinsi yang menyatakan diri akan bergabung bersama PPHRI dan selanjutnya PPHRI membuka bursa penetapan calon DPD/DPC di setiap daerah di seluruh Indonesia dan dapat menghubungi saya dan tim atau ke kantor sekretariat PPHRI yang sah di Hotel Grand Kanaya," ujar Riswan Surbakti, Waketum Bidang Organisasi dan Keanggotaan dalam penjelasannya yang juga pendiri PPHRI.

"Dalam pengaplikasian program-program Pemerintah Pusat, juga nantinya bersama organisasi masyarakat umum lainnya, PPHRI akan mengedepankan rasa percaya, keramahtamahan dan hospitality dan PPHRI akan bergerak dan bekerja cepat untuk mewujudkan program-program dan pemikiran serta ide jangka pendek dan panjang berkaitan dengan hasil rapat pengurus PPHRI," tambah Ja'far Gultom yang juga pendiri PPHRI mewakili H. Debi Masri Sekretaris Umum yang berhalangan hadir.

Acara rapat pengurus berlangsung hangat dan ditutup dengan santap malam bersama seluruh peserta rapat. Seperti telah diketahui publik, di Sumatera Utara telah terbentuk sebuah organisasi pariwisata Perkumpulan Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia disingkat PPHRI masa bakti 2021-2026 pada Kamis (25/2/2021), bertempat di Hotel Le Polonia and Convention Medan dengan memilih Rizky Djamaluddin dari Hotel Grand Kanaya Medan sebagai Ketua Umum, H. Debi Masri dari Hotel Madani Medan sebagai Sekretaris Umum dan Corry Aruan sebagai Bendahara Umum dari Hotel Grand Antares Medan dan sejumlah pengurus bidang.

Info lebih lanjut mengenai pendaftaran dan tentang PPHRI dapat menghubungi Riswan Surbakti dan Martin Siagian dengan alamat sekretariat Grand Kanaya Hotel, Jalan Darussalam No. 12 Sei Sekambing D Medan Petisah, telepon: +62 61 4149301 atau WA/Chat: +62 813-7568-2899 atau +62 817-6611-660. (YAN/Red)

Sidoarjo, Aktual News Beranda Acara Penyekatan jam malam PPKM DARURAT di area wilayah waru Polresta Sidoarjo bersinergi bersama komunitas News ILS GerbangKertasusila dan Bonex Nafas Tua yang langsung dipimpin oleh Ketua Korwil Sidoarjo bersama Ketua Bonex Nafas Tua sinergi ini untuk membantu kerja sama mitra antara komunitas dengan Polresta Sidoarjo dalam rangka PPKM DARURAT yang dilaksanakan mulai hari Sabtu 03/7/2021 sampai dengan selesai.

Dengan adanya kegiatan ini agar keamanan PPKM berjalan kondusif untuk peningkatan wabah Covid-19 di wilayah Sidoarjo khususnya maka dari itu menurut Reza Passarela langsung bersinergi bersama Polresta Sidoarjo membantu pengamanan di Pos area waru.

Hari ini menurut Reza Passarela pengamanan hari pertama untuk bersinergi di wilayah Sidoarjo langsung dipimpin oleh kepolisian Polresta Sidoarjo, untuk hari berikutnya team komunitas kita tetap akan bersinergi dengan Polresta Sidoarjo sampai selesainya PPKM DARURAT di wilayah Hukum Sidoarjo ini.

Dengan puji syukur acara malam ini dilakukan dengan Sukses tanpa ada kendala suatu apapun. Dengan demikian semoga wilayah Sidoarjo segera berakhir masa Pandemi Covid-19 ini dan masyarakat khususnya Sidoarjo bisa kembali aktifitas seperti sedia kala dan terbebas dari wabah penyakit ini. [Red/Akt-21/Redho]

 

Aktual News

NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA – Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, mengeluarkan himbauan agar seluruh anggota PPWI di manapun berada untuk menjaga dan memelihara kesehatan masing-masing serta mematuhi segala ketentuan sesuai protokol kesehatan yang dikeluarkan Pemerintah maupun otoritas kesehatan. Lalengke bahkan berharap setiap PPWI dapat menjadi contoh bagi warga sekitarnya tentang kepatuhan terhadap ketentuan sesuai protokol kesehatan ini.

Hal itu disampaikan Wilson Lalengke menyusul informasi dari beberapa anggota dan pengurus PPWI ke Sekretariat PPWI Nasional yang saat ini sedang menjalani perawatan akibat terpapar Covid-19. “Selama ini PPWI sudah menghimbau kepada semua anggota agar mematuhi protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat maupun daerah. Bahkan berbagai kegiatan organisasi PPWI yang bersifat pertemuan fisik kita batalkan atau dijadwal-ulang. Namun, kali ini PPWI Nasional menghimbau lebih tegas lagi agar kawan-kawan PPWI di seluruh Indonesia dan di luar negeri untuk lebih ketat menjaga kesehatan diri dan keluarganya,” ungkap alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu kepada media ini, Sabtu, 3 Juli 2021.

Himbauan tersebut, lanjut Lalengke, terutama sebagai pengingat bahwa kondisi lingkungan Indonesia saat ini tidak aman dari sisi kesehatan. Virus Covid-19 menyebar kemana-mana tanpa mengenal batas ruang dan waktu, menyasar siapa saja tanpa pilih-pilih. “Sekjen PPWI, Bang Fachrul Razi, sempat terpapar Covid-19 beberapa waktu lalu. Beliau sempat menjalani isolasi mandiri selama 20-an hari di sebuah rumah sakit di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Saat ini sudah kembali pulih dan telah beraktivitas seperti biasa. Tapi beberapa rekan PPWI lainnya saat ini sedang berjuang melawan paparan Covid-19, baik di rumah sakit maupun di rumah masing-masing, menjalani isolasi secara mandiri,” imbuh tokoh pers nasional itu tanpa merinci nama-nama rekan PPWI yang sedang terpapar virus Corona.

Dari release resmi yang dikeluarkan sebuah lembaga survey, kata Ketum PPWI Wilson Lalengke lagi, diprediksi Covid-19 dengan beragam variannya akan menjangkiti semua orang, tanpa ada seorang pun yang luput dari serangannya. Untuk itu, Lalengke menyarankan agar setiap warga berupaya memelihara dengan baik kondisi tubuh masing-masing agar tetap bugar, sehat, dan dalam kondisi terbaik.

“Saya membaca sebuah hasil analisis survey hari ini, dikatakan bahwa berkemungkinan besar setiap orang tanpa kecuali akan terjangkiti virus Corona. Artinya, cepat atau lambat kita semua akan terkena serangan Covid-19. Nah, saran saya agar jangan panik, jangan cemas, jangan takut. Kita hadapi kemungkinan-kemungkinan terburuk tersebut dengan tenang dan pikiran jernih, serta lakukan langkah-langkah pencegahan bila belum terpapar, langkah pengobatan di saat kita sudah terserang, dan langkah antisipasi terpapar kembali pasca serangan pertama dialami,” tutur Lalengke menyarankan.

Selain mematuhi protokol kesehatan, anggota PPWI juga diharapkan untuk mengurangi atau meniadakan sama-sekali kegiatan di luar rumah, minimal selama kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. “Ini adalah salah satu strategi yang diharapkan dapat memutus perpindahan virus-virus Corona dari satu orang ke orang lain. Dengan demikian, pada suatu titik waktu nanti, persebaran virusnya akan mengecil dan akhirnya hilang dari wilayah-wilayah yang tadinya banyak virusnya,” tambah lulusan program pasca sarjana bidang Global Ethics dari Birmingham University, UK, ini.

Wilson Lalengke juga tidak lupa memberikan pesan agar seluruh warga, khususnya di Keluarga Besar PPWI, untuk saling mendoakan satu dengan lainnya, saling memberikan dukungan, support, dan berbagi pertolongan jika ada rekan yang membutuhkan bantuan. “Dalam kondisi sulit ini, kita semua perlu saling mendoakan, dari Sabang hingga Merauke, mari bersatu-padu berdoa menurut keyakinan masing-masing, doakan kawan kita, teman kita sebangsa dan se-tanah air, bersama keluarga-keluarga masing-masing. Jika ada yang perlu ditolong, termasuk dalam bentuk materi, ayo kita saling bantu, jangan biarkan seorang pun di sekitar kita yang terabaikan karena ketidak-pedulian kita,” himbau pria yang juga menamatkan program pasca sarjana di bidang Applied Ethics di Belanda dan Swedia itu mengakhiri pesannya. (APL/Red)
Diberdayakan oleh Blogger.