Serang, Aktual News– Aktual News- Komandan Korem 064/MY Brigjen TNI Yunianto, S.Sos., M.M, melakukan latihan menembak bersama Kapolda Banten Irjen Pol Dr. Rudy Heriyanto, bertempat dilapangan tembak Polda Banten, Kota Serang, Jumat, (10/09/2021).

Danrem 064/MY Brigjen TNI Yunianto, S.Sos., M.M, mengatakan kegiatan tersebut digelar dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus tatap muka dengan semua Pejabat Utama Polda Banten.

“Korem 064/MY dan Polda Banten melakukan latihan menembak sebagai upaya mempererat hubungan dua Institusi dalam menjalankan dan meningkatkan Solidaritas dan Profesionalisme TNI dan Polri,” katanya.

Menurutnya, dalam memelihara kemampuan supaya mahir dan terampil, sehingga dapat melaksanakan tugas untuk melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat dengan baik.

“Dalam latihan menembak bersama ini, Korem 064/MY dan Polda Banten, mampu meningkatkan keterampilan menembak, selain itu juga untuk meningkatkan sinergitas antara TNI dan Polri,” ucapnya.

Lanjut, Danrem 064/MY menambahkan latihan menenbak bersama ini dilaksanakan sebagai bentuk keakraban TNI dan Polri dalam melindungi suasana Kamtibmas di wilayah Banten.

“Mudah-mudahan kedepan, sinergitas TNI dan Polri semakin solid dalam melaksanakan tugas dan pengabdian untuk masyarakat,” harapannya.

Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol Dr. Rudy Heriyanto mengatakan bahwa latihan menembak ini dilakukan untuk memperkuat sinergitas antara TNI dengan Polri.

“Iya kita latihan menembak ini untuk meningkatkan sinergitas antara Polda Banten dengan Korem 064/MY yang selama ini sudah terjalin dengan baik,” kata Kapolda Banten.

Menurutnya, latihan menembak ini juga sebagai bentuk latihan maupun belajar meningkatkan sportifitas.

“Latihan menembak ini juga merupakan olahraga, dimasa pandemi Covid-19, olahraga sangat dibutuhkan. Dengan latihan menembak juga kita belajar untuk disiplin, melatih konsentrasi, meningkatkan keterampilan menembak dan menjunjung tinggi sportifitas,” tutup Kapolda Banten.

Dalam latihan menembak tersebut turut dihadiri dan diikuti Wakapolda Banten, Kasrem 064/MY, Para Kasi Kasrem 064/MY serta para Pejabat Utama Polda Banten.[Red/Akt-49/Agi]

 

 

Aktual News

Siantar, Aktual News Membuat program-program Lapas Kelas IIA Pematangsiantar dalam membina WBP, dapat dikatakan bahwa itu sangat bermanfaat bagi penghuni Lapas.

Namun salah satu program binaan untuk para tahanan yakni Kegiatan Pembinaan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Pematangsiantar yang bergerak di bidang keahlian seperti Budidaya Ikan Lele dan Ikan Nila pada kolam Terpal Bundar, budidaya Ikan Gurami dan Ikan Mas pada kolam Konvensional, budidaya Pepaya, serta Tanaman tumpang sari dengan tanaman cabe dan terong boga (Insert) Usaha WBP bidang Perikanan (Atas) dan Pertanian (Bawah).

Kegiatan tersebut ditinjau langsung oleh Kalapas Kelas IIA Pematangsiantar Rudy Fernando Sianturi, Amd.IP, SH, MH yang berlokasi di lingkungan lapas kelas IIA Pematangsiantar, Jalan Asahan KM 6, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Kamis (9/9/2021).

Tapi kegiatan ini merupakan program pembinaan dan kegiatan kerja usaha sebagai Sarana Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terutama bagi warga binaan yang masa tahanannya tidak berapa lama lagi.

Lalu kemudian disela peninjauannya, Kalapas Kelas IIA Pematangsiantar Rudy Fernando Sianturi, Amd.IP, SH, MH menjelaskan bahwa Program yang dilaksanakan tersebut akan berguna bagi Warga Binaan untuk kehidupan di luar penjara.

“Namun kegiatan ini pasti akan berguna nantinya untuk warga binaan sebagai bakal dalam mencari kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya ketika mereka sudah keluar dan sudah selesai menjalani pidana dan juga mampu diterima kembali di tengah-tengah masyarakat khususnya keluarga”, jelas Rudy kepada para awak media.

“Kami berharap juga kepada mereka untuk kedepannya agar segera mampu mengaplikasikan ilmu ini nantinya”, lanjutnya.(Insert) Usaha WBP berupa Tenun Ulos (kiri), Kerajinan tangan (Kanan Atas), dan Pangkas (kanan Bawah).

Tapi sementara itu, Kalapas Kelas IIA Pematangsiantar Rudy Fernando Sianturi, Amd.IP, SH, MH juga keliling untuk meninjau bidang lainnya seperti kegiatan Produksi Tenun Ulos, Menjahit, Merajut, Pangkas, Salon, Pembuatan Roti, serta membuat miniatur dan bengkel kerja (meubel kayu dan besi), kegiatan tersebut berada di blok kamar hunian WBP wanita.

Kemudian dari itu, Kalapas Kelas IIA Pematangsiantar sangat berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam mendukung program tersebut.

“Kita sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam program pembinaan ini, baik Kementerian Perikanan, Dinas Perikanan sebagai pihak eksternal maupun jajaran seksi kegiatan kerja sebagai pihak internal”, ujar Kalapas Kelas IIA Pematangsiantar itu.

Dengan bakal pembinaan kemandirian yang diperoleh selama menjalani masa pidana, semoga semua Warga binaan akan menjadi manusia yang aktif dan profuktif serta tidak akan mengulangi perbuatannya yang melanggar Hukum lagi.[Red/Akt-40/Kiki]

 

Aktual News

Surabaya, Aktual News Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Advokasi Rakyat Merdeka Gerakan Anti Korupsi (Larm-Gak) bersama masyrakat dan mahasiswa yang tergabung dalam kesatuan Gerakan Masyarakat Riau Indonesia Anti Korupsi dalam waktu dekat akan melaksanakan aksi demotnrasi di Ibu kota Jakarta tepat nya di kantor Komisi Pembratasan Korupsi (KPK) RI untuk meminta segera mengambil alih dugaan kasus korupsi bansos kabupaten Siak yang sekarang ditangani Kejati Riau yang dinilai takut kepada penguasa, (10/9/2021).

Penegasan ini disampaikan Adi Putra (Anggota DPP LARM-GAK) kepada media, kami bagian dari masyrakat dan mahasiswa Riau akan melaksanakan aksi demo atas dugaan kasus korupsi penyelewengan serta penyalah gunaan anggaran dan batuan sosial (bansos) di Kabupaten Siak tahun anggran 2014-2019 sebesar RP56,7 miliar massa periode bapati siak Drs. Samsuar yang sekarang menjadi Gubernur Riau, kami prihatin dengan kondisi hari ini dan melihat masyarakat sudah ragu pada eksitensi lembaga hukum di daerah seperti Kejati Riau yang kami nilai masih tebang pilih dalam mengusut sampai tuntas kasus ini. Oleh karna itu kita meminta ketegasan (KPK) RI untuk supervise terhadap kasus ini.

Ditambah Adi Putra bahwa propinsi Riau sudah darurat korupsi, apalagi kasus ini sudah masuk tahap penyelidikan oleh kejati Riau yang diduga kuat melibatkan Gubernur Riau Drs.Samsuar. Ironisnya sampai hari ini Kejati Riau terkesan tidak berani memeriksa Gubernur Riau atas dugaan keterlibatannya sewaktu menjadi Bupati Siak tahun 2014-2019, penangan kasus tersebut tidak cukup hanya sampai bawahan Bupati saja dipembahasan anggaran Bupati massa itu pasti tahu kemana dan bansos itu diberikan, imbuh Adi Putra (Anggota DPP LARM-GAK) yang sekaligus sebagai ketua Gerakan Masyarakat Riau Indonesia Anti Korupsi.
[Red/Akt-21/Redho Fitriyadi]

Aktual News

Diberdayakan oleh Blogger.