Tangerang,Aktual News-Proyek lanjutan betonisasi yang berada di RT 05 RW 02 desa Cibogo Kecamatan Cisauk,dikerjakan oleh CV Hakim Adi Putra , yang memakan anggaran senilai Rp.180.400.000,00, diduga tidak sesuai R.A.B dan kurang memenuhi spesifikasi, standart kualitas Rabu 01/12/2021.

Joko yang diduga selaku pelaksana proyek tersebut ketika kami konfirmasi beliau enggan berkomentar.
Bukan wewenang saya itu bang, ” singkatnya.

Darusamin selaku sekjend LSM LIPANHAM akan segera layangkan surat ke dinas bina marga terkait hal ini.

” Agregat yang digelar itu jauh dari normatif, terkait dengan besi dowelnya menurut saya sudah cukup memadailah,dan terkait bagistingnya itu pakai besi,gak bisalah bang, seharusnya itu pakai triplek yang baru ukuran 9 mili ” Tegas Darusamin.

Lebih rinci, Darusamin memaparkan terkait pelaksana, pengawas dan PPTK yang tidak ada di lokasi.

“Gak boleh lah , harus ada direksi yang menghadiri,apalagi pengawas dan PPTK itu harus datang ke lokasi proyek,
terkait dengan hal ini saya akan layangkan somasi ke dinas” Ujarnya.

Sedangkan dinas terkait belum dapat kami konfirmasi.[Red/Akt 03/Rusli/Mansyur ]

 

AktualNews

Pasanggrahan, Aktual News-Pemerintahan desa pasanggrahan kecamatan Solear kabupaten Tangerang, di bawah kepemimpinan Agus Setyantoro sebagai kepala desa Pasanggrahan Solear, sekaligus sebagai pembina PKK Ds Pasanggrahan kecamatan Solear, dengan dilakukannya kegiatan bina wilayah (Binwil-red), Rabu 1 Desember 2021, pukul 09:55 Wib dalam sambutannya Agus Setyantoro juga mengatakan kini Ds Pasanggrahan telah memiliki Paud (Pendidikan anak usia dini-red), dengan adanya Paud desa, Agus Setyantoro mengatakan kini Paud desa telah memiliki 28 siswa paud dan itu gratis.

Tujuan Agus Setyantoro sebagai kepala Desa Pasanggrahan, mendirikan Paud desa agar anak-anak sedari dini bisa mengenyam pendidikan maka untuk itu paud desa digratiskan untuk masyarakat Desa Pasanggrahan kecamatan Solear kabupaten Tangerang.

Kegiatan binwil juga di hadiri oleh ketua PKK kecamatan Solear, Ibu hj, Eka Sri Yukaeni dan jajarannya, dalam sambutannya ketua PKK kecamatan Solear, berharap Ds Pasanggrahan dapat membuat tp pkk Ds Pasanggrahan lebih maju lagi.

Ketua TP PKK Ds Pasanggrahan Ibu Ummul Masrifah, dalam kesempatan ini juga mengatakan sangat berterima kasih atas kehadiran Ibu Hj Eka Sri Yukaeni ketua PKK kecamatan Solear, Ibu Ummul Masrifah juga berharap dengan kegiatan binwil dapat meningkatkan dan menggali potensi ibu-ibu PKK Ds Pasanggrahan seperti :
1. Kesehatan
2. Ekonomi
3. SDM, kegiatan binwil sendiri bertempat di aula kantor Desa Pasanggrahan dan dihadiri oleh
1. Agus Setyantoro (kades Pasanggrahan)
2.Tatang Sumarna (Ketua BPD Ds Pasanggrahan)
3. Hj Eka Sri Yukaeni (Ketua PKK kecamatan Solear)
4. Ummul Masrifah (Ketua PKK Ds Pasanggrahan)
5. Agung Budianta (Sekdes Pasanggrahan), dan pokja tp pkk Ds Pasanggrahan kecamatan Solear kabupaten Tangerang. [ Red/Akt-26/Har ]

 

 

AktualNews

Simalungun, Aktual News Rizal Belawan sang Bigbos judi togel kebal terhadap hukum diwilayah kabupaten Simalungun, propinsi Sumatera Utara.

Pasalnya, meski sudah bertahun tahun mengoperasikan bisnis judi togelnya diwilayah kabupaten Simalungun, hingga kini Rizal Belawan warga Medan tersebut belum pernah ditindak aparat penegak hukum.

Padahal, Perbuatan Rizal Belawan ini sudah jelas melanggar UU pasal 303 tentang perjudian dan jelas ada ancaman hukuman pidana yang bisa menjerat pelaku jika aparat melakukan tindakan dan menemukan bukti bukti.

Namun, Tampaknya Rizal Belawan ini diduga sudah melakukan koordinasi dengan pihak aparat agar bisnis judi togel yang dikelolanya bisa berjalan mulus.

Hal ini dikatakan salah satu warga yang sudah merasa resah terkait maraknya peredaran judi togel hingga kepelosok desa.

“Parah kali sekarang peredaran judi togel di Simalungun ini bang, bandar besarnya warga medan disebut bernama Rizal belawan, sudah tahunan dia itu main di Simalungun ini” Kata warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan demi keamanan dan kenyamanan diri dan keluarganya. Selasa(30/11/2021)

“Sudah lama kita sangat resah karena togel ini bukan tak beralasan, karena situasi covid begini ekonomi anjelok, sementara para pencinta togel tersebut sibuk membahas angka yang akan di pasang namun pekerjaan ketinggalan, sehingga tingkat kriminal pencurian semakin meningkat tambah warga yang kesehariannya mengaku sebagai petani.

“Kami sangat mengharapkan agar pihak aparat penegak hukum serius melakukan tindakan terhadap bandar judi togelnya,Jangan hanya penulis yang ditangkapi” bilangnya.

Dari penelusuran Tim awak media diperoleh informasi bahwa Rizal belawan diduga memakai jasa ISH oknum berambut cepak untuk membantu menjalankan bisnisnya dibantu seorang oknum wartawan dari salah satu media online berinisial TT sebagai koordinator dilapangan untuk mengamankan awak media agar luput dari pemberitaan.

“Untuk daerah operasional judi togel rizal belawan ini daerah perdagangan, Tanah Jawa, Jawa Maraja hingga Hutabayu Raja. Seraya mengatakan, untuk penerima pesanan Ada SRI di Dosin, Itteng di hutabayu raja, Samosir, Dicci DLL” Jelasnya.

Sementara, Kapolda sumut Irjen pol Drs RZ Panca Putra Simanjuntak yang di konfirmasiTim Media, Selasa (30/11/2021) melalui kabid humas polda sumut Kombel Pol Hadi Cahyadi belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.[Red/Akt-35/Tim]

 

Aktual News

Medan, Aktual News Saat Anggota Komisi IV DPRD Medan, Syaiful Ramadhan, mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan yang berkenan menerima usulannya membantu warga miskin dalam program perbaikan rumah warga. Apresiasi ini disampaikannya saat meninjau pengerjaan program bedah rumah di Kawasan Kampung Baru.

“Dalam program ini sangat kami apresiasi karena sangat memberikan manfaat bagi masyarakat di bawah. Saya berharap tahun depan anggarannya ditambah,” kata Syaiful, Rabu (1/12/2021).

Namun Politisi muda PKS, dapil 5 ini mengatakan, banyak program yang disampaikan warga melalui reses dan pertemuan-pertemuan lainnya. Salah satunya mengharapkan program perbaikan rumah agar dimaksimalkan.

“Tapi ini merupakan realisasi dari aspirasi yang disampaikan warga kepada saya dalam reses dan dan beberapa kesempatan lainnya. Jadi masyarakat sangat mendukung sekali program ini,” sebutnya.

Lalu dia akui, dari warga yang menyampaikan aspirasinya ada 4 unit yang menerima program tersebut, 3 unit di Jalan Brigjen Katamso dan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun 1unit. [Red/Akt-35/Ansary]

 

Aktual News

Manado, Aktual News– Setelah gencar diberitakan tentang pembangunan gedung kos-kosan mewah milik Ketua PN Manado, seorang warga mengaku kaget atas adanya pembangunan gedung di Jl. Pomurow, Kelurahan Banjer, Kecamatan Tikala, Kota Manado, Sulawesi Utara tersebut [1]. Pasalnya, kata warga yang mengaku bernama Satyana Liando ini, lahan tempat mendirikan bangunan itu merupakan tanah peninggalan milik keluarga besarnya, yakni keluarga almahum John Lie.

“Saya kaget sekali baca berita itu, dapat dari sebuah group LPK-RI, koq ada orang membangun di atas tanah kami. Itu tanah di jalan Pomurow adalah tanah peninggalan keluarga besar kami, almahum John Lie,” ujar Satyana yang mengaku sebagai cucu kesayangan pahlawan nasional dari Sulawesi Utara ini [2].

Dari catatan sejarah diketahui bahwa almarhum John Lie yang bernama asli Jahja Daniel Dharma adalah salah seorang perwira tinggi di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut dari etnis Tionghoa dengan pangkat terakhir Laksamana Muda TNI. Anggota TNI-AL yang menyandang nama cina John Lie Tjeng Tjoan ini dianugerahi gelar Pahlawan Nasional dan Bintang Mahaputera Adipradana oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas jasa-jasanya menembus blockade musuh untuk menyelundupkan senjata semasa perang kemerdekaan [3].

Kembali ke persoalan tanah warisan dari keluarganya, Satyana Liando menjelaskan bahwa keluarga kakeknya tersebut memiliki tanah seluas lebih dari 70 hektar di sisi kiri-kanan sepanjang jalan Pomurow, Manado, dan sekitarnya. “Termasuk tanah yang dipakai Ketua PN Manado untuk bangun kos-kosan itu. Itu sudah pasti tanah keluarga kami, seharusnya Ketua PN Manado tidak membangun di atas tanah itu. Tanah di sana itu, seluas lebih dari 70 hektar merupakan milik Louisa Toeasey, oma buyut saya, yang merupakan omanya kakek saya John Lie, yang dimiliki sejak tahun 1895,” jelas Satyana.

“Apakah Ibu Satyana punya bukti kepemilikan atas tanah di jalan Pomurow itu? Apakah Ibu ada surat tanahnya?” tanya pewarta. “Saya punya suratnya, lengkap semua. Bahkan saya sudah memegang Putusan PK dari Mahkamah Agung, karena tanah-tanah di situ pernah digugat sengketa tanah oleh pihak lain. Semua dokumen dan peta tanah tersebut ada di saya, asli semua,” tambah Satyana yang menambahkan bahwa dirinya sudah mengajukan permohonan ke Presiden Joko Widodo untuk membantu pengembalian tanah-tanah warisan almarhum Pahlawan Nasional John Lie kepada keluarganya.

Satyana selanjutnya menegaskan bahwa Putusan Peninjauan Kembali dari Mahkamah Agung yang ia pegang menyatakan dengan tegas bahwa MA memerintahkan eksekusi atas tanah tersebut, dikembalikan kepada keluarganya sebagai ahli waris. “Jelas koq, putusan PK dari MA sudah inkracht, putusannya perintah eksekusi. Semua tanah-tanah di situ harus dieksekusi, dikembalikan kepada kami,” ungkap Satyana Liando.

Terkait dengan tanah yang digunakan untuk bangun gedung kos-kosan oleh Ketua PN Manado, imbuh Satyana, tanpa sepengetahuannya dibuatkan sertifikat tanah atas nama Petrus seluas 1,5 hektar. “Tanah di jalan Pomurow itu awalnya pernah dibuatkan sertifikat pertama kali tahun 1957 oleh keluarga Mantiri, tapi sudah dibatalkan oleh MA melalui PK, sehingga (sertifikat itu) tidak sah di mata hukum. Terus, sudah selesai dieksekusi tahun 2018. Saya sudah menyurat kepada Pemerintah Pusat untuk membantu penyelesaian dan pengembalian tanah-tanah itu kepada kami dalam bentuk ganti rugi, karena sudah ditempati oleh warga, sudah penuh bangunan di situ yang tidak mungkin dibongkar. Namun tiba-tiba di tahun 2021 ini, saya dapat informasi bahwa ada yang buat lagi sertifikat atas nama Petrus, tanah yang 1,5 hektar yang berlokasi di jalan Pomurow depan gereja yang telah dieksekusi itu. Saya akan laporkan ke Polisi oknum yang sudah mengklaim tanah itu sebagai miliknya,” beber Satyana.

Sebagaimana viral diberitakan di berbagai media online beberapa hari ini bahwa Ketua PN Manado, Djamaluddin Ismail, SH, MH, sedang giat-giatnya membangun gedung kos-kosan mewah di Kecamatan Tikala, Kota Manado, Sulawesi Utara. Gedung kos-kosan yang beralamat di Jl. Pomurow (sebelumnya ditulis Pomoro), Kelurahan Banjer, Kecamatan Tikala, Kota Manado, Sulawesi Utara, ini dibangun hanya dalam waktu lebih-kurang 11 bulan, dengan biaya pembangunan lebih dari 1,5 miliar rupiah.

Dana yang cukup fantastis untuk membangun gedung kos-kosan ini menjadi bahan pertanyaan warga, terutama masyarakat sekitar lokasi bangunan. “Hanya dalam waktu kurang dari setahun, Ketua PN Manado bisa bangun gedung yang taksasi nilainya hampir mencapai 5 miliar lebih. Dari mana uang untuk pembangunan gedung tersebut? Kalau dia pinjam dana di bank, dia tidak mungkin diberikan pinjaman lebih dari 500 juta. Dia pendatang dan tidak membawa apa-apa dari daerah asalnya, tidak punya warisan, ataupun usaha lain selain pekerjaan sebagai hakim,” cetus seorang warga Manado yang minta namanya tidak dipublikasikan.

Untuk menghilangkan kecurigaan dan dugaan liar terkait masalah pembangunan gedung kos-kosan milik Ketua PN Manado ini, banyak pihak berharap agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan/atau Kejaksaan Agung maupun pihak pengawas internal Mahkamah Agung melakukan audit dan menjelaskan sumber dana yang digunakan oleh sang Ketua PN Manado. Sebagaimana disampaikan Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, yang mengatakan bahwa jika sumber dananya jelas dan bukan hasil korupsi atau penyalahgunaan kewenangan, maka publik tentu dapat memahami dan memakluminya.

“Hal itu penting, terutama bagi Pak Ketua PN Manado sendiri, dia dan keluarganya tentu tidak akan nyaman tinggal atau menggunakan bangunan itu apabila selalu jadi buah bibir masyarakat sebagai asset yang didapatkan dari hasil kerja yang tidak halal. Juga, jika dana pembangunannya dari hasil korupsi atau tindak kejahatan lainnya, maka pemasukan dari sewa-menyewa kos-kosan itu nantinya akan menjadi temuan tindak pidana pencucian uang,” jelas alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu dari Jakarta kepada media ini, Senin, 22 November 2021.

Tidak hanya Wilson, Ketua LSM INAKOR Sulut, Rolly Wenas, juga sudah memberikan tanggapan keras terkait pembangunan gedung kos-kosan mewah yang diduga milik Ketua PN Manado tersebut. “Kami akan mencari tahu (untuk memastikan – red) pembangunan itu bukan hasil korupsi, hal tersebut pantas kami curigai. Belum berapa lama dia menjabat di sini dan berapa banyak pendapatan gajinya dibandingkan dengan gaya hidup yang nampak perlente dan menohok seperti itu. Asal duitnya dari mana?” ujar Wernas, Rabu, 24 November 2021 [4]. [ Red/Akt-01/Tim]

 

AktualNews

Catatan:

[1] Ketua PN Manado Bangun Gedung Bernilai Miliaran, Warga Sulut: Dari Mana Sumber Dananya?; https://pewarta-indonesia.com/2021/11/ketua-pn-manado-bangun-gedung-bernilai-miliaran-warga-sulut-dari-mana-sumber-dananya/

[2] Rekaman suara Satyana Liando terkait kepemilikan tanah atas nama keluarganya yang digunakan untuk membangun gedung kos-kosan milik Ketua PN Manada ada pada redaksi.

[3] Kisah John Lie, Perwira TNI Keturunan Tionghoa yang Kerap Lolos dari Kepungan Belanda; https://nasional.kompas.com/read/2020/01/19/06000031/kisah-john-lie-perwira-tni-keturunan-tionghoa-yang-kerap-lolos-dari-kepungan?page=all#page2

[4] LSM-INAKOR Akan Usut Asal Dana Kos-kosan Mewah Milik Ketua PN Manado; https://pewarta-indonesia.com/2021/11/lsm-inakor-akan-usut-asal-dana-kos-kosan-mewah-milik-ketua-pn-manado/

Diberdayakan oleh Blogger.