Bogor, AktualNews-Acara sosialisasi bersama warga masyarakat Kabupaten Bogor.

Santoso calon Bupati Bogor bersama Aki Saepudin salah seorang Founder yayasan Paniisan Cempaka Warna.
Minggu (30/01/2022) Di Desa Parakan Kecamatan Ciomas,Kabupaten Bogor.

Calon Bupati kelahiran asal Jakarta 1962 yang bertempat tinggal dikampung pasir tengah, Sukaharja, Cijeruk, Bogor,
mempuyai visi dan misi yang baik.

Sosialisasi kepada warga terjalin dengan baik dan banyak hal yang telah disampaikan yang berkaitan dengan visi dan misinya.

Bapak Santoso calon Bupati Bogor 2024-2029 , dengan sloganya berpikir cepat bertindak tepat yang juga mempuyai visi terwujudnya peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor yang merata dan adil.

salah satu misinya adalah meningkatkan kualitas SDM Kabupaten Bogor melalui sektor pendidikan dan agama, memanfaatkan sumber daya alam yang ada di Kabupaten Bogor untuk sepenuhnya membuka peluang usaha dan tenaga kerja,melaksanakan pembinaan ekonomi kerakyatan dengan memberikan modal kerja dan usaha Rp10 juta per KK/UMKM ,mengawal dan mengamankan program pemerintah Kabupaten Bogor dan pemberian modal usaha UMKM kemasyarakatan,memfasilitasi upaya memecahkan permasalahan “Bagi masyarakat yang tidak punya lahan di Kabupaten Bogor, melaksanakan pembinaan dan pelestarian budaya Sunda, memberikan peluang sebaik-baiknya kepada warga Kabupaten Bogor untuk berkiprah dalam segala aspek kehidupan dan pembangunan daerah Kabupaten Bogor. [ Red/Akt-07/Kuswanto ]

 

AktualNews

 

A

Tangerang, AktualNews – Pengurus DPC PKS Kecamatan Sukadiri bersama Ketua DPRa desa Buaran Jati adakan fogging yang dilaksanakan di Desa Buaran Jati berlokasikan di RT.03 RW.01. Dalam Kegiatan tersebut dibantu oleh aparatur pemerintah desa, RT, dan RW, Minggu 31/01/2022.

Hal itu diungkapkan oleh Muhamad Asdin selaku ketua DPC Sukadiri mengatakan, kami dari pengurus FPKS DPC Sukadiri adakan penyemprotan Fogging, karena adanya keluhan dari warga yang sudah banyak terkena demam berdarah dengue (DBD), maka dari itu kami dari pengurus DPC Sukadiri siap sigap untuk memberantas dengan penyemprotan yang dibantu dengan aparatur desa,” ujar Muhamad Asdin yang disapa Alan panggilan gaulnya.

Disela kegiatan ketua RT setempat Marto mengatakan,” memang benar warga masyarakat sudah banyak terkena DBD dan semoga dengan adanya penyemprotan Fogging ini yang di lakukan oleh pengurus dari PKS DPC Sukadiri ini bisa membrantas nyamuk yang sudah menghantui warga,” ungkapnya.

Salah satu warga RT.03 mengucapkan banyak terima kasih kepada pengurus dari PKS DPC Sukadiri yang sudah peduli menyemprotkan Fogging ke selah-selah saluran air (got) dan ke permukiman rumah warga yang menjadi sarang nyamuk.

“Setelah dilakukan fogging, warga masyarakat tetap untuk menerapkan pola hidup sehat dan juga protokol kesehatan 3M pencegahan DBD, yakni menguras, mengubur, dan menutup genangan air,” ujarnya.

Kegiatan Fogging tersebut berjalan lancar yang dibantu oleh ketua DPRa Buaran jati dan ketua RT, RW setempat.[Red/Akt 03]

 

AktualNews

Foto : Salah Satu Ruangan di Gedung Merah Putih KPK RI.

 

Maluku, AktualNews-Perkembangan tekhnologi informasi yang diiringi pula dengan gencarnya pemberitaan media nyata-nyata memberikan ruang lebih lapang terhadap distribusi informasi bagi masyarakat di berbagai pelosok negeri. Salah satu contoh terkini, kabar penangkapan dan penahanan mantan Bupati Buru Selatan 2 (dua) Periode oleh KPK dalam tempo sekejap sudah buru-buru tersebar sampai jauh-jauh hingga menjangkau warga Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan.

Seperti terjadi pada sore hari Rabu (26/󠆧1) lalu, berhubung sedang fokus menggarap satu naskah berita lain sehingga belum sempat mengikuti perkembangan terbaru bahkan pesawat televisi pun off, tepat pkl 17:55 WIB media ini dikagetkan dengan masuknya sebuah pesan pendek (SMS, red) melalui WhatsApp dari Sumber di Namlea Buru, berbunyi : “Di TV sore tadi Tagop su pake rompi orens badiri menghadap dinding di KPK (= Di TV sore tadi Tagop sudah memakai rompi orange berdiri menghadap dinding di KPK)”.

Buru-buru dilacak dari berbagai sumber untuk memperoleh kepastiannya, ternyata kabar melalui pesan WA itu benar adanya, dengan kata lain “bukan basa basi”. Dikonfirmasi lagi dengan sumber internal KPK di Gedung Merah Putih Kuningan Jakarta Selatan, dikatakan : “iya benar, Tagop tadi sudah ditahan untuk 20 hari pertama, bersama seorang pengusaha bernama Kasman. Penahanan terhadap Tagop dilakukan di Ruang Tahanan Polres Jakarta Timur, sedangkan Kasman ditahan di Ruang Tahanan Polres Jakarta Pusat. Mestinya ada tiga orang termasuk seorang pengusaha bernama Ivana, tetapi yang satu ini tidak hadir memenuhi panggilan  maka akan segera dipanggil lagi. Mudah-mudahan ketika dipanggil kali ini yang bersangkutan mau bersikap kooperatif dan tidak mungkir agar tidak sampai menggunakan lembaga panggilan paksa”.

Sengaja ditanyakan tentang isu-isu berseliweran mengenai Bupati Buru di Namlea, Ramly Ibrahim Umasugi, sampai soal gratifikasi dari Kabupaten Seram Bagian Timur di Bula oleh seorang Pengusaha, shohibnya Bupati Mukti Keliobas, kepada Yaya Purnomo mantan pejabat pada Kementerian Keuangan RI yang sekarang menjalani pidananya pada Lapas Sukamiskin Bandung, namun sumber menolak memberikan keterangan hanya sempat berujar barang siapa pun yang terbukti bersalah dapat dipastikan tidak akan lolos dari tuntutan hukum.

Sekedar untuk diketahui, Tagop Sudarsono Soulissa merupakan Bupati Defenitif pertama di Buru Selatan, yang memegang jabatan itu selama 2 (dua) periode berturut-turut mulai tahun 2011-2016 dan 2016-2021. Begitu Tagop mengakhiri masa jabatan periode ke-2, jabatan empuk itu bukannya diserah-terimakan dengan seseorang lain melainkan isterinya sendiri, Safitri Malik, yang sekarang sedang menjabat, sehingga dia tetap eksist sebagai penghuni “Pendopo Bupati Buru Selatan” di Namrole.

Berita tentang penangkapan serta penahanan Soulissa oleh lembaga anti-rasuah KPK RI, ternyata dengan cepat mengusik warga di Jakarta hingga mendesak Firli Bahuri Dkk segera mengungkap kasus-kasus dugaan korupsi dan gratifikasi di sana, yang sebelum ini telah dilaporkan sejumlah kalangan, antara lain dari Kabupaten Buru di Namlea.

Antara lain pada hari Kamis (27/1), sekelompok pemuda yang mengaku Himpunan Mahasiswa Buru (HMB) di Jakarta melakukan “aksi demonstrasi” persis di depan Gedung Merah Putih KPK RI di Jln HR Rasuna Said Kuningan Jakarta Selatan, dengan membentangkan beberapa buah spanduk dengan tulisan warna-warni. Pada salah satu spanduk tertulis temanya “Aksi Solidaritas Dukung KPK”, sedangkan satu spanduk lainnya tertera penggalan tuntutannya yang berbunyi : “HMB Jakarta Menuntut KPK Tangkap Bupati Buru, KPK Tangkap Tiong Liem”.

Ditengah kerumunan massa nampak sebuah mobil pickup bak-terbuka warna putih yang terpajang soundsystem dengan 4 (empat) buah megaphone, diatasnya tampil seorang pemuda mengenakan kaos hitam setelan jeans sebagai orator, berdiri memegang mick sambil berorasi. Orator usia belia ini dengan nada lantang  mengaku mereka adalah Himpunan Mahasiswa Buru Jakarta, tetapi ada juga beberapa orang lain dari luar atau bukan dari Pulau Buru namun merasa simpati dengan aksinya itu sehingga akhirnya ikut-ikutan bergabung dalam gerakannya itu, yang disebut sebagai suatu “perjuangan bersama untuk membersihkan korupsi kolusi dan nepotisme di Kabupaten Buru Maluku”.

Menanggapi tuntutan mahasiswa dan pemuda di depan KPK, Rusdy Hena, salah satu warga Maluku di Jakarta mengaku berpendapat sama. KPK akan dinilai mempertontonkan praktek tebang pilih dalam penerapan hukum bila tidak segera menguak serangkaian dugaan tindak pidana korupsi yang jauh sebelum ini telah dilayangkan sejumlah pihak tentang Bupati Buru, Ramly Umasugi, sebagaimana bunyi tuntutan yang diusung oleh para Mahasiswa.

Diminta memberikan penjelasan lebih detil tentang rangkaian komentarnya itu, Rusdy mengatakan : “Maksud saya, memang ada baiknya KPK bergegas mengusut dan mengambil langkah-langkah hukum sesuai kualitas kasusnya. Sebab jika tidak, pada gilirannya khalayak akan memberikan penilaian buruk atau semacam rapor merah terhadap Pimpinan KPK dengan label tebang pilih dalam penerapan hukum bilamana pasca penangkapan dan penahanan Tagop Soulissa dalam kasusnya di Buru Selatan tidak segera diiringi dengan tindakan-tindakan konkrit dan terukur untuk menguak sejumlah kasus dugaan tindak pidana korupsi yang jauh sebelum ini dilaporkan warga dari Kabupaten Buru di Namlea oleh Bupati Ramli Umasugi”.

Mengapa dikatakan demikian, menurut dia, sebab khalayak ramai tahu sudah sejak lama beberapa kasus dugaan tindak pidana korupsi dan gratifikasi dalam pelaksanaan proyek-proyek pemerintah dan pemerintah daerah dilaporkan dari Kabupaten Buru di KPK RI, akan tetapi sampai sekarang tidak jelas kabarnya, malah cendrung ditutup-tutupi, padahal umumnya telah disertakan pula bukti-buktinya, bahkan sebelum ini konon ada sebuah Tim KPK sendiri sudah pernah turun langsung melakukan tinjauan on the spot ke lokasi.

Hanya, tambah Rusdy, mengingat KPK secara institusional merupakan milik bersama yang harus dijaga marwahnya bersama-sama pula, maka dia hanya ingin menghimbau agar Ketua KPK Firli Bahuri mau memperlihatkan komitmen dan kosistensi dengan memerintahkan jajarannya segera mengusut tuntas laporan-laporan dugaan korupsi dan gratifikasi yang sebelum ini sudah masuk dari Kabupaten Buru, jangan sampai berlarut-larut lagi hingga melanggengkan interpretasi minor selama ini, yang niscaya bakal lebih merusak citra institusi di mata publik.[ Red/13/Munir Achmad ]

 

AktualNews

 

Tangerang, AktualNews – Dalam rangka mempererat jalinan talisilaturrahmi Keluarga besar Perguruan Pencak Silat Terumbu Banten (PPST) yang diwakili oleh Guru Besar Abah Minggu Tilar beserta rombongan mengunjungi Padepokan Macan Putih yang berada di Kampung Kemiri tegal, Desa Kemiri, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, pada hari Sabtu, tanggal 29 Januari 2022.

Acara diawali dengan Pembacaan Ayat Suci Al,qur’an oleh Qori Cilik dari Santri Hadadan Muhammad Rizky Adriansyah, dan dilanjut sambutan dari Ketua Perguruan Pencak Silat Terumbu Banten (PPSTB) Kabupaten Tangerang Ali Rohman,” kepada seluruh keluarga besar Terumbu Banten Khususnya Guru Besar Abah Minggu Tilar beserta rombongan, Abah Siman, Abah Mad Rohani. Baik seluruh pengurus Padepokan Macan Brengos dan Padepokan Macan Putih, tetap diberikan kesehatan, kelancaran dan keberkahan oleh Allah Swt, amin ya robbal a’lamin,” ujar Ali Rohman.

Kemudian ketua Perguruan Padepokan Macan Putih Kemiri Yaman Kalahideung mengucapkan terimakasih atas kunjungan Abah Minggu Tilar selaku Keturunan Syech Terumbu / Syech Beji beserta rombongan kepadepokan Macan Putih Kemiri dan keluarga besar padepokan Macan Brengos, Para pelatih dan Dewan (PPSTB).

Abah Minggu Tilar adalah Salah satu dzuriah Ki Terumbu atau Syech Abdul Kahfi pada kesempatan ini menyampaikan,” ada empat aspek dalam peran Seni Silat Terumbu Banten diantaranya :
1. Aspek Mental Spiritual
2. Aspek Sosial
3.Aspek Seni Budaya
4.Aspek Beladiri

Yang mana anggota harus menjunjung tinggi kepercayaan terhadap sang pencipta Allah SWT mengedepankan sikap ramah dan pererat jalinan talisilaturrahmi antar padepokan perguruan silat manapun, seni silat Terumbu ini bukan ajang untuk kesombongan namun lebih mengarah kelestarian budaya seni silat Terumbu agar tidak punah tergerus oleh zaman.

Abah Minggu Tilar pun mengucapkan terimakasih kepada Para Pengurus Pedepokan Macan Putih dan warga kemiri atas sambutan dan suguhannya,” ujarnya.

Maksud dari acara tersebut, selain sebagai ajang silaturahmi juga tasyakuran atas terealisasinya bantuan dari Gerakan Banten Berakhlak Yayasan Erick Thohir berupa lapangan Bulutangkis dan Pencak Silat di Desa Kemiri, Kecamatan Kemiri, Kab.Tangerang.

Gerakan Banten Berakhlak merupakan gerakan yang diinisiasasi Yayasan H.Erick Thohir. Melalui program social healing Yayasan Erick Thohir terus membantu pembangunan dan renovasi sarana prasarana untuk masyarakat Banten. Adapun koordinator Gerakan Banten Berakhlak Yayasan Erick Thohir, Andri Gunawan S.Kom dalam sambutannya mengatakan,” Alhamdulillah pada hari ini, Yayasan Erick Thohir melalui Gerakan Banten Berakhlak telah merealisasikan usulan warga Desa Kemiri, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang yaitu pembangunan lapangan Bulutangkis dan juga sarana olahraga Pencak Silat. Ini merupakan salah satu bukti bahwa gerakan Banten Berakhlak dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Saya ucapkan terimakasih kepada warga kemiri dan para santri serta pengurus padepokan yang sudah turut bergotong- royong dalam pembangunan lapangan ini, tanpa kerjasama dan solidaritas tidak mungkin pengerjaan lapangan ini dapat selesai dalam 5 hari.

Adapun satu pesan yang ingin saya sampaikan dari H.Erick Thohir, bahwa beliau berharap sekali kepada seluruh Masyarakat Indonesia agar terus menjaga solidaritas, kerjasama dan gotong royong. Karena ini juga salah satu upaya, bagaimana kita harus bangkit dari masa pandemi ini,” beber Andri.

Acara ditutup dengan do’a oleh Ustad Adung Abdul Haris, selaku Pembina/Penasehat Padepokan Macan Putih Kemiri.[Red/Akt-56/suhermanroy]

 

AktualNews

Jakarta, AktualNews-Praktisi Hukum Agustinus Nahak, SH, MH bersama Aliansi Pemuda NTT dan lintas organ NTT lainnya mendesak Kapolri agar segera menuntaskan kasus pembunuhan terhadap Astrid dan Lael

Astrid Manafe dan Lael Macabee merupakan korban pembunuhan di kota Kupang provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Sejauh ini Polda NTT, menetapkan satu orang tersangka yakni RB alias Randy Badjideh dalam kasus pembunuhan Astrid dan Lael

“Mendesak Kapolri untuk segera menuntaskan kasus pembunuhan terhadap Astrid dan Lael, inilah harapan kita bersama agar terbuka secara terang benderang. “Tegas Agustinus Nahak kepada wartawan di Mabes Polri, Jum’at (28/01/2022)

Sebagai informasi Karo Wasidik Mabes Polri Brigjen Iwan Kurniawan sudah menerima perwakilan keluarga korban

Pesca gelar perkara, Mabes Polri berjanji akan memanggil penyidik Polda NTT untuk menyelenggarakan gelar perkara yang sama

“Harapan kita seluruh masyarakat NTT yang ada di Jakarta maupun di Kupang untuk tetap mengawal perkara ini sampai tuntas. “Pungkas Agustinus Nahak. [ Red/Akt-01/Jalal ]

 

AktualNews

 

Tangerang, AktualNews– Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang terus melanjutkan kegitan moderasi beragama, sesuai dengan intruksi Menteri Agama bahwa krisis toleransi harus segera berakhir di Indonesia. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kantor Kemenag Kabupaten Tangerang dan diikuti oleh Seluruh pejabat dilingkungan Kantor Kemenag, Para pelaksana/staff, seluruh kepala madrasah Negeri, Kepala TU Madrasah Negeri, Unsur pengawas, unsur IGRA, unsur penyuluh, unsur FKUB. Acara ini dihadiri oleh para pejabat Kantor wilayah Kementerian agama provinsi Banten diantaranya Kepala Kanwil, Kabag TU Kanwil, Kasubag keuangan Kanwil, Kasubag Ortala & KUB, Bogor 27-01-2022.

Dalam sambutan dan paparan materinya, kepala kanwil kemenag banten. Dr. H. Nanang Fatchurochman, SH, M.Pd. ” mengatakan bahwa, moderasi beragama pada tahun ini sudah menjadi sebuah keniscayaan yang harus dilakukan oleh Kementerian Agama RI, khususnya kementerian agama provinsi Banten.

Lebih lanjut Nanang menjelaskan bahwa tradisi dan kearifan lokal (local wisdom) merupakan anugerah yang indah bagi bangsa kita, karena dijadikan media yang begitu baik untuk menyatukan bangsa ini yang begitu beragam suku, antara lain adalah bagaimana para pendahulu kita mendirikan bangsa ini yang berdasarkan pancasila ini yang didalamnya terdiri dari semua tokoh agama, juga bagaimana para waliyullah menyebarkan agama islam dengan cara mauidzoh hasanah, memanfaatkan budaya lokal dan dengan tidak melarang menggunakan alat ini dan itu.
Sikap intoleran dan radikalisme ini muncul karena memang berawal dari sebuah perbedaan, baik suku, agama, faham dll. inikalah akar yang sebenarnya yang harus kita kikis bersama dengan menjaga semua perbedaan diantara kita, hidup rukun, damai dan tentram adalah tujuan yang ingin dicapai oleh bangsa kita, oleh karena itu saya berpesan kepada seluruh pegawai di kemenag kabupaten Tangerang untuk terus menggaungkan dan melaksanakan moderasi dan toleransi baik ditingkat mikro maupun makro, ujar nanang.”Tutupnya

Dengan demikian, kalau tujuan dari moderasi dan toleransi ini sudah tercapai dan terjalin baik, Kemenag akan fokus ke masalah yang lainnya lagi, karena kementerian agama ini milik semua umat beragama, dan bangsa indonesia adalah bangsa yg beragama, bukan bangsa agama. [Akt/41-Yunadin]

 

 

AktualNews

Diberdayakan oleh Blogger.