Yogyakarta.Aktualinvestigasi. Com- Lailatul Qadar sebagai malam seribu bulan dengan beragam keistimewaannya di penghujung Bulan Ramadhan, tentu sudah akrab di kalangan umat muslim. Namun yang dilakukan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta kali ini berbeda.


UNU Yogyakarta bersama puluhan mahasiswa Teknik Informatika di kampusnya, mengisi akhir Bulan Ramadhan dengan pelatihan pemrograman komputer (bootcamp). Karena kerap diselenggarakan seharian penuh dan dilanjutkan pada malam hari selepas berbuka, mereka menjuluki bootcamp ini sebagai Lailatul Coding. 


"Jadi Lailatul Coding ini merupakan plesetan, karena kita di malam hari tidak hanya mengaji kitab tapi juga belajar pemrograman, maka kita sebut Lailatul Coding. Harapannya, para santri bisa mahir dengan praktik langsung di bidang IT. Terlebih setelah lama tidak dapat bertemu di kampus maupun pondok," ungkap Ir. Suhada, Dekan Fakultas Teknologi Informasi UNU Yogyakarta didampingi Anis Susila Abadi selaku Wakil Dekan, dalam penutupan Bootcamp Lailatul Coding, Selasa (26/04) sore di Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal Irsyad Wonosari Yogyakarta.

*Telah Berlangsung 21 Hari*

Dekan Faktultas Teknologi Informasi UNU Yogyakarta Suhada mengatakan ide awal bootcamp diadakan karena selama dua tahun terakhir perkuliahan dilakukan secara online. Hal itu dianggap kurang efektif dibandingkan dengan pembelajaran secara offline atau langsung.

Bootcamp Lailatul Coding ini diadakan bagi mahasiswa di Fakultas Teknologi Informasi selama 23 hari. Setiap hari para mahasiswa mengikuti bootcamp selama 8 jam mulai dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dengan waktu istirahat 1 jam.



"Ide awal acara ini karena selama dua tahun pandemi perkuliahan secara langsung tatap muka tidak ada. Sehingga ada gap kompetensi yang tidak terpenuhi. Pada 30 Maret hingga kita tutup bersama pada Selasa 26 April 2022, UNU Yogyakarta berinisiatif memanfaatkan berkah Ramadhan sekaligus mengisi malam penuh berkah (Lailatul Qadar) dengan belajar pemrogaman," kata Suhada.

Melalui Lailatul Coding, Suhada mengharapkan bahwa 10 hari terakhir Ramadhan mahasiswa UNU Yogyakarta sebagai umat Islam tidak hanya digunakan untuk mengejar berkah akhirat. Tapi juga manfaat dunia yang bisa dijadikan ladang pengabdian mereka saat bekerja untuk umat, melalui ilmu pemrograman yang bermanfaat.

"Harapannya (mahasiswa) tidak hanya meraih Lailatul Qadar, tetapi juga Lailatul Coding," kata Suhada.

Pemrograman yang dipelajari di Bootcamp Lailatul Coding bermacam-macam. Mulai dari belajar membuat tampilan yang biasa terlihat di layar komputer (User Interface & User Experience), merancang program di dalam aplikasi (Back End), hingga memastikan bagaimana tampilan yang ada di aplikasi bisa berfungsi dengan baik ketika digunakan (Front End).

Mahasiswa UNU Yogyakarta juga diajarkan membuat serta memanfaatkan database (big data), sekaligus berlatih membuat aplikasi sesuai dengan studi kasus dan kebutuhan yang ada di pesantren.

*Membuat Aplikasi Hafalan Qur'an*

Anis (18), salah satu mahasiswa UNU Yogyakarta, menceritakan bagaimana dirinya bersama teman-teman membuat aplikasi untuk monitoring tahfidz (menghitung hafalan Qur'an). Selama ini, hafalan Qur'an pencatatannya dilakukan secara manual yaitu santri mengaji dan ustadz menandai bahwa hafalan telah dilakukan.

Hafalan Qur'an dengan cara tradisional memang punya kelemahan. Misalnya catatan yang rawan hilang maupun adanya peluang buku hafalan diubah oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, jumlah santri juga sangat banyak, sehingga perlu aplikasi untuk membantu para ustadz dan kyai dalam pengawasan.

"Kami berharap agar lebih mempermudah penyampaian ke wali santri, mempermudah penyimak atau pengasuh mengurus sekaligus menjaga kebenaran data-data. Karena santri ada ratusan. Ini contoh kasus yang kami alami di Pesantren, dan dengan teknologi kita bisa carikan solusinya," ungkap Anis.


Aplikasi ini, lanjut Anis, memang belum sempurna dan masih butuh banyak pengembangan. Namun pengalaman mengikuti Bootcamp Lailatul Coding ini membuat ilmunya semakin bertambah.


Terlebih lagi, banyak santri yang sebelum berkuliah tidak memiliki basis ilmu di bidang pemrogaman. Kuliah online juga menurut Anis memberi tantangan tersendiri dalam proses belajar mengajar, karena tidak dapat bertemu dosen secara langsung dan bertanya secara leluasa.


"Dengan bimbingan penuh dari para mentor, dari pagi sampai sore, dan malamnya coding mengerjakan tugas, kami jadi lebih pede (percaya diri). Alhamdulillah dengan waktu yang singkat ini kami bisa membuat website serta aplikasi kecil-kecilan walau belum sempurna," pungkas Anis.[Red/AI/001/2022]

Polda Banten, Polresta Tangerang - Aktualinvestigasi.com | Personel Satuan Lalu Lintas Polresta Tangerang Polda Banten menertibkan para pedagang yang sering berjualan di pinggir jalan tol Km. 40 hingga Km. 46, Selasa (26/4/2022). 

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, pedagang yang ditertibkan diantaranya pedagang asongan, pedagang minuman, dan pedagang kopi atau yang kerap diistilahkan dengan 'pedagang jongkok'.

"Kami tertibkan demi keamanan dan keselamatan para pedagang dan pengguna jalan tol," kata Zain, Rabu (27/4/2022).

Dikatakan Zain, keberadaan para pedagang dapat membahayakan pengguna jalan tol dan juga jiwa para pedagang. Sebab, lanjut Zain, para pedagang kerap menyebrang atau turun ke badan jalan untuk menjajakan dagangan.

"Kita tahu kecepatan kendaraan di jalan tol, untuk keselamatan dan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, maka kami tertibkan," ujar Zain.


Zain menambahkan, sedikitnya ada 5 pedagang yang ditertibkan oleh petugas gabungan Polresta Tangerang, personel TNI, dan juga petugas dari MMS selaku pengelola jalan tol. Para pedagang kemudian dibawa ke Pos MMS untuk didata dan mendapatkan pembinaan.

Tidak hanya pedagang, petugas juga menertibkan parkir liar di bahu jalan tol. Kepada pengendara yang kedapatan parkir sembarangan, diarahkan untuk parkir di rest area apabila hendak istrirahat.

"Kegiatan penertiban pedagang dan parkir liar di jalan tol adalah kegiatan preventif guna mencegah terjadinya kecelakaan dan potensi-potensi yang dapat menghambat arus lalu lintas di jalan tol," tandas Zain.[Akt-002/RED-AI/I/2022/Agi].


Kodam Jaya, Tigaraksa
- Aktualinvestigasi.com | Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H tahun 2022, Kodim 0510/Trs, Korem 052/Wkr menggandeng kementrian pertanian menggelar pangan murah ramadhan yang di gelar di Makodim 0510/Trs Jalan Atik Soerdi Kelurahan Kaduagung Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Minggu (24/04/2022).

Pangan murah ramadan Kodim.0510/Trs di buka langsung oleh Danrem 052/Wkr Brigjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar di dampingi Dr. Ir Siti Munifah Sekban Pengawasan Pangan Provinsi Banten, Kolonel Arm Mulyadi Kasi Ter Rem 052/Wkr ,Dandim 0510/Trs Letkol Inf Bangun I E Siregar dan Kapolresta Tangerang Kombespol Zein Dwi Nugroho.

Dalam sambutanya Jendral bintang satu Brigjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar Danrem 052/Wkr menyampaikan, pandemic Covid 19 menimbulkan berbagai krisis dan menimbulkan dampak krisis ekonomi, pandemi ini juga mengakibatkan krisis politik sehingga Pemerintah mengeluarkan PP dalam upaya menanggulangi covid 19 dan pemulihan ekonomi nasional.

"Saat ini sudah mencapai 70 % masyarakat yang sudah melaksanakan vaksin 1,2,3 dan saat ini konsen pemerintah adalah pemulihan ekonomi nasional. Panglima TNI atas perintah perisden telah menyalurkan bantuan bagi nelayan dan pedagang kaki lima yang merupakan pilar ekonomi masyarakat bawah kita, kedepan juga minyak goreng akan didistribusikan sebagai bentuk upaya bantuan pemerintah membantu mengatasi kesulitan masyarakat," kata Danrem.


Menurut Danrem, gelar pasar murah juga merupakan upaya pemulihan ekonomi dalam membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, diharapkan masyarakat mendapatkan komoditi yang telah disediakan kementeriam serta vendornya dengan kualitas yang bagus dan harga murah," ujarnya 

Danrem juga menghimbau jangan lupa kita masih masa pandemi covid 19 untuk itu semua harus patuhi prokes untuk mencegah penularan Covid 19.

 Sementara, Dr. Ir. Siti Munifah Sekertaris Badan (Sekban) Pengawasan Pangan Provinsi Banten menambahkan, gelaran Pangan Murah Ramadan 1443 H yang diadakan oleh Kementerian Pertanian dan Kodim 0510/Trs diawali dengan melakukan sidak harga dan stok bahan pangan di beberapa pasar terutama di wilayah Tangerang Raya. 

Dalam sidak tersebut, dia mengungkapkan, pihaknya mendapati fluktuasi pada harga bawang merah, cabai, serta yang paling dikeluhkan oleh masyarakat yakni minyak goreng. 

"Sehingga kita hadir di sini didukung penuh oleh jajaran TNI terutama jajaran Korem 052/Wkr, yakni Kodim 0510/Trs ini sangat luar biasa. Bisa melaksanakan gelar pasar murah untuk mendekatkan keinginan masyarakat diantaranya untuk memperoleh daging dengan harga yang yang relatif murah,"jelasnya.

Terpantau, ratusan warga setempat rela antre dan berdesakan demi memperoleh bahan pangan murah yang disediakan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kodim 0510/Trs.

Antrian warga yang cukup panjang terjadi pada stand penjualan daging beku segar, di mana daging sapi dijual Rp100.000 per kilogram dan daging kerbau dijual Rp85.000 per kilogram. 

Meski demikian, kebutuhan pokok lainnya seperti minyak goreng, beras, cabai bawang merah, dan telur yang dijual cukup murah memiliki selisih harga Rp2.000 sampai Rp5.000 dengan harga di pasar-pasar. 

"Nilai seribu atau lima ribu rupiah itu bagi masyarakat sangat berharga, mereka rela antre berpuluh-puluh meter untuk mendapat minyak goreng dengan selisih harga yang hanya Rp2.000-Rp3.000," ucap Siti Munifah.

Ditempat yang sama Dandim 0510/Trs Letkol Inf Bangun I E Siregar mengatakan, gelaran Pangan murah ini benar - benar murah dari pasaran,kami khususnya warga kab.Tangerang mengucapkan terimakasih banyak kepada kementrian pertanian yang sudah membantu kegiatan pasar murah ini.

"Kita semua bisa hadir di tengah tengah masyarakat, termasuk program kementrian yang menyentuh sampai ke tangan masyarakat. Saya berharap program kementrian pertanian terus berlanjut," ditahun depan harapnya.[Akt-002/RED-AI/I/2022/Agi].

Diberdayakan oleh Blogger.