Cianjur, Jawa barat
- AktualInvestigasi.com | Akibat gempa yang sangat luar biasa  di Cianjur Jawa barat  yang mengakibatkan banyaknya rumah hancur dan menelan korban jiwa, tim dari Musyawarah kerja kepala Sekolah ( MKKS ) dan Forum komunikasi kepala sekolah ( FK2S ) SMKS Kabupaten Tangerang sangat perihatin dan merasa iba terhadap para korban gempa di  Cianjur Jawa barat.

Senin, (5/12/2022).


Ustadz Jamaludin yang pada saat itu turun langsung berkunjung bersama timnya dari MKKS dan FK2S yang diketuai oleh Diana Hermanto selaku ketua MKKS dan Ustadz Jamaludin  selaku ketua FK2S  dan memberikan bantuan berupa uang kepada korban gempa agar bisa digunakan sebagai mana mestinya oleh warga yang terkena gempa, lima lokasi yang disalurkan oleh tim MKKS dan FK2S yaitu Pondok Pesantren Cipulus Salafi dengan pengasuh H muhammad Romdoni di Kp Pamengpeuk RT 001/003 Desa Cijedil kecamatan Cugenang dan sekaligus saluran juga diberikan untuk masyarakat sekitar yang terdampak gempa diwakilkan kepada Herman RT 001, kedua bantuan disalurkan kewarga  Desa Pamoyanan Kecamatan Cianjur, ke tiga Pondok Pesantren Darul Huda yang beralamat di Kp Gasol kidul RT 03/04 Desa Gasol kecamatan Cugenang kab Cianjur Provinsi Jawa barat dengan pendiri pertama pondok pesantren yaitu Kh.Syahroni bin Yahya dan diteruskan pada putranya yaitu pengasuh santri pada saat ini yaitu Kh.Ade Jakaria dengan jumlah santri sekitar 250 Orang.


Diana Hermanto selaku Ketua MKKS mengatakan pada awak media



" Kami dari MKKS dan FK2S Kabupaten Tangerang ikut berduka atas gempa di Cianjur, Alhamdulillah di pak rt kp pameungpeuk ini tidak ada korban jiwa kami berpartisipasi dari MKKS dan FK2S SMKS Kabupaten Tangerang terhadap bencana alam dan tentunya meskipun yang kami bawa hanya sedikit mudah mudahan bisa membantu dan bisa bermanfaat dengan baik, bantuan kami lakukan ke beberapa daerah dicianjur  disitu ada pesantren dan warga yang terdampak langsung, kami inisiatif dari SMKS Kabupaten Tangerang melalui MKKS dan forum khusus untuk langsung diberikan kepada yang kena gempa dan terdampak dan tentunya kepada warga sekitar yang kena dampak mudah mudahan diberikan semangat dan diberikan ke ikhlasan ," Ungkapnya.


Sambung Ustadz Jamaludin, S.Ag, M.Si., selaku kepala Sekolah SMK Gema Bangsa sekaligus ketua FK2S SMKS Kabupaten Tangerang mengatakan 



" Hari ini kami dari MKKS dan FK2S dimusyawarah kerja kepala sekolah dan forum kepala sekolah SMK Swasta di Kabupaten Tangerang, kebetulan saya sebagai ketua FK2S di kabupaten Tangerang bahwa pada hari ini kita sudah mengunjungi dan menyalurkan amanah amanah dari teman teman kepala sekolah di kabupaten Tangerang


Star kita tadi malam pagi kita mulai kelokasi dan ini titik kelima yang berawal dari kp pameungpeuk disana ada pondok pesantren yang roboh dan juga rumah masyarakat jadi dua titik disana, kemudian dari situ kita kesatu titik lagi di desa Pamoyanan, titik ketiga kita ada kepondok pesantren darul Huda  di gasol yang dampaknya luar biasa didesa gasol ini  dan seluruh ampir 90% rata dengan tanah yang terdampak, ini merupakan titik kelima yaitu Titik terakhir didesa sukawangi tepatnya di Kp warung jengkol kita bisa menyalurkan walaupun hanya alakadarnya dan yang kita salurkan ataupun amanah yang teman teman yang berikan pada kami memang bukan berupa bingkisan ataupun sembako tapi kita salurkan berupa uang karena kami tahu bahwa penyaluran untuk korban gempa disini yang berupa makanan ataupun sembako ini sudah banyak sekali kita lihat dan kita salurkan berupa uang mungkin nanti disesuaikan berupa kebutuhan yang mereka perlukan dan untuk dititik ini kami percayakan kepada ustadz Japar nanti apakah mau diberikan langsung secara uang maupun diberikan dengan berupa barang ," tutup ustadz Jamaludin.[Akt-002/RED-AI/I/2022/Agi].


TANGERANG
- AktualInvestigasi.com | Desakan atau aduan warga agar bank keliling atau bank emok meminta jangan sampai masuk ke wilayah desa Parahu, Kepala Desa Parahu Yopi koslaniyudin langsung merespon aduan dari warganya dan membuat sepanduk larangan masuk untuk bank keliling, bank emok dan lentenir di Delapan (8) RW  di larang keras masuk wilayah desa Parahu," Senin 05/11/22

 

Kepala Desa Parahu Kec. Sukamulya Yopi koslaniyudin membenarkan bahwa warga telah meminta agar bank keliling, bank emok dan lentenir di larang masuk ke wilayah desa Parahu, saya sebagai kepala desa Parahu berserta stap desa langsung membentangkan spanduk penolakan kehadiran bank keliling atau bank emok untuk masuk wilayah Desa Parahu Kec. Sukamulya," lanjut 



"Kami secara tegas menolak bank keliling dan emok masuk ke kampung-kampung hususnya wilayah desa Parahu, di karenakan nasabah perekonomiannya sedang sulit dampak dari Covid-19," yang sampai saat ini belum selesai," ujar kepala desa 


Para stap dan warga mengatakan, warga berinisiatif memasang spanduk menolak bank emok dan keliling, karena warga (nasabah) resah tetap diminta membayar angsuran, dampak dari covid - 19 sampai sekarang ekonomi sangat lah minim, Bagi kalangan masyarakat yang memiliki penghasilan rendah tentu kondisi itu sangat menyulitkan, dan warga meminta ada penangguhan pembayaran utang.


Para ketua RW dan warga di wilayahnya siap menjaga kondusivitas lingkungan dengan masih maraknya penagihan yang dilakukan oleh para rentenir atau bank keliling dan emok kepada masyarakat,


"Jika masih ditemukan penagihan kepada warga di tengah kondisi sulit, apalagi bank emok yang masih berani mengumpulkan warga dalam melakukan penagihan. Maka jika itu masih terjadi, kami akan memberikan tindakan persuasif," ucapnya.[Akt-002/RED-AI/I/2022/Agi].


Lebak
- aktualinvestigasi.com | Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Wiwin Setiawan, SIK, MH meninjau dan mengecek langsung pelayanan publik di Kantor Samsat Rangkasbitung Kelurahan Rangkasbitung Timur Kabupaten Lebak. Senin (5/12/2022).


Kegiatan ini dalam rangka program Quick wins Presisi Polres Lebak dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kantor Samsat Rangkasbitung, Dalam pengecekan tersebut Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Wiwin Setiawan,SIK,M.H. didampingi Kasat Lantas AKP Fiat Suhada, SIK, MH.



Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Wiwin Setiawan,SIK,M.H. mengatakan, 

"Ya pagi ini, kami melaksanakan pengecekan kegiatan pelayanan publik di Kantor Samsat Rangkasbitung Kabupaten Lebak," ucap Wiwin.


"Kami ingin memastikan pelayanan publik  yang prima dengan memperhatikan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, Untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan masyarakat, serta untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik yang ada di Samsat Rangkasbitung," ungkapnya.


"Tentunya kita tidak bisa berdiri sendiri, Kolaborasi, komunikasi, dan koordinasi antar instansi yang tergabung dalam Kantor Bersama Samsat harus terus dilakukan," tambah Wiwin.


"Hal ini senada dengan program Quick wins Presisi Polri dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik," tutupnya.

(006/RED-Al/lll/2022/Mujahidin)


Tigaraksa, Tangerang
- Aktulinvestigasi.com | Pasca sidak warga Kaduagung ke sejumlah Warung-warung dikawasan Puspemkab Tangerang yang diduga jual minuman keras (Miras) dan wanita malam mendapat dukungan kuat dari para ulama se-Kecamatan Tigaraksa yang tergabung di Majelis Ulama Indonesia (MUI), bahkan meminta agar warga tetap kompak mengawasi sampai lokasi maksiat itu berhenti beroperasi.


Dukungan kuat itu disampaikan Ketua MUI Kecamatan Tigaraksa H. Ahmad Haerudin saat dikonfirmasi tim media hari ini (05/12/2022), ia mengaku prihatin dengan maraknya lokasi dikawasan puspemkab yang dijadikan tempat dugem dan hiburan malam.


"Kami dari MUI kecamatan bersyukur dengan adanya sidak dari warga kemarin malam ke tempat-tempat yang diduga dijadikan tempat maksiat dugem, semoga dengan sidak bisa bikin berhenti beroperasi," ucap H. Ahmad Haerudin yang akrab dipanggil H. Juhron.


Ketua MUI juga berharap agar sidak warga seperti itu juga dilakukan juga warga di desa/kelurahan lain yang diduga ada tempat maksiat seperti kontrakan terselubung dijadikan praktek prostitusi seperti di jalan sebelum golf Tapos dan di Kp. Gudang Pasirnangka yang kemarin digrebeg satpol PP kabupaten.


Sementara Kanit Binmas Polsek Tigaraksa IPDA Roling saat diminta tanggapannya terkait sidak warga ke warung dikawasan Puspemkab yang diduga menjual miras menyatakan mendukung dan akan mengawal giat warga sepanjang tidak melanggar ketentuan yang berlaku.


"Kami dari Polsek Tigaraksa akan mengawal giat warga tersebut supaya tidak terjadi gesekan dan kesalah fahaman diantara kedua pihak, semoga Tigaraksa tetap aman tertib dari gangguan Kamtibmas," ujar IPDA Roling.

005/RED-AII/atr

Diberdayakan oleh Blogger.