Tangerang, Banten - AktualInvestigasi.com | Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2024 Kecamatan Jambe yang digelar kemarin Selasa (14/02/2023) menyisakan kekecewaan, pasalnya cuma dihadiri 2 orang anggota DPRD Dapil 1 padahal jumlah seluruhnya dewan Dapil 1 ada 9 orang.


Diketahui 2 anggota Dewan wilayah Dapil 1 (Tigaraksa, Jambe, Cisoka, Solear. Balaraja, Jayanti) yang hadir di Musrenbang tersebut Yudha Wisnu (PKS) dan Yaya Amsori (Demokrat), dan yang tidak hadir 7 orang itu diantaranya H. Astahyudin (Gerindra), Wahyu Nugraha (Golkar), Tasrifin (PAN), Suryani (PDIP), Lulu (Nasdem), Nazil Fikri (PPP), dan Ustur (PKB).


Kekecewaan warga Jambe atas minimnya dewan yang hadir diforum Musrenbang tersebut salah satunya diungkapkan M Yusuf Sekretaris MUI Kecamatan Jambe, ia sangat menyayangkan mengingat warga ingin menyampaikan aspirasi langsung kepada wakilnya di legislatif guna percepatan pembangunan di wilayah kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor itu.


"Warga kecewa banyak anggota dewan dapil 1 yang tidak hadir, padahal mereka sudah difasilitasi negara  untuk hadir memberikan  ruang menyerap seluruh Aspirasi masyarakat demi mempercepat pembangunan," kata M Yusuf seraya menyampaikan usulan prioritasnya itu Pengadaan Lahan SMPN Jambe yang sejak lama belum terealisasi itu.


Hal senada juga diungkapkan Hendar Syah Sekretaris PK KNPI Kecamatan Jambe, dirinya mengaku kecewa sedikitnya anggota dewan yang hadir di Musrenbang Kecamatan Jambe padahal banyak harapan usulan pemuda yang ingin disampaikan langsung kepada wakilnya di parlemen.


"Semoga walau minim dewan yang hadir usulan kami dapat terealisasi di 2024, yaitu peningkatan SDM dan ekonomi masyarakat seperti pelatihan pelatihan dan ruang-ruang serta fasilitas wirausaha pemuda ekonomi lokal," ujar Hendar Syah yang akrab disapa Agil itu serius.


Hadir dalam Musrenbang unsur Muspika Jambe Camat Khaidir, Kapolsek AKP Agus Ahmad Kurnia, Danramil Kapten Irwanto, para Kepala Desa, dan sejumlah tokoh masyarakat, termasuk perwakilan KNPI, Karang Taruna dan Ormas lainnya.  

005/RED-AI/I/23/Atr

 


Rangkasbitung - aktualinvestigasi.com | Lapas kelas III Rangkasbitung Kanwil Kemenkumham Banten melakukan kunjungan kerja ke Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, kunjungan tersebut dalam rangka untuk bersilaturahmi sekaligus membahas penjajakan kerjasama dan dukungan dalam pemasaran hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas III Rangkasbitung, Senin (13/02)


Hasil Karya narapidana Lapas Rangkasbitung diantaranya adalah Gitar Akustik, Aneka kerajianan kayu seperti meja kayu hias, kursi kayu, lumpang, piring, mangkuk, sendok, garpu dan aneka lainnya yang seluruhnya berbahan kayu.


Kalapas Rangkasbitung, Suriyanta Leonardo Situmorang melalui Kasubsi Pembinaan, Eka Yogaswara didampingi Staf Pembinaan disambut oleh Kabid Pemberdayaan UMKM, Abdul Waseh beserta jajaran diruang kerjanya.


“semoga dengan pertemuan tadi dengan Dinkop dan UKM, Lapas Rangkasbitung bisa lebih mengembangkan produk hasil pembinaan kemandirian warga binaan Lapas Rangkasbitung, yang secara kualitas sudah bisa bersaing dan memiliki keunikan tersendir” Ujar Kalapas dalam sambungan selularnya.


Kasubsi Pembinaan Lapas Rangkasbitung, Eka Yogaswara mengatakan bahwa selama ini produk yang dihasilkan WBP telah mendapat hati dari masyarakat Lebak dan tentu saja Dinas Koperasi dan UKM lebak menjadi salah satu medianya.


“Alhamdulillah selama tahun 2022 produk kita banyak mengikuti pameran yang diselenggarakan oleh dinas Koperasi dan UKM, dan tentu saja hasilnya juga memuaskan. Tentu saja tahun ini harus lebih baik dan lebih progresive. Oleh karenanya tahun ini sebagai bentuk akuntabilitas kinerja, kami ingin tuangkan dalam dokumen  kerjasama" ujar Yoga nama panggilan Kasubsi Pembinaan


Menanggapi kunjungan pihak Lapas, Abdul Waseh menyampaikan bahwa Dinas Koperasi dan UKM sangat mendukung program pembinaan di Lapas Rangkasbitung.

“salah satu program yang kreatif dan telah berhasil menghasilkan banyak produk kreatif yang sudah diakui pasar secara luas, kami tentu akan support dan untuk PKS kami sambut baik apa yang disampaikan untuk tujuan yang lebih baik” Pungkas Abdul Waseh.

(006/RED-Al/lll/2023/Mujahidin)



Lebak - Aktualinvestigasi.com | Viral arogansi Bupati Lebak terhadap Jurnalis saat wawancara awak media online dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung, Ciliman dan Cidurian (BBWSC3), di beranda pendopo Kabupaten Lebak, terkait belum tuntasnya penyelesaian sengketa  hak dan kepemilikan lahan sejumlah  masyarakat, yang terdampak proyek Bendungan Karian. 


Dari video tersebut terlihat jelas Bupati Lebak menunjukkan sikap arogansinya sebagai penguasa Lebak, bahkan mencoba mendikte Jurnalis soal pertanyaan yang harus ditanyakan kepada pihak BBWSC3. Saya aneh Bupati Lebak bisa mengatur pertanyaan wartawan, dan menyebut wartawan jangan terlalu banyak berkicau. 


Padahal jelas, Jurnalis tugasnya memfasilitasi keberlangsungan pembangunan, terus apa masalahnya bagi Bupati saat wartawan meminta keterangan, jika ada warga pemilik lahan yang terdampak, bukankah itu kendala yang harus diselesaikan. Bupati bertahun-tahun tutup mata kepada masyarakat yang kena dampak penggusuran, sengketa hak dan kepemilikan lahan, masyarakat sampai mencari keadilannya sendiri. 



Sikap Bupati Lebak seperti bukan Pemimpin Lebak, melainkan tuan tanah atau feodal yang menganggap tanah di Lebak semua adalah miliknya, dan dia bebas mengatur mau dijadikan apa, tanpa pertimbangan soal dampak bagi masyarakat, semakin terlihat kasar saat diakhir video Bupati Lebak sesumbar bahwa "DISINI KUASA SAYA".  Hal itu yang seolah-olah melegitimasi dirinya sebagai penguasa Lebak yang sombong dan angkuh.(Red).

Diberdayakan oleh Blogger.