AktualInvestigasi_Pandeglang,- Berdasarkan pantauan awak media pelaksanaan proyek beton di Ruas jalan pasar Rancanseneng - Lewimuja oleh CV. Putra Chibisoro dengan nilai anggaran 8,816 milyar lebih yang bersumber dari DPUPR Pandeglang tak menggunakan alat pemadatan atau Vibrator beton.

Padahal alat Vibrator beton itu sangat penting dilakukan agar tidak terjadi keropos dalam beton, menurut Nasrullah pelaksanaan proyek beton ini diduga kuat dikerjakan Asal jadi.


"Menurut saya kuat dugaan pelaksanaan proyek ini Asal - asalan, padahal kalau melihat anggaran cukup besar, Di lihat pada saat pengecoran tidak menggunakan Vibrator, alas plastik coran tidak full menutup badan jalan, bahkan kalau di lihat secara kasat mata lantai cor (LC) diduga tidak merata atau bergelombang, " papar Nasrullah dari salah satu tim Investigasi dari anggota MOI DPC Pandeglang, Kamis (18/5/2024).


Sementara di lokasi proyek, salah satu pekerja mengatakan bahwa betonisasi yang tengah di kerjakan baru terpasang Kurang lebih 200 M.menggunakan FC-20 mpa dan FS-45 dari dua perusahaan betonisasi yang ada di Pandeglang. 


"Kanan kiri 50 cm menggunakan FC-20 MPA dari perusahaan sadulur beton, dan untuk badan jalan 4 meter dari perusahaan cipta beton menggunakan FS-45, " Kata nya.


Masih di lokasi yang sama, awak media mengkonfirmasi, candra selaku Konsulatan pengawas proyek tersebut, dia mengamini bahwa tidak menggunakan alat Vibrator pada saat pengecoran.


"Tadi hasil slumpnya bagus atau sudah sesuai, dan saya sudah sarankan untuk gunakan Vibrator beton dalam pengecoran, " Kata nya


Namun pada saat ditanya alat Vibrator beton, Candra mengadakan ada tapi tak memperlihatkan jenis alat Vibrator. 


"Ada alat Vibratornya tapi silakan konfirmasi ke pelaksana lapangan yang berinisial (OW)" tukasnya.


Sementara itu, hingga berita ini Di terbitkan awak media belu mendapatkan keterangan dari pelaksana yang inisial (OW) lantaran tidak ada di lokasi proyek pada saat pengecoran beton./Team


AktualInvestigasi_Jakarta,-- Jasa Raharja Perwakilan Jakarta Selatan berkolaborasi dengan Satlantas Jakarta Selatan pada hari kamis 16 Mei 2024 mengadakan Giat PPKL ( Pengajar Peduli Keselamatan Lalu lintas) di SMPN 247 Jakarta Selatan. 


Dalam kesempatan tersebut hadir sebagai Narasumber Kepala Jasa Raharja Perwakilan Jakarta Selatan Ibu Ita Novita beserta jajaran sementara dari Satlantas Jakarta Selatan diwakili oleh Kanit Dikyasa AKP Herwice. 


Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan pemahaman tentang keselamatan berlalu lintas baik kepada guru maupun para siswa.


Untuk lebih menarik kegiatan ini kepada siswa/siswi SMPN 247 insan  Jasa Raharja  membagikan buku cerita animasi terkait keselamatan berlalu lintas yang digagas oleh Jasa Raharja Cabang Utama DKI Jakarta.


Kepala Jasa Raharja Perwakilan Jakarta Selatan, Ibu Ita Novita menyampaikan dalam memberikan santunan Jasa Raharja kepada korban kecelakaan Lalu lintas Jalan, sumber dana berasal dari iuran wajib yang dibayarkan oleh penumpang yang menggunakan angkutan umum resmi dan juga berasal dari Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan yang dikutip saat membayar pajak kendaraan bermotor di kantor samsat setiap tahunnya./Red



Aktual
Investigasi.Com_BANDUNG, 
Sebuah rumah pemotongan hewan atau RPH tanpa izin di RT 03 RW 10 Desa Cisurupan Kecamatan Cibiru

Kota Bandung sudah dari tahun 1981 beroperasi itu dianggap telah mencemari lingkungan sampai limbah darah ke jalanan. (18/5/24) 


Saat di konfirmasi pemilik langsung Ridwan, "Disini usaha saya (RPH) bukan tempat pemotongan umum, untuk perizinan saya sudah kordinasi dengan dinas, masyarakat dan tokoh ulama" Ucapnya. 


Rumah Pemotongan Hewan seharusnya jauh dari pemukiman penduduk. Hal ini dimaksudkan agar tidak mengganggu atau mencemari lingkungan pemukiman.


Setiap hari RPH ilegal tersebut rata-rata memotong dua ekor sapi. Namun, kualitas daging yang berasal dari RPH ilegal itu diragukan. Pasalnya, tidak ada yang memeriksa kesehatan hewan ternak yang akan dipotong.


Pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal untuk produk makanan, minuman, hasil penyembelihan, dan jasa penyembelihan setelah 17 Oktober 2024 diberlakukan untuk pelaku usaha menengah dan besar, direlaksasi untuk pelaku usaha mikro dan kecil sampai 17 Oktober 2026, dan direlaksasi untuk produk impor sampai 17 Oktober 2026.


Harapan Humas GWI Gabungannya Wartawan Indonesia Pak Abu Dinas Peternakan dan Lingkungan Hidup periksa kembali terkait perizinan./Red

AktualInvestigasi_Tigaraksa, Manfaat lampu Penerangan Jalan Umum (PJU)  adalah sarana yang menjadi faktor Utama saat waktu malam tiba, namun ada hal yang menjadi sorotan media dan ormas yaitu PJU di Jalan Syech Mubarok arah Cisoka terdapat lampu yang mati dan rusak seakan di abaikan dan tampa adanya perbaikan, 


Ketua Ormas Badak Banten DPC Kecamatan Tigaraksa, Rahmat Kubil menyampaikan kekecewaanya atas kinerja dinas terkait (Dishub) yang mengurusi lampu jalan , yang mana di temukan lampu PJU yang mati dan rusak tampa adanya perbaikan dari dinas yang bersangkutan, 


Pasalnya lampu PJU sekitaran jalan Syech Mubarok - cisoka tidak adanya perawatan dan perbaikan terhadap lampu PJU yang mati atau pun yang rusak, dan sepanjang jalan tersebut sering kali terjadi kecelakaan, karena minimnya lampu penerangan jalan di tambah jalan itupun hampir setiap malam di lintasi mobil bertonase tinggi  pengangkut tanah merah, jelasnya




Lanjutnya ia, Wajar hal tersebut menjadi sorotan karena lampu jalan sangat diperlukan masyarakat, apalagi jika pembiayaan perbaikannya menggunakan keuangan negara dalam pengajuan APBD kabupaten tangerang dan masyarakat punya hak untuk menikmatinya,


Dalam sudut pandang negatif jika tidak ada lampu jalan, seperti kerawanan bagi masyarakat akan tindak pidana kriminal dijalan, bisa mengakibatkan kecelakaan lalulintas, tidak dapat memantau alam jika terjadi bencana, dan banyak lagi,” ucap Rahmat / Kubil


Dan kalau tidak ada sinar lampu mobil oramg tersebut di pinggir jalan keberadaanya tidak kelihatan Lebih lanjut ia juga menyampaikan, Padahal Pemerintah Kabupaten Tangerang pada tahun 2023 telah meluncurkan prgram tangerang menderang, dengan memasang ribuan unit lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di kabupaten tangerang dan Dishub telah mempersiapkan tim perbaikan 


Namun faktanya masih ada lampu PJU yang mati terutama yang ada di jalan raya syech mubarok, arah cisoka yang butuh perbaiakan lampu tersebut mati tapi ada juga yang patah, namun semua seakan di abaikan, Tegas Kubil


Kepada tim perbailan, yang telah di persiapkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) kabupaten tangerang agar segera menindak lanjuti karena manfaat lampu PJU tersebut untuk meminimalisir tindak kriminal dan kecelakaan saat di malam hari. Tutup Ketua DPC Ormas Badak Banten DPC Kecamatan Tigaraksa, Rahmat Kubil.

*(Atr).

Diberdayakan oleh Blogger.