AktualInvestigasi_TANGERANG,- Diam  seribu bahasa mungkin inilah ucapan yang pantas disematkan kepada Direktur dan Humas PDAM Tirta Benteng saat dikonfirmasi Awak Media tak mampu menjawab.

Untuk itu kepada Pj. Walikota Tangerang diminta untuk segera memberikan teguran kepda pihak atau mencopot kedua Pejabat karena terkesan tidak profesional dalam melaksanakan aktifitasnya diperusahaan plat merah ini.


Pasalnya, " apa yang dilaksanakan terhadap kedua pejabat tersebut salah satunya bersandar kepada UU Keterbukaan informasi publik (KIP). dalm menjalankan pembangunan harus ada keterbukan dan infor masi supaya masyarakat melihat darimna angaran tersebut yang di kerjakaan oleh PDAM Tirta Benteng. 


Kami menilai dalam tata kelola Kota Tangerang masuk kota metropolitan, seharusnya para pejabat dalam mengelola setiap kegiataan wajib menerapakan papan informasi, darimana anggaran tersebut, supaya terbukan informasi yang di butuhkan masyarakatmenjadi bisa mengetahui nilai pagu anggaran yang dikerjakan. 


Kehadiran Awak Media, saat mendatangi kegiatan pemasangan pipa PDAM terkiat pelaksanaan Proyek yang berada  di jalan raya Imam bonjol Tangerang, "Pasalnya kehadiran proyek tersebut justru terkesan membawa bahaya bagi penguna jalan maupun penguna kendaraan, karena tidak efisien, akibat penguna jalan terhambat.

" Ironisnya pihak pelaksana dalam kegiatan yang dimaksud terkesan tertutup karena tanpa mempergunakan papan inpormasi proyek sehingga di nilai pengerjaan yang dilaksanakan oleh perusahaan yang mengerjakan tidak diketahui publik, pertanyaan nya ada apa..!!


Salah satu penguna jalan, Rudi saat diminta keterangan, " tangapanya terkait proyek pemasangan pipa yang dimaksud mengatakan "kami sebagai penguna jalan susah melintas sebab bahan pipa yang diletakan sampai kebahu jalan dengan ukuran yang sangat besar dan panjang.   

Bahkan hingga menyentuh kebibir jalan, " Kami menilai dari sinilah, dalam istilah potret buram (Kinerja PDAM Benteng) dipertontonkan kepada publik walhasil asumsi masyarakat kenekatan tersebut tidak terlepas dukungan dari Walikotanya./Red

Sumber: S. Bahri



AkatualInvestigasi_Pandeglang -  BantenDalam rangka menumbuh kembangkan dan kecintaan destinasi wisata konservasi geomaritim bertaraf internasional yang ada di tanah Banten, puluhan organisasi lintas disiplin akan menggelar Ujung Kulon Culture Festival 2024 yang di sambut baik oleh Bupati Pandeglang Irna Narulita, 


Acara tersebut akan di gelar pada tanggal 26-29 Juli 2024 mendatang, dipusatkan didua lokasi, di antaranya Taman Edukasi, Kecamatan Sumur dan Kawasan Wisata Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang.


Dan acara tersebut sebagai upaya untuk mendorong Destinasi Wisata Konservasi Geomaritim yang ada di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten bertaraf internasional,


Ketua Pelaksana Ujung Kulon Culture Festival, Yudi mengatakan, tujuan kegiatan ini diantaranya untuk menumbuhkan kecintaan warga terhadap pelestarian fauna yang ada di ujung kulon, yaitu badak cula satu yang menjadi lambang Kabupaten Pandeglang.


“Kita tahu bersama, bahwa belum lama ini terjadi pemburuan badak oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Yudi, pada Selasa (21/5/2024).


Lanjut Yudi, melalui kegiatan ini pihaknya akan mengkampanyekan juga agar masyarakat ikut melindungi keberadaan badak yang ada di Ujung kulon, melalui Culture Festival sebagai upaya untuk melestarikan budaya lokal yang ada di Kabupaten Pandeglang.


Yudi juga memaparkan, beberapa agenda kegiatan dalam event tersebut diantaranya, Expose Geopark Ujung Kulon, Napak Tilas Geger Cilegon, Talk Show, export Banten#2, Pertunjukan Kesenian Tradisional, Fun Game dan Doorprize, Penanam Pohon Butun, Beach Cleaning, Senam Bugar, bazar UMKM, Fun Bike, Triathlon, Lomba Perahu Hias, Perahu Jukung.


“Selain itu juga ada Touring Ujung Kulon Visit Year 2024, Ujung Kulon berbagi, kemah bakti, dan gelar produk UMKM. Tentu ini akan berdampak pada ekonomi masyarakat sekitar,” dengan harapan kegiatan tersebut dapat menjadi magnet bagi wisatawan baik lokal maupun asing untuk berkunjung ke Tanjung Lesung dan Ujung Kulon.


“Kita memiliki pesona alam baik laut dan pantai yang sangat indah, tidak kalah dengan Bali. Semoga UCF ini bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan ke Pandeglang,” harap Yudi Pelaksana Culture Festival 2024


Sementara itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengaku senang dengan kegiatan Ujung Kulon Culture Festival yang akan di gelar pada bulan Juli mendatang.


“Saya selaku Bupati sangat menyambut baik kegiatannya, sangat penting, strategis dan mulia, karena kegiatan itu tidak hanya hefun saja, tapi juga ada visi misi yang mulia dan mengangkat ekonomi masyarakat sekitar,” tuturnya.




Red ...


(Atr) 



Diberdayakan oleh Blogger.