NUSANTARAEXPRESS, PAPUA - Tokoh agama Papua Pendeta Albert Yoku meminta pelaksanaan otonomi khusus di evaluasi menyeluruh, agar dapat mensejahterakan dan benar-benar dirasakan masyarakat Papua dan Papua Barat.


Menurutnya, evaluasi perlu melibatkan seluruh unsur sehingga dapat mengukur pencapaian otsus maupun kegagalannya. Yang mana, seharusnya otsus dapat memberikan dampak positif.


“Jadi, menurut saya Otsus perlu di evaluasi dengan melihat kekuatan kebersamaan anak bangsa itu, dan keberpihakan jangan keterlaluan,” kata Pendeta Albert dalam dialog kebangsaan bertajuk “Peran Tokoh Agama untuk Kerukunan Papua”, bersama Danlanud Silas Papare Marsekal Pertama TNI Budhi Achmadi yang diunggah Channel Youtube Lanud Silas Papare, Jumat (1/1/2021).


Meski menurutnya sesuatu kekhususan itu selalu membedakan, seharusnya hukum tata negara dapat memberikan pemahaman yang mencerdaskan, boleh atau tidak ada kekhususan. Berbeda halnya dengan misi keagamaan bahwa umat berasal dari masyarakat yang majemuk. Karenanya, Pendeta Albert berpendapat, sebaiknya pemerintah membuat kekhususan dalam hal tertentu.


“Jadi, kalau saya tetap berprinsip sebenarnya negara tak perlu membuat Otsus dalam bentuk peraturan. Kalau negara membuat kekhususan dalam pendekatan pendidikan, ekonomi dan kesehatan itu lebih baik sehingga semua turut terbangun,” jelasnya.


[nextpage title="Next"]



Pendeta Albert mengatakan, dengan skema Otsus di Papua seakan terjadi pemisahan antara wilayah yang diprioritaskan dan tidak mendapat perhatian khusus. Maka itu perlu dievaluasi. “Sebaiknya keberpihakan terfokus pada bidang tertentu dalam waktu tertentu dan harus diintervensi. Misalnya soal pendidikan, negara turun dengan uang, orang yang profesional di sini maksimal baru kita bisa mencapai sesuatu,” tuturnya.


Namun dengan diberikannya keleluasaan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam mengelola Otsus ternyata hasilnya tidak dirasakan oleh masyarakat Papua. “Kalau seperti sekarang kita berikan Otsus ke Papua, kemudian data BPS 2020 IPM (Indeks Pembangunan Manusia) kita paling rendah kemudian Provinsi termiskin,” beber Pendeta Albert.


Mantan Ketua Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Papua itu menambahkan bahwa perhatian pemerintah kepada rakyat Papua sangat besar. Namun ada segelintir orang yang memanfaatkannya. “Saya malu ngomong itu karena negara begitu baik memberi perhatian. Kita orang Papua yang menjadi Gubernur, DPR, kita menyia-nyiakan ini,” kata Pendeta Albert.


Dia mengibaratkan bahwa Otsus merupakan anugerah terbesar dari Tuhan yang telah diberikan kepada masyarakat Papua. Tentunya harus dikelola dengan baik. “Otsus itu berkat besar dari Tuhan kepada Papua kalau dikelola secara tanggung jawab dan sesuai tujuannya. Tapi hari ini tidak jadi berkat, jadi kalau di evaluasi sangat penting,” jelas Pendeta Albert. (*)

NUSANTARAEXPRESS, PAPUA - Pondok Natal Pos Kotis Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad dipadati Masyarakat Kota Jayapura yang hendak mengunjungi PLBN (Pos Lintas Batas Negara) Skouw dalam menghabiskan akhir pekan di Penghujung liburan sekolah dan kerja.

Demikian disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto S.H., M.Han dalam konfirmasinya di Pos Kotis Skouw Distrik Muara Tami Kota Jayapura. Minggu (03/01).

"Begitu banyak masyarakat yang datang dan ingin berfoto di Pondok Natal Satgas Yonif MR 413 Kostrad. Hal tersebut tidak terlepas dari suasana Natal dan Tahun Baru yang baru saja berlangsung, sehingga sebelum mengunjungi PLBN, mereka menyempatkan Foto dengan Prajurit Satgas Yonif MR 413 Kostrad di Pondok Natal." Ucap Dansatgas.



Sebagaimana telah diketahui bahwa PLBN Skouw saat ini merupakan salah satu Ikon dan menjadi kebanggaan warga Kota Jayapura, dimana desain bangunan dan suasana alamnya menarik warga Kota untuk datang ke 'Batas Negara' sebagai destinasi untuk sekedar mengabadikan momen berlatar belakang tulisan Skouw.



[nextpage title="Next"]
Dengan letak Pos Kotis Satgas Yonif MR 413 Kostrad yang hanya berjarak 250 Meter dari PLBN, membuat anggota Satgas turut membantu dalam menjaga stabilitas keamanan PLBN. Walaupun pengunjung begitu banyak berdatangan, namun Satgas Yonif MR 413 Kostrad dan petugas Security PLBN tetap ketat menerapkan protokol kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Karina (26), salah satu pengunjung mengungkapkan bahwa ia kagum dengan pondok yang telah dibangun oleh Satgas Yonif MR 413 Kostrad. "Abang dorang hebat bisa buat pondok secantik ini seperti di kota-kota, sa sangat senang berfoto deng anak-anak. Selamat Natal dan Tahun baru buat abang samua." Ucap gembira Karina. [Pensatgas 413]

NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA - Ulasan singkat ini diinspirasi oleh “curhat” seorang sahabat yang kuliah S-2 di Amerika. Katanya, sebagai pemula ia ingin sekali menuliskan apa yang ada di dalam pikirannya. Tetapi berkali-kali mencoba menuangkannya di kertas atau di komputer, berkali-kali juga ia “merasa” gagal. Ini hal yang lumrah dan sangat manusiawi. Hampir semua orang mengalami situasi seperti itu. Bahkan, belum pernah terjadi dalam sejarah seorang penulis berbakat langsung berhasil tenar dengan hasil karya yang bagus. Pasti melalui hambatan dan kegagalan. Mereka kemudian belajar dari pengalaman pahitnya itu, untuk selanjutnya keluar sebagai penulis bernilai emas.

Jadi, bila Anda mengalami hal yang sama, jangan sedih. Anda tidak sendirian. Tulisan ini ditujukan bagi Anda, penulis pemula atau penulis orang biasa. Memang ia tidak dimaksudkan untuk mengajari Anda hingga tuntas dan menjadi penulis yang diidolakan di mana-mana. Ini sekedar menjadi panduan awal untuk “memecah” kebuntuan saat Anda para pemula mulai duduk dan menuliskan sesuatu. Yang pasti, kemauan membara di dalam dada untuk menuangkan ide di pikiran Anda ke dalam bentuk tulisan, sesederhana apapun ide itu, sudah menjadi modal awal yang paling ampuh dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Oleh karena itu, saat ada kemauan menulis muncul di hati, silahkan ambil kertas dan pinsil atau pena, atau bagi yang punya komputer silahkan dengan komputer, dan mulailah menulis.

Ketika Anda siap untuk menuangkan tulisan, ingat-ingatlah satu hal: tulisan tidak perlu panjang-panjang belasan paragraf. Dua atau tiga alinea sudah cukup. Pembaca justru lebih senang membaca berita yang singkat-singkat. Yang paling penting adalah mereka mendapat informasi dari bacaannya. Untuk itu, berilah pembaca informasi tentang apa yang ada di pikiran Anda. Umumnya, informasi yang diinginkan seseorang terdiri dari enam unsur, yang disingkat dengan formula 5W+1H. Bila Anda sudah bisa menjawab pertanyaan seputar 5W+1H, maka sukseslah Anda sebagai penulis, setidaknya penulis berita (hard-news)

Pertama, pertanyaan WHAT atau tentang apa? Peristiwa atau masalah apa yang akan Anda sampaikan ke Pembaca. Sampaikan saja seperti seorang menceritakan kejadian yang dilihatnya. Tuliskan masalah atau pokok persoalan apa yang ingin disampaikan kepada pembaca. Mungkin dalam 2 atau 3 kalimat sudah cukup.

Kedua, pertanyaan WHERE atau dimana? Dimana peristiwa itu terjadi atau di lingkungan mana persoalan pokok yang sedang Anda bahas terjadi. Dalam menceritakan tempat kejadian, pasti akan panjang apabila Anda secara detil menunjukkan tempatnya. Semisal di jalan apa, nomor berapa, keadaan tempat itu sepi atau ramai, apa objek yang bisa dijadikan penanda tentang tempat itu, misalnya dekat kantor polisi, gedung tua, perkebunan teh, kaki gunung atau apa saja yang masyarakat banyak tahu.

[nextpage title="Next"]

Ketiga, pertanyaan WHY atau mengapa? Informasi tentang alasan atau penyebab sesuatu kejadian harus terjadi adalah penting dikemukakan dalam tulisan Anda. Demikian juga saat menulis artikel tentang suatu masalah. Latar belakang masalah menjadi salah satu kunci penting yang perlu diungkap dan dituliskan. Dalam banyak artikel, unsur WHY juga mencakup tujuan sebuah peristiwa harus terjadi (dilakukan).

Keempat, pertanyaan WHO atau siapa? Cerita kita tentu akan bersangkut-paut dengan benda, terutama orang, tapi tidak harus. Binatang yang jadi objek berita Anda juga tergolong dalam kriteria siapa. Demikian juga dengan tanaman, atau mungkin objek benda mati, seperti saat menceritakan istana kerajaan, kebun apel, dan lain-lain. Akan tetapi, walaupun yang menjadi objek itu adalah binatang, tumbuhan, dan benda mati, pada akhirnya kita juga perlu menginformasikan siapa orang-orang yang terkait dengan objek cerita Anda, semisal penjaga kebun, pemimpin Negara, penanggung jawab persoalan, dan seterusnya.

Kelima, pertanyaan WHEN atau kapan? Lebih detil menceritakan waktu kejadian perkara, tentunya akan lebih baik. Dan lagi akan lebih memperpanjang kalimat-kalimat Anda. Jadi, keakuratan pengingatan “jam tayang” kejadian akan amat membantu Anda dalam menuliskan beritanya. Mungkin akan lebih membantu juga, bila waktu kejadian itu dihubungkan dengan waktu kejadian perkara yang lain. Semisal, kejadiannya hari ini Anda hubungkan dengan kejadian serupa di minggu yang lalu, di tahun lalu, dan seterusnya.

Keenam, pertanyaan HOW atau bagaimana? Sebagian orang mengawinkan pertanyaan bagaimana dengan pertanyaan mengapa (WHY). Menjawab tentang bagaimana sebuah proses dari masalah pokok atau sesuatu kejadian yang Anda angkat dalam artikel terjadi. Menceritakan suatu kejadian yang dialami sendiri akan lebih mudah daripada menuliskan kejadian yang dialami oleh orang lain. Untuk itu, biasanya perlu bertanya pada orang yang menjadi objek cerita. Di sinilah peran penulis mewawancara sumber berita dibutuhkan. Jika tidak perlu wawancara, maka uraikan saja proses kejadian itu yang Anda ketahui. Kalau proses peristiwanya berdurasi cukup lama, tentunya tulisan Anda menjelaskan “bagaimana” akan menjadi panjang juga. Semakin lengkap akan semakin bagus.

Berikut contoh sebuah berita untuk sekedar jadi panduan para pendatang baru di dunia jurnalistik. Berita ini diurutkan mulai dari pertanyaan apa hingga unsur bagaimana. Anda bisa membolak-baliknya sesuai kebutuhan atau penekanan yang diinginkan. Namun umumnya pembaca ingin menerima informasi tentang “apa” terlebih dahulu, baru kemudian disusul informasi lanjutannya.

[nextpage title="Next"]

Judul artikel/berita: Perkawinan Massal di Desa Kenangan

Perkawinan adalah sesuatu yang diinginkan oleh hampir semua orang. Banyak orang malah ingin cepat-cepat menikah setelah ketemu pasangan atau jodohnya. Mereka berhasrat untuk berkeluarga dan membangun rumah tangga yang bahagia. Demikianlah juga bagi para warga desa Kenangan yang melangsungkan pernikahannya beberapa waktu lalu. (Unsur pertama: apa? Jawabannya: perkawinan).

Desa Kenangan adalah sebuah desa terpencil. Jauh dari kebisingan perkotaan. Terletak di kaki gunung Kayangan yang jarang sekali dikunjungi masyarakat dari luar. Kota terdekat yang biasanya dikunjungi warga Kenangan untuk belanja keperluan sehari-hari adalah Kota Nirwana. Karena jarang ada kendaraan umum, masyarakat menempuhnya dengan berjalan kaki ke kota yang biasanya membutuhkan waktu lebih dari setengah hari. (Unsur kedua: dimana? Jawabannya: desa Kenangan).

Umumnya pemuda dan pemudi di desa itu tumbuh bersama sejak masa kanak-kanak. Karena akses masyarakat ke desa itu agak sulit, maka muda-mudi di sana selalu berusaha mendapatkan jodoh dari antara sesama teman sepermainannya. Hal yang unik terjadi ketika mereka yang sebaya tersebut selalu bersepakat untuk menikah bersama-sama. Acara menikah massal ini juga dimaksudkan untuk memudahkan para pemuda dan orang tua mereka dalam urusan biaya pernikahan. (Unsur ketiga: mengapa? Karena mereka terdiri dari teman sebaya yang tumbuh bersama, jauh dari akses mencari pasangan dari daerah lain, dan biaya murah.)

Hari itu, Budiman (21) dan beberapa pasang kawannya melangsungkan pernikahan bersama atau massal. Budiman adalah lelaki bujang yang mempersunting Budiwati (20), gadis kembang desa teman sekelasnya di sekolah dasar dulu. (Unsur keempat: siapa? Pemuda-pemudi desa Kenangan. Secara khusus adalah Budiman, Budiwati, dan kawan-kawan.)

Saat itu adalah hari Senin pahing, tanggal 3 Juli 2006, penulis bersama seorang teman berkunjung ke desa ini. Cuaca cerah sepanjang hari. Rupanya di desa itu sedang ada pesta pernikahan bagi pasangan Budiman dan kawan-kawannya. Prosesi perkawinan dimulai dari pagi menjelang siang hari. Malam harinya dilanjutkan dengan acara muda-mudi ala desa Kenangan. (Unsur kelima: kapan? Jawabanya: Senin pahing, tanggal 3 Juli 2006, dari pagi hingga malam hari).

Seperti layaknya pesta di tempat lain, kemeriahan juga mewarnai pesta perkawinan massal di desa terpencil itu. Dari pagi, masyarakat berbondong-bondong ke balai desa untuk persiapan prosesi perkawinan beberapa warga muda-mudi mereka. Masyarakat bekerja bergotong-royong dalam menyemarakkan pesta tersebut. Kelompok musik desa juga berpartisipasi sehingga keramaian makin menggema oleh alunan musik pengiring pasangan-pasangan mempelai yang sedang dinikahkan. Kegiatan ini berlangsung sangat meriah hingga larut malam sambil ditemani penganan, makanan dan minuman ala desa Nusantara. (Unsur keenam: bagaimana? Jawabannya: gotong royong dan meriah).

Dari contoh di atas, kata-kata kunci yang menjadi jawaban untuk kelima unsur 5W+1H dapat diurutkan sebagai berikut:

  1. What? Jawabannya: perkawinan.
    2. Where? Jawabannya: di desa Kenangan.
    3. Why? Jawabnya: karena teman-teman sebaya
    4. Who? Jawabannya: Budiman dan Budiwati.
    5. When? Jawabannya: Senin, 3 Juli 2006.
    6. How?Jawabannya: dengan cara bergotong-royong dan meriah.


[nextpage title="Next"]

Ketika Anda sudah bisa menyusun pertanyaan dan jawaban seperti ini, maka akan memudahkan dalam menuangkan beritanya dalam bentuk tulisan. Masing-masing pertanyaan tidak harus untuk satu paragraf. Bisa saja 2 pertanyaan dicakup dalam satu paragraf saja. Atau sebaliknya satu pertanyaan dituangkan dalam 2 atau 3 paragraf.

Untuk dunia pendidikan misalnya, Anda dapat mengulas kegiatan yang berlangsung di sekolah Anda. Contoh pertanyaan dapat seperti ini:

Topik atau judul : Pelatihan Ketrampilan Komputer Bagi Guru

  1. What? Jawabannya: pelatihan komputer.
    2. Where? Jawabannya: di SD Swasta Nirwana.
    3. Why? Jawbannya : karena ketrampilan menggunakan komputer sangat diperlukan.
    4. Who? Jawabannya: Guru dan Karyawan.
    5. When? Jawabannya: Senin – Sabtu, 3 – 8 Juli 2006.
    6. How? Jawabannya: praktek langsung menggunakan komputer.


Bagi mereka yang berminat jadi reporter olahraga atau kegiatan sejenis, semisal pementasan kejuaraan seni, lomba nyanyi, dan sebagainya, juga dapat mengikuti formula itu. Sebagai contoh, simak urutan pertanyaan dan jawaban berikut. Perlu diingat bahwa urutan itu boleh bertukar satu sama lain, yang jelas kelima unsurnya termuat dalam tulisan Anda.

Topik atau judul : Lomba Seni Lukis Antar SD di Kota Nirwana

  1. What? Jawabannya: lomba seni lukis.
    2. Where? Jawabannya: di kantor walikota.
    3. Why? Jawabannya: meningkatkan minat di bidang seni lukis
    4. Who? Jawabannya: murid-murid SD.
    5. When? Jawabannya: Senin, 3 Juli 2006.
    6. How? Jawabannya: menggambar pemandangan menggunakan rumput kering.


Keraguan lain yang sering muncul adalah bahwa kita sering bertanya apakah ide itu layak untuk ditulis atau tidak. Hakekatnya, semua hal bisa ditulis, bagaimanapun sederhananya ide itu. Bila pernah terdengar kalimat ini “anjing gigit orang, bukan berita; orang gigit anjing, itu baru berita.” Maksud utama ungkapan itu adalah, bahwa kejadian yang terjadi berulang-ulang dan sudah biasa dianggap tidak bernilai berita. Walaupun sesungguhnya tidak selamanya benar. Menceritakan kegiatan rutin belajarmengajar di kelas, tentu tidak menarik. Tetapi jika hari itu kegiatan belajarnya berbeda dari hari-hari lainnya, semisal dilakukan dengan mengunjungi panti jompo, maka ia bernilai berita. Demikianlah juga pada kegiatan bidang lainnya.

Kualitas tulisan akan berangsur meningkat ketika Anda selalu dan selalu tanpa henti menulis ide yang ada di pikiran Anda. Banyak membaca buku dan tulisan orang lain akan sangat membantu meningkatkan daya imajinasi penulisan berikutnya. Perlu juga dilakukan analisa dan kritik sendiri tulisan Anda, benahi disisi-sisi yang terasa masih bisa ditambahkan informasinya. Hal ini akan sangat bermanfaat bagi kemajuan para Penulis pemula.

 

Penulis: Wilson Lalengke, Ketua Umum PPWI

Sumber: pewarta-indonesia.com

NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA - Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Keluarga Besar PPWI menyampaikan rasa duka cita yang sangat mendalam atas berpulangnya rekan anggota PPWI, Bang Raka Ardian alias Andika Adi Saputra, hari ini, Sabtu (02.01.2021), di Bekasi karena sakit. Berdasarkan informasi dari adiknya Bang Raka, rencananya almarhum akan dikebumikan di tempat kelahirannya di Metro, Lampung, besok pagi, Minggu (03.01.2021).

“Ini adalah kehilangan sahabat kita di awal tahun 2021 ini, dan PPWI amat berduka cita atas kehilangan Bang Raka Ardian, yang cukup aktif di PPWI semasa masih bertugas di Metro, Lampung beberapa waktu lalu,” ungkap Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, kepada media ini sesaat setelah mendapatkan informasi dari keluarga almarhum.

Namun, lanjut Wilson, inilah kehidupan, semua kita akan berlalu dari dunia ini. “Semoga karya yang sudah diukir almarhum selama hidup, termasuk saat bergabung di PPWI akan menjadi amal baik yang bermanfaat bagi sesama, dan mendapatkan pahala bagi almarhum di alam sana,” imbuh Wilson.

Atas berpulangnya ke Rahmatullah anggota PPWI ini, Wilson mengajak semua rekan PPWI dan pewarta warga mendoakan semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi-Nya. “Kita juga mendoakan semoga keluarga yang ditinggalkan almarhum Bang Raka diberikan kekuatan, ketabahan dan keikhlasan dalam menerima peristiwa duka cita ini,” pungkas Wilson yang mengaku secara pribadi sangat sedih atas kepergian almarhum. (APL/Red)



NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA - Pelaksanaan perayaan pergantian tahun berjalan dengan aman tertib. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si., melalui keterangannya pada Jumat (1/1/21).

Menyikapi hal tersebut, Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si., turut mengungkapkan rasa syukurnya atas hal tersebut.

"Kami bersyukur perayaan malam tahun baru di tengah pandemi ini berjalan lancar. Upaya semua pihak untuk menghindari terjadinya perkumpulan massa dalam jumlah besar dapat dikendalikan dengan baik,” ungkap Kapolri.

Dengan berjalannya pergantian tahun baru yang aman dan kondusif, orang nomor satu di tubuh Polri tersebut menyampaikan apresiasinya kepada seluruh masyarakat yang telah berkontribusi untuk tidak vberkerumun dan merayakan malam pergantian tahun baru di rumah saja mengingat situasi pandemi Covid-19 masih ada.

Selain itu, Kapolri juga turut menyampaikan kepada seluruh jajarannya untuk selalu dan tetap waspada dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. (rz/bq/hy)


 

Sumber: tribratanews.polri.go.id






NUSANTARAEXPRESS, OKU - Polsek Baturaja Timur Polres Oku kembali melakukan penangkapan terhadap pelaku An. ER (28) Warga Kel Baturaja Lama Kec Baturaja Timur Oku atas dugaan Tindak Pidana “Pencurian Dengan Pemberatan” 25 (dua puluh lima) rumpun bunga Agloanema milik korbannya.

Kapolres Oku AKBP Arif Hidayat Ritonga, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Baturaja Timur AKP Sulis Pujiono, S.H., menjelaskan bahwa Pada Hari Rabu tanggal 4 Desember 2020 sekira pukul 04.00 wib telah terjadi tindak pidana ”Pencurian dengan Pemberatan” di Org Mansyur RT 03 RW 06 DS Air Paoh Kec. Baturaja Timur Kab. Oku yang dilakukan pelaku ER dengan cara memanjat pagar rumah korbannya.

Setelah berhasil masuk pekarangan rumah korbannya selanjutnya pelaku mencabut bunga Agloanema yang ditanam pada pot dan tertata diteras rumah korban, ke dua puluh lima rumpun bunga selanjutnya dimasukan terlapor dalam karung plastik.

Kemudian pelaku membawa rumpun bunga tersebut kerumahnya dan menanam kembali bunga tersebut di pot milik pelaku untuk dijual.

Pada hari Jum’at tanggal 1 Januari 2021 sekira pukul 19.00 Wib pelaku yang sehari-hari berprofesi menjual berbagai macam bunga sedang memajang dagangan bunganya di depan pasar inpres Baturaja, 2(dua) rumpun bunga yang diambil pelaku dari rumah pelapor turut dipajang.

Bunga hasil kejahatan tersebut dikenali korban saat korban melihat-lihat dagangan bunga terlapor dan menginformasikannya kepada personil Polsek Baturaja Timur yang sebelumnya sudah menerima laporan pelapor.

Setelah dilakukan interograsi terhadap terlapor oleh Unit Opsnal Polsek Baturaja Timur yang dipimpin Aipda Yovi Evran ditemukan lagi 23 (dua puluh tiga) rumpun bunga yang sama di kamar mandi rumah terlapor dan diakui terlapor kesumuanya milik pelapor.

Saat ini pelaku beserta barang bukti diamankan di Polsek Baturaja Timur untuk dilakukan Penyidikan lebih lanjut.




 


NUSANTARAEXPRESS, KEEROM -  Awal tahun yang baru membuat semangat prajurit semakin tinggi, sebagai wujud kepedulian terhadap kualitas kesehatan masyarakat di perbatasan, tim kesehatan Pos Wembi Satgas Pamtas Yonif Raider 100/PS mengadakan kunjungan ke rumah-rumah warga dan melakukan pemeriksaan kesehatan di Kampung Wembi, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Sabtu,(02/01/2021).

Hal tersebut disampaikan Dokter Satgas Yonif Raider 100/PS Letda Ckm dr. Teguh Pratikto dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua. Sabtu(02/01/2021).

Dokter mengatakan tim kesehatan Satgas Pamtas Yonif Raider 100/PS bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap warga di desa binaannya, kegiatan ini juga dilakukan untuk mempererat silaturahmi dengan harapan terjalin komunikasi yang baik antara satgas TNI dan warga. “Pelayanan Kesehatan Keliling kita lakukan dengan sistem door to door mengingat kebanyakan aktifitas warga yang sebagian ada di rumah sehabis merayakan malam pergantian tahun baru,” ucapnya.

[nextpage title="Next"]

Tambahnya, kesehatan tidak boleh disepelekan ataupun dibiarkan tetapi harus dijaga agar kita dapat beraktivitas setiap hari dengan maksimal, dengan kondisi kesehatan yang baik pula warga dapat melakukan kegiatan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” tambah Dokter.

Sementara itu, kegiatan pelayanan kesehatan tersebut dipimpin oleh Bintara Kesehatan (Bakes) Pos Wembi Serka Sapuan beserta 6 orang anggota lainnya. adapun penyakit yang diderita Ibu Jedi (24), yaitu sakit kepala dan sering pusing kemudian personil pos langsung memeriksa dan memberikan obat supaya penyakitnya bisa cepat sembuh.

Pelayanan kesehatan keliling merupakan program rutin, pemeriksaan yang dilakukan berupa pemeriksaan tensi, konsultasi dan pemberian obat serta vitamin sesuai dengan keluhan yang dialami warga, tidak lupa personil kesehatan satgas menghimbau kepada warga agar tetap menjaga protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid 19. [Pen Satgas Yonif Raider 100/PS]

NUSANTARAEXPRESS, JAYAPURA - Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Bremoro Pos Yetti membangkitkan semangat Pemuda Papua di Kampung Yetti Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom dengan membentuk postur badan yang ideal dan proporsional melalui olahraga Sparko Bremoro. Demikian disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto S.H., M.Han dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Sabtu (2/1/2020).


“Untuk menjaga kesehatan serta meningkatkan imunitas di masa Pandemi Covid-19 ini, saya perintahkan seluruh Pos jajaran Satgas Yonif MR 413 Kostrad untuk membuat sarana olahraga di dalam Pos. Unik nya di Pos Yetti, para Prajurit membuat sarana olahraga ala Sparko yang terbuat dari bahan alam dan memanfaatkan barang-barang bekas,” kata Dansatgas.



Lanjut disampaikannya bahwa ternyata apa yang dilakukan anggota Pos Yetti pimpinan Lettu Inf Bagus Dwi Hartanto, menarik minat pemuda di sekitar Pos untuk datang dan ikut bergabung dengan anggota, membentuk postur tubuh menjadi lebih ideal dan proporsional.


Sementara itu, Lettu Inf Bagus Dwi Hartanto menuturkan bahwa pembuatan sarana olahraga tersebut merupakan ide dan gagasan anggota Pos, dimana hampir seluruh Prajuritnya berbadan ideal. “Untuk menjaga postur tubuh anggota tetap ideal dan proporsional, kami buat sarana olahraga ala Sparko seperti tiang pull up, angkat besi, tarik tali beban, dan tempat sit up sehingga Anggota lainnya bisa termotivasi untuk memiliki badan sixpack,” ujarnya.


[nextpage title="Next"]



Lettu Inf Bagus Dwi Hartanto juga mengatakan bahwa olahraga ini disebut olahraga Sparko Bremoro, karena sebelum berangkat ke daerah operasi kami juga sering berlatih di ruang Fitness Yonif MR 413 Kostrad, dimana perlengkapan tersebut merupakan bantuan dan dukungan dari Bapak Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). “Namun karena keterbatasan perlengkapan di daerah operasi, kami manfaatkan yang ada dengan memiliki fungsi yang sama untuk membuat tubuh menjadi Proporsional,” tambahnya.


Salah satu anggota Pos Yetti yang memiliki badan proporsional ialah Sersan Kepala Irwan. Pria yang merangkap sebagai wakil komandan Pos Yetti ini begitu memotivasi para pemuda dengan cara dan metode kepelatihan yang begitu profesional. “Semoga dari latihan bersama ini, badan saya bisa seperti Abang Irwan yang begitu bagus dan sempurna. Terima kasih abang-abang atas kesediaannya melatih kami dengan sabar,” ucap Stevanus Yoku (19), Salah satu pemuda yang tergabung dalam pelatihan Sparko Bremoro.


 


Autentikasi :


Pen Satgas Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro Kostrad

Diberdayakan oleh Blogger.