Cisoka, Tangerang - AktualInvestigasi.com | Bulan Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan dari Allah SWT diisi dengan berbagai acara dan kegiatan oleh berbagai unsur dan komponen masyarakat, termasuk oleh organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU).

Minggu, (24/4/2022).

Keluarga besar NU bersama Camat Cisoka sejak tanggal 10 April sampai dengan tanggal 29 April 2022 mengadakan kegiatan Safari Ramadhan dan berbagi takjil di beberapa tempat.

" Alhamdulillah Ramadhan tahun ini keluarga besar  NU bersama Pak Camat Cisoka dapat mengadakan kegiatan safari Ramadhan dan berbagi takjil yg dilaksanakan pada tanggal 10, 17, 24 dan 29 April 2022 ," Hal itu dikatan Sururi ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Cisoka pada saat kegiatan bersama unsur dan komponen masyarakat.


Panitia kegiatan, Egi Gusti Pratama, menjelaskan bahwa kegiatan safari Ramadhan dan berbagi takjil dilaksanakan tanggal 10 April 2022 bertempat di sekretariat MWC NU di jalan Cisoka-Cangkudu.
Kemudian tanggal 17 April 2022 bertempat di depan polsek Cisoka, tanggal 24 April 2022 di depan Kantor Kecamatan Cisoka dan tanggal 29  bertempat di Daarul Quro jl.Adiyasa-Cisoka.

" Alhamdulillah kami bersyukur dapat melaksanakan kegiatan ini dengan lancar dan tak lupa kami juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Camat Cisoka yang telah mendukung kegiatan ini ," Pungkas Egi Gusti yang juga ketua LAZISNU Cisoka.

Camat Cisoka, Encep Sahayat, S.Pd., M.Pd., Kp. yang turut hadir mengapresiasi kegiatan safari Ramadhan dan berbagi takjil yang diadakan oleh keluarga besar NU.

" Saya mendukung dan mengapresiasi keluarga besar NU yang mengadakan berbagai kegiatan di bulan Ramadhan ini, salah satunya kegiatan Safari Ramadhan dan berbagi takjil ." Kata Camat.[Akt-002/RED-AI/I/2022/Agi].




Jakarta.AktualInvestigasi.Com - Dalam rangka membantu beban warga yang terdampak musibah kebakaran, Komunitas pewarta indonesia mengadakan kegiatan baksos, menyalurkan donasi ke korban kebakaran warga kampung kojan Rt.002/06 kelurahan kalideres kecamatan Kalideres.Minggu, 24/04/22.


Dengan rasa solidaritas kumpulan wartawan yang mengatasnamakan Forum Silaturahmi Pewarta Indonesia bergerak, bergerak mendonasikan sejumlah bantuan untuk meringankan beban warga yang terkena musibah kebakaran.


Usman sebagai penggerak kegiatan baksos tersebut mengatakan rasa terimakasih, karena para pewarta masih bisa memberikan donasi kepada warga yang terdampak musibah.


 "Hati saya terasa bergerak untuk membantu sesama saat mendengar kejadian itu, sehingga saya berinisiatif dan mengajak rekan-rekan seprofesi saya, sebagai wartawan untuk membantu warga kampung Kojan yang terkena musibah." ungkapan nya


"Alhamdulillah rekan-rekan yang tergabung didalam grup WhatsApp Forum Silaturahmi Pewarta Indonesia, merespon niat baik saya untuk membantu warga kampung Kojan." Ringkasnya


S. Manahan Ketua team-7 selaku panitia kegiatan mengatakan," rasa empati dan terimakasih kepada teman teman pewarta yang sudah ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial ini.


"Saya pertama kali mengetahui bang usman nge-share prihal donasi, hati saya langsung spontanitas untuk membantu dan dibarengi rekan-rekan yang ada di group Forum Silaturahmi Pewarta Indonesia, walaupun tidak semua nya ikut berpartisipasi, akan tetapi alhamdulilah niat kami terlaksana."Ungkap Manahan.


Ditempat yang sama Yuli yang dipercayai untuk mengumpulkan donasi, menuturkan." Saya sangat berterimakasih sekali sudah dipercayakan untuk mengumpulkan donasi dari rekan-rekan sehingga bisa terlaksana kegiatan baksos ini."Ujarnya.


Dilokasi Jasim mewakili panitia penerima bantuan mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan forum Silaturahmi Pewarta Indonesia yang sudah memberikan bantuan ke kami , semoga amal ibadah kalian semua diterima oleh Allah SWT. [Red/AI/013/2022].




Surabaya.AktualInvestigasi.Com_Transformasi digital di perguruan tinggi sangat penting untuk meningkatkan kualitas kampus. Mustahil menyiapkan putra-putri bangsa yang menguasai teknologi digital dan mampu menaklukkan tantangan global, jika kampusnya sendiri belum mahir menggunakan teknologi.


Hal ini diungkapkan oleh Dewan Pengarah Badan Riset Inovasi Nasional Prof. Marsudi Wahyu Kisworo, dalam Webinar SEVIMA pada Kamis (21/04) pagi. Dihadiri 2.000 Rektor dan Dosen se-Indonesia, Marsudi menjelaskan manfaat yang bisa dirasakan bila perguruan tinggi melakukan transformasi digital, serta tips-tips bagi kampus untuk bertransformasi. 


“Transformasi digital adalah sebuah disrupsi untuk meningkatkan bisnis serta pendidikan menjadi lebih cepat dan kuat. Teknologi digital seperti kuliah online bahkan bisa mengurangi biaya pengeluaran di perguruan tinggi. Namun kalau tidak beradaptasi, kampus sendiri akan terdisrupsi dan ditinggalkan!,” ungkap Marsudi didampingi Direktur Utama SEVIMA Sugianto Halim dan para panelis dari perguruan tinggi.


*Rencanakan Transformasi Digital sejak Awal*


Tips transformasi digital ala Prof. Marsudi, yang pertama adalah memahami apa saja permasalahan di kampus. Proses ini akan membantu perguruan tinggi dalam memetakan solusi digital apa yang diperlukan untuk bertransformasi ke digital.


“Misalnya permasalahan pandemi, apakah harus menghambat seluruh proses pembelajaran dan perbaikan sistem informasi akademik kampus? Jawabnya tentu saja tidak, kalau kita bisa bertransformasi digital, mengelola kelas dan pelaporan justru makin murah dan mudah!,” lanjut pria yang kini juga menjabat sebagai Ketua< Aliansi Pendidikan Vokasional Se-Indonesia (APVOKASI).


Tips yang kedua setelah memahami permasalahan, transformasi bisa dilanjutkan dengan cara merubah budaya dan pola pikir. Segenap komponen kampus harus siap melakukan perubahan, menyederhanakan pekerjaan yang ada, mengubah kebiasaan yang konvensional menjadi lebih maju dan kompeten, dan menjaga keamanan diri di ekosistem digital.


Keamanan menjadi poin penting, karena pasti ada orang-orang tidak bertanggungjawab yang ingin memanfaatkan data-data tersebut. Jangan sampai ada pihak yang mengambil keuntungan dari banyaknya data yang dimiliki oleh sebuah perguruan tinggi. Keamanan bisa dimulai dengan cara setiap pengguna bertanggungjawab mengamankan datanya masing-masing.


 “Ketika sudah beralih menuju digital, setiap SDM (Sumber Daya Manusia) di perguruan tinggi tersebut harus mengubah mindset yang ada. Harus transformasi budaya yang lebih maju dan kompeten untuk bisa melakukan manajemen informasi yang lebih baik. Rektor, dosen, mahasiswa, semua harus mau berubah!,” terangnya.


*Manfaatkan Aplikasi Yang Ada di Internet*

 

Tips yang terakhir dan tak kalah penting, adalah menentukan solusi digital yang tepat. Kampus bisa memilih apakah akan berinovasi aplikasi sendiri, ataupun memanfaatkan aplikasi yang sudah ada. Terlebih, aplikasi pembelajaran online seperti Zoom maupun sistem akademik berbasis awan (Siakadcloud), telah tersedia dan bisa dengan mudah diperoleh di internet. 


Kampus dapat mempertimbangkan kondisi kampus untuk menentukan solusi digital mana yang cocok. Prof. Marsudi mengungkapkan bahwa walaupun inovasi adalah hal yang baik, tidak semua kampus cocok untuk membuat aplikasi sendiri. Terlebih, kemampuan dosen di kampus pastinya berbeda-beda. Ada kampus yang sudah memiliki talenta yang mahir dalam pemrograman dan pembangunan jaringan, namun tak sedikit juga yang belum mampu. 


Bagi kampus-kampus yang belum mampu, Marsudi berpesan agar pilihan membuat aplikasi dilakukan sendiri secara matang-matang dan jangan sampai dipaksakan. Karena akan beresiko dalam aspek keamanan.


“Perguruan tinggi harus menyesuaikan setiap kemampuannya ketika membangun sistem informasi. Jangan sampai kampus yang belum mampu membangun sistem informasi memaksa untuk membuat sistem informasi sendiri,” ujar Marsudi.


Senada, Sugianto Halim selaku Direktur Utama SEVIMA dan Pakar Teknologi Informasi mengungkapkan bahwa telah tersedia aplikasi akademik dan pelaporan (feeder) yang gratis dan telah digunakan ribuan kampus di Indonesia seperti Gofeeder. Aplikasi versi komunitas seperti ini bisa dengan mudah diinstall oleh operator dan tim akademik di server kampus. Tidak perlu memikirkan perancangan aplikasi dan biaya. 


“Yang paling penting, bagaimana sistem akademik kita gunakan membentuk perguruan tinggi yang lebih kompeten. Aplikasi gratis seperti Gofeeder telah terintegrasi dengan sistem pelaporan pendidikan tinggi yang ada di Pemerintah Indonesia (Neofeeder), bisa jadi alternatif kampus-kampus kecil. Sehingga kampus dapat tetap siap dalam menyiapkan segala tantangan digitalisasi, tanpa perlu khawatir dengan keadaan kampus!,” pungkas Sugianto.[Red/AI/001/2022]


Tapanuli Utara.AktualInvestigasi.Com_Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan memberi dukungan dan menyambut baik kehadiran Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pers Republik Indonesia (DPC SPRI) di Kabupaten Tapanuli Utara. Pada pelantikan pengurus DPC SPRI Taput di Gedung Kesenian Tarutung Sabtu, (23/04/2022), Bupati yang diwakili Staf Ahli Eliston Tobing, mengatakan, Dinas Kominfo Taput harus menindaklanjuti potensi dan kelebihan SPRI agar dapat memberi kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pers di Tapanuli Utara dan juga bagi masyarakat. 


"Kami berharap SPRI dapat menunjukan perannya bagi kepentingan pembangunan di daerah Tapanuli Utara," kata Eliston Tobing saat menyampaikan sambutan mewakili Pemerintah Kabupaten Taput. 


Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP SPRI Heintje Mandagie dalam sambutannya usai melantik kepengurusan DPC SPRI Taput, mengatakan, saat ini SPRI merupakan organisasi pers pertama dan satu-satunya di Indonesia yang berhasil mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi Pers Indonesia yang sudah terlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). 



LSP Pers Indonesia didukung juga oleh Kementerian Kominfo karena peta okupasi wartawan media digital, televisi, dan radio tercatat di Kementerian Kominfo dan Bapenas RI serta masuk dalam sistem sertifikasi kompetensi nasional. 


"Kita akan segera melaksanakan sertifikasi profesi wartawan di seluruh Indonesia termasuk di Tapanuli Utara," ujar Mandagi. 


Mandagi juga berpesan kepada pengurus DPC SPRI Taput yang dilantik untuk menjalankan fungsi kontrol sosial dengan cara mengangkat potensi pariwisata dan pertanian di daerah. "Kontrol terhadap pemerintah tidak selamanya tentang berita kasus. Perlu ada berita hasil pembangunan atau potensi daerah yang diekspos ke publik. Karena melalui berita yang ditulis wartawan itulah masyarakat di seluruh Indonesia dan bahkan dunia internasional akan tahu lokasi wisata dan potensi yang ada di Taput," terangnya. 


Sementara itu, Ketua DPC SPRI Taput, Lamhot Silaban memberi apresiasi kepada semua pihak yang sudah mendukung terlaksananya kegiatan pelantikan SPRI di Tapanuli Utara. 


"SPRI di Tapanuli Utara akan melaksanakan sertifikasi kompetensi wartawan untuk menindaklanjuti program DPP SPRI. Agar seluruh wartawan di Taput bisa tersertifikasi," pungkas Lamhot. 


Hadir pula pada pelantikan ini jajaran Muspida dan sejumlah wartawan dari berbagai media dan organisasi pers. 


Pada pembukaan acara ini Ketum disambut tarian adat khas daerah dan dianugerahi kain Ulos sebagai penghargaan budaya setempat kepada tokoh yang dianggap dihormati.[Red /AI/13/2022]


AktualNews

Sumber SPRI Tapanuli Utara

Diberdayakan oleh Blogger.