NUSANTARAEXPRESS, JAKRTA - Sebelumnya kita rilis versi website dan digunakan oleh pemda untuk pengembangan komoditas ekspor yang berbasis kawasan, nah kini masyarakat juga bisa mengakses secara mandiri data-data tersebut. Harapannya publik makin terisnpirasi dan ikut serta dalam ekspor komoditas pertanian,” ujar Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian dalam keterangan tertulisnya (8/5).

Akses IMACE, selain diberikan pada seluruh kantor layanan karantina pertanian, juga telah diserahkan kepada pemerintah pusat, daerah juga atase pertanian di beberapa negara mitra dagang. Hal tersebut dimaksudkan agar pembinaan dan pengembangan komoditas pertanian ekspor berbasis kawasan mulai digalakkan dan dioptimalkan.

Kini, IMACE juga dapat diakses secara bebas oleh masyarakat umum melalui aplikasi android. Aplikasi besutan Barantan tersebut menyajikan berbagai informasi inspiratif terkait ekspor komoditas pertanian, seperti komoditas pertanian ekspor yang tengah laris di pasar manca negara, negara tujuannya, baik berdasarkan komoditasnya maupun berdasarkan negara tujuannya. Juga volume ekspornya, kecenderungan ekspornya serta daerah sentranya, baik berdasarkan potensi provinsi maupun sebaran setiap komoditasnya.

Jamil mengakui bahwa aplikasi yang ia keluarkan masih belum sempurna, namun setidaknya aplikasi tersebut bisa membuka wawasan bagi masyarakat umum terutama yang ingin melihat potensi komoditas pertanian ekspor. Yang selama ini tidak tersedia, atau tersedia namun belum dibuka kepublik.

“Memang perlu terus diperbaharui, namun ini bisa menjadi energi awal, inspirasi bagi yang membutuhkan informasi pasar ekspor komoditas pertanian Indonesia,” ungkapnya.

Dengan aplikasi tersebut ia berharap makin banyak minat pelaku usaha dan calon eksportir yang berinvestasi dibidang pertanian. Ia menyebut bahwa upaya yang dilakukan dalam meningkatkan ekspor pertanian tiga kali lipat (GRATIEKS) yang digagas Kementerian Pertanian melibatkan dua arah. Yang pertama melibatkan pemerintah daerah agar dapat mengembangkan komoditas pertanian ekspor yang berbasis kawasan melalui desa pendukung GRATIEKS dan informasi peta komoditas pertanian yang dapat diakses langsung oleh publik ini.

Menurut Jamil, upayanya ini sejalan dengan arahan presiden terkait peningkatan pemulihan ekonomi melalui investasi dan ekspor. Ekspor komoditas pertanian yang saat ini tengah menanjak terus, harus dibarengi dengan upaya mempertahankan dan meningkatkan. Dari data BPS nilai ekspor Maret tahun 2021 meningkat 47,85% atau setara dengan Rp 18,4 triliun dibandingkan dengan nilai ekspor pada bulan Maret tahun sebelumnya.

“Aplikasi IMACE android ini untuk mendukung program GRATIEKS yang duluncurkan menteri pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red.), agar publik tidak hanya mudah mengetahui atau mencari komoditas pertanian potensial ekspor, namun juga bisa melihat target pasar ekspornya, semoga ini menjadi terobosan yang bermanfaat dibulan puasa ini,” pungkas Jamil. (JNI)

Sekenario Perampokan Jiwasraya Berkedok Penyelamatan Polis Nasabah (Bagian 1)


Oleh: Latin, SE

Jakarta – Kebijakan Penyehatan dan Penyelamatan BUMN Asuransi Jiwasraya (AJS) yang diajukan Dewan Direksi perusahaan ini telah menimbulkan paradoks. Sebuah program yang terlihat seolah-olah menyelamatkan tapi sesungguhnya justru akan menghasilkan keterpurukan dan kehancuran bagi Jiwasraya. Langkah tersebut perlu dievaluasi untuk kemudian dihentikan oleh Pemerintah Republik Indonesia dalam upaya membangun perusahaan BUMN sebagai lokomotif bisnis Negara.

Restrukturisasi Polis Konsumen Jiwasraya, yang digadang-gadang mampu menjadi strategi utama penyelamatan dan penyehatan BUMN AJS, pada kenyataannya menjadi pembunuh berdarah dingin yang sangat mematikan Jiwasraya. Bahkan, kebijakan itu telah dan akan merugikan seluruh konsumen polis asuransi jiwa milik negara ini yang berjumlah kurang lebih 5,3 juta jiwa.



Restrukturisasi Polis Konsumen yang memangkas nilai manfaat polis hingga ke angka 70 persen dari nilai simpanan polisnya pada hakekatnya adalah program perampokan dana nasabah. Modus operandi yang dijalankan cukup rapi, seolah-olah kebijakan itu merupakan program penyelamatan polis yang legal, yakni dengan mengalihkan ke new company pada asuransi Indonesian Financial Group, IFG Life, anak usaha dari Badan Pembina Usaha Indonesia (BPUI).

BPUI/IFG, yang juga adalah BUMN, selama ini beroperasi dengan core bisnis di sektor pembiayaan, bukan pada core bisnis yang sebagaimana mestinya. Manajemen BPUI/IFG di masa lalu pernah tersangkut skandal korupsi. Hal itu tentunya akan membuat ketidakyakinan publik dalam mendorong keberhasilan perusahaan tersebut dalam memimpin Holding BUMN perasuransian dan penjaminan pada sektor jasa keuangan nonperbankan.

Pada sisi lain, penggunaan nama badan usaha menggunakan nama bahasa asing tidak sejalan dengan Perpres Nomor 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia. Pada pasal Pasal 36 ayat (1) menyatakan bahwa: Bahasa Indonesia wajib digunakan pada nama lembaga usaha yang didirikan atau dimiliki oleh warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia.

Penunjukan BPUI/IFG sebagai satu-satunya induk Holding BUMN Perasuransian dan Penjaminan dinilai tidak sejalan dengan semangat membangun perusahaan-perusahaan BUMN, khususnya dalam bidang industri perasuransian, dalam hal upaya untuk efisiensi biaya. Perampingan anak usaha BUMN atau holdingisasi dibentuk dalam rangka menjaga kemampuan bersaing perusahaan secara sehat, baik di tingkat nasional maupun di tingkat internasional. Melalui perampingan dalam menjalankan bisnis badan usaha negara tersebut, diharapkan agar BUMN kembali fokus kepada core bisnis masing-masing yang dimiliki oleh perusahaan induknya.

Restrukturisasi Polis Merugikan Konsumen

Implementasi program Restrukturisasi Polis Konsumen Jiwasraya yang dialihkan ke new company, yakni pada IFG Life, diduga menerapkan praktek rekayasa kongsi yang tidak sejalan dengan regulasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 69/POJK.05/2016 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Asuransi. Pasal 60 ayat (1) dalam peraturan OJK itu menegaskan bahwa “Pengalihan sebagian portofolio pertanggungan oleh Perusahaan atau Unit Syariah hanya dapat dilakukan setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan OJK”.

Dan, pada ayat (2) dalam pasal yang sama menyatakan “Pengalihan portofolio pertanggungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan bahwa pengalihan dimaksud: (a) tidak mengurangi hak pemegang polis, tertanggung, peserta, atau Perusahaan Ceding; (b) dilakukan kepada Perusahaan atau Unit Syariah yang memiliki bidang usaha yang sama; (c) dilakukan kepada Perusahaan atau Unit Syariah yang telah memiliki produk sejenis atau jenis perjanjian reasuransi yang sejenis; dan (d) tidak menyebabkan Perusahaan atau Unit Syariah yang menerima pengalihan dimaksud melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perasuransian.

Dengan kata lain, dalam hal pengalihan pertanggungan portofolio asuransi kepada perusahaan asuransi jiwa yang lainnya haruslah dengan perusahaan sejenis, dan hendaknya minimal memiliki manfaat yang sama dengan manfaat polis pada perusahaan asuransi sebelumnya. Namun pada prakteknya, Restrukturisasi Polis Konsumen Jiwasraya itu mengurangi dan menghilangkan semua manfaat yang melekat pada polis sebelumnya, dengan mengubah perjanjian klausa baku yang bertentangan dengan Undang-Undang Perasuransian mengenai perjanjian kedua pihak. Kebijakan dan tindakan Manajemen AJS mengambil keputusan sepihak dengan mematikan seluruh polis aktif milik konsumen Polis Jiwasraya pada tahun 2020 lalu, yang dibuktikan adanya cut off 31/12/2020 dalam bentuk polis yang memiliki Nilai Tunai (NT), telah menimbulkan kerugian besar bagi Konsumen Polis Jiwasraya.

Sejumlah konsumen AJS yang mengalami kerugian itu dapat dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok berdasarkan saluran distribusi produk AJS, sebagai berikut:

- Kelompok Pertama: saluran distribusi bancassurance sebanyak 17.459 peserta, dengan total liabilitas perseroan kurang-lebih 16,8 triliun, yang produknya dijual melalui kanal perbankan sebagai agen penjual sejumlah 7 bank yang ditunjuk (BRI, Standard Chartered Bank, BTN, QNB Indonesia, ANZ Indonesia, Vinctoria Internasional, dan KEB Hana Bank).

- Kelompok Kedua: saluran distribusi ritel BOS (Branch Office System) melalui 74 kantor cabang dan 17 kantor wilayah di seluruh Indonesia. Terdapat tidak kurang dari 3,04 juta peserta AJS di kelompok ini dengan total liabilitas perseroan Jiwasraya kurang-lebih sebesar 10,2 triliun.

- Kelompok Ketiga: saluran distribusi pemasaran Korporasi Program Manfaat Karyawan (Employee Benefit) melalui 2.094 Pemegang Polis Korporasi, dengan jumlah peserta kurang-lebih 2,26 juta peserta, dengan liabilitas perseroan Jiwasraya sekitar 24,4 triliun.

Dari ketiga kelompok tersebut, secara keseluruhan total konsumen Polis AJS mencapai 5,3 juta orang. Ini artinya, kebijakan Restrukturisasi Polis Konsumen Jiwasraya akan merugikan 5,3 juta jiwa rakyat Indonesia. Mereka ini akan kehilangan benefit atau manfaat polis asuransi pertanggungan yang melekat pada polis yang dimilikinya.

Selain merugikan jutaan nasabah ini, kebijakan tersebut juga akan membawa kerugian bagi Perusahaan AJS, terutama dikaitkan dengan potensi hilangnya income perseoran Jiwasraya di masa depan. Hal itu akan berpengaruh kepada menurunnya potensi pemenuhan liabilitas atau hutang yang harus dilunasi perusahaan kepada para pihak terkait. (bersambung)

NUSANTARAEXPRESS, BREBES - Satu keluarga buta dan tuli di Desa Pesantunan RT/RW. 06, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, juga tersentuh kasih TNI Kodim 0713 Brebes, dengan bantuan bahan pangan berupa beras seberat 15 kg dalam 3 kantong kemasan 5 kg. Selasa (11/5/2021).

Satu keluarga dengan keterbatasan fisik dimaksud adalah keluarga Mbah Suryo (80). Ia mempunyai 2 orang anak, Daryani dan Daryuni, yang menderita buta dan tuli sejak lahir.

Dikemukakan Kapten Cpl. A. Choirul Huda, Danramil 14 Banjarharjo, yang juga merupakan tetangga Mbah Suryo, dulu kedua anak Mbah Suryo dirawat sendiri olehnya dan istrinya.



“Sejak Istri Mbah Suryo meninggal 3 tahun lalu, Mbah Suryo mengalami buta dan tuli, sehingga sejak saat itu yang merawat ketiganya adalah adik perempuan Mbah Suryo sendiri yaitu Watmah (60),” bebernya.

Lanjut Kapten Choirul, Watmah hanya ibu rumah tangga dan suaminya sakit-sakitan, sehingga sementara untuk makan juga bergantung dari sumbang sih warga setempat yang ditujukan kepada keluarga Mbah Suryo.

“Jadi Bu Watmah inilah yang juga setiap hari memasak untuk Mbah Suryo dan kedua anaknya,” sambungnya.

Choirul berharap bantuan dapat bermanfaat untuk membantu makan keluarga tersebut dalam waktu beberapa minggu kedepan, dan memancing pihak yang lapang rezekinya untuk mengulurkan tangan kepada keluarga kakek tersebut.



Sementara dari penuturan Watmah sendiri, dirinya menyatakan ikhlas setiap hari memasak, mengantar makanan (pagi, siang, dan sore), mencuci pakaian dan peralatan makan, serta merawat ketiganya secara menyeluruh bahkan sampai dengan urusan buang air besar.

Watmah juga mengaku bahwa kakak dan kedua keponakannya yang tinggal di gubuk berdinding anyaman bambu yang sudah rapuh itu, tidak mendapatkan program bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni dari pemerintah dikarenakan tanah tempat mereka tinggal adalah perkampungan di atas tanah lepe-lepe pesisir pantai.

“Saya ikhlas pak setiap hari merawat Mas Suryo dan kedua keponakan saya, kasihan karena kalau bukan saya siapa lagi,” ujar perempuan yang tinggal berjarak 3 kilometer dari rumah Mbah Suryo (beda RW).

Dirinya tak lupa mengucapkan terima kasih kepada para tetangganya khususnya yang telah selama 3 tahun lebih membantu keluarga kakaknya itu, dan juga kepada pihak Kodim Brebes yang datang membantu.



Ia juga menyatakan terharu dan tak menilai besar-kecil bantuan yang diberikan.

“Nyong matur nuwun banget pak, mugi-mugi dados amalipun panjenengan sedoyo,” pungkasnya berdoa. (Saya sangat berterima kasih pak, semoga jadi amal ibadah bapak smua – red).

Pelda Ujang, Ketua Penerangan Kodim Brebes yang terjun langsung ke lokasi, mengajak insan pers untuk ikut memberitakan keluarga Mbah Suryo, dengan harapan akan datang bantuan-bantuan lainnya secepatnya untuk meringankan beban di ujung usia kakek itu.

“Walaupun buta dan tuli tapi mereka tahu kalau ada orang di dekat mereka. Itu kuasa Tuhan dengan menajamkan mata hati mereka,” ucapnya. (Aan)

NUSANTARAEXPRESS, ACEH SELATAN - Komandan Kodim 0107/Aceh Selatan Letnan Kolonel Inf M. Yusuf, S.I.Kom secara simbolis menyerahkan bingkisan lebaran Idul Fitri Tahun 2021 dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jendral TNI Andika Perkasa kepada Prajurit Kodim 0107/Aceh Selatan.

Penyerahan bingkisan ini di terima oleh Danramil masing-masing jajaran yang berlangsung di Ruang Data Makodim Jl. T. Cut Ali Desa Lhok Bengkuang Timur Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan, Selasa (11/05/2021).

Selain Prajurit, PNS Kodim 0107/Aceh Selatan juga menerima bingkisan lebaran dari Kasad tersebut.



Pada kesempatan ini, Dandim Aceh Selatan menyampaikan, bahwa bingkisan lebaran tersebut sebagai bentuk perhatian dari pimpinan kepada seluruh prajurit di hari lebaran Idul Fitri.

"Ini merupakan bentuk perhatian pimpinan atas sebagai upaya dalam membantu mensejahterakan prajurit TNI AD di seluruh jajarannya hingga ke pelosok nusantara di hari lebaran idul fitri ini."ujar Dandim.

Dandim Aceh Selatan juga mengajak Prajuritnya untuk mensyukuri apa yang telah diterima itu.

"Janganlah kita melihat dari nilainya, namun bentuk perhatian bapak Kasad kepada kita patutlah kita syukuri dan ucapan terimakasih yang tak terhingga."tutur Dandim.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim Aceh Selatan tidak lupa berpesan kepada seluruh prajurit Kodim Aceh Selatan untuk terus menjaga pola hidup sehat serta menjaga pola makan.

"Dimasa pandemi covid-19 ini, saya harapkan kepada seluruh prajurit kodim untuk terus tingkatkan imun tubuh dengan rajin berolahraga dan menkomsumsi makanan yang berprotein tinggi, agar kondisi kesehatan dan imun tubuh kita selalu terjaga dan meningkat. Sehingga kita semua dan keluarga dapat terus terhindar dari segala penyakit." tutup Dandim. [Husni]

NUSANTARAEXPRESS, BREBES - Puluhan kendaraan bermotor para pemudik Lebaran 1442 H yang akan memasuki wilayah Jawa Tengah melalui Kabupaten Brebes, diputar balik dari arah asal (Jawa Barat) oleh petugas gabungan di Gerbang Tol Pejagan Kecamatan Tanjung. Selasa (11/5/2021).

Dijelaskan Danramil 04 Tanjung Kodim 0713 Brebes melalui Bati Tuud Pelda Rullyon, dalam Operasi Ketupat Candi 2021 guna menyekat/menjaring para pemudik yang akan masuk ke wilayah Jawa Tengah ini, aparat Polri yang di backup unsur TNI, Satpol PP, Dishub, Dinkes, dan BPBD Brebes.

“Kendaraan yang didominasi mobil pribadi yang datang dari arah Jawa Barat kami periksa kelengkapan surat-suratnya termasuk penerapan protokol kesehatan di kendaraan, jika tidak sesuai maka kita putar balik menuju tempat asalnya,” ungkapnya.

Lanjutnya, para penumpang juga di cek suhu tubuhnya dan dipastikan menggunakan masker.

Upaya penyekatan pemudik di periode larangan mudik Idul Fitri tahun ini, dimana sudah dilakukan sejak 6 Mei 2021 lalu ini akan dilakukan sampai tanggal 17 Mei 2021 nanti. Kebijakan pemerintah ini hanya untuk menjaga masyarakat Indonesia agar tetap sehat dengan terhindar dari virus corona/covid-19 antar daerah.

Kendaraan pengangkut barang kebutuhan pokok dan Alkes serta ambulan, hanya diperiksa kelengkapan surat-suratnya kemudian dipersilahkan melanjutkan perjalanan.

“Dari pukul 20.00 WIB tadi malam sampai dengan pukul 09.00 WIB pagi ini, untuk kendaraan umum pengangkut penumpang bukan pemudik tercatat melintas sebanyak 11 unit dengan perincian 7 bus dan 5 travel,” terangnya.

Untuk kendaraan pribadi tercatat sebanyak 25 unit yang melintas, sedangkan truk sebanyak 29 unit.

“Untuk kendaraan pribadi yang diputar balik dari rentang waktu itu sekitar 35 mobil. Kami memperkirakan bahwa tadi malam adalah puncak arus mudik,” tandasnya.

Sedangkan untuk di Jalan Raya Pantura Brebes dan di jalan tikus/jalan alternatif yang melalui Desa Bojongsari Kecamatan Losari, didominasi oleh sepeda motor.

Di kedua celah ini juga dilakukan penyekatan terpadu, yaitu di Terminal Truk Kecipir Kecamatan Losari (Jalur Pantura) dan di Pos Penyekatan Bojongsari. (Aan)

NUSANTARAEXPRESS, BREBES - Percobaan pembunuhan dilakukan seorang suami terhadap istri, terjadi di Desa Kemurang Wetan RT/RW. 003, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa dini hari (11/5/2021).

Pelaku bernama Dasmika (27), sedangkan korban yang merupakan istrinya sendiri yaitu Siti Aisah (27).

Disampaikan Bati Tuud Koramil 04 Tanjung Kodim 0713 Brebes, Pelda Rullyon, yang juga merupakan warga setempat, kejadian terjadi sekitar pukul 03.43 WIB, dengan motif sang suami tidak terima karena istrinya tak mendapat jatah hubungan badan.

“Awalnya sekitar pukul 02.00 WIB, pelaku membangunkan korban untuk meminta hubungan badan. Namun karena korban merasa capek korban menolaknya,” terangnya.



Sekitar pukul 03.43 WIB, korban yang masih rebahan namun tidak bisa tidur kembali tiba-tiba merasa kaget dan perih akibat luka sayatan dari benda tajam yang melukai lehernya, sehingga sontan bangun dan menepis pisau yang ternyata dihujamkan suaminya sendiri.



Korban selamat namun mendapatkan luka sayat di bagian pipi sedalam 1 cm lebar 3 cm dan luka tusuk di leher sedalam 2 cm dengan lebar 3 cm.

“Beruntung reflek korban bagus, dirinya saat melakukan perlawanan dengan menangkis pisau menggunakan tangannya sehingga menyebabkan tiga jari tangannya robek,” sambungnya.



Tak hanya itu, korban juga berteriak minta tolong sehingga membangunkan ketiga saksi mata kejadian di rumah korban, yakni Carum (60) orang tua korban, Agus Saputra (45) saudara korban, dan Adik Wahyu Pradana (19) adik korban.

Sementara dari pengakuan Agus Saputra, mendengar teriakan orang maka seisi rumah dan para tetangga korban serentak mendatangi sumber suara untuk membantu.

“Saat itu Dasmika panik dan mencoba melarikan diri, namun belum sempat keluar rumah kami seisi rumah dapat melumpuhkannya,” terangnya.

Beberapa detik berselang, warga tetangga pun hadir dan bersama keluarga korban yang membekuk pelaku, menyeret pelaku keluar rumah untuk digiring ke Polsek Tanjung.

“Korban langsung dievakuasi ke RSI Mutiara Bunda Tanjung untuk mendapatkan pertolongan karena cukup banyak mengeluarkan darah,” tandasnya.

Pukul 08.00 WIB, pelaku diamankan dan menjalani proses penyidikan lebih lanjut di Mapolres Brebes.

Sedangkan kondisi korban terkini sudah sadarkan diri di bawah penanganan pihak medis rumah sakit tersebut. (Aan)

NUSANTARAEXPRESS, BREBES - Akses berupa jembatan di atas Kali Prupuk sepanjang 12 meter lebar 1 meter di Desa Karangjongkeng, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, putus sehingga menyebabkan aktivitas pertanian warga terhambat.

Dijelaskan Bati Tuud Koramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes, Peltu Edi Burhanudin, jembatan yang terputus sekitar pukul 10.00 WIB ini tepatnya berada di Dukuh Tegal Laos RT. 02 RW. 06.

“Jembatan pertanian warga setempat ini putus karena faktor usia atau tiang penyangganya sudah rapuh,” bebernya.



Beruntung tidak ada warga yang melintas saat detik-detik robohnya jembatan sehingga tidak memakan korban jiwa.

“Babinsa datang ke lokasi untuk memastikan pengamanan akses agar tidak membahayakan orang yang melintas. Bersama warga kita pasang portal dari bambu untuk menutup jalan,” tandasnya.

Ditambahkannya, kendala utama petani tersebut akan segera dibahas dalam Musdes untuk perbaikan menggunakan dana desa. (Aan)

Yogyakarta, Aktual News-Kehadiran Yayasan Pondok Pesantren Modern Yatim & Dhuafa Madania adalah dampak dari terjadinya gempa bumi yang menguncang Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2006 silam. Rintisan awal sebelum Yayasan Madania berdiri adalah adanya Panti Asuhan Nurul Haq yang merupakan cikal bakal dari Yayasan Madania, sebagai wujud kepedulian akibat adanya krisis moneter tahun 1998/1990. Sehingga banyak warga yang berlatar belakang kurang mampu menitipkan anaknya di Panti Asuhan Nurul Haq agar bisa sekolah.

Demikian pernyataan Suyanta, S.Ag, M.Si selaku pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Madania Yogyakarta dalam wawancara di Pesantren yang berlokasi Jl. Janti Gg, Gemak 88, Gedongkuning Banguntapan, Kab. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa, (11/05/2021).

Selaku penceramah (muballigh) di kota Gudeg ini, Abi Suyanta, demikian beliau akrab disapa, mengatakan sebenarnya beliau mendirikan panti asuhan sekaligus pesantren ini karena suka dengan kegiatan sosial, dan beliau sedih melihat nasib anak-anak yang tidak bisa sekolah. Dari berbagai masukan jama’ahnya saat mengisi pengajian, akhirnya beliau mendirikan panti asuhan dengan memadukan model pengasuhan pondok pesantren.

Akhirnya Suyanta memberanikan diri untuk membangun panti asuhan, seiring waktu sambil mengurus legalitas Yayasan dengan Akta Pendirian tahun 2006 dan pengesahan oleh Kemenkumham tahun 2007 yang sampai saat ini sudah menerima dan meluluskan banyak santri yang berasal dari berbagai daerah di Nusantara.

Suyanta juga menegaskan, bahwa semua santri yang tinggal di Pesantren Madania full gratis tanpa bayar dengan mendapatkan fasilitas makan, minum, seluruh biaya sekolah dan pesantren, bahkan sampai kebutuhan mandi, cuci, dan pembalut.

“Alhamdulillah, Pondok Pesantren memang berbasis panti asuhan, jadi free gratis, yang nyantri terutama yang sangat membutuhkan. Baik yang berasrama dan non-asrama” ucap lulusan UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Pria kelahiran Kulon Progo ini juga mengungkapkan, Yayasan Pesantren Madania bukan hanya pesantren atau panti asuhan pada umumnya yang sekedar belajar ilmu agama, tapi juga melatih jiwa kepemimpinan dan fokus menanamkan jiwa wirausaha santri, seperti membuat kue bakpia, mengelola peternakan, perikanan, konveksi, mini market, air minum dan masih banyak lagi.

“Ya, kami mendirikan panti asuhan sekaligus pondok pesantren ini bukan hanya sekadar belajar saja, tapi bagaimana bisa melahirkan santri agar memiliki jiwa wirausaha, agar kedepannya bisa mandiri setelah lulus dari Madania,” tegasnya.

Bahkan, tambah Suyanta, kini sudah meluluskan ratusan lebih alumni dan sampai lanjut belajar di luar negri seperti menimba ilmu di China.

“Lulusan Madania bisa membaca Al-Qur’an, bahkan ada yang hafal Qur’an, prestasi pendidikan diupayakan semaksimal mungkin, alhamdulilah kita tidak memungut biaya dari mulai jenjang dasar sampai sarjana bahkan sampai jenjang S2,” jelasnya.

Kemandirian santri adalah cara Abi Suyanta dan pengurus Yayasan Madania untuk melahirkan banyak kader multitasking agar tidak terpaut sepenuhnya dari donator. Bukan berarti menolak donator, Donatur tetap menjadi mitra yang penting dalam mengembangkan program-program Yayasan. Namun Ia juga memberikan ruang dan tempat yang bisa dimanfaatkan santrinya untuk belajar kehidupan, agar mampu mengembangkan berbagai usaha milik Yayasan Pesantren Madania Yogyakarta.

Sebagaimana visi misi Yayasan Madania sebagai tempat pemberdayaan anak yatim dhuafa menuju generasi yang mandiri dan berakhlaq mulia, Abi Suyanta mengklaim semua lulusan mutlak bisa mandiri, memiliki jiwa kemandirian karena dibekali ilmu agama dan wirausaha.

“Jadi, Insya Allah alumni Madania ini mandiri semua karena memang kita bina dari awal masuk sampai selesai,” tandas Suyanta.

Amal Usaha Madania
Kini Yayasan Pondok Pesantren Modern Yatim Dhuafa Madania Yogyakarta sudah memiliki sekolah sendiri dari jenjang pra sekolah (Play Grup) Madania Kids, PKBM setingkat SLTP, sampai Madrasah Aliyah (MA), termasuk amal usaha lainnya seperti Panti Asuhan (LKS baik LKS balita, anak, difabel, dan lansia). Madania juga sudah merintis Koperasi, Lembaga Zakat, Mini Market, dan asrama santri sendiri.

“Ya, amal usaha ini juga berkat usaha para pengurus, donatur, yang juga sebagian besar lulusan santri Madania untuk meneruskan perjuangan ini,” terangnya.

Warga Madania juga terdiri dari balita, Anak SD-SMP-SMA, Difabel, Lanjut Usia berkisar ratusan kurang lebih 300 menurut rekapitulasi jumlah yang terupdate pada tahun 2020-2021.

Yayasan Madania, kini menaungi 5 asrama panti asuhan, diantaranya Panti Asuhan Nurul Haq, Panti Asuhan Wahyun Asror, Panti Balita Nurul Haq, Pondok Pesantren Madania dan Wisma Kasepuhan Madania.

Sementara itu, Kepala Madrasah Aliyah (MA) Madania Bantul, Anis Fatiha, S.Ag., M.Pd berupaya terus meningkatkan kualitas para siswa-siswi khususnya di bidang pendidikan Madania. Sekolah MA di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Modern Yatim & Dhuafa Madania dan Kementerian Agama Kabupaten Bantul tersebut fokus pada penguatan life skill maupun entrepreneurship, bekal bagi siswa didiknya agar melahirkan kader mandiri.

“MA Madania Bantul memiliki kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, Desain Grafis, Menjahit, Seni Kriya, KIR, Otomotif, dan Atletik.” ucap Alumni Lembaga AR Learning Center.

Selain itu, lanjut Anis Fatiha, memiliki program unggulan di bidang kewirausahaan yaitu Bakery Madania, Hidroponik dan Budidaya Ikan Lele. Bagi yang memiliki keterbatasan biaya, tetapi punya niat kuat bersekolah maka dapat langsung menghubungi kontak person melalui No.HP 0877-3923-6704 atau 0878-0890-9238. [ Red/Akt-01/  Andre Hariyanto ]

 

 

Aktual News

Medan,Aktual News – Jaksa Penuntut Umum Kejati Sumatera Utara, Randy Tambunan menuntut oknum Polri, Sutarso selama 2 tahun dan 6 bulan penjara dalam persidangan yang berlangsung di Cakra 9 Pengadilan Negeri Medan, Senin (10/5/2021).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randi dalam nota tuntutannya dihadapan Majelis Hakim Deni Lumbantobing yang sidang berlangsung secara daring menyebutkan bahwa terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 378 KUHP.

“Meminta agar Majelis Hakim menghukum terdakwa dengan hukaman selama 2 tahun dan 6 bulan penkara,”sebut JPU Randi.

Usai JPU membacakan tuntuntan, selanjutnya Majelis Hakim yang diketuai Deni Lumbantobing menunda sidang dalam agenda pembelaan dari terdakwa melalui penasehat hukum terdakwa.

Namun pada sidang sebelumnya JPU Randi, mengatakan, dalam perkara ini terdakwa menjanjikan sesuatu keuntungan kepada korban dalam bisnis penjualan sapi. Tapi kata Randi, dalam bisnis sapi ini terdakwa menjanjikan keuntungan yang tidak bisa dipenuhinya akibatnya banyak para penanam modal dirugikan.

Tapi sebagaimana perjanjian terdakwa dengan korban sepasang suami istri yakni Rudi Silaen dan Greis Sutra Yusnita Sitorus yang telah menanamkan modal Rp800 juta untuk pembelian 100 ekor sapi dengan keuntungan Rp 2,5 juta per ekornya, pada Desember 2019.

Namun sesampai pada tanggal dan waktu perjanjian terdakwa tidak bisa memenuhi janjinya, meski demikian korban tetap percaya kepada terdakwa dengan membawanya ke kandang sapi dikawasan Dusun XXII Pondok Rawa Sampali RT 005 RW 000 Kelurahan Sampali, Percutseituan, Deli Serdang.

Sementara itu, terdakwa juga melakukan kerjasama dengan Armensyah bersama Hj Eriyana Maret 2020. Dimana sesuai kesepakatan terdakwa menjanji keuntungan yang sama.

Untuk investasi ini, Armensyah dan Hj Eriyana menanamkan investasi Rp824 juta dengan 110 sapi yang lokasi kandangnya sama di tempat Rudi dan Greis.

Hingga Agustus 2020 atau sekiranya sesudah Idul Adha perjanjian keuntungan yang diberikan namun juga tak diberikan dengan alasan sapi belum terjual.

“Namun anehnya lagi sapi-sapi milik para korban tidak ada diberikan tanda sehingga sapi mana yang telah jual atau belum terjual tidak tahu karena tak ada tandanya,” kata Randi sehingga mengakibatkan para korban terkecoh dimana sapi antara investor satu dengan investor yang lainnya tak diberikan tanda sehingga mengakibatkan mereka menganggap sapinya tetap ada.

Setelah beberapa lama, para investor ini pun tahu bukan mereka saja yang diperdaya oleh terdakwa namun ada beberapa orang yang menanamkan investasi kepada terdakwa juga tidak mendapatkan keuntungan.

Bahkan dalam penuturan terdakwa sendiri ia berhasil menarik investor senilai Rp14 milliar. [ Red/Akt-35/Ansary ]

 

 

Aktual News

Bogor, Aktual News Dua hari menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) membagikan bingkisan sembako kepada masyarakat yang berada di kampung Gedungsemi Rt 01/Rw 01 Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Selasa (11/ Mei/2021).

Hadir dalam Gita tersebut Muhamad Ismak SH, MH Ketua Umum DPP Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Ketua DPC Asosasi Advokat Indonesia ( AAI) Kabupaten Bogor, ibu Sondang T Tampubolon,SH.,M.LL., CLI serta segenap pengurus dan anggota DPC AAI Kabupaten Bogor.

”Alhamdulillah tahun ini kami beserta rekan-rekan masih melakukan kegiatan sosial berupa pembagian sembako. Harapan kami, semoga dengan bantuan ini bisa membantu warga disini untuk berbahagia menyambut lebaran tahun ini, saya juga berharap semoga AAI semakin solid kompak, dan jaya selalu, “ungkap Muhamad Ismak SH, MH, Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI).

Tahun 2021 paket sembako yang dibagikan mencapai 1000 paket, masing-masing paket berisikan beras, minyak goreng, gula pasir. Pembagian sembako secara simbolis dilakukan di Ciampea pasar baru RT 01/RW 01, Desa Benteng, kecamatan Ciampea, kabupaten Bogor.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPC Asosiasi Advokat Indonesia kabupaten Bogor Sondang T Tampubolon SH,. M,LL,.CLI mengatakan, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Ketua Umum DPP, kepada rekan-rekan semua yang sudah menyempatkan waktunya untuk menghadiri acara silaturahmi sekaligus pemberian bantuan paket sembako kepada warga desa Ciampea. Selain di desa ini kami juga membagikan paket sembako kebeberapa kecamatan yang ada di kabupaten bogor, mudah-mudahan bantuan paket sembako ini bermanfaat untuk warga yang membutuhkan dan semoga segala pengorbanan kita menjadi ladang ibadah sehingga mendapat balasan dari Allah SWT, terutama dalam keadaan pendemi covid-19 seperti saat ini, semoga dengan pembagian sembako ini dapat meringankan beban masyarakat dan mengihimbau kepada masyarakat tetap menjaga protokoler kesehatan,” Pungkasnya. [Red/Akt-23]

 

Aktual News

NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA – Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, Yang Mulia Mr. Ouadia Benabdellah, berkenan menerima kunjungan silahturahmi Ramadhan 1442 dari pengurus dan anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) di kediaman resmi Duta Besar, Jl Mataram Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu, 9 Mei 2021. Pada kesempatan itu, Dubes Maroko didampingi seorang jurnalis dari Morocco Associate Press Agency, Ms. Nadia El Ahmar.

Sementara dari peserta silahturahmi, selain Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, hadir juga 11 anggota dan pengurus PPWI yang umumnya berdomisili di Jakarta. Karena situasi pandemi Covid-19 yang masih melanda di mana-mana, maka jumlah undangan sangat terbatas dan acara berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat.

Terlihat di antara para pengurus PPWI yang hadir antara lain Brigjen TNI Albiner Sitompul, Ery Biyaya, dan Winarsih Lalengke. Juga, tidak ketinggalan para aktivis PPWI lainnya, seperti Ustadz Anton Susanto, Anggi Pratama, dan Nina Muhammad.

Acara silahturahmi diawali dengan ramah-tamah antara PPWI dengan Dubes Ouadia Benabdellah yang bertujuan untuk saling bertukar informasi terkait suasana Ramadhan di Maroko dan Indonesia. Para peserta juga menyimak pemaparan Dubes Maroko tentang suasana perayaan Hari Raya Idul Fitri di negara yang berjuluk Matahari Terbenam tersebut. Suasana ramah-tamah itu berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Ketua Umum PPWI, yang adalah juga menjabat sebagai Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma), menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kedutaan Besar Maroko di Jakarta yang setiap tahunnya mengundang PPWI untuk bersilahturahmi di dalam bulan suci Ramadhan. Lalengke menyatakan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dubes Maroko yang begitu intens melakukan komunikasi sosial-budaya dengan berbagai komunitas di Indonesia, terutama dengan PPWI.

“On behalf of the Indonesian Citizen Journalists Association, I thank you very much for your kindness inviting us to your official residence for having good time with Your Excellency. We appreciate your kind heart and hopefully we can continuously strengthen our cooperation and brotherhood,” ujar Lalengke di tengah percakapan silahturahim dengan tuan rumah.

Silahturahmi itu kemudian dilanjutkan dengan acara membatalkan puasa (iftar) bersama Dubes Maroko dengan menu berbuka puasa ala masyarakat Maroko, yakni dengan kurma dan susu segar. Tidak ketinggalan menu berbuka special yakni B’sarra Soup yang berbahan dasar kacang-kacangan. Usai membatalkan puasa, para peserta melaksanakan Sholat Magribh berjamaah di ruang mushala kediaman Dubes.

Kegiatan silahturahmi masih berlanjut dengan makan malam bersama. Lagi-lagi, makan malam special ini menyediakan menu Maroko, seperti Tagine (semur khas Maroko yang dimasak dalam pot tanah liat), Couscous (pasta gandum dengan sayuran), roti dan kalkun panggang. Sambil makan-minum bersama, para peserta melanjutkan bertukar cerita dengan Dubes Maroko yang terkenal sangat ramah tersebut.

Acara yang berlangsung sejak pukul 17.30 wib itu kemudian diakhiri dengan foto bersama dengan latar belakang Raja Maroko, Yang Mulia King Mohammed VI. Bravo Kedubes Maroko..!! Bravo PPWI dimanapun berada…!! (APL/Red)

NUSANTARAEXPRESS, PEKANBARU – Selamat jalan Ustad Zulkarnain. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Dikabarkan Ustad Zulkarnain wafat setelah mendapat perawatan medis selama seminggu dari tanggal 2 Mei 2021 di Rumah Sakit Tabrani Rab, Senin (10/05/2021).

Jelas Direktur Corporate Communication RS Tabrani, Ian Machyar, Senin (10/5/2021) seperti yang di release oleh detik.com mengatakan kondisi ustad turun drastis kesehatannya sore tadi.

"Turun drastis kesehatannya sore tadi. Ini masih di RS, tadi sore kami sempat pasang ventilator, tapi kami tak bisa selamatkan".

Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT, dan semua keluarga dan kerabat yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan dan kesabaran. [Red]

Bogor, Aktual News-Danrem 061/SK Brigjen TNI Achmad Fauzi S.I.P.,M.M. menghadiri kegiatan pengukuhan pengurus FKUB ( Forum Kerukunan Umat Beragama ) Kota Bogor tahun 2021-2026, Senin (10/5) yang dilaksanakan di ruang Paseban Sri Bima Balaikota Bogor Jl. Ir H. Juanda no.10 kelurahan Pabaton Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor.

kegiatan tersebut dipimpin oleh Walikota Bogor Dr. Bima Arya Sugiarto yang dihadiri oleh 30 orang peserta yaitu diantaranya Dandim 0606/Kota Bogor call-in Robi bulan, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Condro Purnomo Ketua MUI kota Bogor KH Mustofa Bin Nuh/ust.Toto serta Kementerian Agama kota Bogor.

Dalam arahannya Walikota Bogor menyampaikan bahwa ada dua tugas pokok kinerja FKUB Kota Bogor Yaitu tugas filosofis dan tugas administrasi. Kemudian Bima juga menyampaikan bahwa agar FKUB bersama elemen masyarakat dapat menjadikan status DNA di Kota Bogor yaitu beragama dalam kebersamaan.

” Ada tugas mendesak yang harus dilaksanakan dengan tuntas terkait masalah keagamaan di Kota Bogor, di mana di sini atau di Kota Bogor ini Presiden RI Joko Widodo saat ini menetap di Istana Bogor. Dan Saya sangat mengapresiasi dengan Forkopimda yang telah banyak membantu saya dalam berkoordinasi menjadikan Kota Bogor yang indah tertib dan nyaman ” pungkasnya.

Terkait hal ini, Brigjen TNI Ahmad Fauzi juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Forkopimda Kota Bogor. dan menurutnya FKUB adalah forum yang dibentuk untuk membangun, memelihara dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan pemersatu, yang mana keberagaman merupakan anugerah dari Tuhan kepada bangsa Karena itu sudah seharusnya seluruh elemen masyarakat agar terus merawat keberagaman tersebut untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Danrem juga menyampaikan bahwa bangsa Indonesia patut bersyukur karena selama ini hidup rukun dan saling mengayomi sebagai sesama saudara, Dimana di tengah dinamika bangsa ini masyarakat tetap hidup rukun dalam kemajemukan, mengayomi sesama saudara sebangsa setanah air.

” kerukunan ini tidak muncul secara tiba-tiba kerukunan ini yaitu hasil kesadaran bersama.”ujarnya.

Danrem tentunya sangat mengapresiasi atas kerja para penggerak dan aktivis yang merawat kerukunan dan toleransi terutama di akar rumput, karena atas kerja sama inilah maka dapat dinikmati kehidupan yang harmonis.
” Kita harus memegang kuat komitmen bersama, yaitu para tokoh disemua tingkat harus mendukung peran FKUB.

” moderasi beragama bangsa ini tentunya selaras dengan jiwa Pancasila, itu harus di perkokoh di tengah gelombang ekstrimisme tantangan kehidupan beragama yang kian hari kian semakin berat.”Pungkasnya.

Pengurus FKUB Kota Bogor periode 2021-2025 antara lain sebagai berikut ketua H. Hasbulloh, SE.,MA.Ek Wakil Ketua :
– Dr.H.Ade Sarmili, M.Si
– RD. Mikail Endro Susanto, SH., MH, Sekretaris: Dayat Hidayat, S.Pd, Bendahara: Fikri Aziz, S.Pd, Anggota: Pdt. Tri Santoso, I Ketut Suta Amawa, SE., Habib Novel Kamal A, S.HI., H. Ahmad Fathoni, SELM.Pd., Wiwi Adwiyah, S.Pd., H. Ahmad Rivai, S.HI., Ovie Triantari Budiani SH., H. Uju Juyono, SH., MM., Andri Harsono, Andry Lesmana, Drs.Rusli Saimun Dan juga Badri, S.Pd..

FKUB Kota Bogor adalah suatu wadah forum yg mempersatukan semua agama di Kota Bogor demi menjaga kedamaian dan kenyamanan beribadah. [ Red/Akt-01 ]

 

Aktual News

Sumber: Penrem 061/SK

 

Medan, Aktual News – Pemko Medan terima bantuan paket sembako sebanyak 1000 paket dari Sekretariat Negara Republik Indonesia. Paket tersebut diterima secara simbolis oleh Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM di ruang khusus Wali Kota Medan, Senin (10/5/2021).

Namun 1000 paket tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan Pengelola Dana Oprasional dan Bantuan Presiden, Dita Swastika Ariyani dan Dianty Andriawati.
Adapun paket sembako yang diserahkan berisikan beras 5 Kg, gula 1 Kg, Minyak 1 Liter, Biskuit dan Teh Celup.

“Bantuan Presiden ini diserahkan untuk dibagikan kepada masyarakat Kota Medan.”ucap Dita.

Usai menerima paket sembako tersebut, Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM didampingi Wakil Wali Kota Medan, H. Aulia Rachman SE, Kepala Dinas Sosial, Endar Sutan Lubis, dan Kepala Dinas PKP&PR, Benny Iskandar mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Bentuan tersebut akan langsung disalurkan Wali Kota Medan kepada masyarakat Kampung Nelayan di Kecamatan Medan Labuhan dan kelompok Persatuan Tuna Netra (Pertuni) Kota Medan.

“Tapi bantuan ini akan langsung kita serahkan, 700 paket untuk masyarakat Kampung Nelayan dan 300 paket untuk pertuni kota Medan.”tegas Wali Kota Medan. [ Red/Akt-35/Ansary ]

 

 

Aktual News

NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA - Pujian untuk Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, kembali mengalir. Kali ini, pujian disampaikan Ketua Umum Perindo, Hary Tanoesoedibjo. Menurutnya, LaNyalla adalah sosok pemimpin yang dapat dipercaya.

Pujian tersebut dilontarkan saat launching buku ‘AA LaNyalla Mahmud Mattalitti: Jalan Hidupnya Ditempa Bagai Keris’, di Rumah Dinas Ketua DPD RI, di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (10/5/2021). Momen tersebut bertepatan dengan HUT ke-62 LaNyalla.

Dalam kesempatan itu, Hary Tanoe juga menyebut LaNyalla sebagai sosok tegas yang dapat diandalkan.

“Sebagai sahabat, sebagai mitra, sebagai pimpinan, tentunya beliau ini reliable. Sangat tegas, punya prinsip, bisa berkawan dengan semua,” katanya.

Hary Tanoe dan LaNyalla sama-sama berasal dari Surabaya. Tak heran jika Hary Tanoe mengenal sosok LaNyalla, yang juga mengenal sang ayah, Ahmad Tanoesoedibjo.

Menurut Hary Tanoe, LaNyalla selalu memegang perkataannya dan selalu berpegang teguh pada prinsipnya. Ia pun memuji Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu sebagai sosok pemimpin yang penuh teladan.

"Beliau orangnya bisa dipercaya. Jadi, apa yang beliau katakan itu bisa dipegang. Jadi, cocok sebagai seorang pemimpin," tuturnya.

Walau dinilai memiliki wajah yang sangar, LaNyalla disebut bersahabat, baik hati dan suka menolong orang. Menurut Hary Tanoe pun, buku yang diluncurkan akan membuat masyarakat bisa lebih mengenal sosok mantan Ketum PSSI tersebut.

"Saya melihat tidak ada kurang pada beliau. Apalagi beliau berangkat dari bawah, kebetulan saya juga dari bawah, sangat praktikal dan tidak basa-basi, tidak protokoler. Itu yang sangat menonjol di diri beliau," ungkapnya.

Hary Tanoe juga mengucapkan selamat ulang tahun untuk LaNyalla. Dia mendoakan agar Senator asal Jawa Timur itu bisa terus memberikan kontribusi untuk negeri, khususnya bagi rakyat daerah.

"Beliau ingin maju terus dengan kedudukan beliau sekarang sebagai Ketua DPD RI. Bagaimana bisa memberikan kontribusi yang maksimal. Saya percaya, Bapak ke depan ingin berjuang untuk bangsa dan negara yang kita cintai ini," paparnya.

Sementara itu, LaNyalla mengucapkan terima kasih atas doa-doa yang disampaikan Hary Tanoe. Ia juga memberi apresiasi kedatangan Hary Tanoe.

“Saya mengucapkan terima kasih untuk Bapak Hary Tanoe yang menyempatkan diri untuk datang ke acara peluncuran buku saya,” kata LaNyalla.

Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu berharap agar bukunya memberi inspirasi bagi banyak orang, khususnya generasi muda.

“Mari kita berkarya dengan cara dan kontribusi masing-masing. Selama apa yang kita lakukan memberi manfaat untuk banyak orang, saya yakin jalan kita akan membawa diberkati Allah SWT,” ujarnya.

Selain Hary Tanoe, acara peluncuran buku juga dihadiri sejumlah tokoh. Di antaranya adalah Ketua DPR RI Puan Maharani, Mantan Ketua DPD RI Irman Gusman, dan Wakil Ketua MA Andi Samsan Nganro.

Sejumlah Anggota DPD RI juga menghadiri acara peluncuran buku LaNyalla. Di antaranya adalah Nono Sampono, Sultan B Najamudin, Fachrul Razi, Sylviana Murni, Yorrys Raweyai, dan Sekjen DPD RI Rahman Hadi. (*)

Jambe, Aktual NewsPenetapan nomor urut Calon Kades Rancabuaya Kec Jambe kab, Tangerang menuai kontroversi terkait beredarnya video salah satu calon yang membawa massa tanpa menghiraukan protokol kesehatan ( Prokes ) akibatnya massa berkerumun tanpa adanya pencegahan dari panitia pemilihan kepala desa setempat hal ini sangatlah di sayangkan.

Awak media Aktual News Senin 10 mei 2021,15:05 WIB mendatangi kantor Desa Rancabuaya guna konfirmasi ke panitia pengawas pilkades Rancabuaya Kec Jambe namun sayang kantor sekretariat panitia Pilkades kades dan kantor Desa Rancabuaya juga tutup dan terlihat sepi lalu.

Seperti video yang beredar saat penetapan nomor urut, apakah balon atau kandidat diperbolehkan mengerahkan massa, dimana adanya pengerahan massa disaat penetapan nomor urut calon kades diduga kuat pengerahan massa tersebut ada yang mengkoordinir atas dasar itu awak media mendatangi kantor sekretariat panitia pemilihan kepala desa guna memintai konfirmasi terkait protokol kesehatan untuk itu awak media Aktual News akan memintai konfirmasi ke Satpol-PP PP kabupaten Tangerang terkait adanya dugaan salah satu calon kades rancabuaya yang telah melanggar Prokes dan mengakibatkan adanya kerumunan hingga berita tayang belum ada pihak yang dapat dimintai konfirmasinya.
[ Red/Akt-26/Har ]

 

Aktual News

NUSANTARAEXPRESS, JATIM - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V melalui Bintara Pembina Potensi Maritim (Babinpotmar) melaksanakan penyaluran Zakat Fitrah yang terkumpul melalui Keluarga Besar Lantamal V kepada warga Masyarakat di wilayah pesisir diwilayah Kabupaten Gresik dan Lamongan Jawa Timur, Senin (10/05).

Jumlah warga penerima di Kabupaten Gresik sebanyak 50 orang dengan rincian 20 warga dari Desa Tanjung Widoro, 15 warga Desa Watuagung dan 15 Orang dari Desa Kramat. Penyerahan zakat dilaksanakan di pesisir Desa Mangare yang juga dihadiri kepala Desa Watuagung Bapak Zamrozi.

Sedangkan penyaluran zakat di wilayah Kabupaten Lamongan diberikan kepada 50 warga masyarakat di Desa Labuhan dan Desa Loghung Kecamatan Brondong, dimana saat penyerahannya dihadiri oleh Lurah Labuhan Bapak Suwarno.

Diungkapkan oleh Bapak Suwarno selaku Lurah Labuhan saat acara penyerahan zakat fitrah tersebut bahwa, dirinya mewakili warga setempat menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian dari Lantamal V melalui Babinpotmar Lantamal.

“Semoga ini menjadi amal saleh dari para prajurit TNI AL serta Pegawai Negeri Sipil di satuan Lantamal V, dan Insya Allah akan sangat bermanfaat bagi warga kami”, kata Bapak Suwarno. Sepanjang pelaksanaan kegiatan ini, seluruh panitia dan warga yang hadir, tetap mengedepankan protokol Kesehatan, guna mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut.*

Oleh: Muliansyah Abdurrahman Ways

Penulis Adalah: Enterpreneur, Waketum KADIN Papua Barat dan Pegiat Demokrasi Indonesia

1 tahun terakhir hampir kita mengenal sosok yang bernama AA Lanyalla Mahmud Mattalitti, nama yang terpampan di nomiklatur lembaga Negara sebagai Ketua DPD RI semenjak di lantik hingga kini 2021. Tak terasa hampir 2 tahun memimpin Dewan Perwakilan Rakyat (DPD) RI dengan visi dari Daerah Untuk Indonesia, sebuah visi yang memberikan spirit bagi kalangan senator – senator dari Aceh hingga Papua.

DPD RI mulai terlihat dan terpandang di era LaNyalla sebagaimana tercatat dalam sejumlah riset, pandangan para ahli akademisi dan pengamat, antara lain LaNyalla mampu menjadi magnet pemersatu dalam lembaga DPD RI, LaNyalla telah mampu mengawal kebijakan – kebijakan pemerintah dan LaNyalla tetah mampu mengakomodir berbagai aspirasi daerah untuk DPR RI dan Pemerintah RI.

Nama LaNyalla menjadi aikon sebutan dan panggilan di ruang public, kiranya kita mengenal tak hanya nama dalam sebutan, tetapi mengenal LaNyalla dengan gagah dan sosok yang hadir bersama masyarakat Indonesia. Pria yang humble, simple dan tak menjadikan jabatan sebagai pembatas kehidupan ini selalu menoleh dalam membangun kehidupan dengan apa adanya, tak sibuk dengan pencitraan dan agenda – agenda yang tidak substansial.

LaNyalla bukan manusia baru yang tak mengenal Indonesia, Ia mengenal Indonesia semenjak lahir dan besar di ibu pertiwi bernama Indonesia, lahir dan besar di pulau Jawa mengalir darah Sulawesi yang menunjukkan dirinya sebagai anak bangsa yang bertipe manusia Indonesia dari Sabang hingga Merauke.

62 tahun LaNyalla menghirup udara segar Indonesia, pertanda bahwa Ia adalah symbol keindonesiaan dan keumatan bangsa Indonesia. 62 tahun ia di lahirkan kedua orang tua yang berprofesi sebagai akademisi dan intelektual islam, ayah yang juga bagian dari aktivis organisasi kemahasiswaan yakni HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) saat itu (Baca Buku: Hitam Putih LaNyalla) hingga menularkan virus aktivisme ke anak ketiga bernama LaNyalla.

10 Mei menjadi tanda baik lahir seorang LaNyalla, bulan yang bersejarah penuh dengan peristiwa bangsa Indonesia, dari mulai 1 Mei hingga 10 Mei dan 20 Mei sebagai hari kebangkitan nasional bangsa Indonesia. Menunjukkan bukti bahwa LaNyalla lahir di bulan kebangkitan nasional, LaNyalla lahir untuk kebangkitan Indonesia di masa akan datang.

Lebih Banyak Berbuat dari Berbicara

Membaca seorang LaNyalla tak sekedar melihat postur fisik dan cerita – cerita yang tak pada ranah hidupnya, tetapi seorang LaNyalla harus dilihat dari kurang berbicara dan banyak berbuat. Ia sangat unik kalau kita dekatin dan sangat fenomenal bila kita jauhinya, sehingga hampir yang mengenal dari luar pasti menyatakan “LaNyalla Seorang Preman dan Jahat” dan bila ada yang dekatin maka Ia akan katakan “LaNyalla Seorang Religius dan Baik”.

Narasi Preman dan Religius adalah kata – kata yang terlintas di benak manusia yang membaca LaNyalla, baik dari jauh maupun dekat, baik dari kiri maupun kanan, baik dari samping maupun atas, baik dari bawah hingga dari siapa saja. Cerita – cerita LaNyalla memang tak ada habisnya, 62 tahun adalah waktu yang sangat panjang untuk kita membaca LaNyalla, karena waktu hidup yang penuh lika – liku kehidupanya.

Peristiwalah yang akan selalu menjelaskan LaNyalla selama 62 tahun ini, Ia adalah manusia biasa, Ia adalah seorang yang lahir seperti orang – orang lain dan Ia juga tak mampu menjelaskan dirinya siapa sesungguhnya, tetapi Ia akan di jelaskan oleh siapa saja yang mengenalnya, baik dari jauh hingga dekat, termasuk penulis juga sekedar menjelaskan sosok LaNyala sebagai seorang Manusia yang hadir sebagai konsistensi spritualitas hingga dunia realitas yang lalu dan kini.

Cerita bisa saja dari siapa saja, tetapi dalam konteks ini penulis menulis dari hasil mendengar dan melihat langsung Sosok LaNyalla, ternyata LaNyalla bukan seperti yang kita lihat di tayang di berbagai media dan social media, Ia adalah manusia yang tidak banyak berbicara, tetapi Ia lebih banyak menyampaikan Intinya apa yang di tanyakan, apa yang di solusikan dan apa yang jelaskan sebagiamana inti dalam cerita itu.

LaNyalla dalam pandangan penulis adalah sosok yang banyak berbuat daripada berbicara, manusia yang banyak memberikan solusi hidup kepada banyak orang, Ia tak sekedar peduli kasih dan berbaik sama siapa saja, tetapi Ia juga konsisten mengingatkan spiritual setiap insan manusia siapa saja, tanpa ia membeda – bedakan pangkat, kelas, dan jabatanya.

Belajar dari Komitmen dan Konsisten LaNyalla

Dua kata ini menjadi teladan hidup bagi penulis, komitmen dan konsisten ada pada jejak dua tahun bersama LaNyalla, memikat perjalanan dalam mengelolah kehidupan tak mampu kita menjelaskan setiap kita melangkah, hanya mata batin kehidupan yang akan menjelaskan hidup kita dalam insania kehidupan ilahia.

LaNyalla melahirkan teladan hidup bagi siapa saja, komitmen spritualitas menjadi konsistensi kehidupan setiap Ia melangkah, Ia adalah pejabat Negara, tetapi kemuliaan kepada orang lain tak sepertinya jabatan yang Ia pikul sepertinya tak bernyawa, justru Ia mejadi manusia egaliter yang sama di mata spritualitasnya.
Ritual berbagi kebaikan menjadi tradisi utamanya, tak hanya “barang” dan “materi lain”, tetapi mengingatkan kepada orang atas Ibadah Sholat Tahadjud di jam 02.00 Malam dan Ibadah Sholat Duha di jam 09.00 pagi menjadi kewajiban utama dalam mengingatkanya.

Penulis menyaksikan seni kehidupan LaNyalla terkait spiritualnya, hidup di dunia nyata, belum lagi Ibadahnya Puasa Sunnah Nabi Daud menjadi wajib dalam hidupnya, terasa yang menjadi pijakan dan tauladan hidup sebagai seorang putra bangsa yang menghabiskan waktunya untuk spiritualnya.

Tak habis pikir kalau membaca LaNyalla, Ia selesai pada wilayah kehidupan spiritualnya, sehingga ritual dunia baginya biasa – biasa saja, tokoh yang sehari – hari di kenal sebagai pengusaha, politisi dan menghabiskan waktunya menjadi bagian dari organisasi kemasyarakatan dan keumatan.

Komitmen mengabdi untuk Indonesia semenjak Ia dewasa menjadi pengusaha, aktif di HIPMI, KADIN, Pemuda Pancasila, PSSI dan sejumlah organisaisi politik maupun social lainya serta kini di amanahkan sebagai Ketua DPD RI (Periode 2020 – 2024).

Sebagai Ketua DPD RI, LaNyalla konsisten hadir di seluruh tanah Air, kota, kabupaten maupun provinsi di Indonesia, 34 Provinsi hadir LaNyalla sebagai wakil dari daerah, perjuangan dan keberpihakan LaNyalla atas daerah terbukti, belum sampai 2 tahun menjabat Ketua DPD RI, LaNyalla sudah sampai seluruh daerah – daerah yang Ia pimpin wakil rakyat daerahnya.

Komitmen dan Konsisten LaNyalla mejadi teladan bangsa, tanpa citra dan kemasan dalam berbuat, tetapi niat tulus LaNyala mejadi teladan masa depan Indonesia. Semoga di umur 62 tahun ini, LaNyalla Terus Nyallakan Api Keindonesiaan Menjadi Bangsa Yang Besar Dan Maju di mata dunia. [*]

 

NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA - Indonesian Elektronik Sport Asosiation (IESPA) menyerahkan donasi kepada keluarga besar KRI Nanggal-402, bertempat di Balai Wartawan Puspen TNI Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (10/5/2021).


Donasi tersebut sejumlah Rp 57.135.952 diserahkan oleh Ketua Harian IESPA Ibnu Riza kepada Kepala Dinas Perawatan Personel Angkatan Laut (Kadiswatpersal) Laksma TNI Taufik Arief yang disaksikan oleh Wakapuspen TNI Laksma Tedjo Sukmono, S.H., CHRMP. didampingi para Pejabat Puspen TNI.


IESPA/Esports merupakan sebuah organisasi olahraga elektornik yang menggunakan game sebagai bidang kompetitif, mayoritas penggemarnya adalah para kaum milineal. Donasi ini dikumpulkan pada tanggal 4 dan 5 Mei secara live melalui kanal Youtube Revival TV, kanal Nimo TV, Ibnu Riza dan kanal Nimo TV para Streamer game PUBG Mobile Indonesia.



Ketua Harian IESPA dalam sambutannya mengatakan bahwa kehadirannya mewakili seluruh livestreamer seluruh gamers di Indonesia yang peduli dengan perjuangan dan pengabdian dari pahlawan awak KRI Nanggala-402. “Mudah-mudahan kepedulian kami ini dapat memberikan semangat atau men-support keluarga yang ditinggalkan dan ini merupakan suatu bukti dari komunitas-komunitas yang mungkin juga baru didengar karena merupakan cabang olahraga baru,” ujarnya.


Sementara itu, Kapuspen TNI Brigjen TNI Prantara Santosa, S.Sos., M.Si., M.Tr. (Han) dalam amanatnya yang dibacakan oleh Wakapuspen TNI  Laksma Tedjo Sukmono, S.H., CHRMP. mengatakan kehadiran suatu komunitas di tengah masyarakat akan memberi banyak manfaat kepada khalayaknya. Sama halnya dengan komunitas IESPA/Esports yang ada di Indonesia. Manfaat yang didapatkan bisa berupa interaksi sosial pertemanan yang baru hingga berbagi ilmu dan strategi serta berkolaborasi dalam pegembangannya.


Sebuah organisasi yang masih relatif muda, namun telah memiliki kepedulian yang tinggi terhadap bangsa dan negara khususnya TNI, yaitu dengan membantu meringankan beban keluarga besar KRI Nanggala-402. “Saya selaku Kapuspen TNI sangat mengapresiasi kegiatan mulia ini yang telah dilakukan oleh Komunitas Streamer game PUBG Mobile Organized by Revival TV dan didukung IESPA/Esports dalam rangka menginisiasi penggalangan dana untuk keluarga besar KRI Nanggala-402,” kata Kapuspen TNI.


Pada kesempatan yang sama Kadiswatpersal Laksma TNI Taufik Arief  yang mewakili keluarga besar korban mengucapkan terima kasih banyak. “Banyak sekali elemen masyarakat Indonesia yang peduli dengan musibah tenggelamnya KRI Nanggala-402, do'a dan suport dari masyarakat semoga dapat meringankan beban psikologis yang dialami oleh keluarga korban,” harapnya.


“Termasuk juga hal yang disampaikan oleh bapak Presiden beberapa waktu yang lalu bahwa pemerintah akan menjamin biaya pendidikan putra-putri korban sampai ke level S-1 dan Angkatan Laut telah menyiapkan lahan untuk dibangunkan perumahan bagi keluarga korban yang nantinya disana akan kita buatkan monumen Nanggala-402,” ucap Laksma TNI Arief.



Autentikasi :


Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Laut (KH) Dr. Drs. Edys Riyanto, M.Si.

NUSANTARAEXPRESS, BREBES - Puluhan kendaraan masih diputar balik di pos penyekatan para pemudik pada H-3 Lebaran/Idul Fitri 1442 Hijriyah, yang akan memasuki wilayah Jawa Tengah melalui Kabupaten Brebes.

Di Brebes sendiri, terdapat tiga titik utama penyekatan yaitu di Gerbang Tol Pejagan Km. 248, Terminal Truk Kecipir Kecamatan Losari (Jalan Raya Pantura), dan jalur tikus/jalur alternatif di Desa Bojongsari Kecamatan Losari.

Sejak diberlakukannya larangan mudik dari pemerintah pada 6 Mei 2021 lalu untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19, arus lalu-lintas tampak lengang dan hanya didominasi puluhan pemudik motor.



Sementara di tempat lain, yaitu di Exit Tol Brebes Timur, tidak terlihat kendaraan roda empat atau mobil pribadi yang keluar told an hanya beberapa mobil angkutan barang yang keluar-masuk tol.

Dikemukakan Danramil 04 Tanjung melalui Bati Tuud Pelda Rullyon, dari pukul 08.00-10.00 WIB pagi ini, terjaring setidaknya 20 kendaraan para pemudik di penyekatan di Gerbang Tol Pejagan.

“Ada sekitar 19 truk/mobil box pengangkut logistik dan Alkes yang kita persilahkan lanjut, namun untuk kendaraan pribadi dan angkutan umum (3 bus dan 2 travel), diperiksa administrasi Prokes dan surat jalannya,” terangnya.

Lanjutnya, bagi pemudik yang tidak layak akan diputar balik ke arah Jakarta oleh petugas gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Satpol PP, Dishub, Dinkes, dan BPBD, BNPB, sebagai pendukung pihak Polri dalam Operasi Ketupat Candi 2021.

Terpisah, di pos penyekatan di Terminal Truk Kecipir Losari, kendaraan para pemudik dengan plat nomor luar kota diarahkan masuk area penyekatan.

”Para pemudik kita cek suhu badannya dan kelengkapan administrasi perjalanan bebas covid-19. Jika tidak memenuhi ketentuan maka akan diputar balik oleh petugas gabungan,” bebernya.

Ditambahkannya, petugas gabungan terus menghimbau kepada warga masyarakat agar dapat menahan diri tidak mudik ke daerah pada lebaran kali ini. Itu semua untuk melindungi diri sendiri dan keluarga di daerah. (Aan)
Diberdayakan oleh Blogger.