NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA - Mara Salem Harahap, wartawan yang juga pimpinan redaksi media online lassernewstoday.com, tewas ditembak orang tak dikenal atau OTK, Sabtu dinihari, 19 Juni 2021 [1]. Wartawan yang akrab dipanggil Marshal itu harus meregang nyawa sebelum tiba di RS Vita Insani Kota Siantar, Sumatera Utara, akibat luka tembak yang dideritanya. Tewasnya wartawan yang terkenal vokal dan berani tersebut diduga terkait pemberitaan-pemberitaan di media yang dipimpinnya.

Kematian Marshal menambah panjang peristiwa duka bagi kalangan pers di tanah air. Kematian dan ancaman pembunuhan seakan telah menjadi bagian dari kehidupan para jurnalis di negeri yang menjunjung tinggi demokrasi dan supremasi hukum ini. Nyawa selembar yang dimiliki para kuli digital itu selalu menjadi incaran bagi setiap pihak yang tidak ingin perilaku bejatnya menjadi konsumsi publik.

Terkait kejadian mengenaskan yang menimpa wartawan di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara itu, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, menyampaikan keprihatin yang sangat mendalam dan turut berbelasungkawa bersama keluarga korban. Tokoh pers nasional yang selalu gigih membela wartawan ini mengutuk keras perbuatan keji yang menimpa jurnalis Mara Salem Harahap.

“Atas nama PPWI dan kemanusian, kita mengutuk keras perbuatan keji yang dilakukan OTK itu terhadap rekan jurnalis Marshal. Kejadian mengenaskan ini menjadi salah satu indikator buruknya perlakuan oknum masyarakat terhadap wartawan. Pembunuh itu dapat diduga memiliki motivasi dan itikat buruk terhadap dunia jurnalistik dan pemberitaan,” tegas Wilson Lalengke, Sabtu, 19 Juni 2021.

Peristiwa demi peristiwa yang bertujuan menistakan profesi wartawan kerap menimpa kalangan pekerja media selama ini. Pengancaman, pemenjaraan, penyerangan properti milik wartawan, intimidasi, dan pemberian cap negatif terhadap jurnalis, terjadi hampir setiap waktu. Dari catatan redaksi, diketahui bahwa dalam sebulan terakhir, terjadi beberapa kasus besar yang menimpa wartawan dan keluarganya di Sumatera Utara. Pada 29 dan 31 Mei 2021, misalnya, terjadi percobaan pembakaran rumah jurnalis media online linktoday.com dan pembakaran mobil wartawan Metro TV di Sergai. Kemudian, pada 13 Juni 2021, terjadi lagi pembakaran rumah orang tua jurnalis di Binjai, dan pada 19 Juni 2021, Marshal tewas ditembak OTK.

“Belum lagi di tempat lain, demikian banyak tak terbilang peristiwa tragis yang harus dihadapi para wartawan dan pewarta setiap harinya. Sudah begitu, dengan seenak perutnya seorang bupati di Bogor mengeluarkan pernyataan yang melecehkan teman-teman jurnalis. Bukan membenahi aparat desanya, malah wartawan yang dituding macam-macam,” ujar Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu dengan mimik prihatin.

Melihat kondisi kehidupan pers yang selalu berhadapan dengan ancaman pembunuhan dan perlakuan buruk lainnya dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya, Lalengke menghimbau kepada seluruh wartawan dan pewarta di manapun berada agar meningkatkan kewaspadaan. “Saya menghimbau kepada seluruh teman-teman pekerja media, baik reporter, kameramen, kontributor, pimpinan redaksi, editor, penulis lepas, dan semuanya, untuk meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan diri, selalu waspada di segala tempat dan waktu. Jika Anda dalam ancaman, segera berkoordinasi dengan rekan media lainnya, cari tempat yang dirasa aman untuk mengamankan diri sementara sambil menunggu bantuan atau situasi menjadi lebih kondusif. Intinya, letakan kewaspadaan pada level tertinggi dalam memori insting kawan-kawan,” kata Lalengke berpesan.

Terkait peristiwa pembunuhan wartawan di Sumatera Utara itu, Lalengke juga menyentil peran negara yang terkesan abai dalam memberi perlindungan kepada rakyatnya yang berprofesi dan beraktivitas di dunia pers. Pria yang menyelesaikan studi pasca sarjananya di bidang Etika Terapan di Universitas Utrecht, Belanda, dan di Universitas Linkoping, Swedia, itu mengatakan bahwa di setiap kejadian buruk yang menimpa wartawan, pemerintah dan aparat terlihat santai, seakan menganggap bahwa penyerangan terhadap wartawan adalah sebuah konsekwensi logis yang sudah seharusnya dan wajar terjadi terhadap wartawan.

“Diakui atau tidak, umumnya para oknum pemangku kepentingan di pemerintahan, juga oknum pengusaha, apalagi mafia, pasti resisten terhadap wartawan. Mengapa? Karena wartawan adalah kelompok warga yang kritis, kepo urusan orang, dan selalu ingin melakukan koreksi atas segala sesuatu yang mereka lihat dan anggap tidak sesuai dengan yang seharusnya dilakukan oleh para oknum pejabat dan pengusaha itu,” beber Lalengke.

Dalam konteks itulah, kata Lalengke lagi, lembaga semacam Dewan Pers seharusnya tampil menjadi benteng dan banteng pembela jurnalis. “Bagaimana mungkin kemerdekaan pers akan berkembang dan lestari jika para wartawan dibiarkan membela dirinya sendiri menghadapi salakan senjata api dan kekuatan uang saat melakukan tugas-tugas jurnalistiknya? Makanya saya selalu bilang bubarkan saja Dewan Pers itu [2], tidak ada gunanya bagi wartawan, lembaga itu selama ini hanya bermafaat bagi kalangan tertentu saja, terutama bagi oknum penguasa dan pengusaha, termasuk pengusaha media yang bercokol di lembaga itu,” jelas mantan Kepala Sub Bidang Program pada Pusat Kajian Hukum Sekretariat Jenderal DPD RI ini.

Oleh karena itu, lanjut Lalengke, dia meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk memberikan perhatian dan kepedulian terhadap hak hidup wartawan di negeri ini. Menurutnya, negara ini dimerdekakan dan dibangun di atas jerih payah para wartawan juga.

“Kemampuan intelektual, keberanian mengambil resiko, dan konsistensi pada perjuangan menentang penindasan manusia oleh sesama manusia yang dimiliki setiap wartawan, merupakan modal besar dalam meraih kemerdekaan. Sifat-sifat hakiki para wartawan itu semestinya dihargai dan diberdayakan dalam mengisi kemerdekaan dan mewujudkan cita-cita perjuangan bangsa. Jadi, jangan biarkan jurnalis bertumbangan dibunuh, diancam, dipenjarakan, dicaci-maki, dan dinistakan di sana-sini karena aktivitasnya sebagai jurnalis. Presiden harus perintahkan Kapolri agar memberantas habis para preman pembunuh dan pengancam wartawan, termasuk yang senang mencap aneh-aneh para wartawan Indonesia,” tukas Wilson Lalengke yang juga menjabat sebagai Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma) itu mengakhiri pernyataannya. (APL/Red)

Catatan:

[1] Pemred Media Lokal di Sumut Diduga Tewas Ditembak OTK; https://news.detik.com/berita/d-5612091/pemred-media-lokal-di-sumut-diduga-tewas-ditembak-otk?

[2] PPWI Dukung Pembubaran Dewan Pers; https://pewarta-indonesia.com/2021/06/ppwi-dukung-pembubaran-dewan-pers/

NUSANTARAEXPRESS, ACEH SELATAN - Komandan Kodim 0107/Aceh Selatan Letnan Kolonel Inf M. Yusuf, S.I.Kom yang juga selaku Pembina Saka Wira Kartika Kodim 0107/Aceh Selatan menutup secara resmi kegiatan Perkemehan Jum'at Sabtu Minggu (Perjusami).

Petutupan kegiatan Perjusami berlangsung di Halaman Upacara Sekolah MAN Unggul Tapaktuan tepatnya di Desa Air Berudang Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan, Minggu (20/06/2021).

Diketahui, kegiatan Perjusami Gerakan Pramuka Saka Wira Kartika Kodim 0107/Aceh Selatan telah di laksanakan sejak hari Jum'at kemarin 19 Juni 2021 di Bumi Perkemahan MAN Unggul Tapaktuan Aceh Selatan dan hari ini resmi di tutup oleh Dandim Aceh Selatan.



Pada kata sambutannnya, Dandim Aceh Selatan mengatakan, bahwa perkemahan Saka Wira Kartika adalah suatu kegiatan pertemuan rutin Pramuka yang dirancang dan di selenggarakan untuk menambah pengalaman, pengetahuan dan keterampilan khususnya di bidang Saka Wira Kartika.

"Kegiatan ini di gelar untuk membentuk karakter generasi muda yang bermental kesatria kuat menghadapi tantangan dan suka menolong kepada sesama makhluk."ucap Dandim.

Dandim menambahkan, tujuan gerakan Pramuka adalah mendidik dan membawa kaum muda Indonesia guna membantu mengembangkan mental, moral, spiritual, emosional sosial, intelektual dan fisiknya.

"Sehingga di harapkan akan menjadi manusia berkepribadian, berwatak dan berbudi pekerti luhur yang berilmu, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa."tutur Dandim.

Perjusami Gerakan Pramuka Saka Wira Kartika kali ini mengangkat tema "Melalui perkemahan Pramuka Saka Wira Kartika terpusat tingkat daerah ini dapat membentuk generasi muda yang wawasan kebangsaan dan memiliki semangat bela Negara".

Dengan harapan, sebagai generasi muda penerus perjuangan bangsa yang berwawasan kebangsaan dan memiliki semangat bela Negara, menjunjung tinggi ideologi Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia, berani tampil dan menjadi pelopor di masyarakat luas.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim berpesan kepada peserta Perjusami, apa yang sudah diperoleh dan di pelajari serta pengalaman selama mengikuti perkemahan itu dapat di jadikan pedoman serta di kembangkan pada lingkungan masyarakat.

Kemudian, Komandan Kodim Aceh Selatan juga mengajak adik-adik Pramuka itu untuk bersama-sama berperan aktif dalam memerangi pandemi Covid-19 yang saat ini masih manjadi permasalahan di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

"Peran serta yang di maksud adalah, untuk ikut berperan aktif untuk membantu Pemerintah untuk mengikuti dan menjadi pelopor dalam menerapkan protokol kesehatan di manapun berada untuk memutuskan mata rantai penyebaran covid-19 tersebut."imbuh Dandim.

Terakhir, Dandim juga mengucapkan rasa terimakasih yang tulus dan penghargaan setinggi-tingginya kepada kakak-kakak pengurus dan para andalan gerakan Pramuka Kwarcab Aceh Selatan, Dewan kerja gerakan Pramuka Kwarcab Aceh Selatan dan tim penyelenggara dari Kodim dan adik-adik peserta perkemahan Pramuka Saka Wira Kartika serta kepada pihak yang telah ikut membantu terselenggaranya kegiatan perjusami itu.

"Tetaplah semangat dan jadikan Pramuka sebagai Garda terdepan perubahan untuk kaum muda."tutup Dandim.

Penutupan Perjusami tersebut, juga ikut di hadiri Ketua Kwartir Gerakan Pramuka Cabang Aceh Selatan yang di wakili Skretarisnya, Pasiter Kodim 0107/Aceh Selatan, Muspika Kecamatan Tapaktuan, Kepala MAN Unggul Tapaktuan serta para pembina Gerakan Pramuka Cabang Aceh Selatan. [Husni]

NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA - - Minum segelas kopi membuat kita menjadi segar dan lebih fresh, apalagi bila kita minum kopi kebaikan. Kopi kebaikan telah hadir di Jakarta dan merupakan cabang yang pertama yang berada di Jalan Percetakan Negara Raya 2, Senen, Jakarta Pusat.

Warung kopi ini hadir untuk semua kalangan terutama kaum Milenial. Tempat yang nyaman untuk ngobrol, santai dan menikmati segelas kopi kebaikan di sinilah tempatnya.

Pewarta media ini berkesempatan untuk mewawancarai General Manager kopi kebaikan yaitu Sapudin dan Rizal bagian logistik, Sabtu, (19/06/2021) bahwa minuman favorit yaitu kopi gula aren.

"Minuman favorit di sini adalah kopi gula aren dan dipadu dengan roti bakar juga. Kopi yang tersedia di sini berasal dari Lampung dan Jawa, dengan jumlah karyawan di tempat ini berjumlah 6 orang. Kapasitas tempat mencapai 50 orang dan dikarenakan masih pandemi Covid-19 maka kapasitas tidak bisa kita maksimalkan, karena harus jaga protokol kesehatan". ulas GM dengan singkat dengan penuh ramah.



Pewarta juga mengamati tempat yang benar-benar memberikan warna yang berbeda ini. Terdiri dari 2 lantai dan dengan desain yang minimalis membuat betah untuk berlama-lama.

Yuk, kita minum segelas kopi kebaikan hari ini. [JNI]

Pasanggrahan, Aktual News-Peningkatan jalan lingkungan atau betonisasi di Kampung Lodog Rw 06, desa Pasanggrahan Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang diduga proyek siluman hal tersebut terlihat dari dimulainya pekerjaan hingga selesai tidak terlihatnya papan proyek/anggaran di lokasi tersebut hal yang wajar jika betonisasi tersebut diduga proyek siluman, selain tidak ditemukannya papan proyek/anggaran pengawas dari dinas terkait pun tidak nampak bahkan para pekerja pun tidak dilengkapi pelindung diri sebagai mana standar prosedur operasional ( SOP ), tentang keselamatan kerja, dan diduga proyek tanpa pengawas dari dinas terkait.

Hal yang wajar jika ada kecurangan dan markup sebab tidak adanya pengawasan dari dinas terkait diduga kuat pejabat atau pengawas proyek tersebut ada kerja sama atau tahu sama tahu dengan pihak ketiga, diduga modus markup pekerjaan betonisasi diantaranya mengurangi volume ketebalan coran, seperti terlihat di bagian tengah yang akan di cor ada jejak galian berdiameter : panjang 20 meter kedalaman 5 cm jejak galian tersebut ada 4 ( empat ) titik dan disesuaikan dengan lebar jalan yg akan di cor.

Diharapkan inspektorat kabupaten Tangerang sebagai mana fungsi pengawasan agar bisa memanggil pihak ketiga melalui dinas terkait, maraknya pembangunan infrastruktur di kabupaten Tangerang disaat pandemi covid-19, jangan menjadi alasan tersendiri fungsi pengawasan dari dinas terkait harus maksimal dan jangan sampai anggaran yang di alokasikan untuk pembangunan infrastruktur di kabupaten Tangerang menjadi bancakan.
[ Red/Akt-26/Har ]

 

Aktual News

Medan,Aktual NewsTim Petugas gabungan dari Pemko Medan bersama aparatur Kodim 0201/BS dan Polrestabes Medan kembali melakukan patroli Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro ditempat-tempat keramaian di Kota Medan, Sabtu (19/6/2021) malam. Patroli ini dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kota Medan.

Namun sebelum melakukan patroli para petugas terlebih dahulu mengikuti apel bersama yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Medan, di halaman depan Kantor Wali Kota Medan. Dalam arahanya Bobby Nasution mengatakan patroli PPKM Mikro merupakan tugas dan tanggung jawab yang harus di selesaikan. Karenanya seluruh petugas harus tetap melaksanakanya dengan penuh semangat.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah berusaha menangani covid-19 di kota Medan.Tugas ini menjadi tanggung jawab yang melekat pada kita, karena itu tetap semangat dalam menjalankan tugas ini.”ucap Wali Kota.

Tapi disamping itu Bobby Nasution juga mengingatkan kepada seluruh petugas agar melakukan sosialisasi peraturan PPKM mikro ini dengan humanis namun tetap tegas.

“Kita lakukan sosialisasi ini dengan humanis namun tetap tegas, ketegasan ini untuk kebaikan masyarakat kota Medan agar masyarakat kita sadar pentingnya menjaga protokol kesehatan dan mematuhi PPKM Mikro,”bilangnya.

Namun dalam apel gabungan yang juga dihadiri Wakil Wali Kota Medan, H. Aulia Rachman, unsur Forkopimda Kota Medan, Sekda Kota Medan, Wiriya Alrahman, pimpinan OPD dan para Camat ini, Wali Kota juga menyampaikan bahwa peningkatan kasus terkonfirmasi covid-19 dalam satu minggu terakhir sebanyak 414 orang atau jika diratakan perhari pasien covid-19 bertambah sebanyak 69 orang. Sedangkan tingkat kesembuhan dalam satu minggu terakhir sebanyak 257 atau jika diratakan pasien sembuh sebanyak 42 orang setiap harinya.

Tapi walaupun kasus terkonfirmasi covid-19 di Kota Medan relatif masih cukup tinggi, namun tingkat ketersediaan tempat tidur pasien isolasi di Rumah Sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) di Kota Medan menurun dari 75% kini menjadi 43%.

“Artinya tugas kita kedepan masih cukup berat, karena itu tetap jaga kesehatan dan tetap semangat,”tandasnya. [ Red/Akt-35/Ansary ]

 

 

Aktual News

Tangerang, Aktual News-Pemilihan kepala desa serentak tahun 2021 di kabupaten tangerang akan segera di gelar sekitar tanggal 04 juli 2021,Namun melihat kondisi ini Bahrul Ulum ketua KNPI Jayanti mengantisipasi dengan di bentuknya panitia pemilihan baik dari penyelenggara maupun dari pengawas pilkades harus betul- betul menjalankan amanat sesuai tugas dan fungsinya sebagai panitia, Minggu(20/06/2021).

Ulum yang juga mantan ketua pengawas Pemilu kecamatan Jayanti, Panitia di bentuk bukan sekedar melengkapi penyelenggaraan atau seremonial saja namun pilkades serentak yang akan di laksanakan ini punya integritas yang tinggi mencerdaskan masyarakan agar menjauhi hal-hal yang sifatnya melanggar aturan, karena saya yakin dengan di bentuknya panitia pilkades dengan dasar aturan yang ada dan tugasnya pun harus sesuai aturan contohnya mengawasi terjadinya money politic yang sering terjadi di pemilihan kepala desa pada umumnya atau indikasi terjadinya hal hal yang bisa merugikan masyarakat di tingkat Rt dusun maupun kejaroan, agar kondisi sosial masyarakat bisa berjalan dengan baik Setelah pilkades selasai.

Lanjut Ulum” saya sebagai pemuda dan teman-temen pengurus KNPI akan terus memantau proses berjalannya pilkades ini dengan baik agar berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala apapun di lapangan ” Pungkasnya.
[Red/Akt -15/Mulyadi]

 

Aktual News

Tangerang, Aktual News-Dalam rapat pleno terbuka penetapan daftar pemilih tetap atau DPT yang di gelar di lantai dua gedung pemerintahan desa Pasir gintung Jayanti pada Minggu siang (20/06/2021) Camat Jayanti Yandri Permana S.stp mengucapkan terima kasih kepada ketua panitia Pilkades Muhammad Faiz Taqiudin.SE yang telah menyelesaikan tahapan pendataan pemilih di desa Pasir gintung hingga menetapkan nya di rapat pleno penetapan DPT, menurut Yandri Permana ini yang tercepat di Kecamatan Jayanti bahkan mungkin di Kabupaten Tangerang,

Masih menurut Yandri Permana.S stp kinerja yang bagus dari Ketua panitia Pilkades Pasir gintung harus di contoh oleh desa yang lain nya.

Sementara itu Muhammad Faiz Taqiudin.SE dalam sambutan nya ” ini hasil akhir atau pinal jadi tidak ada lagi penambahan data susulan ” kata nya, lebih jauh ketua panitia pun mengatakan dalam mengemban tugas sebagai Ketua panitia Pilkades di desa Pasir gintung diri nya tidak akan tendensius terhadap Calon manapun di Pasir gintung.

Dalam kesempatan itu Muhammad Faiz Taqiudin menjelaskan jika DPT desa Pasir Gintung berjumlah 4751 pemilih dan akan terbagi di 9 TPS yang ada di wilayah desa Pasir Gintung.

Setelah penetapan Daftar pemilih tetap selesai, dalam rapat pun di bahas mekanisme jadwal Kampanye para Calon kades yang berjumlah 3 orang tersebut, kampanye tentu akan di sesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19 di mana dalam minggu terakhir ini Kabupaten Tangerang berada di Zona merah, meskipun sebenar nya Kecamatan Jayanti masih di Zona kuning.

Sekcam Kecamatan Jayanti Kurnia S.stp secara intens memaparkan mekanisme Kampanye di masa pandemi Covid dan juga memaparkan cara pemilihan jika ada warga yang terpapar Covid-19, menurut Sekcam pasien yang terpapar Covid dan di karantina otomatis tidak bisa memberikan suara nya dalam pilkades sebab pasien Covid tidak bisa bertemu dengan siapa pun pada saat di Karantina.[Red/Akt-15/Mulyadi]

 

Aktual News

NUSANTARAEXPRESS, SANGAU, KALBAR - Berbagai gagasan dan ide untuk membantu percepatan pembangunan di Kalimantan Barat terus dilakukan oleh Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad. Salah satunya yang dilakukan hari ini, untuk mengenalkan potensi wisata, Pangdam XII/Tpr bersama Tanjungpura Cycling Club (TCC) bersepeda ke Danau Laet, Desa Subah, Tayan Hilir, Sanggau, Sabtu (19/6/21).

Kegiatan membantu mempromosikan wisata sekaligus untuk menjaga kebugaran tubuh ini dimulai dari simpang Sedodok pukul 06.39 WIB. Untuk sampai di Danau Laet peserta gowes menempuh jarak kurang lebih 43 Kilometer.



Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengatakan, gowes bersama kali ini selain sebagai ajang berolahraga, kegiatan ini juga untuk membantu pemerintah mempromosikan obyek wisata di Kalbar.

"Danau Laet sangat indah. Dan lokasinya tidak terlalu jauh dari Pontianak dan biayanya cukup terjangkau. Ini bisa menjadi destinasi pilihan bagi wisatawan," kata Pangdam.

Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengaku takjub. Sepanjang perjalanan dirinya dan para goweser disuguhi keindahan alam. Terlebih saat saat sampai di Danau Laet dapat menyaksikan hamparan air seluas 800 hektar dengan gugusan pulau-pulau kecil ditengahnya.



"Dengan kita berupaya mengenalkan Danau Laet ke masyarakat luas. Kita berharap semakin banyak wisatawan yang datang akan semakin memberikan kontribusi untuk kesejahteraan masyarakat sekitar danau," harapnya.

Namun demikian, Pangdam juga mengingatkan, berhubung untuk saat ini pandemi masih berlangsung, kepada para wisatawan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari infeksi virus Corona.

"Tetap patuhi protokol kesehatan. Pakai masker, jangan bergerombol dan sering mencuci tangan. Kita tetap harus produktif dan harus aman dari Covid-19," himbau Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad. [Pendam XII/Tpr]

NUSANTARAEXPRESS, BALI - Sobat Backpackers, siapa sih yang tidak ingin liburan? Sepertinya nggak ada, ya. Liburan adalah hal yang paling menyenangkan bagi setiap orang, sudah jenuh kerja dan merasa penat dengan keseharian, pasti inginnya mencari tempat-tempat baru untuk melepaskan penat. Pastinya dengan pemandangan baru bersama teman-teman kesayangan.

Info Terkait:

https://nusantaraexpress.top/2021/04/06/best-hostels-indonesia-hadir-sapa-kaum-milenial-penyuka-traveling-di-bali/

Di zaman yang serba canggih ini, banyak dari kita tidak harus bekerja dari kantor. Sekarang kita bisa kerja dimana saja, baik dari rumah maupun tempat-tempat lainnya. Menurut data dari beberapa penelitian, ternyata hal ini telah dilakukan lebih dari setengah populasi di dunia. Jangankan kerja, meeting pun bisa dari mana saja. Teknologi sangat membantu kita untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut, terlebih saat pandemi COVID-19 seperti saat ini.



Mungkin ada beberapa dari kalian yang sudah kenal istilah digital nomad. Apa sih yang sebenarnya disebut digital nomad? Digital nomad adalah orang yang bekerja untuk suatu perusahaan tapi tidak perlu datang ke kantor. Melainkan orang tersebut bisa bekerja di mana saja.

Akhir akhir ini pemerintah indonesia juga mengangkat wacana untuk bekerja dari Bali, bahkan menghimbau para ASN untuk bekerja dari Bali. Mungkin nggak sih kita berkerja di destinasi wisata? Bekerja sambil berlibur, dong? Waduh, baru mendengar saja asiknya nggak terbayangkan, ya.
Mungkin kalau kamu seorang digital nomad yang terbiasa kerja di luar kantor, hal ini akan lumrah kedengarannya. Nah, salah satu spot yang paling cocok untuk bekerja di luar kantor adalah bekerja dari hostel.


Info Terkait


https://nusantaraexpress.top/2021/04/06/best-hostels-indonesia-hadir-di-event-k-popular-2021-dance-cover-competition-festival-di-bali/

Mengapa Hostel menjadi pilihan paling tepat saat akan work from Bali?


Ada beberapa alasan mengapa hostel menjadi tempat paling tepat untuk berkeja. Berikut ini beberapa poinnya.

  1. Karena harganya yang jauh lebih murah. Pastinya faktor yang satu ini jadi daya tarik yang tak tertandingi, dong? Yups, hostel memiliki beberapa pilihan salah satunya paket per minggu atau per bulan untuk menginap. Bayangkan harga hostel yang sudah murah, dijadikan harga paket, bakalan hemat banget di ongkos menginap.

  2. Vibes-nya yang lebih friendly daripada hotel. Kalau kamu menginap di hostel terbuka kesempatan lebih luas untuk mengenal lingkungan dan budaya baru dari sesama pengunjung. Ini tidak hanya memperluas pengetahuan atau wawasan kalian namun juga relasi.

  3. Memberlakukan protokol COVID-19. Saat pandemi COVID seperti ini jangan takut untuk work from hostel. Karena hostel-hostel sudah memberlakukan protokol kesehatan sesuai dengan standar yang dikeluarkan WHO dan kemenkes. Jumlah bed yang disediakan hostel juga dikurangi menjadi 50% dari semula.

  4. Hostel juga punya ruang publik yang bakalan bikin kalian menjadi nyaman saat bekerja. Selain itu koneksi Wi-fi  juga sangat bagus. Jika kamu suka memasak dapur hostel bisa dimanfaatkan untuk membuat santapan kesukaan.

  5. Selain itu, hostel juga membuka kesempatan jejaring yang luas. Kamu bisa lebih mudah untuk berkenalan dengan penghuni lainnya. Jadi lingkup pertemananmu akan bertambah.

  6. Letaknya strategis. Hostel yang rata-rata memiliki letak yang strategis. Jadi kamu tidak perlu ribet jika ingin mengunjungi tempat wisata, akses publik, maupun restoran.

  7. Jika kamu memilih hostel dengan fasilitas kolam renang tentu lebih mengasyikan. Karena saat bosan bekerja, bisa langsung berenang atau sekadar merendam kaki di kolam renang, deh.

  8. Bekerja di Bali dijamin bikin kamu nggak gampang bosan dengan kerjaan. Karena pastinya suasana, budaya, dan tempat bekerjanya yang akan membuat kalian selalu mendapatkan ide fresh. Jadi tidak mudah suntuk lagi, deh.




Info Terkait:

https://nusantaraexpress.top/2021/03/27/backpackers-ini-7-keuntungan-menginap-di-hostel/

Tips bekerja efektif dari hostel saat work form Bali

Backpackers, berikut ini beberapa tips yang bisa kamu lakukan agar pekerjaanmu bisa lebih efektif.

  1. Bangun pagi dan buat list goal pada hari tersebut.

  2. Pastikan WiFi di hostel memiliki jaringan yang bagus.

  3. Jangan lupa bawa peralatan kantor yang biasa kalian perlukan saat bekerja.

  4. Gunakan sistem pareto saat bekerja, jadi apapun yang kalian kerjakan, tidak menyita banyak waktu dan sia-sia.

  5. Cari spot yang enak untuk bekerja di hostel

  6. Pastikan tetap menjalin komunikasi dengan rekan kerja.


Nah bagaimana, apakah kalian siap bekerja dari hostel favoritmu?



Sumber: Management Best Hostel

NUSANTARAEXPRESS, BAUBAU - Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran kerajaan atau kesultanan. Termasuk juga peran Kesultanan Buton yang berada di Sulawesi Tenggara. Sayangnya, keberadaan kerajaan dan kesultanan ini hampir dilupakan.

Kesultanan Buton dahulu dikenal sebagai kerajaan. Namun, status itu beralih menjadi kesultanan bercorak Islam pada masa pemerintahan raja ke-6, yakni La Kilaponto atau Raja Murhum (1491-1537).

Kerajaan Buton berdiri dari kedatangan orang-orang Melayu ke wilayah Buton pada akhir abad ke-13 M.

Ada empat tokoh Melayu yang datang namun tidak bersamaan, yaitu Sipanjongan, Sijawangkati, Simalui, dan Sitamanajo. Mereka membawa pengikut masing-masing.



Pada tahun 1332 M, desa-desa bentukan bangsa Melayu dan komunitas-komunitas adat yang sudah ada sebelumnya bercampur sehingga berdirilah Kerajaan Buton. Raja pertama kerajaan Buton adalah seorang perempuan, bergelar Rajaputri Wa Kaa Kaa.

Sebelum menjadi kerajaan Islam, Buton diduga dipengaruhi ajaran Hindu dan Budha dari Kerajaan Majapahit. Sebab dalam kitab Negarakertagama, karangan Mpu Prapanca, disebutkan adanya Pulau Butuni untuk menjelaskan Pulau Buton yang merupakan salah satu wilayah yang ditaklukkan Gadjah Mada.

Agama Islam berkembang pesat di Buton ketika pemerintahan Sultan Murhum, atau Sultan Muhammad Isa Khalifatul Khamis.

Setelah masa-masa pemerintahan Islam itu, Kesultanan Buton mulai diakui di Nusantara. Bahkan hingga ke jaringan kekhalifahan kesultanan dunia. Sultan Buton pun dianugerahi gelar Khalifatul Khamis oleh Khalifa Otsmaniah, gelar yang umum digunakan oleh para sultan dalam jaringan kekhalifahan Otsmaniah.

Artinya, Khilafa Islamiyah di Turki-Istanbul (Kesultanan Otsmaniah) sebagai pusat pemerintahan Islam, mengakui kedaulatan Kesultanan Buton yang menjalankan secara penuh syariat islam dalam pemerintahan.

Kesultanan Buton membangun benteng pertahanan yang menjadi benteng terluas di dunia. Benteng itu dibuat pada 1634, masa pemerintahan Sultan La Buke dengan panjang 2.740 meter untuk melindungi area seluas 401.900 meter persegi. Benteng dilengkapi 16 bastion atau menara pengintai, dan 12 pintu gerbang.

Perjalanan Kesultanan Buton juga diwarnai dengan hubungan baik dengan VOC. Namun, tahun 1637 kedekatan itu berakhir. Keduanya berperang. Tapi, benteng Kesultanan Buton rupanya terlalu kuat untuk VOC.

Perang kembali terjadi pada 1752, 1755, dan 1776, karena VOC melakukan kelicikan dalam perdagangan rempah-rempah. Di bawah pimpinan Sultan La Karambau, Buton berhasil mengatasi Belanda.

Namun, muncul konflik internal di kerajaan hingga memperlemah Kesultanan Buton. Hingga akhirnya saat Indonesia merdeka pada 1945 Kesultanan Buton masuk dalam pemerintahan Indonesia, wilayah administrasi Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kini Kesultanan Buton masih ada, pemegang tahta adalah Sultan Buton ke-40 Paduka Yang Mulia La Ode Muhammad Izzat Manarfa.

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, dan rombongan senator, ditemani Sekjen Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) Yani WSS Kuswodidjoyo, sempat mengunjungi rumah tempat tinggal Sultan Buton ke-40 yang disebut Istana Sultan Falihi.

Selain sebagai rumah tinggal, tempat tersebut juga difungsikan sebagai museum dengan nama Museum Baa’dia atau Pusat Kebudayaan Wolio. La Ode M Izzat Manarfa adalah putra tertua dari Sultan Buton ke-38, La Ode Falihi Qaimuddin Khalifatul Khamis.

Rumah tersebut berdiri dua tingkat dengan dominasi kayu dan disangga dengan umpak batu dibuat dari batu karang. Tingkat pertama pada bagian depan dijadikan sebagai tempat menyimpan benda-benda kerajaan seperti guci, wadah dari kuningan dan perak, keramik, baju-baju, dan foto-foto.

Di tingkat kedua juga dijadikan sebagai tempat menyimpan benda-benda peninggalan kerajaan seperti wadah kuningan, gerabah, keramik, senjata (meriam kecil), gong, patung, tombak, bendera dan benda-benda lainnya.

LaNyalla sempat membuka beberapa pusaka tombak yang ada di sana. Antara lain berbentuk seperti Semar dan trisula.

Sultan Buton ke-40 mengatakan, meski respons Pemerintah Kota Baubau terhadap situs cagar budaya cukup bagus, namun realisasi di lapangan masih perlu ditingkatkan.

"Kita masih mengelola dan merawat peninggalan Kesultanan ini secara pribadi. Kiranya perlu pemerintah ikut mengulurkan tangan dalam pemeliharaannya," kata La Ode Muhammad Izzat Manarfa.

Selain meninggalkan benteng terluas, di dalam Benteng Keraton Buton terdapat juga Masigi Ogena atau Masjid Agung, Baruga Keraton, makam-makam sultan, dan pejabat tinggi serta rumah adat malige.

Terdapat pula Sulana Tombi, yaitu tiang bendera setinggi 21 meter yang dibangun pada tahun 1712 di masa Sultan Buton Sakiuddin Darul Alam. Tiang bendera terbuat dari kayu jati ini berada di halaman Masjid Agung. Dipakai untuk mengibarkan longa-longa, bendera milik kesultanan berbentuk segitiga.

Di halaman masjid juga terdapat jangkar raksasa yang diambil dari kapal dagang VOC yang karam di perairan Buton pada 1592.

Dalam sambutannya di Baruga Keraton Buton, LaNyalla mengingatkan Indonesia lahir karena peran dan dukungan dari kerajaan dan kesultanan Nusantara. Hal tersebut lantaran para Raja dan Sultan Nusantara yang memberikan kontribusi nyata, baik material maupun non material untuk lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pada saat BPUPKI dan PPKI bersidang untuk merumuskan persiapan kemerdekaan Indonesia dan merumuskan ideologi bangsa ini, hampir semua raja dan sultan menyumbangkan pikiran dan gagasan mereka,” tuturnya.

Menurut LaNyalla, gagasan dan pemikiran para raja dan tokoh-tokoh itulah kemudian lahir ideologi Pancasila dengan nilai-nilai yang terkandung melalui butir-butir dari lima sila di dalamnya. (*)

NUSANTARAEXPRESS, BANGKALAN - Ingat, walau sudah di vaksin namun harus tetap menggunakan masker dan terus menerapkan disiplin protokol kesehatan, karena walau telah di vaksin bukan berarti kebal terhadap virus Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S.I.P., didampingi Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, Menteri Kesehatan Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU., Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. dan Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa pada saat meninjau Serbuan Vaksinasi di Halaman Gedung PT. ASDP Bangkalan Madura Jawa Timur, Sabtu (19/6/2021).



Adapun masyarakat yang mengikuti vaksinasi siang hari ini sejumlah 2000 orang dan jumlah vaksinator sebanyak 63 personel, terdiri dari TNI AD 14 personel, TNI AL 7 personel, TNI AU 7 personel, Polri 7 personel dan Dinkes  28 personel.

"Serbuan Vaksinasi Nasional harus terus dilaksanakan dan digencarkan guna mempercepat pencapaian herd immunity, sehingga program pemerintah ke depan dapat terwujud dengan cepat dan baik, menuju Indonesia sehat bebas Covid-19," tegas Panglima TNI.

 

Autentikasi :

Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Laut (KH) Dr. Drs. Edys Riyanto, M.Si.

NUSANTARAEXPRESS, SAMBAS, KALBAR - Ilmu agama menjadi tiang dasar pendidikan akhlak seorang anak dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini pula yang menjadi perhatian anggota Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Mekanis 643/Wns, sehingga ikut serta dalam mengajarkan anak-anak di perbatasan tentang ilmu agama, salah satunya belajar mengaji.

Hal ini disampaikan Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Mekanis 643/Wns, Letkol Inf Hendro Wicaksono, S.I.P, dalam keterangan tertulisnya dari Kotis Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (19/6/2021).

Dansatgas mengatakan kegiatan ini dilakukan oleh Pos Berjongkong Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns bertempat di masjid Fastabul Khoirot dengan guru mengaji Danpos Berjongkong Letda Inf M. Aris dan Praka Ismail yang diikuti oleh 10 orang anak dari Kampung Trans, Dusun Sebunga, Desa Beruang, kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.

Selaku pimpinan, kata Dansatgas, dirinya sangat mendukung penuh kegiatan yang berdampak positif dan bermanfaat bagi anak-anak di perbatasan. “Tentunya dengan mengajar mengaji anak-anak di perbatasan akan menjadi suatu wadah pembelajaran dalam menambah pengetahuan tentang ilmu agama.”

Di tempat terpisah Danpos Berjongkong Letda Inf M. Aris mengatakan selain melaksanakan tugas pokoknya dalam menjaga keamanan di wilayah perbatasan, anggota Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns juga melaksanakan kegiatan pembinaan teritorial dengan berbagai metode seperti membantu mengajar di sekolah, memberikan pengobatan, melakukan komunikasi sosial dengan masyarakat, hingga menjadi guru mengaji bagi anak-anak.

"Kegiatan mengajar ngaji ini rencananya akan menjadi program tetap Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns khususnya Pos Berjongkong," ucap Danpos.

Sementara itu, Bapak Salwah (39) salah satu tokoh agama di Kampung Trans, Dusun Sebunga, Desa Beruang, Kecamatan Sajingan Besar merasa senang atas kedatangan anggota Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns karena telah bisa memberikan pelajaran ilmu agama Islam.

"Semoga kehadiran bapak-bapak TNI dari Yonif Mekanis 643/Wns bisa menambah motivasi bagi anak-anak untuk lebih giat lagi belajar mengaji," ucapnya. [Pen Satgas Pamtas 643/Wns]

NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA - Mara Salem Harahap, wartawan yang juga pimpinan redaksi media online lassernewstoday.com, tewas ditembak orang tak dikenal atau OTK, Jumat dinihari, 19 Juni 2021 [1]. Wartawan yang akrab dipanggil Marshal itu harus meregang nyawa sebelum tiba di RS Vita Insani Kota Siantar, Sumatera Utara, akibat luka tembak yang dideritanya. Tewasnya wartawan yang terkenal vokal dan berani tersebut diduga terkait pemberitaan-pemberitaan di media yang dipimpinnya.

Kematian Marshal menambah panjang peristiwa duka bagi kalangan pers di tanah air. Kematian dan ancaman pembunuhan seakan telah menjadi bagian dari kehidupan para jurnalis di negeri yang menjunjung tinggi demokrasi dan supremasi hukum ini. Nyawa selembar yang dimiliki para kuli digital itu selalu menjadi incaran bagi setiap pihak yang tidak ingin perilaku bejatnya menjadi konsumsi publik.



Terkait kejadian mengenaskan yang menimpa wartawan di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara itu, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, menyampaikan keprihatin yang sangat mendalam dan turut berbelasungkawa bersama keluarga korban. Tokoh pers nasional yang selalu gigih membela wartawan ini mengutuk keras perbuatan keji yang menimpa jurnalis Mara Salem Harahap.

“Atas nama PPWI dan kemanusian, kita mengutuk keras perbuatan keji yang dilakukan OTK itu terhadap rekan jurnalis Marshal. Kejadian mengenaskan ini menjadi salah satu indikator buruknya perlakuan oknum masyarakat terhadap wartawan. Pembunuh itu dapat diduga memiliki motivasi dan itikat buruk terhadap dunia jurnalistik dan pemberitaan,” tegas Wilson Lalengke, Sabtu, 19 Juni 2021.

Peristiwa demi peristiwa yang bertujuan menistakan profesi wartawan kerap menimpa kalangan pekerja media selama ini. Pengancaman, pemenjaraan, penyerangan properti milik wartawan, intimidasi, dan pemberian cap negatif terhadap jurnalis, terjadi hampir setiap waktu. Dari catatan redaksi, diketahui bahwa dalam sebulan terakhir, terjadi beberapa kasus besar yang menimpa wartawan dan keluarganya di Sumatera Utara. Pada 29 dan 31 Mei 2021, misalnya, terjadi percobaan pembakaran rumah jurnalis media online linktoday.com dan pembakaran mobil wartawan Metro TV di Sergai. Kemudian, pada 13 Juni 2021, terjadi lagi pembakaran rumah orang tua jurnalis di Binjai, dan pada 19 Juni 2021, Marshal tewas ditembak OTK.

“Belum lagi di tempat lain, demikian banyak tak terbilang peristiwa tragis yang harus dihadapi para wartawan dan pewarta setiap harinya. Sudah begitu, dengan seenak perutnya seorang bupati di Bogor mengeluarkan pernyataan yang melecehkan teman-teman jurnalis. Bukan membenahi aparat desanya, malah wartawan yang dituding macam-macam,” ujar Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu dengan mimik prihatin.

Melihat kondisi kehidupan pers yang selalu berhadapan dengan ancaman pembunuhan dan perlakuan buruk lainnya dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya, Lalengke menghimbau kepada seluruh wartawan dan pewarta di manapun berada agar meningkatkan kewaspadaan. “Saya menghimbau kepada seluruh teman-teman pekerja media, baik reporter, kameramen, kontributor, pimpinan redaksi, editor, penulis lepas, dan semuanya, untuk meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan diri, selalu waspada di segala tempat dan waktu. Jika Anda dalam ancaman, segera berkoordinasi dengan rekan media lainnya, cari tempat yang dirasa aman untuk mengamankan diri sementara sambil menunggu bantuan atau situasi menjadi lebih kondusif. Intinya, letakan kewaspadaan pada level tertinggi dalam memori insting kawan-kawan,” kata Lalengke berpesan.

Terkait peristiwa pembunuhan wartawan di Sumatera Utara itu, Lalengke juga menyentil peran negara yang terkesan abai dalam memberi perlindungan kepada rakyatnya yang berprofesi dan beraktivitas di dunia pers. Pria yang menyelesaikan studi pasca sarjananya di bidang Etika Terapan di Universitas Utrecht, Belanda, dan di Universitas Linkoping, Swedia, itu mengatakan bahwa di setiap kejadian buruk yang menimpa wartawan, pemerintah dan aparat terlihat santai, seakan menganggap bahwa penyerangan terhadap wartawan adalah sebuah konsekwensi logis yang sudah seharusnya dan wajar terjadi terhadap wartawan.

“Diakui atau tidak, umumnya para oknum pemangku kepentingan di pemerintahan, juga oknum pengusaha, apalagi mafia, pasti resisten terhadap wartawan. Mengapa? Karena wartawan adalah kelompok warga yang kritis, kepo urusan orang, dan selalu ingin melakukan koreksi atas segala sesuatu yang mereka lihat dan anggap tidak sesuai dengan yang seharusnya dilakukan oleh para oknum pejabat dan pengusaha itu,” beber Lalengke.

Dalam konteks itulah, kata Lalengke lagi, lembaga semacam Dewan Pers seharusnya tampil menjadi benteng dan banteng pembela jurnalis. “Bagaimana mungkin kemerdekaan pers akan berkembang dan lestari jika para wartawan dibiarkan membela dirinya sendiri menghadapi salakan senjata api dan kekuatan uang saat melakukan tugas-tugas jurnalistiknya? Makanya saya selalu bilang bubarkan saja Dewan Pers itu [2], tidak ada gunanya bagi wartawan, lembaga itu selama ini hanya bermafaat bagi kalangan tertentu saja, terutama bagi oknum penguasa dan pengusaha, termasuk pengusaha media yang bercokol di lembaga itu,” jelas mantan Kepala Sub Bidang Program pada Pusat Kajian Hukum Sekretariat Jenderal DPD RI ini.

Oleh karena itu, lanjut Lalengke, dia meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk memberikan perhatian dan kepedulian terhadap hak hidup wartawan di negeri ini. Menurutnya, negara ini dimerdekakan dan dibangun di atas jerih payah para wartawan juga.

“Kemampuan intelektual, keberanian mengambil resiko, dan konsistensi pada perjuangan menentang penindasan manusia oleh sesama manusia yang dimiliki setiap wartawan, merupakan modal besar dalam meraih kemerdekaan. Sifat-sifat hakiki para wartawan itu semestinya dihargai dan diberdayakan dalam mengisi kemerdekaan dan mewujudkan cita-cita perjuangan bangsa. Jadi, jangan biarkan jurnalis bertumbangan dibunuh, diancam, dipenjarakan, dicaci-maki, dan dinistakan di sana-sini karena aktivitasnya sebagai jurnalis. Presiden harus perintahkan Kapolri agar memberantas habis para preman pembunuh dan pengancam wartawan, termasuk yang senang mencap aneh-aneh para wartawan Indonesia,” tukas Wilson Lalengke yang juga menjabat sebagai Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma) itu mengakhiri pernyataannya. (APL/Red)

Catatan:

[1] Pemred Media Lokal di Sumut Diduga Tewas Ditembak OTK; https://news.detik.com/berita/d-5612091/pemred-media-lokal-di-sumut-diduga-tewas-ditembak-otk?

[2] PPWI Dukung Pembubaran Dewan Pers; https://pewarta-indonesia.com/2021/06/ppwi-dukung-pembubaran-dewan-pers/

NUSANTARAEXPRESS, ACEH SELATAN - Babinsa Koramil 09/Trumon Kodim 0107/Aceh Selatan Serda Samsurizal bersama perangkat Desa serta relawan Satgas Covid-19 Desa Kapa Seusak memasang Spanduk berupa himbuan kepatuhan Protokol Kesehatan.

Di ketahui, sebanyak 13 Spanduk di pasang di sejumlah titik strategi dalam Desa Kapa Seusak Kecamatan Trumon Timur Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu (19/06/2021).

Dalam kesempatan ini, turut juga berhadir Kepala Desa Kapa Seusak Sdr Tenang Berutu berserta perangkatnya Desanya.



Serda Samsurizal mengatakan, pemasangan spanduk tersebut sebagai bentuk sinergitas antara Babinsa dan perangkat Desa di wilayah binaannya serta upaya dan langkah dalam menyampaikan himbauan kepada masyarakat setempat agar terus melakukan kedisiplinan Protokol Kesehatan.

"Selain itu juga, spanduk himbuan ini sebagai langkah tindak lanjut kita bidang pelaksanaan PPKM Mikro serta dalam mengedukasi warga terhadap bahaya penyebaran covid-19."ujar Serda Samsurizal.

Serda Samsurizal berharap, adanya spanduk tersebut dapat memberikan pemahaman kepada warga khususnya masyarakat Desa Kapa Seusak terkait pencegahan penyebaran Covid-19.

"Harapannya warga kapa seusak terus disiplin merapkan protokol kesehatan demi terus terjaganya diri, keluarga serta lingkungan dari penyebaran covid-19 tersebut."tutup Serda Samsurizal. [Husni]
Diberdayakan oleh Blogger.