https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgTJW-Zp8fBJURdHOGMjuHHjL0dz9-XyiuRsxs2sDxcglo5xdHjjES-lqpM2aSDbGzkKjuK2moHobyxb-m2uUp3sFVOFCamLv4OZ6a9BT7prAKvJ9_GEROqi-jA0uV_dnZ-FrWx3sGvUJJW8786ROyXg7gTFLWWDT6ERJxcURbUv5XtrgocIMrmx1k6NKg=s720

NUSANTARAEXPRESS, LABUHANBATU SELATAN - Sudah berjalan 75 tahun semenjak Indonesia menyatakan kemerdekaanya dari jajahan Belanda dan Jepang, dari tahun ke tahun Pemerintah terus melakukan pembangunan, baik infrastruktur, ekonomi hingga SDM masyarakatnya, namun kemerdekaan mutlak tersebut jauh dari yang diharapkan masyarakat empat dusun yang terletak di desa Mandala Sena Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Berdiri sejak tahun 1970 an, dusun Pulung Rejo, Wonodadi, Payamambang dan Parsorean  yang terletak tidak jauh dari ibukota Labuhanbatu Selatan ini dirasakan masyarakat sekitar tanpa perhatian dari pemerintahan Kabupaten maupun desa.

Hal ini terlihat beberapa hari sebelumnya Kamis 26/11/2020 ketika awak media mengunjungi desa yang masyarakatnya berpenghasilan sebagai petani karet dan juga sawit tersebut, jalan yang berlumpur dan berkubang bak kandang kerbau terlihat hampir disepanjang jalan.



[nextpage title="next"]

“Lokasi jalan dimaksud jalan dari dusun Sialang Pamoran menuju dusun Pulung Rejo, Pulung Rejo ke  Wonodadi, Pulung Rejo ke Payamambang dan Payamambang ke Parsorean, genangan air dan lumpur mempersulit pengguna jalan yang melintas, " Jangankan Mobil, Sepeda motor pun susah untuk lewat" ucap R (20) tokoh pemuda dusun Pulung Rejo.



Menurut R, jalan tersebut selalu dilalui anak-anak ke sekolah, namun heranya dari tahun berdirinya dusun ini kata kakekku gak pernah ada pembangunan jalan yang dilakukan pemerintah.

"Janji janji pejabat saat kampanye jelang pemilihan kepala daerah dan desa selalu kami terima, namun sekalipun tak pernah terealisasi”. Ucapnya.



[nextpage title="next"]
Hal senada juga di sampaikan Rahmad salah satu warga sekitar, menurutnya dusun yang dulunya tempat dia tinggal hanya dimanfaatkan sebagai ladang janji kampanye para pejabat, " dulu beberapa tahun lalu pak bupati pernah datang ke kolam Padang, sa'at itu beliau mengatakan akan membangun jalan disini, dan kades yang ngaku dekat sama Bupati juga pernah janji mengaspal jalan dari pamoran ke Pulung Rejo sepanjang 3 KM, namun nyatanya nol, kami cuma kena janji manis, ucapnya.



Dilihat dari kondisinya, Awak media menilai Pemkab Labusel gagal mensejahterakan rakyatnya. Jalan adalah sarana terpenting meningkatkan perekonomian masyarakat, jika jalan bagus sudah pasti perekonomian akan mulus.

Masyarakat empat dusun tersebut, sangat berharap pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan memperhatikan kondisi dusun mereka, sarana jalan sangat mereka butuhkan terlebih di musim penghujan saat ini.

"Dimana letak keberhasilan mereka yang katanya ingin mensejahterakan masyarakat, jalan saja kami susah", ujar A.menimpali. [Rahmad]

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.