https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgTJW-Zp8fBJURdHOGMjuHHjL0dz9-XyiuRsxs2sDxcglo5xdHjjES-lqpM2aSDbGzkKjuK2moHobyxb-m2uUp3sFVOFCamLv4OZ6a9BT7prAKvJ9_GEROqi-jA0uV_dnZ-FrWx3sGvUJJW8786ROyXg7gTFLWWDT6ERJxcURbUv5XtrgocIMrmx1k6NKg=s720

Aceh, Aktual News- Ketua Projo Simeulue Yusuf Daud apresiasi
Kepada KH Gus Nuril Arifin Husein pendiri sekaligus Ketum Patriot Garuda Nusantara (PGN). Yang telah membentuk dan pembaretan Banser Nahdhatul Ulama (NU) Kabupaten Simeulue pada hari rabu 8/12/2021 di pantai busung indah kecamatan Teupah Tengah.

Harapan kita Banser NU Simeulue dapat menjadi pasukan terdepan untuk membela ulama dan kebenaran di bumi Simeulue Ate Fulawan. Imbuh Yusuf Daud.

Acara pembentukan Banser NU Simeulue turut dihadiri oleh Kapolres Simeulue AKBP Pandji Santoso S.I.K, M.Si, Ketua PROJO Simeulue Yusuf Daud, Ulama dan LSM serta awak media.

KH Gus Nuril Arifin Husein merupakan pendiri Patriot Garuda Nusantara (PGN) dan juga pengasuh pondok pesantren An-Nuriyah Sokotunggal Semarang dan Sokotunggal Abdurrahman Wahid Jakarta.

Gus Nuril Arifin Husein salah satu Sesepuh Banser NU menyampaikan dalam amanatnya, selaku inspektur upacara pembaretan menyampaikan pesan-pesan untuk segenap kader Banser Simeulue.

Proses pembaretan anggota Banser NU Simeulue merupakan kelayakan seorang kader Banser, juga merupakan suatu penggemblengan spirit, mental dan sikap sebagai kader NU. Imbuh Gus Nuril.

“Saya menegaskan kepada seluruh kader Banser yang mengikuti pembaretan bahwa prosesi pembaretan yang kalian ikuti ini adalah merupakan kelayakan seorang kader Banser”.

“Di sisi lain juga merupakan satu pengemblengan spirit dan mental serta sikap sebagai kader NU dan sebagai tentara NU dan sebagai pembela NKRI dan Pancasila.” Tambahnya.

Menurutnya, Banser tidak sekadar hanya dilihat dari sisi pakaian seragam loreng dengan kelengkapan atribut. Tapi lebih dari itu, sebagai kader terdepan yang harus lebih memberikan dan menebarkan kemaslahatan kepada bangsa dan umat.

“Berbanggalah bahwa Banser adalah organisasi besar di seluruh Indonesia. Banser ini bukan jumlah kecil. Tapi Banser tetap konsisten mengikuti instruksi dan patuh kepada pimpinan,” ujarnya.

“Saya bangga sekali, jangankan hanya pikiran, tenaga dan harta. Jika kalian saja bersedia mengorbankan nyawa untuk NU dan NKRI, saya pun siap bersama kalian,” tegas Gus Nuril”.

“Untuk berkhidmad kepada NU, Ansor dan Banser diperlukan Pengorbanan, keikhlasan dan komitmen yang sungguh-sungguh. Semoga dengan Pembaretan ini dapat menambah rasa tanggung jawab bagi kita semua terhadap Bangsa, Agama dan Organisasi yang kita cintai” Ucap Gus Nuril.

Sementara itu, pembaretan Banser ke-1, Banser Simeulue dilaksanakan selama satu hari penuh. Diikuti 200 peserta dari beberapa kecamatan yang ada di kabupaten Simeulue.

Dengan dilakukannya Prosesi ini, maka 200 Peserta yang mengikuti kegiatan berhak untuk menggunakan Baret Banser sebagai Simbol tertinggi keanggotaan.

Menutup amanatnya, Gus Nuril Arifin mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan pembaretan kader Banser NU kabupaten Simeulue, terutama sekali kepada Kapolres Simeulue AKBP Pandji Santoso beserta jajarannya. [Red/Akt-25/As]

 

Aktual News.

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.