https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgTJW-Zp8fBJURdHOGMjuHHjL0dz9-XyiuRsxs2sDxcglo5xdHjjES-lqpM2aSDbGzkKjuK2moHobyxb-m2uUp3sFVOFCamLv4OZ6a9BT7prAKvJ9_GEROqi-jA0uV_dnZ-FrWx3sGvUJJW8786ROyXg7gTFLWWDT6ERJxcURbUv5XtrgocIMrmx1k6NKg=s720

Sidoarjo, AktualNews – Pemkab Sidoarjo berkomitmen menata berbagai ikon kota serta ruang-ruang publik. Salah satunya rencana pembangunan landmark kota yang akan ditempatkan di perempatan Babalayar Ramayana atau City Plaza (Ciplaz) Sidoarjo.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengatakan, perempatan Babalayar merupakan bagian dari jantung wajah kota Sidoarjo. Meski tempatnya sangat strategis, selama ini ternyata belum mendapat sentuhan penataan kota.

“Perempatan Mall Ciplaz ini ada di jantung kota Sidoarjo. Harus menjadi oase arsitektural kota di tengah pesatnya aktivitas warga. Tidak seperti sekarang, kelihatan tak tersentuh sama sekali,” ujarnya kepada media, Selasa (15/2/2022).

Muhdlor yang belum genap setahun dilantik menjadi bupati itu mengatakan, selama ini Sidoarjo memang masih minim tempat-tempat ikonik. Padahal, sambung dia, landmark alias tetenger kota adalah elemen penting untuk membantu orang mengorientasikan diri di dalam kotanya. Selain tentu saja untuk membantu orang mengenali suatu daerah.

“Nantinya di perempatan itu, penataannya kita bikin terintegrasi. Artinya bukan hanya landmark baru, tetapi sekitarnya juga harus ditata. Juga harus semakin bersih,” jelas Muhdlor.

Nantinya, desain arsitekturnya akan melibatkan partisipasi publik. Pemkab Sidoarjo akan melombakannya. Semua arsitek atau pegiat desain diperbolehkan ikut. Jurinya pun akan melibatkan sejumlah arsitek ternama.

“Yang jelas dalam waktu dekat karena sudah kita siapkan anggaran pembangunannya,” terang Muhdlor.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Bahrul Amig sebelumnya sudah rapat koordinasi dengan instansi terkait termasuk Polresta Sidoarjo dan Kodim 0816 untuk membahas penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Pelibatan instansi kepolisian dan TNI itu bagian dari kerja kolaboratif bersama jajaran Forkopimda Sidoarjo dalam melakukan penataan kota.

“Betul, tahun ini akan ada pembangunan landmark atau ikon di perempatan Babalayar. Kemarin sudah kita rapatkan di Kantor DLHK,” ujar Bahrul Amig.

Rencana kapan akan dimulai pembangunannya, Amig menyampaikan tinggal menunggu desain jadi, “Kita tunggu desainnya jadi, karena nanti akan disayembarakan dulu untuk desainnya. Pak Bupati yang mengumumkan nanti,” pungkasnya.(Red/Akt-21/Redho)

 

AktualNews

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.