https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgTJW-Zp8fBJURdHOGMjuHHjL0dz9-XyiuRsxs2sDxcglo5xdHjjES-lqpM2aSDbGzkKjuK2moHobyxb-m2uUp3sFVOFCamLv4OZ6a9BT7prAKvJ9_GEROqi-jA0uV_dnZ-FrWx3sGvUJJW8786ROyXg7gTFLWWDT6ERJxcURbUv5XtrgocIMrmx1k6NKg=s720

Foto Dokumentasi : Tumpang Sugian, (Seragam LDK). Kades Wanakerta kecamatan Sindangjaya kabupaten Tangerang. 

Tangerang, AktualNews-Beredar luas di pesan WhatsApp (WA), audio suara percakapan yang diduga suara kepala Desa Wanakerta kecamatan Sindangjaya kabupaten Tangerang, dalam suara audio yang berdurasi 0.30 menit tersebut diduga suara kades Wanakerta Suhardi/Tumpang Sugian, yang menyebutkan dengan nada ancaman kepada LSM dan Wartawan, dalam rekaman audio Tumpang Sugian menyebutkan ” kepala desa angkatan tanggal 10 bulan 10, bukan kepala desa kaleng-kaleng, Kades baja full, baja Krakatau Stell, wartawan, LSM, lewat mau di kasihin amplop lima puluh ribu silahkan, tidak mau akan saya tunjukan ketika saya lagi dididik di Pusdikif Cimahi Bandung, ya jangan macam-macam lsm sama wartawan”, dengan beredarnya suara audio  tersebut.

Tumpang kades Wanakerta sudah menistakan profesi wartawan, secara wartawan dalam menjalankan tugas sebagai jurnalis atau pewarta pastinya menjunjung tinggi kode etik dan wartawan bukan pengemis.

Ditempat dan waktu yang sama Wakil Ketua DPD AMPI kabupaten Tangerang, Herli Surbi menyayangkan pernyataan Kades Wanakerta kecamatan Sindangjaya kabupaten Tangerang, yang secara tidak langsung telah mengancam dan atau memojokkan atau melecehkan profesi wartawan dan lsm, Herli Surpi berharap kepada ketua Adepsi kabupaten Tangerang, dapat memberikan teguran kepada Kades Wanakerta agar bisa menjaga sikap dan perilaku. [ Red/Akt-26/Har ]

 

AktualNews

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.