https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgTJW-Zp8fBJURdHOGMjuHHjL0dz9-XyiuRsxs2sDxcglo5xdHjjES-lqpM2aSDbGzkKjuK2moHobyxb-m2uUp3sFVOFCamLv4OZ6a9BT7prAKvJ9_GEROqi-jA0uV_dnZ-FrWx3sGvUJJW8786ROyXg7gTFLWWDT6ERJxcURbUv5XtrgocIMrmx1k6NKg=s720

NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Longki Djanggola menjadi narasumber pada Forum Komunikasi Transmigrasi Regional II Tahun 2021 yang dihadiri Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Halim Iskandar di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (27/5/2021).

Kegiatan itu dihadiri gubernur, bupati, dan Kepala Dinas Transmigrasi Wilayah Regional II, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Tengah Drs. Arnold Firdaus, MTP turut hadir di acara ini.

Forum Komunikasi Transmigrasi Regional II Tahun 2021 dengan tema “Revitalisasi Kawasan Transmigrasi Mendukung SDGs Desa” itu dibuka oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah  Tertinggal dan Transmigrasi.

Dalam sambutannya, menteri menyampaikan rasa syukur kepada seluruh narasumber yang berkenan hadir dan menyampaikan pemikirannya dalam pembangunan program transmigrasi, khususnya kepada Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola.

Karena kata menteri, Gubernur Sulteng sudah tiga kali menjadi narasumber, dan akan menjadi narasumber seterusnya karena Longki adalah pemimpin dua periode sebagai bupati dan gubernur pada daerah transmigrasi.

Menteri juga menyampaikan, konsep transmigrasi akan didorong menjadi daerah pertumbuhan ekonomi dan pemerataan ekonomi melalui program revitalisasi transmigrasi, dengan peningkatan infrastruktur dan peningkatan sarana dan prasarana yang diharapkan.

Pada kesempatan itu, Gubernur Longki menyampaikan transmigrasi di Sulteng itu sudah ada sebelum program transmigrasi di wilayahnya, dan saat ini disebut Jawa Kalawara.
“Saya menyampaikan bahwa transmigrasi sudah banyak memberikan dampak yang baik dan manfaatnya baik kepada masyarakat setempat,” katanya.
Walaupun kata dia, pada tahun 1970 dia juga ikut menolak program transmigrasi waktu itu.

Karena kata dia, melihat program transmigrasi waktu itu adalah seolah-olah memindahkan orang-orang yang miskin ke daerah transmigrasi.
Sehingga dia menganggap waktu itu adalah memindahkan kemiskinan baru ke daerah lokasi transmigrasi.

Tetapi dia mensyukuri saat ini konsep transmigrasi sudah sangat baik karena masyarakat yang melakukan transmigrasi sudah terlebih dahulu dilakukan keterampilan-keterampilan sesuai potensi yang akan dikelola di daerah transmigrasi.
“Tetapi saya berharap agar pemerintah melalui kementerian terkait untuk memberikan perhatian, membangun infrastruktur dengan baik dan memberikan perhatian seperti sertifikasi lahan,” katanya.

Gubernur menegaskan, program transmigrasi masih sangat dibutuhkan, khususnya di Sulteng, daerah sangat luas dan berpotensi.
Dia menyampaikan di daerahnya saat ini banyak warga transmigrasi yang sudah berhasil seperti menjadi dokter, pejabat, dan anggota DPRD.

Menurutnya, program transmigrasi sampai saat ini dan seterusnya sangat dibutuhkan karena program transmigrasi sudah memberikan dampak terhadap pembangunan, khususnya di Sulteng.
“Dukungan warga transmigrasi terhadap saya sebagai bupati dua periode dan gubernur dua periode dari warga transmigrasi sangat kuat, sehingga kalau ada undangan dari Kementerian Transmigrasi saya wajib hadiri,” katanya.
Gubernur Sulteng menjadi narasumber bersama Bupati Bantul sebagai daerah pengirim warga transmigrasi, pejabat Bappenas dan Kementerian Kominfo RI. (RED)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.