https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgTJW-Zp8fBJURdHOGMjuHHjL0dz9-XyiuRsxs2sDxcglo5xdHjjES-lqpM2aSDbGzkKjuK2moHobyxb-m2uUp3sFVOFCamLv4OZ6a9BT7prAKvJ9_GEROqi-jA0uV_dnZ-FrWx3sGvUJJW8786ROyXg7gTFLWWDT6ERJxcURbUv5XtrgocIMrmx1k6NKg=s720

NUSANTARAEXPRESS, KEEROM - Memanfaatkan keterampilan untuk menciptakan kreatifitas, Prajurit Pos Kotis Satgas Pamtas Yonif 312/KH menciptakan alat sepuh besi sederhana dengan menggunakan bahan daur ulang di Kampung Senggi, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua.

Hal tersebut disampaikan Dankima Satgas Pamtas Yonif 312/KH Kapten Inf Puriadi Mardan dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua. Kamis (07/01/2021).

Diungkapkan Puriadi bahwa selama melaksanakan tugas pengamanan perbatasan, Satgas Yonif 312/KH selalu mengerahkan kemampuan yang dimiliki untuk mengatasi kendala-kendala yang dihadapi masyarakat di perbatasan dalam rangka membangun SDM demi merawat rasa kebangsaan warga di tapal batas.

“Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Prada Tumiadi dengan keterampian yang dimilikinya menciptakan alat sepuh besi sederhana dengan memanfaatkan bahan-bahan daur ulang,” ucap Puriadi.



 

[nextpage title="Next"]

Terpisah, Tumiadi mengatakan ide menciptakan alat sepuh besi ini berawal dari melihat barang-barang bekas yang rusak dan tidak terpakai, sehingga muncul ide untuk membuat barang tidak terpakai tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Lebih lanjut Tumiadi menjelaskan alat ini menggunakan blender bekas sebagai motor penggerak blower kemudian memakai panci bekas yang dibentuk menjadi plat sebagai baling-baling kipas, kemudian dirangkai dengan menggunakan ember dan galon sebagai bodi. Blower ini kemudian dihubungkan dengan drum sebagai media pembakaran besi.

“Kreasi kami ini kami dedikasikan kepada masyarakat khususnya yang ada di perbatasan sehingga diharapkan dapat memberikan nilai guna atau menambah nilai ekonomi bagi masyarakat,” Ungkap Tumiadi.

Autentikasi
Pen Satgas Yonif 312/Kala Hitam.

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.