Tangerang - Aktualinvestigasi.com |Di duga pihak Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN 13) Kabupaten Tangerang mematok harga Rp 1.700.000 per siswa untuk biaya Tour siswa.  


Apa yang dilakukan  pihak SMAN  13 Kabupaten  Tangerang, sungguh  sudah diluar batas kewajaran  dimana dalam tour sekolah  tersebut  siswa di beban kan biaya Rp 1.700.000 namun dari besarnya  biaya tersebut di jadikan ajang bancakan  pihak sekolah dimana setiap guru pembimbing  mendapatkan  honor Rp 1.000.000 per guru pembimbing. 


Sehubungan  dengan ada informasi  yang  di dapat tim awak media dari salah  seorang  guru yang bernama Kosim, menurut  informasi  orang yang sangat di percaya Musli Mpd .terkait informasi  besaran satu juta  honor guru pembimbing  terkait tour tersebut.


Beberapa  awak media mengkomfirmasi  makmur napitupulu  melalui  telepon  seluler  mengatakan, apa yang di lakukan  pihak sekolah  sman 13 Kabupaten  Tangerang sudah sangat diluar batas dan berharap  agar gubernur  provinsi  Banten segera  melakukan  pemecatan  siapapun  guru yang ikut dalam kegiatan  tersebut  tambah  nya .


" ini sudah terlalu, guru sudah dapat liburan dapat pula honor satu juta rupiah, ini sama saja merampas isi saku wali murid  dengan dalih tour, " ucap Makmum.


Dugaan tersebarnya berita terkait biaya guru pembimbing tour menjadi bahan gunjingan di kalangan wali murid SMAN 13 mematok biaya pembimbing 1 juta per siswa.


Dalam hal ini,  pemerintah   sedang gencar memberantas pungli di sekolah.


" Selain sumbangan dan bantuan pendidikan, pungutan di sekolah yang tidak memiliki dasar hukum akan dipantau oleh Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli). Satgas Saber Pungli dibentuk pada 20 Oktober 2016 ketika Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar "


Makmur Napitupulu menambahkan, 

" Sampai dengan berita diturunkan,  pihak Media   belum dapat mengkomfirmasi  kepala  sekolah terkait besarnya biaya pembimbing tour siswa, dan kami coba menghubungi melalui telepon  seluler  sama sekali tidak respon  untuk  membalas".tutup Makmur.

(Red/Tim)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.