Sidak Wali Kota Medan Masih Temukan Drainase Bermasalah

Sidak Wali Kota Medan Masih Temukan Drainase Bermasalah

Jumat, 25 Februari 2022,

Medan, AktualNews – Wali Kota Medan Bobby Nasution tidak kenal waktu melakukan sidak di seputaran Lapangan Widura Jalan Bajak II Simpang Marindal, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Kamis (24/2/22) sore. Meski kondisi gerimis, orang nomor satu di Pemko Medan ini terus menyusuri sepanjang jalan, guna memastikan drainase dalam kondisi baik. Benar saja, Bobby pun mendapati drainase di Simpang Bajak II tidak terkoneksi dengan baik ke drainase utama di Jalan SM Raja, sehingga menyebabkan banjir saat hujan turun.

Namun selain itu, drainase juga mengalami pendangkalan sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan turun. Seketika, Wali Kota yang didampingi Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan Topan OB Ginting, Kadis Kebersihan dan Pertamanan SI Dongoran, Kadis Pendidikan Laksamana Putra Siregar serta Kadispora Pulungan Harahap langsung memerintahkan jajarannya untuk memperbaiki drainase tersebut.

“Lalu drainase ini nanti kita perbaiki, Pak,” kata Bobby Nasution kepada Ketua BKM Poniran. Selain itu, Wali Kota juga memerintahkan Kadis Kebersihan dan Pertamanan untuk memotong cabang-cabang pohoni di sekitar lokasi. “Masyarakat khawatir saat angin kencang, cabang-cabang ini patah. Untuk itu, segera potong cabang-cabang pohon ini biar masyarakat tenang dan nyaman saat beraktifitas di bawahnya,” ucapnya.

Tapi selanjutnya, Wali Kota berjalan kaki mengecek drainase utama di Jalan Sisingamangaraja persisnya Simpang Jalan Bajak II. Permukaan drainase banyak yang dibeton, sehingga menyebabkan air sulit memasuki drainase. “Pak Kadis PU, tingkatkan badan jalan dengan melakukan pembetonan. Kemudian drainase yang ada selama ini di badan jalan geser ke samping dengan meminta izin kepada warga selaku pemilik lahan,” bilang Wali Kota.

Kadis PU Kota Medan Topan OB Ginting saat ditemui awak media disela-sela peninjauan mengaku akan merekonstruksi jalan dengan pembetonan.

“Untuk penggeseran drainase ke samping, kita akan berkoordinasi dengan camat dan lurah untuk menyampaikannya kepada pemilik lahan. Jika pemilik lahan setuju, maka drainase akan kita bangun di luar badan jalan, sehingga lebar jalan bisa bertambah,” jelas Topan. (Red/Akt-35/Ansary)

 

AktualNews

TerPopuler