https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgTJW-Zp8fBJURdHOGMjuHHjL0dz9-XyiuRsxs2sDxcglo5xdHjjES-lqpM2aSDbGzkKjuK2moHobyxb-m2uUp3sFVOFCamLv4OZ6a9BT7prAKvJ9_GEROqi-jA0uV_dnZ-FrWx3sGvUJJW8786ROyXg7gTFLWWDT6ERJxcURbUv5XtrgocIMrmx1k6NKg=s720


Jayanti, Tangerang
- AktualInvestigasi.com | Adanya pemberitaan yang menyebutkan warga Kampung Bakung Desa Cikande Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang Banten akan tutup akses jalan keluar masuk (mobilisasi -Red) ke proyek pembangunan kantor Kecamatan Jayanti dikarenakan belum dapat kompensasi dari pihak proyek membuat geram masyarakat dan Tokoh pemuda kampung Bakung. Jumat 02/09/22.


Aus Abdul Somad sebagai salah satu Tokoh pemuda saat dikonfirmasi awak media  menegaskan, kami masyarakat kampung Bakung Desa Cikande Kecamatan Jayanti tidak pernah berbicara kepada siapapun untuk menutup akses keluar masuk mobilisasi proyek pembangunan kantor Kecamatan Jayanti karena belum di kasih konfensasi, malah sebaliknya kami masyarakat kampung Bakung sangat mendukung pembangunan kantor Kecamatan Jayanti,karena rencananya kantor kecamatan yang lama untuk polsek jayanti. Tegasnya.


Lanjut Aus Abdul Somad," kami juga warga kampung Bakung tidak pernah membuat kisruh dalam program pemerintah yang selama ini di harapkan, kami merasa tersinggung disaat adanya pemberitaan di beberapa media yang menyebutkan gara-gara belum mendapatkan kompensasi warga akan tutup akses jalan, ini kan sama saja menganggap  masyarakat kampung Bakung minta jatah dan kalau tidak di kasih akan berbuat arogan dengan menutup  jalan, jelas kami tersinggung khususnya saya bang," Tutur Aus.


Aus pun menambahkan," masyarakat kampung Bakung itu berwawasan intelek semua bang, kampungnya banyak aktivis militan yang sangat di perhitungkan dan tidak di pandang oleh pemerintah khususnya pemerintah pemerintah kabupaten Tangerang”  Ucapnya.


Masih dengan Aus Abdul Somad,"Kita semua punya pengahasilan bang, bukan pengangguran yang dianggap dalam pemberitaan oleh beberapa media kesannya kami ini seperti premanisme hanya karena Kompensasi terus mau nutup jalan, rumah saya di pinggir jalan persis, kalau memang ngebul /berdebu akibat mobilisasi saya pasti yang pertama akan complain, jadi yang menjual-jual nama warga Bakung  minta kompensasi siapa?rumahnya di sebelah mana jalan?  itukan pembangunan pemerintah bukannya swasta, proyek swasta aja kita ga pernah menta kompensasi atau jatah, apalagi proyek pemerintah, kita semua tau kok,  itu untuk kantor kecamatan nantinya kantor kecamatan yang lama akan jadi kantor polsek, berartikan kami seneng sesuai harapan kita semua agar jayanti memiliki polsek sendiri. seharusnya kita dukung dong jangan malah ngeganggu pembangunan." Ucap Tokoh pemuda kampung Bakung. Aus pun meminta kepada media yang telah memberitakan yang membawa-bawa nama “masyarakat bakung meminta kompensasi dan jika tidak di berikan akan menutup akses jalan” agar segera mengklarifikasi pemberitaan tersebut dalam waktu 1×24 jam,saya atas nama masyarakat kampung bakung akan menyurati ke dewan PERS di karenakan telah membuat gaduh dan menyebarkan berita yang tidak benar.

Ternyata kegeraman masyarakat bakungpun atas pemberitaan yang mengadu domba masyarakat bakung,datang juga dari tokoh pemuda yang lainnya Aris yang lantang mengatakan masyarakat kampung bakung bukan pengemis dan bukan preman yang kerjanya Cuma meminta kompensasi lalu kalo tidak di kasih akan tutup jalan,aris pun meminta kepada semua pihak yang punya kepentingan,jika ingin dapet jatah proyek kecamatan jangan bawa-bawa masyarakat yang tidak tau apa-apa.[Akt-002/RED-AI/I/2022]

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.