https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgTJW-Zp8fBJURdHOGMjuHHjL0dz9-XyiuRsxs2sDxcglo5xdHjjES-lqpM2aSDbGzkKjuK2moHobyxb-m2uUp3sFVOFCamLv4OZ6a9BT7prAKvJ9_GEROqi-jA0uV_dnZ-FrWx3sGvUJJW8786ROyXg7gTFLWWDT6ERJxcURbUv5XtrgocIMrmx1k6NKg=s720


Kabupaten Tangerang
- AktualInvestigasi.com | Aksi pengeroyokan 3 pelajar SMPN 2 Tigaraksa yang dilakukan puluhan pelajar yang diduga dari beberapa sekolah, pada Sabtu sore (4/2/2023), di Jalan Aria Said Kp. Gudang Desa Pasirnangka, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, akhirnya di tanggapi pihak sekolah.


Kepala SMPN 2 Tigaraksa, Wawan Setiawan mengatakan, terkait masalah ini sudah ditangani pihak kepolisian, karena para orang tua korban sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek Tigaraksa.


“Jadi kami berharap penyidik dalam hal ini bisa menemukan akar permasalahan sebenarnya, karena antara pihak SMPN 2 dan SMPN 5 sama-sama sudah melakukan investigasi kepada anak-anak yang bermain bola, dan diatara mereka tidak ada permasalahan apa-apa,” ujarnya Senin (6/2/2023).


Lebih lanjut, Wawan menjelaskan, meskipun ini pertandingan persahabatan, namun banyak penonton yang hadir ke stadion, karena dipublikasikan melalui media sosial (medsos), sehingga banyak orang-orang yang mengetahui dan sengaja hadir disana. Jadi diduga ada sebagian penonton terindikasi niatan tidak baik. 


“Mudah-mudahan ini bisa diusut tuntas, dan karena korban dan pelaku merupakan anak-anak sekolah, semoga para orang tuanya bisa memahami dan menemukan jalan terbaik untuk menyelesaikan persoalan ini untuk kebaikan bersama,” jelas Wawan.


“Selanjutnya, untuk sementara ekstrakurikuler bidang olahraga akan kami bekukan sampai persoalan ini tuntas,” imbuhnya.


Sementara, Kepala SMPN 5 Tigaraksa, Jarkasih menjelaskan, bahwa pertandingan ini sudah teragendakan pada hari Jumat, karena pihaknya sudah terbiasa membangun komunikasi dengan kedua belah pihak.


“Kami terkejut diluar dugaan kami ada kejadian seperti ini, dan kedua sekolah (SMPN 2 dan SMPN 5 Tigaraksa) tidak mendapatkan konfirmasi sebelumnya,” jelasnya.


Oleh karena itu, lanjut Jarkasih, ini menjadi bahan pemikiran kedepan, ada apa sebenarnya.


“Dengan kejadian ini, sementara di SMPN 5, untuk kegiatan yang berkaitan dengan pertandingan sepakbola baik dilapangan stadion maupun futsal akan dibekukan untuk sementara sampai waktu yang belum ditentukan,” terangnya.


Jarkasih menambahkan, terkait masalah ini pihaknya akan mengumpulkan data yang lengkap, dan juga akan dihadirkan para orang tua dari putra putrinya yang ikut serta dalam pertandingan kemarin, baik yang bermain atau menjadi penonton.   


“Hal itu kami lakukan untuk mendapatkan informasi sebenarnya, agar orang tua pun turut membimbing anak-anak diluar sekolah, dimana setiap ada kegiatan sekolah pasti ada surat yang terbitkan, abila tidak ada maka orang tua harus juga ikut melarang untuk tidak memberikan izin untuk mengikuti kegiatan tersebut,” tutup Kepala SMPN 5 Tigaraksa, Jarkasih.


Jurnalis AktualInvestigasi dan Media Banten24 terus menelusuri dan kawal permasalahan terjadinya aksi pengeroyokan terhadap anak dari Rekanan media hingga selesai, sementata keluarga korban pun sudah melaporkan ke pihak yang berwajib,

005/RED-AII/23/Atr

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.